My Rollercoaster Wedding

My Rollercoaster Wedding
PROLOG


__ADS_3

Pernahkan kalian membayangkan seperti apa pernikahan yang akan kalian jalani? Pasti kebanyakan wanita akan membayangkan sebuah pernikahan yang membahagiakan. Memiliki suami yang sangat menyayangi istrinya dan dikaruniai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Nyatanya pemikiran seperti itu tidak selalu akan terealisasikan di dunia pernikahan yang sesungguhnya. Itu juga yang dulu aku pikirkan sebelum memahami apa arti pernikahan yang sesungguhnya. Pernikahan bukan hanya sekedar tentang kebahagian antar pasangan, tetapi juga ada kalanya terdapat kesedihan didalamnya.

__ADS_1


Aku menikah di usia 20 tahun, usia yang masih sangat minim pengetahuan akan dunia pernikahan. Aku dinikahi salah satu pengusaha di kota yang aku tinggali, dia adalah seorang pria yang hangat, sangat menyayangiku walaupun levelku dan levelnya berbeda. Aku hanyalah perempuan lulusan SMA dan dia lulusan kampus terbaik di kota ini. Walaupun awalnya aku menolak ajakan untuk menikah darinya tetapi karena kesungguhannya aku akhirnya masuk juga ke dunia pernikahan ini.

__ADS_1


Tahun pertama pernikahan semuanya masih terasa sangat menyenangkan walaupun belum memiliki seorang anak. Kami memutuskan untuk tinggal berdua di rumah yang dibangun suamiku sebelum mengenalku, rumah sederhana berlantai dua yang akan terasa sunyi ketika suamiku pergi bekerja.

__ADS_1


Kerumunan orang mengerubungi kami mencoba mengeluarkan aku dan suamiku, setelah itu pandanganku memburam, telingaku berdengung, dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2