My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 21 : Naughty Little Girl


__ADS_3

Akira hari ini berniat mengunjungi anak pertamanya yang mana sejak setelah kecelakaan sudah lama tak ia temui.


Beberapa staff memberikan hormat saat ia melewati setiap bagian kantor milik putranya itu.


"Kaisar ada?" tanya wanita itu pada dua sekretaris yang bekerja di depan ruangan Kaisar.


Keduanya saling melempar pandangan, melihat itu Akira jadi jengah sendiri.


"Saya nanya di jawab dong." ujar Akira yang mulai tidak sabar, terus ia malah langsung nyelonong ke ruangan putranya tapi...


"Kok di kunci? Apa dia ada pertemuan penting di dalam?" tanya Akira, setiap berkunjung ke perusahaan putranya atau suaminya ia selalu bertanya lebih dulu pada sekretaris atau asisten pribadi tentang keberadaan suami dan anaknya, takutnya hal-hal tak terduga seperti rapat penting di ruangan kerja akan membuatnya malu andai jika ia nyelonong begitu saja.


"Pak Kaisar, gak ada, Bu." ujar Lina kemudian salah satu sekretaris berusia empat puluh tahunan yang merupakan pindahan dari perusahaan suami Akira.


"Kenapa gak bilang dari tadi? Terus kenapa pintu ruangannya di kunci?"


"Emm, anu kata Pak Kaisar... emm beliau pesan kalau ruangannya di kunci saja selama dia gak masuk." jawab Shinta, sekretaris ke dua yang jauh lebih muda.


Akira menatap curiga pada keduanya, karena keduanya nampak gugup.


"Yang bener?"


"Y-ya iya, Bu! Sudah tiga hari ini beliau gak masuk kantor." timpal Shinta, yang kemudian memukul mulutnya sendiri, kalau begitu caranya pasti ibu bosnya ini bisa bertanya lainnya lagi.


Sedangkan, Lina ikut merutuki kebodohan rekannya.


"Emang kemana dia tiga hari gak ngantor?" tanya Akira heran, ia tahu anaknya kan gila kerja, terus tiga hari gak masuk kantor? Tumben sekali, padahal kan Kaisar sudah lama sembuh dari kecelakaan waktu itu.


"Emm itu, Pak Kaisar itu...."


"Pak Kaisar bantu, Pak Stave mempersiapkan pernikahannya bersama Pak Maxime, berikut Pak Kevin juga." sahut seseorang yang menjadi penyelamat bagi kedua sekretaris itu, Shinta dan Lina sama-sama mengelus dadanya lega.


"Ken?" Akira tersenyum saat melihat asisten pribadi baru anaknya, Ken adalah putra kedua Viara, usianya baru dua puluh lima tahun, tentu lebih muda dari Kai dan Sam.


Ken menggantikan Dave, karena Dave di percayai oleh Kaisar untuk menghandle urusan pembangunan hotel dan resort di Bali.


Dalam hati, Ken merutuki bosnya yang sekarang mulai ceroboh itu, Ken tahu hubungan gelap Kai dan Krystal dan apa yang ia lakukan sekarang adalah menyembunyikannya, semoga saja ia tidak di karma oleh Tuhan karena ikut menyembunyikan dosa.


"Oh gitu ya? Kok anak itu gak bilang sama tante ya kalau Stave nikah, dasar itu anak, benar-benar." geram Akira, kemudian berpamitan untuk pulang pada pria muda nan tampan yang membuat gadis manapun tersipu melihatnya.


"Siapa ya cewek yang tadi? Nggak keluar-keluar dari ruangan Bapak lho mbak." ujar Shinta saat memastikan Akira sudah memasuki lift.


"Hust!" tegur Lina, karena masih ada Ken disana, dan benar saja.

__ADS_1


"Eghmm!" Ken berdehem cukup keras untuk menegur keduanya yang bergosip.


"Kerja! Jangan terus bergosip!" titah Ken, lalu pria itu kembali ke mejanya dan mulai fokus pada komputernya.


...****************...


Sedangkan disisi lain, di ruangan kerja milik Kaisar.


"Aww...Kak!" protes Krystal, ini bukan pertama kalinya ia protes, bukannya bekerja pria itu malah mengerjainya.


Kaisar bekerja sambil memangku Krystal, menggigit dan menciumi leher jenjang gadis itu.


Niat awal, di suruh mengantarkan makan siang, ternyata itu cuma akal-akalan Kaisar agar gadisnya bisa dekat dengannya seharian.


"Katanya mau makan siang." ucap Krystal mengingatkan, soalnya jujur saja ia sudah capek berada di posisi ini.


"Makan siangnya aku kan kamu." jawab Kaisar enteng sambil membaca beberapa laporan.


Krystal sudah bosan, ia cuma bisa diam sambil memperhatikan pekerjaan Kaisar dan sesekali di jahili pria itu.


Matanya membola sempurna saat melihat satu foto di atas meja Kaisar.


"Widihh, ini cakep banget!" ujar Krystal berdecak kagum, sambil memegang selembar foto.


"Ini siapa, kak?"


"Aktor baru." jawab Kaisar singkat.


"Ganteng banget, Verrel Bramasta kalah ini mah!" mendengar kekaguman Krystal, Kaisar jadi cemburu dan merebut foto itu.


Pria itu membalikkan tubuh Krystal agar menghadapnya, "Lihat!"


"Apa?" tanya gadis itu heran.


"Lihat aku!" ujar Kaisar sambil menangkup wajah Krystal agar menghadapnya.


Krystal menurut dan melihat wajah pria itu, namun ia heran memang kenapa dengan Kaisar.


"Memang kenapa? Kayanya muka kamu gak ada jerawat deh, gak ada yang aneh kok." kata Krystal, gadis itu mengira bahwa Kaisar memintanya memeriksa keanehan pada wajah pria itu.


"Lihat lekat-lekat! Aku lebih tampan dari pria itu, ck!"


Mendengar itu, sontak Krystal tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Kak! Kamu cemburu sama cowok itu! Haha pria lucu!" ejeknya.


"Diam kamu."


"Kak! Pria yang lebih tampan dari kamu banyak, tapi yang memiliki hatiku cuma kamu." rayu Krystal, sebab pria itu nampak menekuk wajahnya, sepertinya kesal...


"Kamu cinta sama aku juga gak?" tanya Krystal, tapi Kaisar cuma menjawabnya dengan ciuman singkat di bibir mungil gadis itu.


"Manis sekali." puji Kaisar, lalu menurunkan Krystal dari pangkuannya dan menggendongnya seperti koala menuju sofa.


"Ayo makan siang aku lapar." ajak Kaisar sembari meletakkan Krystal di atas sofa.


Krystal cemberut, kapan ia mendengar kata ' Aku juga mencintaimu, Krystal.'


Kapan?!


"Jangan cemberut begitu, ayo makan atau kamu yang aku makan?!" ancam Kaisar, Krystal bersungut-sungut sebal, pria ini sangat suka mengancamnya.


"Untung sayang." gumam Krystal sambil mengigit daun telinga Kaisar yang masih rapat bersebelahan dengannya.q


"Krysie, jangan nakal!" ujar Kaisar memperingati, ia tidak tahu sampai mana ia bisa menahan hasrat lelakinya, bersama Krystal benar-benar membuat dia merasakan sebenar-benarnya apa itu jatuh cinta dan memiliki hasrat.


Kaisar benar-benar hanya memiliki hasrat pada gadis yang ia cintai saja.


"Sorry, daddy!" ujar Krystal meledek, mentang-mentang dirinya lebih muda dari Kaisar, gadis itu selalu meledek dengan memanggil pria itu om, daddy, bahkan menyebutnya orang tua.


"Untung sayang." lirih Kaisar sambil menyambar kotak makanan yang tadi di bawa oleh Krystal.


"Apa?!" sahut Krystal heboh.


"Apa?"


"Tadi kamu bilang apa? Ulang!" rengek Krystal manja


"Nggak ada pengulangan ayo makan, gadis nakal!" kata Kaisar menjawil hidung mancungnya.


'Huh, ya sudahlah setidaknya tadi aku dengar bahwa dia sayang padaku.' batinnya sambil melirik Kaisar yang sedang makan dengan senyum tipis di sertai hati yang berbunga-bunga.


Semakin hari bunga cintanya untuk Kaisar semakin mekar.


Terimakasih semuanya...


Jangan lupa bintang 5 nya yaaa

__ADS_1


Supaya author juga senang update banyakkk


__ADS_2