
Malam sudah semakin pekat dan Krystal masih belum juga bisa tidur.
Biasanya ia akan tidur di dalam dekapan Kaisar yang kini jadi seperti kebiasaan baginya.
Kadang, mereka menonton film hingga Krystal tidur dalam dekapan Kaisar, terkadang pria itu akan menemaninya hingga terlelap, bahkan terkadang mereka tidur berdua.
Sebenarnya ini bahaya, mereka bukan sepasang yang terikat oleh status yang jelas.
Kaisar masih tunangannya Liora.
Dan pria itu bahkan belum memperjelas hubungan apa yang mereka laksanakan sekarang.
Tapi, Krystal seolah buta tentang itu dan terlena dengan setiap hal manis yang pria itu lakukan untuknya.
Tak kunjung bisa tidur, gadis itu memilih mengunjungi kamar Kaisar.
"Loh?" ujarnya saat masuk kamar, ternyata pria itu tidak ada, kemudian ia membuka pintu yang terhubung dengan walk in closet.
"Lah?? Dia kemana sih?" Krystal sudah menghentakkan kakinya kesal, ia sudah berpikir yang tidak-tidak seperti, Kaisar pergi bertemu teman-temannya tanpa pamit.
Padahal, Krystal rindu seharian ini Kaisar sibuk menghabiskan waktu dengan ketiga temannya karena salah satunya akan menikah dan ketika pulang, Kaisar langsung istirahat.
Krystal membuka satu pintu lagi yang mana dari walk in closet itu menghubungkan dengan ruang kerja pria itu.
"Awas aja kalau gak ada disini." gumamnya, sambil memutar handle pintu.
Ia bernapas lega saat menemukan prianya yang tengah berkutat dengan komputer dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.
Krystal terpana, ia berdiri di tengah-tengah pintu dan bersandar memperhatikan ketampanan Kaisar yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ketika bekerja di tambah pakai kacamata, ternyata ketampanan pria itu bertambah berkali-kali lipat.
Kaisar yang merasa terganggu menoleh ke arah Krystal dan membelalak ketika melihat gadis itu.
'Ya ampun apa yang dia lakukan malam-malam begini dengan pakaiannya itu.' rutuknya dalam hati, siapapun tolong beri pengertian pada Krystal kalau Kaisar itu normal dan dewasa!
Bisa-bisanya gadis itu berdiri di hadapannya pada tengah malam hanya dengan mengenakan kaos putih oversize yang panjangnya sebatas atas lututnya.
Setengah paha mulus itu bisa Kaisar lihat dengan sangat amat jelas.
Dan apa itu?!
Krystal tersenyum terpesona dengan menggigit bibir bawahnya.
"Sejak kapan disitu?" tanya Kaisar berusaha menetralisir hasrat yang salah jika ia rasakan karena sudah pasti berdosa jika ia salurkan pada Krystal.
Krystal berlari kecil menuju Kaisar dan bergelayut pada leher belakang pria itu.
__ADS_1
Kaisar menyambutnya dengan mengelus tangan gadisnya.
"Kenapa belum tidur,hm?" tanya Kaisar yang mencoba fokus pada pekerjaan yang ia kerjakan.
"Nggak bisa bobok." keluh gadis itu manja, gadis itu justru berpindah duduk menyamping di pangkuan Kaisar.
Kaisar memejamkan matanya singkat, sungguh dekat-dekat dengan Krystal semakin hari semakin menguji kewarasannya.
"Pengin cium bau kamu." kata gadis itu dengan puppy eyes nya yang menggemaskan.
Aroma mint yang menguar dari tubuh Kaisar sudah menjadi candu tersendiri bagi Krystal, ia sangat menyukainya.
Kaisar terkekeh kecil mendengar itu, "Kalau cium bibir aku pengin gak?" goda pria itu asal, tapi malah di tanggapi serius oleh Krystal yang langsung menyambar bibirnya.
"Kangen juga, kita kan jarang ciuman." ucap Krystal dengan entengnya di sertai wajah polosnya.
"Terus sekarang kamu pengin?" tanya Kaisar yang sebenarnya cuma ingin mengerjai saja, cuma siapa sangka, gadis itu malah mengangguk lucu dan itu sangat menggemaskan dimatanya.
Cup!
Kaisar mengecup dulu bibir mungil itu, merasa bahwa kacamata yang ia pakai itu mengganggu, Kaisar melepaskannya dengan gaya yang sangat nampak keren di mata Krystal.
"Kak, kamu mirip sekretaris Cha pas mau cium ceweknya, yang di drakor bussiness proposal tau." kata gadis itu semangat, ia bisa mendapatkan adegan yang menurutnya keren itu dari Kaisar.
Sedangkan, Kaisar tak peduli, ia tersenyum miring dan langsung mencecap manisnya bibir Krystal.
"Manis sekali." puji pria itu seraya melihat wajah Krystal yang tengah terengah-engah sebab ulahnya.
"Engg!" Krystal tak bisa menahan untuk tidak mengerang saat ia merasakan perasaan aneh yang baru ia rasakan ketika tangan besar Kaisar memainkan aset belakangnya.
"Kak, kamu ngapain?" protes gadis itu, ia asing dengan apa yang di lakukan oleh Kaisar.
"Gemas sama kamu." sahut Kaisar seadanya.
"Kenapa gak cubit pipi kaya biasanya ?" tanya gadis itu heran.
"Bosan sama pipi kamu, pengen kenyal yang lain." kata Kaisar nyeleneh, Krystal mengernyit tak paham, karena ia memang kurang paham maksud pria itu.
Asal kalian tahu saja, Kaisar kan pria dewasa yang gaulnya dengan manusia macam Maxime dan Kevin, bukan hal aneh baginya melihat perempuan berpenampilan terbuka bahkan aksi dari mereka saat merayu kedua sahabatnya itu.
"Makin gemoy deh, kayanya waktu kamu baru datang kamu tirus." kata Kaisar yang tengah mengelus pipi Krystal sambil memperhatikan wajahnya.
Krystal mengerucutkan bibirnya, "Huft, iyalah tirus orang niat awalnya jadi super model dengan body goals." curahnya pada pria itu kemudian menyandarkan kepalanya di dada Kaisar.
"Mau?" tanya pria itu ambigu, Krystal mengernyit tak paham.
"Mau jadi model?" terang pria itu,yang membuat Krystal terdiam.
__ADS_1
"Kok diam? Kamu mau jadi model katanya?"
"K-kamu beneran nawarin aku nih?"
"Ya benar lah."
"Mauu bangettt!!!" pekik gadis itu hingga berdiri dari posisinya dan melompat kesenangan di hadapan Kaisar yang kini melihatnya ikut senang juga, baru kali ini ia merasakan ikut bahagia saat seorang gadis bahagia.
Kalau tadinya ia cuma merasakan itu dari senyum bahagia Mama atau Papanya, sekarang ia merasakan itu pada Krystal.
Bahagia saat melihatnya bahagia.
Damai saat melihat bahagianya.
'Aku benar-benar jatuh cinta padamu, sepertinya aku harus mengakhiri semuanya dengan Liora.' batin pria itu dengan senyum yang agak pudar, karena batinnya mulai bergejolak.
Orangtuanya sangat pengertian pasti mereka mengerti atas keputusannya, karena sudah dua tahun dan tidak ada rasa apapun yang mampu Liora bangkitkan darinya.
Bersama Liora, tak ada gairah yang hebat sama seperti ketika dia bersama Krystal .
Melihat Liora, tak ada ketertarikan yang membuatnya ingin terus menerus bertemu seperti apa yang terjadi saat ia melihat Krystal.
"Tapi kak..." tiba-tiba saja gadis itu menghentikan kehebohannya dan meleburkan semua pikirannya.
"Kenapa?"
"Aku takut." cicit Krystal sambil duduk di atas meja kerja pria itu, wajahnya menunduk dan dalam matanya seperti ada kebimbangan.
"Kamu janji ya, gak akan terpengaruh sama keluarga aku!" tegas gadis itu menunjukkan kelingkingnya.
"Kenapa?"
"Ishh! Kan waktu itu aku sudah pernah cerita belum sih? Belum ya? Setiap aku masuk audisi modelling, pasti kakek aku bakal datangin si yang punya agensi supaya gak terima aku." jelasnya lesu.
"Ya kan agensi ini punya kekasihmu sendiri sayang." sahut Kaisar santai, tangannya tak tinggal diam, keduanya melingkar di perut gadis yang tengah duduk manja di meja kerjanya.
Deg!
'Kekasihmu katanya?!' diam-diam dalam hatinya Krystal meledak seperti kembang api.
Seperti ada kunang-kunang beterbangan di dalam hatinya.
"I Love You, Kaisar." ungkapnya, tangannya menangkup wajah tampan dengan garis wajah tegas yang selalu membuatnya terpesona.
"Aww!" rintih Krystal, soalnya baru saja telapak tangannya yang menempel dekat mulut Kaisar di gigit oleh pria itu.
Kaisar terkekeh, "Nakal!" pekiknya sambil turun dari tempatnya.
__ADS_1
#mau aku update lagi gak hari ini???