
Krystal tahu dia terlalu muda, mungkin di mata keluarga Kaisar sekarang, dirinya hanyalah gadis kecil yang nakal dan pembangkang.
Krystal bahkan mulai berpikir apa iya?
Kalau di pikir-pikir sekarang, ia masih berusia dua puluh tahun, lalu bagaimana cara ia bisa yakin bahwa Kaisar cinta sejatinya dan mempercayai pria dewasa itu begitu saja?
Pria yang bahkan baru saja merenggut kehormatannya atas dasar cinta?
Ini gila!
Krystal menatap sendu ke sisi dimana pria dewasa yang ia cintai itu berada, apakah sekarang ia nampak seperti ****** kecil? Menjijikan, tiba-tiba ia merasa menyesal.
Tapi semua ini karena cinta!
Krystal masih menatap langit-langit kamar itu ketika Kaisar mulai mengerjapkan matanya.
"Hei, baby? Kamu sudah bangun?" sapa pria itu dengan suara serak khas bangun tidur.
Krystal tak menjawab. Ia masih sibuk dengan lamunannya, Kaisar mengernyitkan keningnya, "Hei, kenapa diam saja? Apa kamu menyesal ? Maafkan, aku. Aku akan_"
"Kita putus aja ya kak?" ucap gadis itu tiba-tiba, Kaisar melongo tak percaya dengan susah payah ia meminta Maxime membantunya bertemu gadisnya dalam persembunyiannya sekarang, bahkan mereka melakukan hubungan terlarang supaya mereka punya alasan untuk menikah di kemudian hari dan sekarang apa?!
"Baby, kamu jangan bercanda, Krysie."
"Aku gak becanda, kak."
Kaisar menghela napas kasar, ia mengusap kasar rambutnya lalu mengambil posisi duduk, memakai kaos putihnya yang ia lepas sembarangan semalam.
Kemudian menatap Krystal yang masih dengan pandangan kosongnya dengan lekat.
__ADS_1
"Krysie, maaf kalau semalam aku sudah___ ah tapi kamu tidak menolak aku, kita sama-sama punya cinta dan__ apa kamu menyesal?"
"Ya." sahut gadis itu singkat tanpa ekspresi.
"Apa kamu gila? Aku gak mungkin meninggalkan kamu sementara aku udah ngrusak kamu, Krys!" sentak Kaisar yang sudah mulai tidak santai lagi.
Sepertinya, Krystal serius soal ini.
Krystal bangun dari posisinya, dia sudah membenahi dirinya jauh sebelum pria dewasa itu bangun.
Bayangan Kaisar akan hubungannya yang akan semakin dekat dan mungkin mudah bersama kekasihnya hancur, saat Krystal sendiri bahkan meminta pisah.
"Kamu balik aja sama, Liora kak." kata Krystal datar, tangan kekar Kaisar menggenggam tangan kurus itu dan meletakkan di dadanya.
"Rasakan, Krys! Jantung aku berdegup kencang pas sama kamu."
Tapi, dengan cepat Krystal menarik tangannya dari sana, ia bisa terbawa perasaan jika ia mengikuti apa yang Kaisar lakukan.
"Kamu?"
"Ya, pakai ponsel kamu, mungkin sebentar lagi dia kesini, jemput kamu. Selamat tinggal kak, makasih sudah pernah jadi bagian dari hidup aku, aku sayang sama kamu, tapi kita gak bisa egois, demi kebahagiaan kita berdua kita menyakiti orang tua kita, juga Liora." jelas Krystal yang membuat Kaisar tertegun.
Gadis nakalnya yang periang dan kekanakan ini bisa berpikir dewasa seperti ini?
"Tapi, Krysie___"
"Sudah ya kak?" Krystal bangkit dari kasur mengambil tas selempangnya, lalu berdiri di hadapan Kaisar yang masih terdiam duduk di atas kasur yang menjadi saksi bisu perbuatan dosa mereka semalam.
"Hargai perasaan, Liora yang sudah setulus itu sama kamu, aku pulang dulu, sebelum mama dan papa kamu datang, aku gak mau buat keributan, tetap bahagia ya kak." pesan gadis itu.
__ADS_1
Ingin mencegah, tapi perkataan Krystal benar-benar menghunus hati terdalamnya antara menyakiti cintanya dan melukai egonya.
"Arghh!" teriaknya marah, ia membuat seisi kamarnya berantakan, bayangan pertempuan indah mereka semalam dan penyatuan yang terjadi sebab rindu yang menggebu terus terlintas di kepalanya.
...****************...
Krystal menapaki tangga dengan susah payah, tentu saja ia masih merasakan rasa tak nyaman di daerah pribadinya karena dosa semalam.
Diam-diam ia terus menitikkan air matanya sambil menahan Isak tangisnya ia sudah tak tahan dan berlari masuk ke dalam kamarnya lalu menangis dengan keras meluapkan kesedihannya.
"Maaf, kak maafin aku!" gumamnya kemudian kembali menangis sejadi-jadinya.
Sesungguhnya, Krystal tak sanggup.
Tapi, ia sendiri saat ini di hantui dilema setelah nasihat yang Disha berikan sebelum dengan nekat ia mendatangi Kaisar diam-diam.
Disha adalah anak yang paling tau caranya berbakti pada orang tua dan sangat berbudi pekerti.
Apa yang keluar dari mulut sang kakak seolah membuatnya merasa jadi manusia paling egois.
" Sekali-kali, Krys! Dengarkan aku, jangan temui pria itu, dia punya tunangan sejak awal! Minimal pikirkan tentang mama dan papa! Apa kamu mau bikin malu mereka setelah tau sebenarnya?"
"Setidaknya tahu diri, Krystal, jangan egois, seluruh orang tua memanjakan mu sekali-kali berikan imbalanmu dengan menurut sekali saja! bukankah aku sudah cukup diam?"
kata-kata Disha terngiang tepat setelah percintaannya dan Kaisar selesai, ia bahkan tak bisa tidur.
"Lihatlah, kak! Sepertinya aku akan semakin mempermalukan mama dan papa setelah ini." gumamnya sambil melirik bingkai foto di atas nakas yang mana itu adalah fotonya, Disha dan Shine.
**Tes ombak , aku malas bertele-tele langsung saja ya.
__ADS_1
Bagaimana ada yang nungguin aku kahh?
nanti kalau masih ada yang baca aku lanjut lagi** ...:))