My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 32 : Love Me, Please!


__ADS_3

Niara merasa tak enak hati menyampaikan kabar soal Liora yang belum bisa menikah sebelum kontrak dengan yayasan belum berakhir.


Akira tersenyum hambar, ini seperti sebuah kesempatan untuk Kaisar dan Krystal bukan?


"Maaf ya, waktu malam lamaran itu, saya tidak tahu dan Liora juga mungkin lupa." kata Niara yang masih tak enak hati.


Niara seperti itu karena belum tahu saja apa yang sudah Kaisar lakukan di belakang anaknya.


"Terus, kapan kontraknya berakhir?" tanya Akira, tidak ada banyak waktu sebelum putranya lepas lagi.


"Tahun depan mungkin,sampai ada pemenang baru pengganti aku." jawab Liora, ya mau bagaimana lagi?


Setengah tahun dari kemenangannya di kontes tersebut saja belum ada.


Liora melirik sambil tersenyum tipis, Kaisar yang duduk di sebelahnya, pria itu nampak lempeng-lempeng saja tidak berpendapat apapun jika tidak di tanya dan ekspresinya datar-datar saja.


'Aku bingung, harus senang atau bagaimana, intinya sama aku tidak bisa memberikan kepastian pada Krystal sekarang.' kata Kaisar dalam hati.


Ia masih bimbang antara menurut dengan mama yang sangat ia sayangi atau memperjuangkan rasa yang baru ia cecap selama hampir tiga puluh tahun hidupnya.


Cinta dari Krystal.


Warna cerah dari Krystal.


Sesuatu yang berbeda dari Krystal.


Perpaduan antara dirinya yang dingin dan Liora yang lembut dan kalem, mungkin kurang pas hingga es di hatinya sulit di lelehkan oleh Liora.


Tapi, cerahnya Krystal mampu melelehkan gunung es Kaisar.


"Padahal, aku sudah siap-siap lho, sudah mulai pesan catering di Bu Sekar." celetuk Akira, saking semangatnya wanita itu sudah pesan catering di mamanya Kris.


Sekalian, menyentil Krystal bahwa Kaisar akan menikah dan tidak patut di ganggu lagi.


Sedangkan, Rayrin peka.


Sangat peka!


Terlepas dari hubungan bisnis dan pertemanan Kris dan Farid.


Rayrin tahu maksudnya Akira apa memesan catering pada ibu mertuanya.


"Kok mama tahu sih, darimana?" cecar Krystal, dari pagi mamanya menyebalkan karena membuatnya penasaran.


Krystal memburu Rayrin yang tengah mengurusi bunga di taman belakang.


"Tck! Berisik banget sih kamu, perasaan dulu mama gak kaya kamu." dumelnya yang mulai risih dengan perilaku anaknya.


"Ya mama, ngarang aja, pasti mama bohong deh jadi___"


"Ngeyel amat sih, nih anak! Kalau gak percaya tanya nenekmu sana!" kesal Rayrin karena ia sudah benar-benar risih dan ia juga malas menjelaskan pada Krystal.

__ADS_1


"Kok nenek sih, Ma!" protesnya.


Rayrin memutar bola matanya malas, ia lelah mendengar Krystal mengoceh dari pagi akan hal yang sama.


"Ya orang, Nenekmu yang dapat pesanan catering untuk pernikahan Kaisar kok!" ketus Rayrin dan membuat Krystal terdiam sebelum akhirnya menjauhinya.


Lama-lama Rayrin malas juga.


Walaupun, Krystal anaknya, tapi ia tidak suka kalau Krystal terus membahas sesuatu yang berhubungan dengan Kaisar, ia sudah malas menanggapi.


Eh, malah tadi pagi keceplosan.


Tapi, itu juga supaya Krystal sadar, Kaisar takkan pernah untuk Krystal.


Bagi Krystal, yang ia dengar sudah cukup.


Tidak perlu memastikan lagi pada neneknya.


'Kak, kamu benar mau nikah sama Liora? Ck! Apaan sih, Krystal! Wajar mereka nikah dari awal kan mereka juga tunangan.' pikirannya bergelut, ia mengusap kasar air matanya kemudian menyembunyikan wajahnya pada bantal.


'Tapi katanya kamu cinta sama aku?' pikirnya lagi.


"Cinta apaan! Habis gak bisa ngasih gue kepastian, sekarang dia ngilang gak ada hubungin gue, ish!" dumelnya sambil melempar bantal yang tadi ia gunakan untuk meratapi nasib.


Krystal memutuskan untuk menghubungi Karina, setidaknya ia harus mencari kebahagiaan yang lain daripada harus meratapi Kaisar terus menerus.


...****************...


Kaisar menyalakan sebatang rokok, kemudian ia menatap Liora dengan menaikkan sebelah alisnya, "Jujur soal?"


Liora memutar bola matanya, sejak kapan pria ini sangat sulit di ajak bicara dan juga, rokok?


Setahunya, Kaisar tidak secandu ini dengan barang itu.


Liora ikut duduk di atas bangku taman yang di duduki Kaisar lebih dulu, ia bersedekap dan bersiap mengeluarkan unek-uneknya.


"Kamu selingkuh sama Krystal?" tanyanya iseng, sebenarnya Liora tidak tahu yang sebenarnya tapi dengan apa yang ia lihat saat itu dan apa yang terjadi akhir-akhir ini, lamaran dadakan dan perubahan sikap Kaisar.


Itu sudah cukup.


"Ya." singkat Kaisar yang mampu membuat mata Liora berkaca-kaca.


'Aku cuma asal bertanya dan apa ini?'


"Kaisar, yang benar jawabnya!" kesalnya sambil menahan air matanya.


"Kurang jelas apa, Li?" tanya Kaisar malas dan ini juga perubahan yang sangat kentara.


Se- malas-malasnya Kaisar pada Liora, pria itu tidak pernah menunjukkannya dan selalu mencoba bersikap lembut.


"Jadi, kamu benar ada main sama Krystal di belakang aku?" ulang gadis itu dengan nada kecewa, mau menutupi tapi apa yang mau Kaisar tutupi?

__ADS_1


Dengan bertanya seperti itu, artinya Liora sudah tahu kan?


"I love her." kata Kaisar.


"Kaisar..." lirih Liora perih, jantungnya seperti di tikam belati, saat mendengar pria yang ia cinta membuat pernyataan di depannya jika mencintai gadis lain.


Lalu, apa pengaruh waktu dua tahun ini bagi pria itu?


Apa fungsinya selama ini bagi pria itu?!


"Maaf."


Cuma itu yang bisa Kaisar katakan, pria itu juga bingung harus bagaimana.


Mungkin sikapnya tidak gentle sama sekali, tapi terserahlah apa pendapat orang !


Kaisar merasa tidak perlu mendengarkan siapapun yang tidak pernah berada di posisinya.


"Aku setia selama dua tahun, meski sikap kamu ke aku acuh!"


"Aku tahu." balas Kaisar tanpa berani melihat ekspresi wajah Liora yang mungkin merasa hancur dengan kejujurannya.


"Aku menerima itu semua, meski aku merasa gak di anggap sama kamu, aku terima semua sikap kamu, Kaisar..."


"Aku tau, maaf." sahut pria itu, sambil memainkan sebatang rokok yang tersisa setengah di antara jarinya.


"Keterlaluan." kata Liora yang terdengar menyakitkan.


Kaisar membuang rokoknya dan mulai melihat pada Liora, pria itu menggenggam tangan yang jarang ia genggam.


Kaisar menatap mata yang tak pernah ia tatap penuh cinta.


Gadis di depannya adalah gadis yang menyerahkan cintanya untuk dirinya, tapi sekalipun Kaisar tak pernah mampu memberikan cinta meski sedikit untuk Liora.


"Aku sayang sama kamu, Liora. Tapi, aku tidak pernah mampu untuk bisa mencintai kamu. Berbahagialah, aku akan terima kalau kamu mau batalkan pernikahan kita, aku tahu aku brengsek. Ada lelaki yang mungkin lebih pantas mendapatkan cinta kamu, sayang." kata Kaisar melembut, ia mengusap air mata yang turun membasahi wajah Liora.


"Nggak! Aku cuma mau kamu, Kai..!"


"Tapi aku menyakiti kamu, Lio..."


"Aku gak peduli, aku gak mau perjuangan aku sia-sia, please berikan aku sedikit aja cinta kamu, apa gak bisa, please coba untuk mencintai aku." pinta Liora , terdengar pilu di telinga Kaisar.


Kaisar semakin merasa buruk.


Disini, dirinya yang bersalah tentu saja!


Ini salahnya seorang.


Masih belum ada kepastian dari Bang Kaisar ya gaes sabar


Bang Kaisar pasti bingung, soale aku juga bingung mau up banyak tapi sajennya kurang jadi g semangat hehe

__ADS_1


Kapan ya Kaisar dan Krystal ketemu eneh?


__ADS_2