My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 29 : Berdosa kah?


__ADS_3

Inti dari masalahnya yang sampai membuat Rayrin murka itu bukan sekedar soal Krystal jadi wanita simpanan.


Tapi ini juga soal harga diri!


Harga dirinya dan putrinya, apalagi kalau mengingat masa lalu Rayrin terdahulu, di tambah lagi, Krystal, anak gadisnya hidup seatap dengan seorang pria dewasa.


Rayrin menatap wajah putrinya yang tengah terlelap, pipi anak gadisnya masih memerah bekas ia tampar, setetes air matanya jatuh.


"Maafin, mama kasar sama kamu, sayang. Tapi, ini keterlaluan. Mungkin kamu akan anggap mama berlebihan, tapi ini soal harga diri kita."


...****************...


Kaisar menjambak rambutnya kasar, kehilangan Krystal seperti kehilangan tujuan di setiap harinya.


Ponselnya berdering dan menampilkan nama mamanya memanggil.


"Ya, Ma?"


"Pulang, Ishar." singkat Akira kemudian langsung memutuskan sambungan secara sepihak.


Karena itu mama, maka Kaisar secepatnya bergegas pergi, masih dengan pikirannya yang kacau.


Sesampainya di rumah orangtuanya, Kaisar mendapati sikap diam bahkan dari Samudra yang biasanya bersikap tengil.


"Kakak!" cuma adik bungsunya yang menyambutnya, Kaisar tersenyum tipis, tiap tidak berlangsung lama.


"Kaisar, ke ruang kerja, papa!" kata Akira dingin yang tengah berdiri di ujung tangga teratas, kemudian wanita itu lebih dulu pergi ke ruangan kerja suaminya, di susul oleh Kaisar kemudian.


"Nanti malam, kita ke rumah Liora, kita lamar dia dan dua minggu ke depan adalah pernikahan kalian." putus Farid sepihak, bahkan Akira belum tau keputusan ini.


Dan keputusan itu tentu saja mengejutkan Kaisar yang sejak tadi cuma diam menghadap Farid yang nampak dominan di kursi kebesarannya.


"Pa!"


"Tidak ada penolakan!"


"Papa tidak bisa seenaknya!"

__ADS_1


"Seenaknya kamu bilang? Yang seenaknya itu papa atau kamu, Kaisar?!" hardik Farid geram.


"Aku cuma mencintai Krystal, aku tidak pernah cinta Liora, sama sekali." aku Kaisar enteng dengan wajah tanpa merasa berdosa.


"Ishar, berapa tahun kamu bersama Liora dan berapa saat kamu dengan gadis itu?" lirih Akira, ia tak menyangka hal ini terjadi.


Jika Krystal tak jauh beda dari Rayrin di masa lalu, bukankah sekarang putranya nampak seperti Farid di masa lalu?


"Itu dia! Berapa tahun sudah dan Liora gagal membuat aku mencintai dia seperti aku mencintai Krystal." sahut Kaisar.


"Tapi ini bukan lagi soal cinta, tapi soal harga diri keluarga kita!"


"Kalau gitu putuskan hubungan pertunangan ini sebelum mereka tahu yang sebenarnya!" potong Kaisar tanpa takut dengan kemurkaan Farid.


Akira melotot tak percaya, Kaisar berani melawan pada Farid, yang adalah ayahnya.


Gigi pria itu saling bergemelatuk, ia tak pernah seemosi itu saat bicara pada putra putrinya.


"Lepaskan, Kaisar! Jangan buat masalah, cinta kalian belum terlalu dalam. Kalau tidak mau dengar papa, maka dengar mama! Kalau kamu sayang sama mama kamu ini, nurut Kaisar! Sedewasa apapun kamu, kamu tetap anak kami dan hak kami untuk mengaturmu juga kewajiban kami untuk membawa kamu ke jalan yang benar!" bentak Akira telak, wanita itu meninggalkan putra dan suaminya berdua di ruang kerja.


Biasanya wanita itu dengan lembutnya memanggil 'Ishar.'


Akira pernah merasakan, bagaimana rasanya punya hubungan dengan orang ketiga di dalamnya.


Liora gadis baik, dan Akira tahu itu.


Seperti Farid yang lama-lama mampu mencintainya, Kaisar pasti bisa mencintai Liora.


"Demi gadis itu, Ishar melawan papanya,hiks!" Akira tak bisa lagi membendung kesedihannya.


...****************...


"Kak!" seru Krystal, saat ia baru saja mengangkat panggilan telepon dari Kaisar.


"Aku rindu." ungkap pria itu, Kaisar menghembuskan asap rokoknya ke udara, sembari menunggu keheningan yang di ciptakan Krystal.


Sedangkan, Krystal sedang mengatur napas agar Kaisar tidak menyadari bahwa ia sedang menangis. Ia juga merindukan Kaisar, sangat!

__ADS_1


"Apa kakak baik-baik saja?"


"Tentu, sayangku."


Krystal tersenyum lirih mendengar jawaban itu.


Hening, tidak ada yang berbicara.


Kaisar tidak tahu harus bicara apa pada gadisnya, begitu pula Krystal, gadis itu tidak tahu harus bicara apa pada penguasa hatinya.


'Masih bolehkah aku mencintaimu, Kaisar? Apa aku berdosa kalau aku mencintaimu?'


"Kak! Ayo pergi saja!" celetuk gadis itu, Kaisar mengerti apa maksud Krystal, tapi ia ingin gadis itu menjelaskan apa maksudnya.


"Apa maksudmu, sayang?"


"Kakak cuma bertunangan dengan dia, aku bukan berhubungan dengan suami orang, tapi kenapa mereka semua menghakimi aku?!"


"Krysie.."


"Kak, ayo pergi dimana kita bisa bebas saling mencintai aku milikmu dan kamu milikku! Aku cuma mencintaimu kak, apa aku berdosa?" ujar Krystal terkesan egois.


Kaisar menghela kasar, ia juga tidak tahu!


Tapi keluarganya sangat menjunjung tinggi harga diri dan kehormatan, keluarganya terpandang.


Dan orangtuanya sangat amat menghargai cinta dan kesetiaan, ia tahu itu karena ia hidup dalam kasih sayang mereka.


Dan tak pernah sekalipun ia lihat papanya membentak mamanya atau membuat mama menangis.


"Aku tidak tahu." dan cuma jawaban itu yang bisa Kaisar berikan, ia menahan sakit saat ia harus menyakiti Krystal dengan memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Kaisar tahu, jawabannya akan membuat gadis itu kebingungan.


Kaisar membuang kasar puntung rokok itu dan menginjaknya dengan emosional.


"Arghhh!"

__ADS_1


__ADS_2