
"Apa-apaan ini?!"
Wajah pria tua itu tak bisa bersembunyi dari guratan ekspresi kemarahan dan keterkejutannya.
Karena, ia tahu yang ia lihat sebuah kesalahan.
Putranya yang sudah memiliki calon istri bersama dengan gadis lain dalam posisi yang ...
Arghh!
Farid malas menjelaskan dengan gamblang.
"Papa?"
Kaisar, heran ia yakin kalau ia sudah berkomplot dengan Ken dan sudah mengamankan ruangannya.
Krystal hanya bisa bersembunyi di balik badan tegap kekasihnya itu.
Farid membuang pandangannya ke samping, pria tua itu masih berusaha menstabilkan emosinya.
Hingga ia memutuskan untuk menangkap sosok gadis yang bersembunyi di balik tubuh putranya melalui pandangannya yang tajam.
"Apa yang kau pikirkan, Kaisar Dirgantara?!" pekik pria itu, sedangkan Kaisar terdiam, ia tak pernah menyangka sang ayah akan murka seperti ini.
"Papa, aku bisa jelaskan, kita bicarakan baik-baik." katanya tenang, satu tangannya di gunakan untuk menggenggam jemari Krystal yang bersembunyi di belakangnya.
"Jelaskan apa?! Jelaskan, kalau kau menyembunyikan putri orang lain? Kalau kau, putraku, mencuri seorang gadis dari tunangannya dan mengatakan bahwa dia pembantu di rumahmu, supaya kalian bisa puas berduaan begitu? Untuk pertama kalinya, Kaisar. Aku, malu punya putra sepertimu!" hardik Farid.
Ada satu hal yang masih lekat dalam diri pria itu, yaitu langsung emosi tanpa mendengarkan penjelasan lawan bicaranya.
Sikap Farid yang selalu percaya dengan apa yang ia lihat tanpa tahu kebenarannya masih tersisa.
Deg!
Krystal serasa lemas di tempat, apa ia sudah membuat kesalahan?
Apa ini akan jadi pertama kalinya dimana, Miracle Krystal bukanlah keajaiban seperti namanya, tapi kesialan bagi seorang Kaisar yang baru saja berkuasa di hatinya.
"Papa, dengar aku dulu." Kaisar masih berusaha menggunakan pikirannya dengan tenang, walaupun ia sama terkejutnya bahkan sakit hatinya saat mendengar perkataan seorang ayah yang selama ini selalu membanggakan dirinya.
"Kaisarku, yang aku tunggu kehadirannya, yang aku harapkan akan berkuasa pada kerajaan yang ia buat sendiri. Kaisar, hal rendahan apa yang telah kau lakukan hingga menjatuhkan mahkotamu?! Kau lupa, kau tunangannya Liora, Kaisar!"
Kaisar menyugar rambutnya ke belakang, bagaimana ini, papanya sama sekali tidak mendengarkan.
Andai ada mamanya.
Karena cuma mamanya yang bisa mengendalikan amarah papanya.
Plak!
Wajah tampan itu terdorong ke samping tepat saat pipi kanannya menerima tamparan dari Farid, ayahnya.
__ADS_1
"Kak!" pekik Krystal untuk pertama kalinya ia bersuara.
"Secepatnya, putuskan hubungan kalian. Aku akan diam, jangan sampai Liora dan keluarganya tahu tentang hubungan gelap kalian dan kau anaknya Rayrin!"
Baru saja ia merasakan nyeri di hatinya saat mendengar pernyataan Farid.
Jantung, Krystal semakin bertalu-talu saat mendengar nama sang ibu di sebut.
'Apa papanya Kaisar, mengenal mama?' batinnya.
"Setidaknya, kau punya sedikit kebaikan dari Kris dan berhentilah meniru ibumu dan menjadi perebut milik orang lain." kata Farid dingin, "Aku tidak pernah menyangka akan hal ini, putrinya meniru sifat murahan ibunya." hina pria tua itu dengan senyum meremehkan dan bergegas meninggalkan mereka dalam kebisuan.
Tes!
Air mata Krystal menetes, ada dua hal yang melukainya sekarang.
Pertama, permintaan Farid untuk mengakhiri hubungan mereka.
Kedua, penghinaan atas ibunya.
Baru akan membuka pintu, Farid berbalik ke arah mereka, "Oh ya! Jangan lupa, akhiri hubungan kalian. Aku masih berbaik hati, untuk menutupi ini dan kau anak Rayrin kembali pada pria pilihan orang tuamu."
"Tidak!"
"Kaisar!"
"Krystal tidak akan kemana-mana dan berhenti menghinanya." kata Kaisar dingin, setelah sebelumnya ia sadar ia baru saja meninggikan suaranya pada papanya.
"Jangan harap!"
"Kalian akan mempermalukan banyak pihak, mengertilah!"
Terserah!
Kaisar dan Krystal tidak perduli apa kata dunia.
Untuk sesuatu yang tak dapat mereka pastikan apa itu sebabnya.
Kaisar mencintai Krystal tanpa syarat.
Dan meski tanpa perantara yang jelas, perasaan itu terasa nyata.
Kaisar telah menjadi penguasa dalam hati Krystal.
Ada sebuah keyakinan, dimana pertemuan mereka bukan tanpa alasan.
Sebab itu dan perantara itu adalah takdir !
...****************...
"Arghh! Anak itu!" umpat Farid kesal setelah ia memasuki kemar pribadinya dengan Akira yang menoleh heran, datang-datang suaminya sudah berang entah pada hal apa dan siapa.
__ADS_1
"Kenapa sih, Mas? Sudah ketemu anaknya Kris?" tanya Akira sambil menyalami suaminya, ia tetap melakukan itu meski wajah suaminya sedang tidak bersahabat.
"Ketemu!"
"Kok ketus gitu jawabnya, kamu kenapa cerita!" kata Akira sambil menuntun suaminya untuk duduk di pinggiran tempat tidur.
"Tenang mas, tarik napas dulu." ujarnya sambil mengusap punggung Farid.
Tidak biasanya, suaminya itu pulang dalam keadaan seperti ini.
"Menurutmu, apa yang harus kita lakukan pada anak itu?" celetuk Farid setelah ia merasa siap membicarakan hal itu dengan istrinya.
Farid tak pernah mau mengulang kesalahan dengan bicara dengan istrinya saat emosi dan pria itu selalu memegang janjinya hingga kini.
Akira mengerutkan keningnya, tanda bingung, "Anak itu? Siapa, mas?"
"Ya, Kaisar! Putra kesayangan kamu!" tuduh pria itu, padahal ia sendiri yang selalu membanggakan Kaisar selama ini.
"Kenapa dia, Kaisar buat salah? Dia, berbuat yang_"
"Dia selingkuh, Akira! Sama anaknya Kris, kamu tahu gadis muda yang aku tanya sama kamu di rumah Kaisar? Itu anaknya, Kris dan Rayrin! Ya Tuhan, Ra! Aku bisa melihat sendiri sekarang bagaimana buah jatuh tidak jauh dari pohonnya!"
Ucap Farid menggebu-gebu mencurahkan seluruh unek-uneknya.
"Mas! Kamu ngomong apa? Kamu bercanda?"
"Kamu lihat muka aku? Ya kali bercanda, Kira. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri mereka bermesraan di ruangan, Ishar!"
"Nggak mungkin, Mas! Kamu tahu, Ishar itu cuek banget kan? Mana mungkin dia bisa kepincut semudah itu sama__" ucapan Akira terhenti, ia antara percaya dan tidak percaya.
"Akira, sayang!" Farid memegang erat kedua bahu istrinya, Akira bahkan bisa melihat sorot mata penyesalan dalam mata suaminya.
"Aku gagal mendidik putraku." lirih Farid.
"Nggak, mas!"
"Mereka di kantor bermesraan, dan kita tahu sendiri mereka di dalam penthouse itu cuma berdua! Ya Tuhan, Akira, aku sudah gagal menjaganya."
"Mas, bukan salah kamu. Kaisar sudah dewasa ia sudah tahu mana yang benar dan salah, kamu sudah sangat baik mendidiknya."
"Aku pikir selama ini dia anak lelaki yang pantas jadi contoh untuk adik-adiknya. Tapi, ini memalukan Akira, entah apa saja yang mereka lakukan berdua di penthouse itu."
Akira menitikkan air matanya, sedih!
Ia sedih melihat suaminya yang selalu berwibawa sekarang nampak rapuh dan meragukan didikannya sendiri.
...****************...
#nantilagi
jangan lupa vote
__ADS_1
maakasiiiiwww