My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 45 : Home


__ADS_3

Sebelumnya tidak pernah, Krystal bayangkan bahwa setelah bertahun-tahun ia akan menghirup udara di negara ini lagi.


Aroma udara dan tanah ini membuat


ia mengingat banyak hal.


Seolah angin menerpa dirinya sembari membawa kenangan-kenangan itu.


"Kamu apa kabar, anak mama, mama kangen." batinnya sambil menatap langit biru dari balik jendela mobil.


"Besok pagi-pagi banget, kita langsung ke Bali ya, Leonel nyusul langsung ke Bali, kan kita pergi lebih awal dari jadwal." kata Di, sambil memainkan tabletnya.


"Iya, Di." sahutnya malas, lagi galau malah di recokin.


"Di, mampir makan naspad enak nih." kata Krystal dengan ekspresi bahagia.


"Naspad itu apa?" tanya Di, heran. Walaupun, Diana masih ada keturunan Indonesia, tapi Diana itu sejak lahir sampai dewasa ini tinggal di Milan, ia jarang sekali ke kampung halaman ibunya di Indonesia, jadi tidak tahu apa-apa.


"Naspad itu nasi padang, Di. Sumpah enak banget, apalagi kalau lauknya rendang, perkedel, ayam pop, behh juara!!!" ujarnya berlebihan, tapi sungguh nasi padang kan emang seenak itu.


Dan selama Di, menemani Krystal baru kali ini ia melihat super model itu makan tanpa kendali.


"Di, kamu harus coba ini!" kata Krystal sambil mendekatkan sepiring hidangan ke arah Di.


"Apa ini?"


"Lidah sapi."


"Apa kamu bercanda?! Kamu gila? Siapa yang makan lidah sapi?!" kata Diana terkejut yang membuat Krystal tertawa meledek.


Dia cuma bercanda, Krystal juga tidak suka lidah sapi, ia cuma asal bicara.


"Tenanglah, aku cuma bercanda itu dendeng sapi, daging sapi. Aku juga tidak akan mau makan itu, seperti berciuman dengan sapi jadinya kan?" canda Krystal yang di hadiahi jitakan oleh Diana di kening mulusnya.


"Kurang ngajar!"


"Maafkan aku. Tapi ini enak kok sumpah!" kata Krystal sambil menunjukkan dua jarinya.


"Awas saja kalau bohong."


"Mana mungkin! Masakan padang itu paling enak sedunia!" ujarnya antusias, kemudian mereka bersama-sama menikmati makanan yang belum tentu bulan depan bisa di nikmati lagi, jarang-jarang Krystal ke Indonesia.

__ADS_1


...****************...


Kalau di bilang lupa, bagaimana bisa Kaisar lupa? Kalau wajah gadis yang ia cintai terpampang jelas dimana-mana Billboard, majalah fashion, iklan produk, entah itu sepatu, sampai perhiasan!


Setiap waktu wajahnya muncul dimana-mana, dan hari ini wajah itu muncul dengan produk Skincare dari Luxury brand di tangannya.


"Dia luar biasa kan?" ucap Liora sambil menatap papan iklan yang terpampang jelas mempertontonkan kecantikan seorang super model Miracle Krystal, jalanan sedang macet ketika mereka dalam perjalanan pulang.


Liora sudah merasa sehat dan memaksa untuk keluar dari rumah sakit secepatnya.


"Jangan bahas." sahut Kaisar.


"Memang apa yang aku maksud? Aku bahkan tidak mengatakan secara spesifik Kai." ujar Liora setengah menyindir.


"Li, please. Dokter bilang kau tidak di benarkan untuk stres dan banyak pikiran jadi jangan memancing perdebatan."


"Dia sangat cantik, bukan? Pengaruhnya sangat besar sampai sekarang."


"Liora..."


"Aku dengar dia akan bekerjasama dengan Glare and Claire, aku yakin produk mereka akan laku keras di pasaran setelah menggunakannya sebagai Global Ambassador mereka." jelas Liora, Kaisar pura-pura sibuk dengan jalanan yang akan ia lalui, ia merutuki keadaan jalan ini sehingga ia tidak bisa segera melewatkan papan iklan itu.


Liora, istrinya itu!


"Kai, akan bagus kan kalau aku mencobanya untuk mempromosikan desainku?"


"Jangan macam-macam, Liora."


"Macam-macam? Hey, itu bagus sayang, bisnis fashionku akan sukses kan jika tersentuh tangan emasnya?"


"Cukup, Liora. Aku bilang cukup! Berhenti membawa dia dalam percakapan kita!" bentak Kaisar, Liora tidak kaget karena ia sadar sejak tadi ia menguji kesabaran pria itu.


Tapi, Liora terganggu dengan keraguan di hatinya, bertahun-tahun belakangan banyak yang berubah kecuali hati suaminya.


"Dan..cukup suamiku, cukup! Berhenti mencintai dia di saat kamu sudah memiliki istri sebaik aku." dan setelah balasan dari Liora, Kaisar terdiam begitu saja.


"Liora, aku_"


"Fokus pada jalan, Kai." kata Liora dingin.


...****************...

__ADS_1


"Kita tidak ke rumahmu?" tanya Di, heran. Bukankah harusnya mereka ke rumah orangtuanya Krystal?


"Tentu, tapi nanti. Biarkan aku beristirahat di hotel dulu."


"Hotel? Dalam waktu singkat akan lebih baik kalau kau di rumahmu saja."


"Di, aku malas!"


"Tapi, memangnya, kau tidak rindu dengan om dan tante?"


Tentu saja, Krystal rindu.


Tapi, Krystal takut.


"Kau ini cerewet sekali tahu?" ketus Krystal tapi itu berhasil membuat Krystal meminta sopir taxi mengubah arah tujuan mereka.


Krystal menatap rumah yang sudah ia tinggalkan selama ini, ia hidup dan tumbuh di sini, dan dia menikam mereka di saat mereka yang ada di rumah ini mencurahkan semua kasih sayang mereka untuknya demi seorang pria bernama Kaisar.


Krystal masih ingat betul bagaimana ia di pukul oleh kakeknya ketika ia di nyatakan hamil.


Bagaimana mereka menerimanya kembali untuk merawatnya dan kemudian mengasingkan dirinya ke Milan setelah melahirkan.


Di saat ia mengingat semuanya seperti kilasan, tiba-tiba saja seorang anak kecil berlari ke arahnya.


"Mama Krystal!" pekik seorang balita cantik dengan baju lucunya yang berwarna kuning dan rambut ikalnya yang belum tumbuh panjang.


Oh, ini yang menjadi alasan Krystal berubah pikiran untuk ke rumah ini.


"Jennara!"


hai hai aku comeback!!!


lagi ga banyak kerjaan jadi sempetin update


sambil nungguin book ini update boleh loh baca beberapa novel aku yg lain.


btw aku juga nulis novel di tempat lain gak disini aja


yang penasaran boleh lihat Instagram aku ya


@maripos.aa

__ADS_1


terimakasih dukungan kaliannnn


GIMANA PART INI?????


__ADS_2