My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 53 : I'm Yours


__ADS_3

Krystal menunduk dalam, beberapa helai rambutnya menutupi wajahnya sekarang, tapi Leonel segera merapikan itu.


Menyelipkan rambut-rambut itu di belakang telinga.


Kemudian, ia kembali fokus membersihkan luka Krystal dengan alkohol dan memberi plester.


"Apapun masalahnya, jangan berbuat bodoh, Krys." ucap Leonel, posisinya sekarang Krystal duduk di atas sofa dan Leonel berjongkok di depannya.


"Krys?"


"Ada yang salah?" tanya Leonel heran.


"Panggil aku, Racle." pinta Krystal dengan tidak tahu dirinya.


Oh please, Krystal !


Kau bahkan sudah melarang pria itu memanggilmu begitu waktu itu.


Mata hijau pria itu menatap Krystal yang masih menunduk, ia memutuskan meraih rahang perempuan itu agar tidak terus menunduk.


"Tunjukan wajahmu."


Krystal menggeleng, Leonel mendesah berat, melirik luka Krystal yang sudah ia balut.


"Kenapa?" tanya pria itu singkat.


"Tidak apa-apa." sahut Krystal masih menunduk, percakapan yang sangat singkat, Leonel kikuk, Krystal juga.


"Selagi aku ada di sisimu, gunakanlah aku sebaik mungkin. Aku akan terus di sampingmu, selagi aku hidup." kata Leonel yang sukses membuat perempuan itu menatap Leonel yang juga menatapnya.


Mereka saling bertatapan, Krystal menyelami mata hijau Leonel yang indah dan memancarkan ketulusan.


'Kenapa aku selalu lemah.' batin Krystal selama ia menyelami mata hijau emerald Leonel yang indah.


"Kamu menyukai aku?" tanya Krystal tiba-tiba, Leonel terkejut tapi, pria itu tersenyum.


...****************...


Detik ini, lagi dan lagi Krystal menyelam pada keindahan mata hijau yang pemiliknya tengah membuatnya terpojok pada island table.


Leonel tidak ragu untuk mengeratkan rengkuhannya di pinggang ramping Krystal.


"Leon, lepas." ucap Krystal sambil mencoba melepaskan tangan kekar pria itu.


Tapi, pria itu tetap fokus menatap dirinya entah apa yang Leonel lihat darinya.


"Leonel, cepat. Habis ini aku harus segera ke bandara."


Krystal sedang cepat-cepat sekarang, ia mencoba tahu diri, karena sudah tidur di apartemen pria itu dan berniat baik untuk membuat sarapan untuk kekasihnya itu.


Tapi, lihatlah pria bucin ini!


Membuang-buang waktu.


Kalau kalian bingung, kenapa tiba-tiba Leonel jadi kekasihnya?


Ya, karena semalam Krystal benar-benar menjeratnya dengan ungkapan cintanya yang bohong.


Leonel tersenyum, ia mengambil tangan Krystal, mencium telapak tangannya kemudian pergelangan tangannya, lalu kembali menatap Krystal.


Krystal gugup, sungguh!


"Jangan melukai dirimu lagi, bahagialah mulai sekarang karena aku yang akan membahagiakan kamu."


Deg

__ADS_1


Deg


Jantungnya berdebar cepat.


Bolehkah, Krystal terbawa perasaan?


Ia sudah lama kehilangan kasih sayang dan Leonel, punya apa yang ia rindukan.


"Emm, Leon. Aku harus cepat-cepat."


Krystal menghindari tatapan Leonel.


"Iya-iya, oke! Ini bagus sekali, aku akan merasakan makanan yang di masak kekasihku." seru Leonel senang dan menjauhkan diri dari kekasihnya.


Tidak bisa berbohong!


Leonel senang, sangat senang.


Meski sempat kecewa.


Krystal mulai mengolah beberapa bahan.


"Kamu suka telur? Mau aku tambah telur dalam sandwichmu?" tawar Krystal, sedangkan Leonel kini bersandar di meja memperhatikan pergerakan kekasihnya.


"Tentu, jangan lupa ham dan juga, daun selada."


Krystal tersenyum mendengar permintaan, kekasihnya.


Ah, masih belum nyaman tapi ia harus beradaptasi dengan statusnya sekarang kan?


"Kamu suka sayuran, Le?"


"Suka, tapi aku lebih suka kamu!" gombal pria itu, mau tak mau Krystal harus menanggapi itu.


"Buaya tampan." timpal Leonel melucu.


"Percaya diri sekali." mata Krystal menyipit sambil berjalan ke arah kekasihnya dan memberikan sandwich yang ia buat untuk pria itu.


"Bagaimana, enak?" tanya Krystal yang menghentikan Leonel untuk memakan sandwich itu.


"Hey, baby! Aku bahkan belum memakan ini." dan Krystal tertawa karena itu.


Tawanya berhenti karena ia sadar, Leonel menatapnya.


"Aku tidak percaya ini, kamu milikku sekarang." ucap pria itu, karena sungguh ia tidak pernah berekspektasi lebih pada Krystal setelah perasaannya di tolak.


"Aku milikmu, Le!" seru Krystal dengan tatapan yang tak kalah lembut.


Sepertinya, ia harus ikut audisi jadi aktris, besok.


...****************...


Siapa yang bisa menghentikan ini?


Mereka baru saja berpacaran dan apa harus hubungan jarak jauh?


Tidak!


Dengan segala cara, Leonel menyusul kekasihnya.


Dan sekarang, berbekal alamat dari Diana, ia sudah ada di depan rumah keluarga Krystal.


Kenapa tidak bertanya dengan gadisnya?


Agar jadi kejutan, tentu saja.

__ADS_1


Pintu terbuka setelah dua kali ia memencet bel.


Muncul seorang wanita yang sudah tua tapi masih cantik bahkan mirip kekasihnya.


Rayrin menyipitkan matanya, melihat pria muda yang berdiri di depannya sekarang.


Rayrin tidak bodoh untuk menyadari bahwa uang di depannya bukan orang Indonesia.


"Mencari siapa?" tanyanya.


Leonel tersenyum dan memberi salam pada Rayrin, oke pria ini cukup santun, pikir Rayrin.


"Krystal." ucap pria itu, Rayrin tersenyum penuh arti dan membawanya masuk.


"Aku panggil dia dulu, anak itu pasti masih tidur sekarang dia kelelahan. Duduklah, nanti akan aku minta bibi di belakang membawakan minum untukmu, kamu pasti juga lelah." ucap Rayrin panjang lebar, kemudian segera menuju kamar putrinya.


Sudah senang putrinya pulang, sekarang ternyata anaknya itu sudah punya kekasih rupanya.


Oke, Rayrin cuma menebak tapi semoga saja benar.


"Krystal, bangun!" pekiknya sambil membuka tirai jendela putrinya.


"Mama...kan tahu aku capek." lenguh Krystal sambil menutup wajahnya dengan selimut.


"Jam dua siang ini, hei ayo bangun kekasihmu disini!" Rayrin menarik selimut yang menutupi wajah Krystal.


Awalnya, Krystal tetap menyembunyikan wajahnya di bantal, tapi setelah mencerna ucapan mamanya,


'Kekasih?'


Krystal langsung bangkit dengan rambut yang acak-acakan.


"Mama, siapa yang mama maksud?"


Rayrin menepuk keningnya, ia lupa bertanya nama pria itu.


"Ya kekasihmu, pria bermata hijau itu__"


"Apa?! Leonel?! Disini? Apa dia gila ya ampun!" pekik Krystal lalu buru-buru masuk ke kamar mandi mencuci wajahnya dan...


"Tidak-tidak, aku harus mandi sekalian, mandi kilat!" putusnya, setidaknya walaupun kilat ia akan wangi dengan beberapa semprot parfum mahalnya.


Rayrin cuma menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya, Krystal tetaplah Krystal. Lucu dengan tingkah kekanak-kanakannya.


Rayrin tersenyum cerah, ia langsung menghubungi suaminya ia sangat senang.


Tidak ada alasan lagi bagi Kris untuk menjaga jarak dari putri kecil mereka. Tidak!


Krystal sudah punya masa depannya sekarang.


'Harusnya setelah ini, semua orang berhenti mendiami anakku kan?'


Biar adil nih ya sama sama bahagia sama pasangan masing-masing.


Oh ya, percakapannya pakai bahasa Indonesia semua, walaupun sebenarnya Leonel sama Rayrin ngomong pake bahasa asing.


Karena kayanya bakal ribet kalau aku tulis pakai bahasa inggris gak semua ngerti dan percakapan sama Leonel tapi bakal lebih banyak dari ini.


Kayanya ribet aja kalo nulis double2 untuk terjemahannya.


Aku harap pada ngerti ya soal ini, ntar pada heran kan Leonel orang inggris kok bisa bahasa indo, hehee.


**Maaf ya kalau ini gak jelas banget aku tau😭🙏


Tapi emang lebih nyaman gini menurut aku sii**

__ADS_1


__ADS_2