My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 60 : A few years ago #2


__ADS_3

Sekali lagi.


Krystal tidak egois kan?


Krystal benar kan?


"Mama aku benar kan?" Krystal bertanya pada Rayrin yang tidak tega melihat putrinya yang menangis di pangkuannya.


Mata Krystal melihat ke arah box bayi di sebelah tempat tidurnya, harusnya putranya tidur disitu, tapi tidak!


Krystal tidak boleh egois.


"Anak aku berhak punya keluarga yang lengkap, kan mama?" tanya Krystal lagi, dan terus seperti itu, Krystal terus bertanya tanpa di jawab oleh Rayrin.


Bisa-bisanya anak ini membuat keputusan tanpa bertanya pada ibunya!


Tapi niatnya tidak salah.


Jika dia ibu, maka Krystal, putri kecilnya itu sekarang juga seorang ibu yang menginginkan hal terbaik di dunia ini untuk anaknya.


"Mama, kenapa diam?" Krystal bangkit dan duduk lalu meraih wajah sang ibu.


"Mama marah ya? Mama, ini untuk kebahagiaan anakku, mama bayangin kalau nanti pas dia besar dia tanya, 'mama, papa aku mana?' aku harus jawab apa? apa aku harus jawab, papa kamu gak ada, atau aku harus bilang papa kamu punya keluarga lain?"


"KRYSTAL !" bentak Rayrin, ia tak suka mendengar itu, itu terdengar menyedihkan.


Rayrin pernah di posisi itu, dimana ia memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan jika anaknya menanyakan dimana ayahnya.


Tapi saat itu, Kris berjuang.


Kris tahu, sedangkan Kaisar? Tidak!


Kondisi anaknya jauh berbeda dengannya dulu.


"Diam kamu, jangan bilang apa-apa lagi. Ini salah mama, ini pasti karena mama." mendadak Rayrin menyalahkan dirinya sendiri dan menangis tersedu-sedu.


"Ada apa ini, kamu kenapa? Kenapa mama nangis, Krysie?"


Kris datang menghampiri keduanya dan memeluk istrinya yang ia belum tahu menangis sebab apa.

__ADS_1


"Mas, ini salahku. Anakku begini karena salahku di masa lalu. Kenapa? Kenapa?! Apa kurang penderitaan yang aku alami waktu itu, waktu aku mengandung Shine, waktu kita tak mendapatkan restu orang tua kita, apa itu kurang bagi Tuhan? Sekarang, putriku harus menderita."


Hati, Kris mencelos mendengar pernyataan dan pertanyaan yang keluar dari istrinya.


"Bukan, bukan. Jangan, sayang. Jangan salahkan diri kamu, ini salah anakmu sendiri."


"Mas?"


Rayrin dan Krystal tak mengerti, apa barusan Kris menyalahkan Krystal?


"Ya, ini salah anakmu sendiri. Jangan merasa seperti itu, enggak semuanya salah kamu, itu cuma masa lalu, yang sekarang itu salah anakmu sendiri yang kepalang bodoh." tekan Kris, dan itu menjadi awal mula dimana hubungan Krystal dan Kris bahkan seluruh keluarga memiliki jarak bentang yang jauh.


"Mas, kok kamu bilang gitu, biar bagaimanapun yang Krystal lakukan itu untuk anaknya, sama kaya kita yang ingin hal terbaik untuk anak kita, Krystal juga."


"Apa kita ini kurang? Sampai dia memilih menyerahkan anaknya yang kita jaga dari kandungan kepada keluarga yang menolak dia?" tanya Kris yang tidak berani di jawab oleh dua perempuan itu.


"Jawab, Krystal!" bentak Kris.


"Aku mau marah pada mereka tapi memang salah anakku, aku harus bagaimana? Farid sahabatku, aku merasa tidak enak karena anakku merusak hubungan anaknya dan tunangannya. Baiklah, anggap saja bayi itu adalah tebusan atas kesalahan Krystal." pasrah Kris, kali ini ia harus menggunakan fungsinya di rumah sakit untuk memisahkan seorang anak dari ibunya.


Kris menyayangi Krystal, sangat!


Dia benci melihat Krystal berkorban seperti itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia melihat putri bungsunya berkorban, padahal tadinya Krystal yang membuat orang lain berkorban untuk kebahagiaan dirinya.


"Krystal, aku membuat cucuku yang sehat itu seolah-olah adalah anak yang lahir prematur, Krystal, ya ampun, aku sudah gila!" gerutu Kris.


"Mas!" tegur Rayrin, sambil memberikan isyarat agar suaminya berhenti, ia takut Kris akan membuat Krystal jadi punya rasa bersalah.


...****************...


Kaisar merasa bersalah, sangat!


Apalagi saat melihat bayinya yang lahir dengan baik.


Bayi itu kecil, tapi ada rasa syukur dalam hatinya bahwa bayi itu sehat.


Kaisar yang awalnya hanya melihat dari kaca, ia bisa melihat bayi itu langsung sekarang.


"Tampannya, kamu mirip Daddy banget."

__ADS_1


"Maaf ya, kamu belum bisa di gendong mommy, nanti kalau kamu besar kamu harus jaga dan sayangi mommy, karena melahirkan kamu mommy mempertaruhkan nyawanya, semoga dia kuat dan segera bangun untuk gendong kamu." ucapnya pada bayinya walaupun ia tahu, bayinya belum mengerti apapun, bayi merah itu bahkan masih senang memejamkan matanya.


Selesai melihat bayinya, ia melihat Liora yang masih menutup matanya.


Ini lewat dari 24 jam yang di katakan dokter dan Liora di nyatakan koma.


"Maaf, Li. Aku tau kamu kaya gini karena aku, karena aku kamu jadi stres dan banyak pikiran." ucapnya sambil meraih tangan Liora.


Ia ingat betul bahwa ini karena dia, sering ia bersikap acuh pada Liora, beberapa kali ia menyebut nama Krystal saat bercinta dengan Liora ia ingat semua kesalahannya.


Ketika ada masalah di kantor, maka sampai rumah, Liora jadi pelampiasannya.


"Maaf, Liora. Maaf...bangun, lihat anak kita. Jangan lama-lama istirahatnya." dan untuk pertama kalinya, Kaisar menangis untuk Liora.


Kilas balik saat beberapa kali, Liora memergokinya memandangi foto-fotonya dan Krystal dan puncaknya kemarin.


Kaisar ketahuan, ia ketahuan mencari-cari keberadaan Krystal dan membuat Liora naik pitam, emosi, mereka bertengkar kemudian kandungan Liora yang lemah itu langsung bereaksi.


"Ini salahku, aku tahu, bangun dan maafkan aku. Setidaknya, untuk melihat anak kita, aku janji aku akan membiarkan kamu yang kasih dia nama, bangun cepat biar dia segera punya nama yang bagus."


Tanpa, Kaisar atau siapapun tahu, Krystal melihat adegan itu, adegan dimana Kaisar menangisi istrinya yang terbaring koma dari sekotak kaca pintu ruangan itu.


'Jangan sedih kak, anak kita sama kamu, aku janji kalau dia bangun kebahagiaanmu akan bertambah dua kali lipat, maaf aku pernah menyakitimu dengan memutuskan hubungan sepihak. Kamu pasti membenci aku sekarang.' batin Krystal, setitik air mata ingin jatuh, tapi ia segera mengusapnya saat mendengar suara banyak tapak kaki.


Dari jauh ia bisa melihat keluarga Kaisar sedang berjalan ke arah sini.


Dia menjauhkan diri dengan langkah terseok-seok, jangan lupa bahwa ia juga baru melahirkan, baru sekali menyusui anaknya.


Krystal memilih mengunjungi bayinya yang masih ada di ruang bayi.


'Maafkan mama, kamu juga akan dapat mama yang lain nanti, yang akan membesarkan kamu dengan keluarga yang sempurna.'


batin Krystal, lalu mengecup seluruh wajah bayinya.


#end


Bosen gak sih?


Gimana part ini???

__ADS_1


__ADS_2