My Modern Mother

My Modern Mother
Chapter 26


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh pria tampan terus melaju, ia mengendarainya dengan perlahan.


"Dimana alamat mu?" tanya Jun-Hee


"Jalan distrik ****, gedung apartemen ****" balas Eun-Kyun.


Jun-Hee mengangguk, ia segera mencarinya di GPS dan menemukan alamat, segera mobil itu meluncur dengan sedikit lebih cepat.


Jun-Hee dalam suasana hati yang baik, ia terus tersenyum dibalik masker yang ia kenakan.


"Selama ini, kemana saja kau?.... Aku sangat sulit menemukan mu," tanya Jun-Hee.


Merasa lawan bicaranya tak akan menjawab dan malah membuang muka kearah lain, Jun-Hee tak terlalu berharap namun malah menoleh ke kaca spion untuk melihat Do-Hyun.


"Nak, kalian baru kembali ke Seoul 'bukan?.... Kalian datang dari mana?" tanya Jun-Hee dengan lembut.


Do-Hyun mengangguk, "Indonesia," jawabnya singkat.


"Ah, begitu... Lalu, apa kau sudah sekolah? Melihat wajahmu paman pikir kau sudah sekolah."


"Tentu, aku paling pintar di kelasku. Anak-anak disana terlalu lemah untuk bersaing dengan ku," jawab Do-Hyun dengan percaya diri.


"Hahaha.... Yah, kau terlihat seperti jenius" balas Jun-Hee.


"Putraku memang jenius" gumam Eun-Kyun.


Jun-Hee hanya tersenyum dibalik masker nya saat mendengar gumaman Eun-Kyun, "Lalu, bagaimana dengan teman-teman mu disekolah. Apa ada yang mengganggu mu?" tanya Jun-Hee lagi, tampaknya ia ingin menjalin hubungan baik dengan anak dari cinta pertamanya.


"Huhh... mana berani, mereka hanya anak nakal yang manja, selalu menangis dan merengek pada Guru, tak ada yang cocok menjadi temanku. Tak ada yang bisa melawanku," ucap Do-Hyun dengan sedikit angkuh, ia melipat kedua tangannya didepan perut dan membuang wajahnya kearah jendela.

__ADS_1


"Hahahaha... Lalu, apa yang biasanya kau lakukan dirumah?"


"Aku mengerjakan soal-soal yang berada di internet, membaca buku, bermain rubik dan membantu Eomma. Aku juga suka memasak," ucap Do-Hyun dengan semangat.


"Kau juga suka memasak?.. Wah,,,, sepertinya kita harus membeli beberapa bahan makanan lagi, paman juga sangat suka memasak." Jun-Hee terdengar sangat bersemangat.


"Sungguh? Paman, apa yang bisa kau masak?" Do-Hyun mencondongkan tubuhnya kedepan untuk melihat Jun-Hee


"Memangnya apa yang ingin kau makan? Paman akan memasaknya untukmu" ucap Jun-Hee.


"Aku ingin gimbab, sup iga dan lava cake sebagai makanan penutup," balas Do-Hyun dengan bersemangat.


"Baiklah, Paman akan membuatnya untukmu." Jun-Hee mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut Do-Hyun dengan gemas.


Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan apartemen, Eun-Kyun segera melepaskan sabuk pengaman, namun sepertinya tidak berjalan dengan lancar, itu macet.


Wanita kuda itu langsung menatap Jun-Hee lalu menarik tangannya, dengan tak nyaman ia segera membuka pintu dan keluar dari sana.


Jun-Hee hanya menahan nafasnya, ia juga segera keluar dari mobil lalu membantu Do-Hyun dari kursi anak yang terpasang.


Anak itu tampak senang, ia mengikuti Jun-Hee ke bagasi mobil dan mengeluarkan belanjaan yang telah dibeli.


Eun-Kyun sudah menunggu ketika kap mobil terbuka ia segera mengambil beberapa belanjaan dan berjalan mendahului keduanya.


"Ayo Paman," ajak Do-Hyun.


Jun-Hee mengangguk, "ayo."


Menenteng tas belanjaan, melewati pintu yang dijaga oleh satpam.

__ADS_1


"Annyeong, Ahjussi." Do-Hyun dengan sopan menyapa satpam.


"Ye, Annyeong" balas Satpam.


Jun-Hee menundukkan kepalanya dan berlalu begitu saja, melihat didepan lift Eun-Kyun masih menunggu keduanya.


Saat hampir sampai, pintu lift terbuka bdan wanita muda itu memasukinya, Do-Hyun berlari dengan kaki kecilnya kedalam lift diikuti oleh Jun-Hee.


Tiitt.. tiitt..tiitt...


Pintu apartemen terbuka, Eun-Kyun masuk terlebih dahulu.


Jun-Hee mengerutkan keningnya dengan bingung, apakah kedua tinggal sendiri?


Saat masuk, ia juga melepaskan sepatunya didepan pintu. Lalu melangkah kedalam lagi mengikuti ibu dan anak


Suasana terlihat sepi, ia menyimpan belanjaan diatas meja makan. Lalu pergi ke wastafel dan mencuci tangan, matanya melirik-lirik sekitar seperti mencari sesuatu.


Do-Hyun berdiri disampingnya, "Apa yang paman cari?" tanya Do-Hyun, ia juga mengikuti arah pandang Jun-Hee.


"Ehh, dimana Ayahmu?.... Paman harus menyapanya." Meskipun dia mengatakan nya dengan nada yang santai, namun hatinya merasa pedih, ucapannya tercekat di tenggorokan nya.


"Appa?... I don't have, and i don't know" balas Do-Hyun dengan tak peduli.


"Ehh?" Jun-Hee langsung menatapnya dengan heran.


"Maksud mu?"


"Ayah tak pernah ada sejak aku lahir, Eomma bilang jika dia sudah mati. Jadi, aku juga tak peduli."

__ADS_1


__ADS_2