
Karena, Leonel baru pindahan, Krystal jadi lebih sering ke rumah pria itu, soalnya kalau ada sesuatu yang Leonel butuhkan, cuma Krystal yang pria itu miliki disini.
Tenang, Leonel sangat menghargai Krystal pengetahuannya tentang masa lalu Krystal tidak membuat Leonel memandang rendah kekasihnya, ia tetap menghargai wanita seperti apa yang sudah di ajarkan oleh Claire, ibunya.
Sekalipun tak pernah, Leonel menyentuh Krystal lebih jauh, kecuali memeluk dan mengecup saja, iya cuma itu saja kok!
"Kamu masak, Leon? Oh, baunya enak, aku belum makan dari rumah, boleh aku makan juga?" oceh Krystal, padahal dia baru saja masuk dan mencium aroma yang lezat, tapi langsung mengoceh sambil menuju dapur.
Baru sampai di pintu dapur, Krystal berhenti.
Astaga!
Bagaimana bisa Leonel segila ini saat masak? Seksi, sungguh!
Krystal bersandar sambil memperhatikan Leonel yang sedang sibuk dengan masakannya.
Oh,messy hair pria itu, dua kancing atasnya yang terbuka, di tambah lengan kemeja hitam polosnya di gulung sampai siku dan memperlihatkan otot tangannya.
'Apa ini? Aku menatap memuja, pada Leonel, persetan dengan perasaan gengsi itu, dia luar biasa. Tuhan pasti sangat bahagia saat menciptakan kamu.' pikir Krystal masih dengan matanya yang memperhatikan Leonel dengan tatapan memuja dan juga jemarinya yang memainkan rambut coklat bergelombangnya.
"Mau berdiri disitu atau mau makan, Nona?" tegur Leonel, yang kini sedang menata masakannya di piring, kemudian menaruhnya pada meja island.
Krystal berlari kecil dengan riang dan duduk di kursi bar berhadapan dengan Leonel yang menumpukan tangannya di meja.
"Wah, omelette? Pasta? Kamu pintar masak ya?" seru Krystal, saat melihat hasil masakan Leonel.
"Hari ini ceria sekali, sepertinya?"
Leonel, mengambil piring lain lalu menyajikan bagian untuk kekasihnya.
"Aku, cuma kembali ke asliku." sahut Krystal bersungut-sungut, ya soalnya ia pernah di ledek Leonel, karena sok-sokan bersikap dingin seperti waktu di Milan.
Padahal aslinya, Leonel sudah tahu dari Rayrin, bahwa Krystal itu berisik, banyak tingkah, kekanakan, dan ya Leonel harus sabar.
Leonel tertawa, "Aslimu? Lanjutkan, aku suka!" ujar Leonel sambil mengecup kening Krystal dengan susah payah karena harus menyebrangi meja, kan posisi mereka berhadapan, hehe.
"Aku juga suka!" seru Krystal.
"Suka apa?"
"Suka kamu!"
__ADS_1
Leonel terkekeh pelan dan lagi, dengan susah payah ia meraih pipi wanitanya untuk di cubit gemas.
"Enak! Uh, aku baru tahu kamu jago masak, omelette nya enak, sangat enak, aku mau lagi." kata Krystal dengan tidak tahu dirinya menunjukan wajah memelas dengan pipi menggembung lucu, dan matanya mengarah pada omelette punya Leonel yang baru di makan sesuap.
"Makanlah yang banyak." ujar Leonel, lalu memindahkan miliknya pada piring Krystal, yang sekarang tersenyum girang.
"Tumben belum makan?" tanya Leonel, soalnya setahunya kan Krystal penggemar berat masakan mama, tidak mungkin bisa melewati masakan mama.
Tapi, Leonel senang kok, ia merasa di butuhkan oleh Krystal.
"Tadinya aku mau ajak kamu makan di luar." jawab Krystal, dengan suara yang hampir tidak jelas karena bicara sambil mengunyah.
Leonel tersenyum lembut, kemudian ia ikut makan, ah melihat kekasihnya makan saja dia sudah kenyang.
...****************...
"Kak!"
Krystal melambaikan tangannya pada Disha yang nampak mencari keberadaannya.
Leonel, memperhatikan Disha yang datang dengan seorang anak kecil yang semakin mendekati mereka.
'Benar-benar anak Krystal.' batinnya lagi, saat ia memperhatikan dengan seksama, iris coklat jernihnya, senyumnya, bentuk bibirnya, bener-bener Krystal banget.
Krystal memeluk Disha, kemudian Disha duduk dan menyapa Leonel.
"Ini pacarmu? Oh, maaf aku sibuk di rumah sakit sampai belum sempat ketemu kamu." kata Disha, kemudian berjabat tangan dengan Leonel.
"Hai, Disha, kakak Krystal."
"Leonel, kekasih Krystal."
Disha tersenyum lebar dan, " Jeno, salam sama uncle." kata Disha, Jeno menurut.
Leonel mengusak lembut rambut halus anak itu, "Tampan sekali." kemudian mencuri pandang pada Krystal.
"Terimakasih ya kak." ucap Krystal penuh arti, ada untungnya sekarang Disha jadi bagian keluarga Danuarta.
Rasanya, Krystal ingin sekali memeluk anaknya, tapi tidak bisa.
Jika ia melakukan itu, Jeno pasti akan kaget atau kebingungan, karena baginya Krystal cuma orang asing.
__ADS_1
"Oh ya, kak mau pesan apa? Jeno? Mau es krim?" tawar Krystal, ia tidak boleh memasang wajah sedih, di pertemuan bersama anaknya kan?
"Aunty, kenal dengan tante ini?" Jeno malah bertanya pada Disha.
"Jeno lupa? Itu adik aunty, waktu itu datang kok ke pernikahan."
"Oh ya? Tapi, Jeno cuma pernah bertemu di mall, terimakasih bonekanya tante baik." ujar Jeno yang membuat hati Krystal diam-diam menghangat, Jeno-nya ingat padanya.
"Baiklah, Jeno mau apa, es krim? Cake, cokelat?"
"Es krim strawberry dan butter cookies!" seru Jeno senang, Krystal juga senang, anaknya punya kesukaan yang sama sepertinya.
'Anakku.' batin Krystal haru.
"Okey!" sahut Krystal kemudian memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka.
"Lucunya." kata Leonel, yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka.
"Ini beruntung banget, Jeno mau di ajak main, dia ini gak bisa lepas dari mommy nya." cerita Disha, Krystal cuma tersenyum kecut sambil memperhatikan Jeno yang sedang makan es krimnya.
Andai saja, Jeno tak pernah ia lepaskan, pasti dirinya lah ibu yang akan sangat di cintai anak itu.
"Jangan sedih, itu keputusanmu sendiri kan? Jeno, tumbuh jadi anak pintar yang sayang sama ibunya, entah gimana deh nanti kalau adiknya lahir." ucap Disha seolah paham dengan apa yang adiknya pikirkan.
"Adik?"
"Ya, Liora hamil lagi, Jeno mau punya adik." kata Disha yang cukup mengejutkan Krystal, ia masih sedikit terganggu, terbersit perasaan lama untuk pria itu di hatinya, ada rasa sesal dan sakit, Kaisar sudah benar-benar bahagia.
"Ya, Jeno mau punya adik loh, kata daddy kalau ada adik, Jeno bakal punya teman." sahut Jeno antusias, lain dengan Krystal yang sudah melamun entah kemana pikirannya.
"Racle? Kamu baik-baik saja?" tegur Leonel sambil menyentuh tangan Krystal, segera Krystal mengondisikan ekspresinya.
Leonel curiga, apa salah kalau ia curiga?
Ekspresi kekasihnya memang aneh, apa Krystal belum selesai dengan masa lalunya?
Tapi, kenapa memulai hubungan dengannya?!
Gimana guys ?
Kalau suka part ini bagi bunga dan kopinya dong hehe
__ADS_1