
"Aku memang baik, kamu lupa ya? Pasti kamu lupa, dulu waktu awal kamu terkenal kamu nangis karena apa aku kurang tahu, tapi aku tebak sih sepertinya waktu itu kamu lelah karena pekerjaan sampai nangis, terus aku kasih kamu ice cofee avocado, terus kamu berhenti nangis tapi masih sesenggukan sambil minum itu es, sangat lucu." cerita Leonel di akhiri dengan cubitan kecil di pipi sang kekasih.
Krystal coba mengingat-ingat, soalnya waktu awal terkenal dia memang sering menangis, sudah renggang dengan keluarga di tambah jadwalnya sangat banyak, pernah pagi sampai siang pemotretan lalu pulangnya langsung pemotretan lagi sampai malam.
Dan itu terus menerus berlanjut bahkan sampai sekarang, cuma sekarang Diana sudah bisa mengaturnya di lain hari, tidak ada pemotretan dan syuting yang berbeda di hari yang sama lagi.
"Kapan ya, aku enggak tahu." Krystal mencoba mengingat, kapan?
"Kamu tidak akan ingat, kamu gak lihat aku waktu itu, kamu nangis menutupi muka kamu pakai hoodie, aku cuma memberikan dan bilang jangan nangis lagi, tapi kamu tidak mau membuka wajahmu!" seru Leonel, kesal sih karena ia di lupakan.
"Tapi lucunya kamu keluarkan tangan kamu untuk menerima kopinya." kekeh Leonel.
"Mungkin aku melakukan itu karena aku tahu yang kamu berikan itu minuman pokok ku, hahah." celetuk Krystal di susul tawa renyah, mau di ingat juga ia lupa.
"Oh tapi aku ingat, kayanya aku mengira kamu itu Diana deh."
"Apa?! Hey! Diana itu perempuan, memang suara aku seperti perempuan apa?!" pekik Leonel.
"Ya, aku kan waktu itu lagi sedih aku gak memperhatikan sama sekali."
Leonel mendesah pasrah, sudahlah Krystal pasti lupa sama sekali.
Leonel kembali dengan aktifitasnya, yang sedang masak mie samyang nuklir, bukan cuma cewek, cowok contohnya Leonel juga suka makan samyang tapi bukan berarti dia kpopers kaya pacarnya ya, enggak!
Sedang asik masak samyang, Krystal malah mengganggu aktifitasnya itu, dari meluk dari belakang, menarik ujung baju Leonel, sampai nemplok di punggung Leonel dan minta gendong.
Maklum, Krystal sudah lama tidak manja dengan siapa-siapa, jadi sekali kumat, keterlaluan. Hehe
"Racle, jangan ganggu." Leonel memperingati, tapi Krystal seperti menulikan pendengarannya.
Krystal malah terus mencoba naik ke punggung Leonel dan Leonel terpaksa menggunakan sebelah tangannya untung menahan paha Krystal agar tak jatuh.
Leonel terkekeh gemas saat Krystal malah mendusal pada lehernya.
"Mau di depan." rengek Krystal dan di turuti oleh Leonel, alhasil Krystal di gendong depan seperti bayi monyet oleh Leonel.
"Sebentar, aku tiriskan dulu, mie nya." ujar Leonel, lalu menurunkan Krystal sebentar mengaduk mie dengan bumbu lalu ia membawa sepiring mie ke meja makan bundarnya sambil menggendong bayi besarnya lagi.
Entahlah, hari ini Krystal manjanya kumatnya keterlaluan.
"Nanti cuddle, ya?" pinta Krystal yang masih di gendongan Leonel, bedanya sekarang posisi Leonel sedang duduk dan otomatis Krystal ada di pangkuan Leonel dengan kedua kaki Krystal mengapit tubuh tinggi Leonel.
"Cuddle? Okay."
"Aaaa...." Krystal membuka mulutnya lebar-lebar minta di suapi.
Tapi, Leonel menggeleng heboh dan memasukan suapan besar ke mulutnya sendiri sampai belepotan karena posisinya membuat dirinya tidak fokus makan.
__ADS_1
Krystal memberengut.
"Makan yang lain, ini pedas." ujar Leonel, ekspresinya sih biasa saja, tapi bibir dan wajahnya yang merah dapat membuat Krystal percaya kalau Leonel kepedesan.
"Aku punya cupcake, beli tadi siang. Aku beli memang buat kamu, jaga-jaga kan kalau kamu kesini terus pengin makan." ujar Leonel sambil berjalan menuju lemari pendingin dan masih dengan Krystal yang ia bawa kemana-mana.
Mata Krystal berbinar melihat cupcake warna warni yang pasti enak itu.
"Terimakasih, sayang Onel!" seru Krystal, lalu mengecup kilat pipi kekasihnya.
"Hah? Onel? Jelek sekali." cibir Leonel, kenapa panggilannya berubah dari Leon jadi Onel???
Krystal cuma meringis menunjukan giginya yang rapih lalu menikmati cupcake-nya.
Leonel kembali menikmati mie-nya sampai habis, apa kalian bingung kenapa Leonel tidak merasa kepedesan?
Dia tahan pedas, hebat memang pacar Krystal ini, bule tahan pedas wkwk.
Leonel, lalu menengok pada Krystal yang ternyata belepotan krim itu.
Lalu, tanpa aba-aba apapun, Leonel mencium ujung bibir Krystal yang mana terdapat whipcream disitu.
Menikmati rasa krim manis di bibir Krystal dengan lembut dan perlahan.
Deg!
Krystal seperti pernah melakukan hal seperti ini dan kalian pasti tahu dengan siapa ia pernah melakukan adegan ini kan?
...****************...
"Nono!" pekik Liora, kejutan!
Anak laki-lakinya sedang asik makan camilan di atas kasur dan lihat!
Dari ambang pintu saja Liora dapat melihat remah-remah roti,wafer dan camilan lainnya jadi satu di atas seprai.
Jeno, hanya mengerjap lucu mata bobanya yang agak sipit berbulu mata lentik itu sangat lucu, mau marah tapi Liora akhirnya cuma mendesah pasrah.
"Ya ampun, anak Kaisar..." keluhnya bergumam yang hanya bisa di dengar dirinya sendiri.
"Mommy marah sama Nono, ya?" tanya anak itu polos, bisa Jeno lihat raut wajah mommy nya yang nampak beda dan tidak tersenyum.
Liora memejamkan matanya dan mengambil udara yang banyak berusaha menenangkan perasaannya.
Jangan sampai rasa lelah dan hormon kehamilannya menyakiti Jeno, nantinya.
Setelah di rasa tenang, Liora duduk di dekat Jeno.
__ADS_1
"Enggak sayang, tapi besok lagi kalau mau makan jangan di atas kasur ya? Nanti, banyak semut datang, Jeno gak mau kan tidur di gigit semut???"
Jeno menggeleng lucu.
"Sekarang, Jeno turun dulu dari kasur, mom bersihin dulu kasur Jeno, nanti kalau semut nya tahu bisa gawat dong!" seru Liora, sambil mencubit pipi anaknya.
Jeno turun dari kasur dan pindah ke karpet bulu yang di sana juga ada banyak mainan yang baru ia mainkan tadi.
Memperhatikan, ibunya yang sedang mengambil bungkus camilannya yang belum habis, lalu mengibaskan selimutnya dan menebah kasurnya sampai remah-remah makanan itu pindah ke lantai.
Kemudian, mata Jeno mengikuti pergerakan ibunya yang sekarang berjalan keluar kamar.
"Bibi, tolong di bersihkan kamar, Nono, ya!" seru Liora, kebetulan ada pelayannya yang lewat depan kamar Jeno, baguslah ia jadi tidak harus repot-repot nyamperin, capek.
Liora masih hamil muda dan gampang capek, kalau kalian lupa, apalagi kondisi fisiknya yang tidak sehat.
"Nono, sini keluar biar bibi bersihin kamarnya." ajak Liora.
Jeno berlari kecil, sampai ia heran melihat ibunya yang seperti kesakitan.
Liora memegangi perutnya dengan ekspresi seperti menahan sakit.
"Mom? Kenapa?"
Liora menggeleng dan memaksakan senyumnya pada Jeno, "Nggak papa, sayang ayo nonton Pororo. Kayanya udah mulai." ajak Liora, padahal ia menahan sakit di perutnya, sepertinya perutnya kram.
Liora duduk di atas sofa sedangkan Jeno di karpet bulu dan sudah fokus dengan kartunnya.
"Huft, harusnya aku jangan capek-capek, udah tahu hamil sama penyakitan." gumamnya sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.
Cuma ya, bagaimana rasanya kurang puas kalau makanan anak dan suaminya bukan dia yang masak, rasanya ada yang kurang aja gitu.
Haiii gayss
Ada yang tunggu aku gak niehhh keukeu~
Aku nih sibuk banget gayss
Lembur terus pulang malem terus terusan
Mau lanjutin draft takutnya ntar ga nge feel
Part atas juga kayak gak nge feel ya soalnya aku nulis tuh pas baru banget pulang kerja sekitar jam 9 gituhhππ€
Semoga masih ada yang mau baca dehh
Aku akan tetap update selama masih ada yang nungguin, vote ,komen dan like
__ADS_1
Terimakasih πππππππ₯π₯π₯π₯