My Modern Mother

My Modern Mother
Marry me


__ADS_3

Eun-Kyun menggandeng tangan Do-Hyun dan berjalan di sekitar Namsan tower, anak itu masih tetap mengangkat tangannya dan menyambut butiran salju yang turun dari langit.


Yah, hanya mereka berdua karena Jun-Hee beralasan pergi ke toilet sebentar. Dia akan menghubungi mereka setelah dia selesai dan membiarkan mereka berjalan-jalan di bawah Namsan tower.


Saat sedang berjalan-jalan, keduanya dihampiri oleh seorang wanita berjaket abu-abu dengan syal berwarna merah. Wanita itu memberikan Eun-Kyun bunga mawar putih


"Ehh?" Eun-Kyun ingin bertanya namun wanita itu malah berlalu begitu saja.


Eun-Kyun menatap Do-Hyun, keduanya mengangkat bahu tanda tak tahu.


Saat baru beberapa langkah, hal yang sama terjadi. Seorang wanita menghampirinya dan memberikan bunga lagi


"Ehh? ..gamsahabnida." ucap Eun-Kyun namun saah ingin bertanya, hal serupa terjadi lagi.


Semakin mereka melangkah kedepan, Eun-Kyun mendapatkan bunga lagi dan lagi. Hingga tiba di seorang pria yang mengenakan setelan jas mahal yang memberikan bunga lagi


"Tunggu sebentar, sebenarnya ada apa ini?" tahan Eun-Kyun


"Silahkan agassi terus maju, kami hanya mengikuti permintaan pelanggan." ucapnya lalu berlalu dari hadapan mereka, namun setelah beberapa langkah ia malah memutar langkahnya dan kembali mendahului keduanya.


^^^*Agassi\=Nona muda, panggilan untuk para Nona muda dari keluarga berada/kaya*^^^


Eun-Kyun dan Do-Hyun saling menatap, mereka penasaran sehingga terus melangkah kedepan.


Eun-Kyun kembali menerima bunga, namun kali ini seorang wanita yang memberikan nya bunga juga membawa kain penutup mata. dan meminta Eun-Kyun mengenakannya


"Ehh? ..Untuk apa kau mau menutup mataku?" protesnya


"Agassi, tolong kerja samanya. Kami tak memiliki niat jahat untuk Anda," ucapnya dengan suara halus.


Eun-Kyun mengangguk, "Baiklah." karena merasa wanita ini memang tak memiliki niat jahat padanya dan Do-Hyun, Eun-Kyun menerima kain itu dan menutup matanya.


Wanita tadi membantu Eun-Kyun mengikat kain itu, lalu menuntunnya melangkah kedepan.


Do-Hyun juga tiba-tiba melepaskan tangan dari genggamannya, "Do-Hyun?" panggilannya, apakah terjadi sesuatu? Namun kenapa dia masih bisa merasakan kehadiran anak itu disana, wanita yang menuntunnya juga tak banyak bicara dan terus melangkah.


Tentu saja Do-Hyun melepaskan tangan dari genggaman Eun-Kyun, matanya tiba-tiba membaca teks berjalan dalam ponsel seseorang. Senyum di balik masker juga tercetak


Eun-Kyun kemudian dilepaskan oleh wanita itu, dan menjauhi nya.


Eun-Kyun merasa ditatap oleh banyak orang, sehingga dia melepaskan kain itu dari matanya. "Ehh?" kepalanya berputar dan melihat banyak orang sedang menatapnya dengan tatapan iri dan berbinar.


Saat ia berbalik, matanya langsung membulat, "Ehh?" kembali ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Seorang pria yang berdiri ditengah-tengah dekorasi sederhana namun elegan, terdapat beragam warna bunga Mawar, namun lebih di lebih mendominasi mawar putih. Lalu, pria itu sedang memegang buket bunga, mawar putih dan boneka beruang yang berukuran sedang, kedua benda itu menutup wajahnya.


__ADS_1


(Anggap aja latar waktunya udah malam dan bukan sore, yah.)


Kening Eun-Kyun mengerut, 'Siapa ini?'


Banyak orang yang berada di bawah Namsan tower, mereka berlarian kesana untuk menonton pertunjukan langsung ini. Seseorang sedang melamar kekasihnya adalah adegan yang romantis, oke?


Orang-orang itu kemudian membuat lingkaran, mengangkat handphone mereka lalu merekam Vidio atau mengambil gambar. Bahkan Do-Hyun juga mengangkat ponselnya dan merekam video.


Mereka membiarkan Eun-Kyun dan pria itu berada di tengah-tengah semua orang, menonton dengan gembira.


Pria itu berjalan kedepan, langkahnya sangat pasti. Setelah tinggal beberapa meter saja, dia menurunkan boneka beruang yang sejak tadi menutupi wajahnya, menampilkan wajah tampan yang sedang tersenyum. Pria itu menggunakan Face shield untuk menggantikan masker sementara waktu


"Jun-Hee?... A-pa yang kau lakukan?" tentu saja dia terkejut


"Wah.. lihat, wajahnya sangat tampan."


"Wajahnya terlihat familiar, dimana aku melihatnya?"


"Dia sangat romantis. Tampan dan romantis adalah favorit ku"


"Wanita itu juga pasti sangat cantik... Ckck, dua keindahan saking bertemu, betapa beruntungnya."


"Pasangan yang membuat seseorang iri."


Ucapan orang-orang bisa didengar oleh mereka, banyak orang yang mengagumi wajah Jun-Hee dan menduga-duga wajahnya


Eun-Kyun menerima boneka itu, "terima kasih... Tapi, apa yang kau lakukan?"


Jun-Hee tak membalas, ia malah tersenyum lembut. Tangannya kembali terangkat, namun berhenti sejenak karena melihat tatapan Eun-Kyun tertuju pada tangannya yang tak bisa lagi memegang sesuatu


Wanita yang tadi menuntunnya kembali menghampiri, "Agassi." panggilannya


"Emm?" Eun-Kyun menoleh dan mendapati tangan wanita itu terangkat, apakah dia yang akan membantunya memegang bunga ini?


Eun-Kyun memberikan tangkai bunga itu padanya, ya itu cukup banyak dan bisa dijadikan buket oleh seseorang.


"Boneka nya juga, Agassi." ucap Wanita itu


"Ehh?" Eun-Kyun memberikannya lada wanita itu, kemudian wanita itu berbalik dan pada kerumunan orang lagi.


"Eun-Kyun," panggil Jun-Hee lembut, membuat wanita itu segera menoleh padanya. Jun-Hee memberikan buket bunga padanya, setelah Eun-Kyun menerimanya, kaki Jun-Hee mundur selangkah.


Kemudian, pria itu tiba-tiba berlutut menggunakan satu kaki, tangannya masuk kedalam setelan jas yang berada dibalik jaket lalu mengeluarkan sesuatu dari sana.


Itu merupakan kotak cincin yang terbuat dari kaca, dan didalamnya terdapat cincin yang cantik.


__ADS_1


Saat kotak kaca itu dibuka, seperti itulah yang dilihatnya.


Mata Eun-Kyun terangkat dan melihat tulisan yang tiba-tiba dinyalakan oleh lampu-lampu dan muncul tulisan...


..."WILL YOU MARRY ME?" ...


Detak jantung Eun-Kyun tiba-tiba meningkat, pipi dan telinganya berubah menjadi merah, matanya kembali tertuju pada Jun-Hee yang masih setengah berlutut.


"Park Eun-Kyun, Will You marry me?"


"A-apa yang kau lakukan?" ucapnya dengan gugup, suaranya bahkan tak bisa terdengar dengan jelas.


"Aaakkk..." beberapa wanita yang menonton langsung histeris saat Jun-Hee mengatakan hal itu.


"Terima dia!" ada yang meneriaki Eun-Kyun


"Kakak perempuan, jangan ragu lagi. Dia adalah pria yang baik, ayo terima dia!"


"Nona, terima saja!"


Banyak orang yang mulai mengatakan pemikiran mereka, mendukung keduanya bersama.


Tentu saja hal ini membuat Jun-Hee tersenyum dalam, menampilkan deretan gigi putih yang indah


Ada bimbang dalam hati Eun-Kyun, namun tak bisa dipungkiri jika selama beberapa hari ini, dia memang terus memikirkan Jun-Hee.


Meskipun ragu, namun jika diingat dari ingatan tubuh ini, Jun-Hee memang pria yang baik dan pengertian. Dia juga sangat lembut pada Do-Hyun, memperlakukan nya dengan baik dan penuh perhatian.


Apakah, dia bisa memiliki keinginan itu?


Kepala Eun-Kyun bergerak, ia mengangguk. "Yes, I Will." ucapnya


"Apa? ..Aku tak mendengarnya." sambung Jun-Hee


"Ya, a-aku bersedia." ucap nya namun terdengar seperti bisikan.


Namun, Jun-Hee ingin menggodanya sekali lagi. "Park Eun-Kyun, WILL YOU MARRY ME?" ucapnya dengan suara yang lebih keras.


Eun-Kyun rasanya ingin mengatakan 'Tidak' namun, dia tak bisa mengendalikan dirinya. "Yes, I WILL MARRY YOU!" balas Eun-Kyun juga menggunakan suara yang keras.


"Woohh!"


"Yeeaa!"


Semua orang yang sejak tadi berada disana merasa tegang, jika wanita itu menolaknya maka akan sangat disayangkan. Namun ternyata... Mereka juga ikut gembira


Sedangkan Jun-Hee, jangan tanya lagi. Pria itu langsung melompat kegirangan, ia kemudian menghampiri Eun-Kyun, mengambil tangan kirinya lalu memasangkan cincin itu pada jari manis Eun-Kyun.

__ADS_1


"Thanks.. Thank you so much.. I'm so happy.. Ini hari paling bahagia dalam hidupku!" dia menarik Eun-Kyun kedalam pelukannya, melepas Face shield sebentar untuk mengecup kening dan kepala Eun-Kyun berulang kali


__ADS_2