My Modern Mother

My Modern Mother
Bertemu keluarga Eun-Kyun


__ADS_3

Selama tiga hari Eun-Kyun dirawat di rumah sakit. Ini karena wanita satu anak ini harus melakukan pemeriksaan yang panjang, ini sedikit melelahkan.


Eun-Kyun masuk keluar dari ruang-ruang pemeriksaan, para ahli memeriksa kesehatan jantungnya dengan teliti.


Bisa saja ia melakukan rawat jalan, namun itu sedikit merepotkan. Jadi, dia menerima nasehat Jun-Hee agar melakukan rawat inap saja.


Jun-Hee selalu menemani Eun-Kyun saat melakukan pemeriksaan, sedangkan Do-Hyun dititipkan pada dua saudara kembar. Anak-anak dilarang berada di rumah sakit untuk saat ini, terlalu berbahaya bagi kesehatan nya.


Jun-Hee khawatir dengan Do-Hyun, jadilah dia akan menemani anak itu dibeberapa waktu sambil beristirahat. Selain itu, waktunya akan dihabiskan bersama dua saudara kembar, Dong-Min dan Gong-Min.


Hari terakhir dia berada di rumah sakit membuat Eun-Kyun senang, dia akhirnya akan kembali ke apartemen nya yang hangat dan nyaman ditemani oleh seorang putra yang tampan, pintar dan patuh.


Eun-Kyun dan Jun-Hee keluar dari ruangan, mereka pergi ke resepsionis untuk membayar semua biaya pengobatan Eun-Kyun selama berada di rumah sakit.


"Aku yang akan membayarnya, pergi duduk disana. Nanti setelah selesai, aku akan menghampiri mu." ucap Jun-Hee


Eun-Kyun mengangguk, "Baiklah."


Mengalihkan pandangannya pada deretan bangku disana, Eun-Kyun melangkah kesana.


Dari arah yang berlawanan, seorang remaja menemani pria paruh baya berjalan. Pria itu menunduk dan tak memperhatikan orang didepan mereka.


Eun-Kyun juga tak memperhatikan, menyebabkan mereka saling tabrak.


Bruggh!


Pria itu terjatuh, begitu juga dengan Eun-Kyun.


Mereka sama-sama bangun dari jatuhnya barusan


"Maafkan aku, aku tak memperhatikan lang- Eun-Kyun?" saat pria itu mengangkat wajahnya, ia mendapati wajah yang sangat dikenalinya, meskipun wajah itu ditutupi oleh masker, namun tak menghalanginya untuk mengenali wajah itu.


"Maafkan aku, Anda mengenali saya?" tanya Eun-Kyun, dia tak memperhatikan wajah pria itu.


"Ini Appa, Ohh putriku, sudah lama sekali kita tak bertemu." ucap Pria itu kegirangan, dia terlihat senang.

__ADS_1


"Appa, siapa dia?" remaja laki-laki disampingnya membuat pria itu mengalihkan pandangannya.


"Ini Noona mu, bagaimana kau bisa melupakan nya?" ucap pria itu kegirangan, dia senang saat ini.


"Noona?" gumamnya, dia memperhatikan wajah Eun-Kyun sebentar. Kemudian, ingatannya berputar sebentar kemasa lalu


"Ini Noona mu, namanya Park Eun-Kyun. Jangan lupakan wajahnya, mengerti? ..Dia kakak sedarah mu, oke?" ucap ayahnya saat itu, diusianya masih 6 tahun.


"Dia kakakku? Mana mungkin?" ucap anak kecil dengan polos.


"Anak kecil, hati-hati dengan mulutmu, nanti ku robek mulutmu itu." ancam gadis muda yang memiliki temperamen yang sedikit kasar.


Mereka melewati beberapa waktu bersama, ternyata kakaknya yang lebih tua ini memiliki sisi yang lembut dan sangat baik padanya, hanya saja dia memiliki kakak perempuan juga dari pihak ibu, Eun-Kyun adalah kakak tirinya. Namun perlakuan Eun-Kyun yang sedikit kasar lebih baik dari pada perlakuan kakak kandungnya yang sangat kejam padanya.


"Noona, ini kau?" ucap remaja itu terdengar senang, dibalik maskernya dia sedang tersenyum.


Suatu kilasan tiba-tiba terlintas dibenak Eun-Kyun, ternyata ini adalah ayah dan adik dari Eun-Kyun yang asli. Meskipun Eun-Kyun membenci ayahnya, namun dia tetap menerima pria itu sebagai walinya setelah ibunya meninggal dunia.


"Ternyata kalian, yah.. sudah lama tak melihat kalian, bagaimana kabarmu?" tanya Eun-Kyun datar, dia tak merasakan apapun pada dua orang ini.


Eun-Kyun mengangguk, "Syukurlah jika kalian baik-baik saja."


"Bagaimana jika kita makan bersama, sudah lama kita tak melakukannya, Appa sangat merindukanmu." ucap Ayah Eun-Kyun lagi, berharap undangannya diterima, namun malah...


"Maafkan aku, namun aku sibuk." balas Eun-Kyun datar


"Mengapa tak duduk malah terus berdiri?" suara bariton itu terdengar dibelakang Eun-Kyun, membuat pria baya serta remaja itu menoleh pada pria tampan dibelakang Eun-Kyun.


"Aku akan mengambil obat mu, kau ayo ke apotik," namun mendapati Eun-Kyun yang terdiam, dia menoleh dan mendapati wajah familiar


"Anuu.. siapa kau?" tanya remaja itu


Ternyata memang benar tebakannya, ini adalah ayah dan adik dari Eun-Kyun. Dia segera menyapa keduanya, "Ah, Annyeonghaseyo, saya Jun-Hee calon suami Eun-Kyun," bahkan dengan percaya dirinya ia mengatakan calon suaminya?


Eun-Kyun menoleh kesamping, sejak kapan pria ini menjadi calon suaminya?

__ADS_1


Remaja itu segera membungkuk sebentar, "Ah, Annyeonghaseyo.. Saya Park Min-Hyuk, adik Eun-Kyun," balas remaja itu dengan sopan.


Ayah Eun-Kyun juga saling sapa dengan Jun-Hee sebentar.


"Jika kau memiliki waktu, datanglah ke rumah. Appa membuka rumah makan kecil, ini tempatnya" pria itu menyodorkan kartu nama restoran miliknya pada Eun-Kyun dan Jun-Hee.


"Baiklah, jika kami memiliki waktu, kami akan mampir." balas Jun-Hee sopan, namun tidak dengan Eun-Kyun yang bersikap datar.


Ayah Eun-Kyun pikir, anaknya masih marah soal kejadian balasan tahun yang lalu. Jadi dia membiarkannya, sudah baik jika Eun-Kyun tak menolak kehadirannya, karena anak ini telah menghilang kabarnya setelah 5 tahun.


Itu adalah kesalahannya sehingga mantan istrinya pergi, dia tak bisa menghentikan Eun-Kyun untuk membencinya.


Untuk saling menghormati, Eun-Kyun mengeluarkan kertas lalu menuliskan nomor teleponnya disana, dia juga memberikan uang 50.000 Won pada Min-Hyuk sebagai uang jajan.


"Jika dalam keadaan mendesak, hubungi saja aku disini. Dan. ini, uang jajan untukmu. Aku harus pergi, sampai nanti." ucap Eun-Kyun sebelum akhirnya meninggalkan ayah dan anak itu


Keduanya juga terus menatap Eun-Kyun dan Jun-Hee sebelum akhirnya mereka menghilang dibalik lorong, ayah Eun-Kyun masih memiliki rasa bersalah itu.


Sedangkan Min-Hyuk tersenyum, kakak tirinya- ralat, kakak sedarah nya ini meskipun memiliki temperamen yang buruk, namun masih memperlakukan nya dengan baik. Bahkan, dia memberikan nomor telepon untuk dihubungi dan uang jajan untuknya sebelum pergi.


Kakaknya ini masih sama seperti dulu, hatinya menghangat.


Min-Hyuk menyimpan baik-baik kertas itu kedalam saku jaketnya, ini akan sangat berguna nanti.


Eun-Kyun terus terdiam setelah bertemu dengan sepasang ayah dan anak tadi, Jun-Hee pikir Eun-Kyun dalam mood yang buruk jadi dia tak mengganggunya.


Setelah mengambil obat yang diresepkan dokter, Jun-Hee membawa Eun-Kyun kembali ke apartemen.


Bertemu dengan Ayah Eun-Kyun yang asli membuat ingatannya kembali pada tahun-tahun sebelumnya.


Meskipun bukan keinginannya, namun Eun-Kyun yang asli sangat menderita rasa sakit dalam hatinya. Apa yang paling buruk dari mimpi seorang anak?


Tentu saja melihat ayah dan ibunya berpisah. Inilah yang dirasakan oleh Eun-Kyun saat ini, meskipun dia bukan Eun-Kyun yang asli namun perasaan itu tiba-tiba membuatnya tak nyaman.


Sial!

__ADS_1


__ADS_2