My Modern Mother

My Modern Mother
Kerinduan


__ADS_3

Drutt... Drutt...


Tutt...


"Hmmt," deheman seorang pria membuat seseorang diseberang sana segera bicara.


"Bos, aku sudah mengirimkan yang kau inginkan." Suara diujung telepon terdengar.


"Hmmt, kerja bagus," balas pria itu, ia segera mengakhiri teleponnya.


Menggeser mouse, ia mengarahkan anak panah pada Inbox yang baru saja masuk.


Disana terdapat lusinan Vidio, jarinya mengklik tanda enter dan Vidio itu diputar secara otomatis.


Matanya menelusuri dengan hati-hati, semua sudut Cctv ia amati dengan baik.


Hingga, matanya terpaku pada sepasang ibu dan anak yang memasuki supermarket.


Meskipun wanita muda tersebut mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulutnya, namun ia masih sangat mengenali wanita itu.


'Eun-kyun" gumamnya, matanya menatap penuh rindu.


Ia terus mengamati ibu dan anak yang terlihat bahagia tersebut.


Matanya tak lepas dari wanita itu.


Melihat Eun-Kyun yang sangat pengertian pada anak kecil yang terlihat tampan tersebut, ia bisa menebak jika anak itu adalah anaknya Eun-Kyun.


"Aku tak akan melepaskan mu lagi kali ini. Sudah cukup aku kehilanganmu selama ini, EUN-KYUN" ia menekan mana wanita yang ia rindukan selama ini.


Menatap wanita yang berada di sana, tatapan itu penuh dengan cinta dan kerinduan.


5 tahun lalu, dirinya benar-benar sangat bodoh. Beruntung, ia menemukan kekasih Eun-Kyun telah menikah, namun bagaimana dengan wanita itu?


Dia benar-benar hilang dari setiap sudut kota. Dan sekarang, ia telah kembali.


Dirinya sendiri meninggalkan wanita itu, 10 tahun lalu, dan memintanya untuk menunggunya kembali.


Namun sesuatu terjadi, ketika ia kembali telinganya menangkap kabar jika wanita yang selalu ia pertahankan telah memiliki kekasih. Dia kehilangan semua harapan saat mengetahui apa yang terjadi, melihat bagaimana wanita yang ia rindukan memeluk pria lain dengan senyum lebar diwajahnya.

__ADS_1


Lalu apa yang ia lihat sebulan kemudian?


Pria yang dipeluk oleh Eun-Kyun, pria itu memeluk wanita lain. Bahkan diperkenalkan sebagai suami-istri yang baru saja menikah selama 2 Minggu dan sedang menikmati masa-masa panas mereka.


Hanya satu yang ada dipikiran nya saat itu. Bagaimana dengan Eun-Kyun?


Bagaimana dengan Eun-Kyun nya?


Dirinya terlambat. Wanita itu, dia telah pergi untuk kedua kalinya.


Hatinya pasti sangat sakit, dia memerlukan bahu untuk bersandar.


Saat menyuruh orangnya untuk menyelidiki apa yang terjadi, ia mengetahui semua yang seharusnya ia ketahui.


Wanita yang selama ini ia pertahankan, hanya bersandar untuk sementara di bahu yang sedikit kokoh dan menunggunya kembali.


Namun Eun-Kyun dipermainkan, ia dipermainkan oleh perasaan (N4fsu) sesaat dengan mengatas namakan CINTA!


Dari informasi yang didapat, Eun-Kyun bahkan tak mengetahui apapun tentang pria yang ia kencani untuk sementara waktu tersebut, bahkan tak tahu jika sebenarnya pria itu telah dijodohkan dan akan segera menikah dalam waktu dekat.


Lalu 1 Minggu setelah hari pernikahan mantannya selesai, ia menghilang dari Seoul. Dan tak pernah ditemukan, kecuali tim imigrasi mengatakan jika dia telah pergi dan meninggalkan negara.


Kerinduan yang selama ini ia tahan, tak mampu lagi tertahan.


Dadanya yang selama ini terasa sakit saat merindukan wanitanya, kini mulai terasa ringan saat melihatnya baik-baik saja.


"Cinta pertama ku, maafkan aku telah meninggalkan mu selama ini... Maaf... aku merindukan mu... aku mencintaimu.. maafkan aku... Aku terlambat.. aku mencintaimu.."


Setiap gumamnya berasal dari hatinya, terasa perih namun juga merasa sedikit lega.


..............


Hari telah malam, dan sekarang telah tiba waktunya makan malam.


Eun-Kyun baru saja selesai membuat hidangan sederhana untuk mereka berdua.


Ada sayuran, daging dan telur untuk makan malam.


Eun-Kyun baru saja meletakkan mangkuk diatas meja, tak lupa menata meja. Namun, dadanya terasa perih.

__ADS_1


Wajahnya langsung berubah menjadi sedikit pucat, jantungnya sepertinya kembali kambuh.


Melihat wajah. ibunya terlihat pucat, Do-Hyun merasa terjadi sesuatu yang tak beres.


"Eomma, kau baik-baik saja?" ucapnya, ia segera mendekati ibunya, lalu membantu Eun-Kyun duduk.


Kaki kecilnya langsung berlari kedalam kamar, ia tak perlu bertanya karena tahu seperti apa penyakit ibunya. Itu pasti menyakitkan jika ibunya tak minum obat Dengan segera


Tahu persis dimana biasa ibunya menyimpan obat, Do-Hyun segera mengambil nya dan kembali berlari kearah sang ibu yang terlihat kesakitan.


"Eomma... penyakitmu pasti kambuh lagi, ayo cepat minum obatnya," tangan kecilnya segera memberikan botol obat pada Eun-Kyun.


Wanita itu langsung menerimanya, "gomawo, Hyun-ah"


Mengambil dua butir obat, ia langsung menelannya setelah itu meneguk segelas air.


Do-Hyun terus mengamati ibunya, berharap rasa sakit itu segera mereda.


Ia seperti merasakan bagaimana setiap hari harus mengonsumsi obat, hanya membayangkan saja ia tak mau.


Sementara Eun-Kyun sendiri, meskipun jantung nya seperti kembali kambuh, namun kali ini berbeda.


Ia merasa perasaan yang aneh, dan dadanya terasa sangat sakit.


Rasa sakit dari penyakit jantung Eun-Kyun berbeda dari yang sekarang ia rasakan.


Benar-benar berbeda!


Rasa sakit ini seperti, rasa rindu yang benar-benar terpendam selama ini, dan ini sangat menyiksa dirinya yang sekarang.


"Eomma, apa masih sakit?" tanya Do-Hyun khawatir.


Eun-Kyun menggeleng, "tidak lagi, karena Do-Hyun tadi sangat cepat mengambilkan obat untuk Eomma. Sakitnya akan menghilang sebentar lagi, ayo kita makan."


Do-Hyun tak bisa berbuat apa-apa, ia dengan patuh duduk di kursinya, memegang sendok dan mulai makan namun terus memperhatikannya ibunya dari waktu ke waktu.


Tak lama setelah itu, Eun-Kyun mulai makan dan bertingkah seperti tak terjadi apa-apa barusan.


Do-Hyun merasa lega saat melihat ibunya kembali bereaksi seperti biasanya.

__ADS_1


'Sepertinya, besok aku benar-benar harus ke rumah sakit dan memeriksa sejauh mana penyakit ini.' Batin Eun-Kyun


__ADS_2