My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 38 : Because, I Love You!


__ADS_3

Darren adalah pria yang sopan dan lembut, asli bawaan lahir tidak pernah di buat-buat.


Tapi, kali ini ia memaksa Disha bicara soal Krystal.


"Sha, Krystal. Tadi aku lihat dia disini." ucap Darren penuh tanya.


'Kan kan, Krystal ini bikin orang mumet!' gerutunya dalam hati.


Disha memaksakan senyumannya, "Iya, tadi dia ikut aku." jawabnya.


"Udah ya dok, saya mau ada urusan."


"Urusan apa, kan saya yang tau kamu ada urusan apa dan dimana dengan pasien mana, sekarang sudah malam dan semua pasien sudah istirahat."


"Kalau gitu saya boleh istirahat juga?" sela Disha, ia bingung mau mengatakan apa soal Krystal.


Sedangkan, Darren belum tau soal Krystal yang sedang bermasalah itu. Pria ini pasti akan kecewa berat saat tau Krystal kabur dengan pria lain.


"Yaudah kalau gitu, saya pamit." ujar Disha, kemudian berbalik pergi.


Tap!


Darren mencekal pergelangan tangan Disha erat.


"Aku kurang apa?" pertanyaan Darren membuat Disha membeku, ada perbedaan bahasa disini, bahasa Darren tidak baku?


Disha berbalik ke arah Darren lagi.


"Maksud dokter ?"


"Kamu, Krystal, kenapa kalian seolah menghindar dari aku? Apa aku yang mengerikan? Atau ada yang kalian sembunyikan? Aku bahkan sudah bicara dengan Kakek Bram, Krystal tidak perlu menikahi aku. Tidak apa-apa." jelas Darren emosional.


"Maaf, tapi..."


"Aku tau ini bukan urusan kamu, tapi kamu juga seperti menghindar ketika aku bertanya soal Krystal, kenapa?" desak Darren.


'Karena aku mencintaimu dan aku sakit hati setiap kali kamu bertanya soal adikku, aku juga takut kamu kecewa jika tau yang sebenarnya.'


Tapi ucapannya itu hanya bisa Disha simpan di dalam hatinya saja. Entah sampai kapan perasaannya itu tersimpan.


Disha melepas paksa tangannya dari cekalan Darren kemudian pergi tanpa memberi jawaban jelas akan alasan kenapa Krystal ada di rumah sakit dan terus menghindarinya.


...****************...


"Kak!"


"Hmm."


"Kak!"


"Ya, Krystal."


"Kak!"

__ADS_1


"Kenapa sayang!"


"Ih kok ngegas jawabnya."


"Nggak kok, mana bisa ngegas kan gak lagi bawa mobil." kata Kaisar datar.


Lagian, Krystal ngapain coba manggil-manggil terus tapi tidak ada yang mau di bicarakan.


"Ish!" desis gadis itu kemudian menggigit sebuah apel yang tersaji di sana mungkin mama Kaisar yang menyediakan.


Kaisar terkekeh, melihat pipi gadisnya yang menggembung karena kesal di tambah sedang mengunyah apel yang di gigit besar-besar.


"Kamu mau nikah?"


tanya Krystal tiba-tiba yang meredupkan rona bahagia di wajah pria itu.


"Hmm."


Kaisar cuma menjawab seperti itu dan itu membuat Krystal bingung, kalau artinya iya lalu bagaimana dengannya, sekarang matanya mulai memanas ia ingin menangis rasanya.


"Kenapa menangis?" tanya Kaisar khawatir saat satu tetes air mata itu jatuh.


"Benar kata mama aku, kamu cuma milik Liora, aku cuma__" ucapannya tertahan karena setelahnya ia menangis sesenggukan.


"Kamu harus terima, kalau aku harus menikah dan itu __"


"Jahat!" potong Krystal emosional, " Iya tahu! Aku yang suka sama kamu duluan, tapi kamu cinta pertama aku, kak! Aku belum pernah jatuh cinta dan menyerahkan segalanya seperti ini, belum pernah!" cerocosnya, kemudian kembali menangis.


Krystal menahan ingusnya agar tidak keluar dan itu membuat Kaisar tertawa terbahak-bahak.


Krystal terdiam melihat reaksi Kaisar.


Puk!


Puk!


Krystal memukul lengan Kaisar tanpa ingat jika pria itu sedang di rawat.


"Sakit, sayang!" keluh pria itu.


Bisa-bisanya, dia tertawa di saat Krystal sedang sedih!


"Lebih sakit mana sama aku?! Kamu cuma permainkan aku, akhirnya kamu tetap sama Liora! Nyesal aku susah-susah datang kesini, nyesel!"


Krystal melayangkan pukulan lagi tapi kali ini langsung di tahan oleh Kaisar.


"Maaf, tapi aku harus menikah dan itu sama kamu." ucap pria itu dengan wajah yang pura-pura pasrah.


"Kak! Yang bener dong!"


"Benar sayang, gimana kalau perbuatan kita waktu itu jadi?"


"Jadi?"

__ADS_1


"Jadi bayi." tambah Kaisar berbisik, tapi itu sukses membuat pipi Krystal merona merah, ia ingat hari terakhir mereka bersama malam sebelum papanya menjemput Krystal pulang.


Reaksi Krystal masih saja polos begitu.


"K-kak, mana b-bisa." katanya tersendat-sendat, ia tau malam itu mereka mulai melewati batas tapi tidak yang sampai bisa menghasilkan bayi juga!


"Jangan di bahas itu dosa, kak lupain!Aku malu, kalau orang tua kamu tau pasti mereka akan memandang aku rendah." tunduk Krystal.


"Maaf, waktu itu cuma cara itu yang aku pikirkan untuk memiliki kamu seutuhnya, selamanya!" sesal Kaisar, Kaisar pria dewasa yang punya akal dan pikiran untuk memikirkan dampak buruknya.


Sedangkan, Krystal itu masihlah gadis polos.


"Aku cuma bercanda." sambung pria itu sambil tertawa.


"Mana mungkin jadi bayi, kan aku gak jadi ma____mmphh!"


"Diam!" hardik Krystal sambil membungkam mulut Kaisar yang menyebalkan, "Itu memalukan kak!"


"Oke iya, tapi setidaknya aku harus menikahi kamu, untuk menyelamatkan harga dirimu bukan? Aku yang pertama membuat mu cinta kan? Aku juga yang pertama menyentuhmu dan aku mau bertanggungjawab dengan menjadi pria pertama dan terakhir yang menyentuh dan melihat tubuhmu." ungkap Kaisar.


"Entah kenapa, Krystal. Saat aku membayangkan, kamu di sentuh pria lain selain aku, suatu saat nanti, itu membuatku tidak rela." lanjutnya.


"Aku juga kak. Membayangkan kamu, menikah sama perempuan lain aku gak rela meski perempuan itu tunangan kamu!"


Kaisar tersenyum bahagia mendengar itu.


"Tapi bagaimana caranya kita bisa sama-sama?"


Tok Tok Tok!


Cklek!


Setelah ketukan, pintu terbuka dengan Disha muncul di ambang pintu dengan wajah dinginnya.


"Sudah cukup? Ayo pulang." ajak Disha dingin, ia melirik ke kedua tangan Krystal dan Kaisar yang saling menggenggam.


"Tapi,"


"Kamu mau pulang atau mau melihat pria itu mati di pukuli papa?" ancam Disha, sebelum ini ia sudah mendapatkan panggilan dari papanya yang bertanya soal Krystal.


Tidak dapat jawaban jelas dari Disha, Darren ternyata bertanya pada Kris.


Dan itu menimbulkan kecurigaan, sejak kapan putri bungsunya suka main ke rumah sakit?


Disha menahan emosinya, ia sayang Krystal tapi kali ini sepertinya ia akan marah dengan gadis itu.


Pertama ia sakit hati soal Darren.


Kedua, papa pasti akan memarahinya juga apalagi ia tidak bisa berbohong pada orangtuanya.


Jangan Lupa komen dan like yaa


Terimakasih untuk yang sudah selalu mendukung akuuu

__ADS_1


__ADS_2