My Modern Mother

My Modern Mother
Kembali ke Seoul


__ADS_3

Deru mesin pesawat tak membuat seorang wanita cantik terganggu. Matanya terus tertuju pada buku yang berada ditangannya,  membaca tiap deretan kata yang tertera disana.


Kaca mata anti radiasi yang dia kenakan begitu membuatnya bertambah cantik, di telinganya terpasang headset bluetooth berwarna putih.


Merasa kerongkongannya kering, tangan wanita itu terulur dan mengambil gelas berisi mineral untuk diteguk nya.


Yah, wanita itu adalah Park Eun-Kyun. Saat ini dia dalam perjalanan menuju Seoul, Korea Selatan.


Beberapa hari lalu, setelah mobilnya berhasil terjual, Eun-Kyun segera menemui pemilik apartemen.


Ia mengatakan akan kembali ke negaranya, sehingga apartemen itu tak lagi ia sewa.


Sang pemimpi memaklumi hal ini karena mereka telah membicarakan tentang pindahnya Eun-Kyun sejak Minggu lalu.


Eun-Kyun juga mulai menjual beberapa barang di dalam rumah, yang tak perlu ia bawa ke Seoul.


Sebagian yang memang harus ia bawa, sudah mulai dikemas kedalam kardus.


Mama Ina dengan senang hati membantu ibu muda ini, namun juga merasa berat hati karena akan melepaskan keduanya kembali ke Seoul.


Agar barang nya cepat diambil orang, tentunya Eun-Kyun menjual barang-barang nya di pasar online. Tentulah seperti Sofa, kulkas, meja, dan barang-barang lainnya.


Lalu barang yang di kemas antara lain; baju, tas, beberapa pasang sepatu, buku-buku dan dokumen yang tentunya penting.


Lalu, alat-alat elektronik lainnya.


Eun-Kyun menjual komputernya di pasar online, dan membawa kembali Laptopnya ke Seoul.


Semua hal ini ia siapkan selama beberapa hari dalam seminggu.

__ADS_1


..........


"Eomma." panggilan Do-Hyun, membuat Eun-Kyun menoleh pada putranya yang sedang duduk disampingnya.


"Ne?" Eun-Kyun.


"Aku lapar," Do-Hyun.


"Kau lapar?" ulang Eun-Kyun, ia melirik pada jam yang melekat pada pergelangan tangannya. Saat ini baru menunjukkan pukul 11:07, dan sih ada 43 menit lagi sebelum makan siang.


"Baiklah," balas Eun-Kyun. Anak-anak memang cepat lapar, dia tak bisa memaksa Do-Hyun agar makan di jam 12 nanti.


Eun-Kyun mengangkat tangannya, "Permisi." panggil Eun-Kyun pada pramugari yang sedang melayani para penumpang.


"Ya, Nona? Ada yang bisa saya bantu?" tanya pramugari itu sopan.


"Putraku lapar, bisakah kau berikan dia makanan?" Eun-Kyun.


Sebelum pramugari cantik itu selesai bicara, Eun-Kyun memotong ucapan nya. "Bawakan saja makanan kemari, aku tak ingin putraku kelaparan." ucap Eun-Kyun datar.


"Baik. Akan saya siapkan."


Pramugari cantik itu kemudian berlalu, ia segera menyiapkan makanan untuk Do-Hyun.


Sedangkan Eun-Kyun, ia tak memikirkan apapun. Karena, yang pertama!


Eun-Kyun mengambil kelas bisnis untuk keduanya saat ini


Yang kedua, inilah yang ia inginkan. Mendapatkan pelayanan terbaik dalam pesawat adalah dengan duduk dikelas bisnis.

__ADS_1


Yang ketiga, tak ada yang mengganggu dirinya dan Do-Hyun. Mereka bisa merasakan ketenangan disini dari pada di kelas ekonomi.


Pramugari mendorong meja troli kearah Eun-Kyun dan Do-Hyun. Ia kemudian menghentikan langkahnya, "Permisi Nyonya. Ini makan siang dari tuan kecil," ucap Pramugari itu.


"Baiklah. Terima kasih," balas Eun-Kyun.


"Emm.. letakkan, aku sudah lapar." ucap Do-Hyun sambil menunjuk kearah meja yang sudah ia turunkan sendiri.


"Baik, Tuan kecil." Nona Pramugari kemudian meletakkan sepiring sate, kemudian ada Kimbab, dan beberapa makanan lainnya, salah satunya adalah puding dan Ice krim sebagai pencuci mulut. Ada pula beberapa potong apel, stroberi dan anggur yang sudah ditata diatas piring.


Do-Hyun mengambil satu tusuk sate, ia kemudian menggigitnya.


Daging yang empuk ini sudah biasa ia makan, ini adalah sate ayam. Dan lagi, bumbunya tak seenak yang biasa ia makan, rasa ini berbeda. Dan lagi, tingkat kepedasannya masih rendah, sehingga Do-Hyun bisa memakannya dengan tenang.


Tangan kecilnya kemudian mengambil sumpit, lalu mengambil Kimbab dengan sumpit setelah itu memasukannya kedalam mulut.


Biasanya ia akan makan nasi, namun karena saat ini sedang berada diatas pesawat maka yang dimakannya sekarang adalah Kimbab.


Bukankah juga dibuat menggunakan nasi?


Tampan dibantu makan oleh Eun-Kyun, Do-Hyun menghabiskan makanannya dengan sendirinya. Hanya menyusahkan beberapa potong Kimbab karena merasa senang dah cukup, apa lagi pria kecil itu masih ingin makan makanan penutup.


Sedangkan Eun-Kyun, ia mengambil sepotong apel dan beberapa buah anggur lalu dimakan.


Tampak, Do-Hyun ini anak yang sangat pintar. Ia bahkan makan tanpa banyak bicara seperti anak-anak yang lain.


.


.

__ADS_1


.


...Zero^-^...


__ADS_2