
Kembang api terus menyala di langit malam yang lelap, memberikan banyak warna yang cantik. Ucapan selamat tahun baru terdengar dimana-mana, semua orang merayakan tahun baru dengan sangat gembira.
Melewati tahun dimana membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan frustasi, tentu saja mereka berharap semoga virus ini cepat berlalu dan bisa berkumpul lagi seperti sebelum-sebelumnya.
Di jalanan, meskipun terdapat larangan berkumpul, masih ada beberapa kelompok orang yang tidak patuh dan bersenang-senang disana. Mereka menyalakan kembang api dan petasan, membuat keributan dimana-mana dengan kembang api yang terus menyala.
Para petugas lalulintas terus berpatroli, namun tidak bisa membubarkan kumpulan itu dengan baik. Para pemuda-pemudi itu terus berjalan-jalan dengan teman atau kekasih mereka, melarikan diri dari polisi yang sedang berpatroli.
Di apartemen, Eun-Kyun yang lainnya juga bersenang-senang tanpa ada halangan. Dong-Min membantu Eun-Kyun memotong kue yang dibeli menjadi beberapa potong, lalu mengambil soda dan minuman lainnya lalu diletakkan di atas meja didepan semua orang.
Dengan senang hati, Do-Hyun mengambilkan sepotong kue dan memakannya dengan gembira. Yang lain juga sama
"Emmmm.... rasanya benar-benar sangat enak, black forest memang yang terbaik!" seru Gong-Min yang memakan satu potong kue
"Aniyo, Cheese cake lebih enak." ucap Dong-Min, namun ia tetap memakan Black forest yang sudah tersedia didepan matanya
"kata siapa? .. Black forest adalah yang terbaik" sambung Gong-Min lagi
"Itu mang benar," ucapnya tidak setuju. Kedua saudara kembar itu berdebat, membuat yang lain menatap mereka dengan terus memakan kue mereka, bukankah seru menyaksikan pertengkaran antara dua saudara kembar? Hehehe..
"Bukankah masing-masing orang memiliki selera nya sendiri? ...Aku pikir, kalian anak kembar sehingga selera juga sama." Sambung Min-Hyuk memasuki percakapan mereka.
Ia menatap bingung pada dua saudara kembar yang belum bisa ia bedakan ini. Ohh, sungguh sulit membedakan mereka karena keduanya memiliki fitur wajah yang sama. Hanya saja, Gong-Min sedikit lebih aktif dari pada saudaranya.
Do-Hyun mengangguk setuju, "itu benar. Lagi pula, kue terenak nomor satu di dunia juga bukan Black forest atau Cheese cake."
"Oh yah?" Jun-Hee masuk kedalam percakapan mereka yang terlihat cukup seru.
__ADS_1
"Tentu saja, kue terenak nomor satu di Dunia adalah Lapis legit dari Indonesia." ucapnya dengan bangga
"Sungguh?" yang lain merespon ucapan Do-Hyun dengan tidak percaya.
Anak itu mengangguk lagi, "Itu sudah di akui. Kue Lapis legit memang terenak nomor satu di dunia. Lapis legit terbuat dari tepung terigu, mentega, telur dan bahan lainnya. Keunikan kue ini dapat dilihat dari bentuknya yang berlapis. Rasanya yang manis dan tekstur yang lembut, serta lapisannya yang bisa mencapai 18 sampai 22 layer membuatnya masuk dalam barisan kue favorit dunia." jelas Do-Hyun dengan detail, membuat yang lainnya memandang anak itu dengan tatapan kagum.
Ini, penjelasan Do-Hyun membuat mereka kagum karena anak ini bahkan bisa menjelaskan dengan baik, tidak seperti anak kecil pada umumnya yang hanya tahu makan dan tidak tahu apapun lagi selain makan.
Jika mereka merasa itu enak, maka mereka anak mengambil porsi lagi. Jika menurut mereka itu tidak enak, maka akan langsung disimpan meskipun itu adalah gigitan pertama.
Yah, bagaimana pun. Do-Hyun memang tidak terlihat seperti anak pada umumnya, dia lebih bijaksana dan pintar dari pada yang lainnya.
"Wooohh... Mendengar penjelasan Do-Hyun saja, membuat Hyung jadi pengen mencobanya. Dimana kita bisa menemukan nya di Seoul?" tanya Gong-Min dengan penasaran. Dia tidak berbohong, jika itu adalah kue favorit di dunia, pastilah rasanya sangat enak sehingga menempati posisi pertama.
Ini, dia benar-benar ingin mencobanya.
"Kenapa menatapku seperti itu? ..Tanya saja apa yang membuatmu penasaran," ucap Eun-Kyun
Dong-Min tak ragu lagi untuk bertanya, "Noona bisa membuatnya? .. Bukankah Noona tinggal di Indonesia selama 5 tahun, kau tahu caranya kan?"
Eun-Kyun tersenyum minta maaf. "Aku memang tinggal di Indonesia selama 5 tahun, tapi aku tidak bisa membuatnya. Kue ini cukup rumit bagiku, mari kita cari bersama resepnya di Internet. Kita bisa mencobanya nanti."
"Eomma memang tidak bisa membuatnya, namun Oma Inna di rumah bisa. Aku biasanya selalu memakannya," sambung Do-Hyun
"Eomma? ..Apa Do-Hyun juga punya ibu lain di Indonesia?" tanya Jun-Hee bingung.
"Oma di Indonesia artinya nenek, sedangkan Eomma artinya Ibu dalam Hangul. Meskipun cara pengucapannya sama, namun artinya beda." jelas Eun-Kyun secara singkat
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan Appa dalam bahasa Indonesia?" tanya Min-Hyuk, dia sepertinya tertarik dengan percakapan ini.
"Ada yang memanggilnya dengan 'Papa', ada pula yang memanggil dengan 'Bapak' ada yang memanggil dengan 'Ayah'. Seperti itulah," Eun-Kyun
"Lalu bagaimana dengan Kakek dan nenek?" kini Gong-Min kembali bertanya. Karena percakapan masuk kedalam topik ini, dia juga sedikit penasaran dengan bahasa ini.
"Panggilan untuk nenek dalam bahasa Indonesia itu 'Oma' sedangkan untuk Kakek adalah 'Opa'" jelas Eun-Kyun dengan sabar
"Oppa? hahahaha" Min-Hyuk dan yang lainnya tertawa. Ini karena bagi orang Korea, panggilan 'Oppa' adalah kakak laki-laki atau pacar seorang wanita.
Namun ternyata, 'Oppa' di Indonesia adalah panggilan untuk 'Kakek' .. Ini sangat lucu, perbedaan nya terlalu jauh.
"Lalu bagaimana dengan 'Appa'" kini giliran Dong-Min yang buka suara
" 'Appa' di Korea berarti Ayah, tapi di Indonesia 'Apa' adalah kata sifat. Dalam bahasa Inggris 'Apa' sama saja dengan 'What'" tiba-tiba suara Do-Hyun yang terdengar dan menjelaskan dengan singkat.
Semua orang tertawa, perbedaan bahasa membuat arti yang sangat berbeda meskipun memiliki ucapan yang sama.
Keempat pria itu, mereka terus bertanya tentang beberapa kata sederhana dan membandingkan antara bahasa Indonesia dengan Hangul. Yang berakhir, membuat mereka tertawa namun juga sekaligus belajar bahasa yang lain.
Do-Hyun dan Eun-Kyun tiba-tiba menjadi seorang translator, yang paling banyak bertanya adalah Gong-Min dan Min-Hyuk. Keduanya terus bertanya dengan rasa ingin tahu yang sedikit besar
Hingga waktu menunjukkan pukul 2 pagi, barulah semua orang bubar dan tidur. Dua saudara kembar pulang, namun mereka malah menyeret Min-Hyuk agar tidur di apartemen mereka, membiarkan Jun-Hee tidur di kamar Do-Hyun.
Sedangkan bocah bayi itu, dia tidur dengan memeluk ibunya dengan tenang, sangat hangat dalam pelukan ibunya.
Semua orang bangun terlambat keesokan harinya, saat mereka bangun, itu sudah pukul 9 pagi.
__ADS_1
Setelah sarapan, dua bocah itu membungkuk dan memberikan hormat pada Jun-Hee dan Eun-Kyun. Sama seperti tradisi orang Korea, mereka memberikan selamat tahun baru dan menerima amplop merah.