
Melihat Do-Hyun yang sedang belajar membaca dengan buku bergambar, Eun-Kyun juga mengambil laptopnya dan mengerjakan laporan yang diminta oleh atasannya.
Memasuki dunia pekerjaan, Eun-Kyun mencari referensi di internet, menghubungkannya dengan laporan yang harus ia selesaikan.
Dalam waktu sejam laporan telah selesai Ia kerjakan.
Begitupun dengan Do-Hyun yang selesai membaca buku bergambar miliknya, dengan kaki kecilnya Do-Hyun menghampiri ibunya.
"Eomma, aku sudah selesai belajar, apa boleh menonton sekarang?"
Menoleh dan mendapati anaknya yang sedang menatapnya, in Kyun mengangguk.
"yah, boleh."
"Gomawo, Eomma."
Do-Hyun berbalik, berjalan kearah sofa. Tangan kecilnya mengambil remote dan mulai menyalakan televisi, jarinya yang kecil menekan tombol "On/Off".
Mengganti channel TV, dan mulai menonton "Spongebob Squarepants" yang sedang tayang.
Sementara itu Eun-Kyun yang sudah selesai dengan pekerjaannya, mengambil ponselnya dan mengunduh aplikasi perdagangan internasional, Dia kemudian log-in ke akun yang sudah dibuatkannya semalam.
Kemudian memasukkan 10.000 dolar ke dalam akunnya. Uang itu tidak berjumlah besar tetapi juga tidak kecil untuk pemula.
Dia kemudian mengubah akunnya jadi All-Zero, itu adalah nama akun yang pernah buat ketika berusia 15 tahun, dulu.
All-Zero, dengan All adalah semua, dan Zero yang adalah nol atau kosong.
Yang disingkat Semuanya kosong, yang berarti segala informasi tentang sang pemilik akun tak ada. Bagaimana cara mereka untuk mencarinya, semua informasi dan data akan kosong.
***
Saham dapat diselesaikan dengan perdagangan panjang dan Perdagangan pendek.
perdagangan pendek berarti bisa menyelesaikan pada tanggal saat membeli paham namun hanya sedikit yang dapat melakukan perdagangan pendek
Jika kamu tidak bisa menyimpan saham dalam 10 tahun, sebaiknya jangan simpan saham dalam 10 menit.
Eun-Kyun melihat grafik, ada beberapa saham perusahaan yang sedang menurun, dan mereka menjualnya saat ini. Dia mengetuk jari ke meja beberapa kali kemudian dengan tenang membeli saham itu.
__ADS_1
Dengan beberapa ribu yang ia gunakan telah selesai, kemudian banyak komentar berdatangan ke akunnya.
[Wow!. Apakah orang ini b0doh? Dia membeli saham X Company yang sedang menurun. ]
[penurunan nya sangat jelas tapi orang ini malah membeli sahamnya. Dia pasti pemula yang b0doh]
Eun-Kyun tersenyum tipis melihat komentar-komentar itu. Ia melihat kenaikan uangnya walau hanya sedikit, kemudian Ia memposting komentar.
All-Zero_[lebih baik beli saham nya sekarang jangan sampai terjebak besok]
Setelah itu, semakin banyak komentar yang lagi akunnya.
[Dasar pemula b0doh! Aku tak akan membeli saham disana!]
[Untuk apa percaya pada pemula seperti orang ini, hanya membuang waktu saja!]
[Jika tebakan mu benar, aku akan memanggilmu Ayah!]
[Dasar pemula naif! Kau harus belajar dari senior ini!]
Dengan tak peduli, Eun-Kyun keluar dari akunnya, dan kembali pada pekerjaannya.
Uang bukan segalanya, dan dia juga tak ingin berfokus pada uang saat ini.
Eun-Kyun memilih untuk menemani anaknya menghabiskan waktu bersama.
Jika ini bukan di tahun 2020 yang kesulitan karena Corona Virus, Eun-Kyun pasti akan membawa anak ini untuk bersenang-senang di luar sana. Namun apa daya, dirinya kembali ke tahun ini!
Lagi pula, dia telah memiliki 5% saham di X Company, meskipun bukan perusahaan yang terbesar di Indonesia, namun perusahaan ini juga sangat bagus.
Saham dapat berubah kapan saja, sehingga beberapa orang pasti akan terus mengamati grafik yang menjadi penentunya.
Bisa saja saat ini sedang menurun, namun dalam hitungan menit atau jam, grafik akan menjadi naik beberapa kali lipat. Dan begitu pun sebaliknya.
"Eomma," panggil Do-Hyun.
"Ne?" Eun-Kyun mengalihkan pandangannya dari televisi kearah putra tunggalnya itu.
"Apa dada Eomma masih sakit?" Do-Hyun
__ADS_1
"Aniyo, kenapa?" Eun-Kyun.
Do-Hyun menggelengkan kepalanya, "Aku hanya takut Eomma kesakitan lagi seperti kemarin."
Huhh... ternyata putranya ini mengkhawatirkan nya.
Mengacak rambut keriting Do-Hyun, "Jangan khawatir, Eomma tak akan kesakitan lagi."
Do-Hyun terdiam. Meskipun ibunya mengatakan hal ini, dia tahu jika ucapan Eun-Kyun hanya untuk menenangkan nya saja.
Do-Hyun tak bertanya lagi, "Eomma, apa ada buah? Aku menginginkan nya?"
"Buah?.. Tunggu sebentar, biar kulihat dulu," Eun-Kyun berlalu kearah kulkas, membukanya dan melihat ada beberapa buah didalamnya. Diantara ada semangka, stroberi, anggur dan juga beberapa buah apel.
"Mau Stroberi, semangka, anggur atau apel?" tanya Eun-Kyun dengan suara yang sedikit keras.
Do-Hyun melihat kearah luar jendela, diluar sana terlihat panas dengan matahari yang terus menyinari bumi.
"Semangka saja," balas Do-Hyun.
Eun-Kyun mengeluarkan semangka, diambilnya piring dan pisau. Dipotong bagi dua kemudian dipotong lagi dengan bentuk yang lebih kecil, menyusunnya diatas piring dan membawanya pada Do-Hyun.
Wajah kecil itu terlihat imut, matanya menjadi berbinar saat melihat semangka yang merah dan terlihat sangat manis. Dengan tangan kecilnya, ia mengambil satu potong lalu menggigit nya.
Rasa semangka yang manis dan terasa dingin karena dikeluarkan dari kulkas sangat segar, hal ini membuat Do-Hyun tersenyum. "Manis"
Eun-Kyun juga ikut mengambil sepotong semangka, menggigitnya dan rasa manis yang alami membuatnya ikut senang.
"Ya, sangat manis."
Dalam beberapa menit saja, semangka yang berada dalam piring telah habis menyusahkan kulitnya saja. Ibu dan anak ini sangat menikmatinya 'yah.
.
.
.
.
__ADS_1
.