My Modern Mother

My Modern Mother
Mencuri ciuman


__ADS_3

Dengan penyakitnya yang semakin parah, Eun-Kyun memiliki kontrol diri yang baik. Menjaga emosinya, menjaga kesehatan dengan makanan dan istirahat yang cukup, dan lain sebagainya.


Yang dia khawatirkan adalah Do-Hyun, anak ini telah menemaninya selama beberapa bulan ini sejak ia tiba di tahun 2020 ini.


Dia yang merupakan jiwa dari masa depan telah menganggap Do-Hyun sebagai putranya sendiri. Lalu, dengan penyakit ini membuatnya tentu saja khawatir, jika suatu hari penyakitnya kambuh dan bahkan merenggut nyawanya, bagaimana dengan Do-Hyun?


Apa yang akan terjadi padanya?


Ketakutan ini mulai menghampiri hatinya.


Operasi transplantasi jantung, hal ini memang pernah dia pikirkan.


Namun, operasi ini tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, dengan pemikiran ini membuat Eun-Kyun semakin gencar bermain saham setiap harinya.


Dia merupakan jenius dalam dunia bisnis di masa depan, apa salahnya melakukan hal kecil ini sekarang?


Setiap hari, angka nol di rekeningnya akan terus bertambah. Kini, rekeningnya telah mencapai setengah miliar Won.


Setelah mengundurkan diri dari perusahaan tempat 'Eun-Kyun' bekerja, pekerjaannya sekarang hanyalah investor dan seseorang yang suka bermain dibelakang komputer untuk menyelesaikan misi-misi dari perusahaan teknologi.


Eun-Kyun menginvestigasi kan sejumlah besar uang ke perusahaan-perusahaan besar dan kecil, yang dia lihat akan berkembang dimasa depan.


Saat ini Eun-Kyun sedikit memotong daging, siap untuk memasak makan malam hari ini.


'Ting-Tong.... Ting-Tong'


Do-Hyun yang sedang belajar meretas sistem keamanan komputer segera menyimpan laptop yang dibelikan Eun-Kyun untuknya sebagai hadiah Natal.


Begitu mendengar suara bel pintu yang terdengar, dia tahu seseorang pasti datang. Tidak mungkin ia memperlihatkan jika dirinya sedang belajar meretas komputer seseorang, jadilah ia menyimpan laptop dengan baik sebelum akhirnya membuka pintu.


"Papa?" terdengar suara Do-Hyun yang menyambutnya dipintu.


"Hai, Nak. Bagaimana kabarmu?" sambil bertanya Jun-Hee masuk kedalam apartemen, melepas sepatunya lalu menyimpannya di rak.


"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?" balas Do-Hyun

__ADS_1


"Baik, hari ini sedikit melelahkan saja." balas Jun-Hee


"Kalau begitu, mandilah. Setelah Papa mandi, aku akan bantu memijat punggung mu," ucap Do-Hyun dengan bijak.


"Aigoo... Kau benar-benar sangat pintar, aku akan mandi dulu. Kau nontonlah," ucap Jun-Hee namun dia malah menghampiri dapur dan melihat Eun-Kyun yang sedang memasak.


"Mandilah,,, kau baru dari luar, jangan membawa virus masuk kedalam rumahku." ucap Eun-Kyun datar, bahkan tanpa melirik Jun-Hee yang sedang mengamatinya memasak.


"Baiklah-baiklah, jangan marah." balas Jun-Hee, dia melangkah kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya dari keringat dan bakteri.


Setelah mandi dan makan malam, tiga orang itu menonton acara televisi yang cukup menghibur. Do-Hyun telah ketiduran dipangkuan Jun-Hee, akhirnya pria tampan itu membawa Do-Hyun kedalam kamarnya dan menidurkan anak itu disana.


"Bagaimana pekerjaan mu?" tanya Eun-Kyun membuka ruang obrolan mereka.


"Baik-baik saja, aku selesai melakukan pertemuan dengan beberapa calon investor." balas Jun-Hee, selain dunia hiburan, Jun-Hee juga memiliki perusahaan real estate.


"Investor lagi?" Eun-Kyun menoleh padanya


Jun-Hee mengangguk, "Itu proposal nya." tunjuk Jun-Hee dengan jarinya keatas meja dimana ia meletakkan proposal disana.


"Perusahaan dari Italy?" gumam Eun-Kyun, dia membolak-balik halaman dan membacanya secara cepat.


Hal ini tak lepas dari Jun-Hee, pria itu melihat bagaimana Eun-Kyun membuka tiap lembar kertas. Dia awalnya berfikir Eun-Kyun mungkin saja membaca dalam terjemahan Hangul. Namun, saat ia fokus tak sengaja melihat jika lembaran itu adalah tulisan dengan bahasa Italia.


Keduanya duduk dalam jarak yang cukup jauh, karena Eun-Kyun duduk di sofa yang berbeda dengan Jun-Hee.


Eun-Kyun terlihat sangat mengesankan saat membaca proposal itu, kedua kakinya saling tindih, punggungnya juga disandarkan ke sandaran sofa. Wajah serius Eun-Kyun saat membaca membuat nya terlihat seperti bos wanita yang mengesankan.


Namun, kening Jun-Hee sedikit mengerut dan memperlihatkan lipatan kecil di antara kedua alis matanya yang sedikit tebal dan tajam itu.


Pertanyaan nya adalah, bagaimana Eun-Kyun bisa membaca tulisan Italia? Dia tahu betul bahasa apa saja yang diketahui oleh wanita ini.


Awalnya hanya Hangul dan Inggris, lalu karena dia pergi ke Indonesia, tentu wanita ini juga tahu menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan orang-orang.


Lalu, bagaimana dia bisa mengetahui bahasa Italy? Dia meragukan hal ini.

__ADS_1


"Ini pasti perusahaan mu yang satunya lagi bukan? ..Aku pikir, bukan ide yang bagus untuk bermitra dengan perusahaan Galaktika ini." ucap Eun-Kyun, tentu saja yang ia maksud itu perusahaan Real estate nya Jun-Hee


"Kenapa? ..Kenapa bukan ide yang bagus?" tanya Jun-Hee bingung, dia merasa tak ada yang aneh dengan proposal yang mereka kirim.


Lagi pula, Galaktika merupakan perusahaan dagang Italy yang menyiapkan proposal bisnis, ingin bermitra dengan perusahaan nya untuk memasuki pasar Korea.


Proposal itu ditulis menggunakan bahasa Italy, jadi bagaimana wanita ini bisa tahu tanpa membaca terjemahan Hangul? Bisakah dia benar-benar tahu bahwa bahasa Italy? Namun, kata-kata Eun-Kyun selanjutnya membuat Jun-Hee benar-benar terkejut.


"Menurutku secara pribadi, jika kau ingin bermitra dengan perusahaan Italy, masih ada banyak pilihan lain yang lebih baik.


Atasan Galaktika terlibat dalam prostitusi internasional, perdagangan manusia dan penyelundupan senjata serta N4rkoba.... Perusahaan mu bahkan termasuk dalam 200 elite Korea Selatan, aku rasa, kau tidak ingin merusak reputasi perusahaan mu dengan terlibat dalam perusahaan seperti, bukan?" ucap Eun-Kyun sambil menatap Jun-Hee menyelidik.


"Lagi pula, saat ini kita sedang berada di tengah-tengah bencana dunia, kau tak lupa untuk mengambil pelajaran dari negara itu bukan? ...Bisa jadi, atasan mereka licik dan ingin mengambil keuntungan dari hal ini darimu." tambah Eun-Kyun


Jun-Hee tak bisa mengatakan apapun lagi, kata-kata Eun-Kyun ada benarnya. Namun, ia juga penasaran bagaimana Eun-Kyun tahu dengan derai seperti apa perusahaan Galaktika ini?


Jun-Hee menggeser posisi ke sofa dimana Eun-Kyun duduk, pria itu tiba-tiba mengambil proposal dari Eun-Kyun. "Bagaimana kau bisa mengetahui seperti apa perusahaan ini?" tanya Jun-Hee menatap mata Eun-Kyun dengan serius.


Eun-Kyun tiba-tiba merasa gugup, bagaimana dia menjelaskan nya pada pria ini?


Jun-Hee semakin memajukan tubuhnya, hingga wajah mereka berdua hanya berbeda beberapa sentimeter lagi.


Jun-Hee tak melepaskan tatapan dari wanita ini, reaksi Eun-Kyun ini terlihat menggemaskan. Terlebih saat bibir Eun-Kyun yang berwarna pink itu bergerak pelan, ini terlihat sangat menarik.


Entah kapan, Jun-Hee yang sudah tak tahan melihat kegemasan Eun-Kyun menarik tengkuk wanita itu dan mencicipi bibir yang lembut itu.


Eun-Kyun membelalakkan matanya, dia terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pria ini.


Eun-Kyun ingin menarik kembali kepalanya, namun tangan Jun-Hee lebih dulu menekan dan menahan tengkuk wanita itu. Dia tak membiarkan Eun-Kyun melepaskan diri lagi


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2