My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 39 : Bestie!


__ADS_3

"Selamat pagi, cantik!" sapa Sam, yang membuat Disha tersedak.


"Uhuk!"


Dengan cekatan, Sam mengambil air mineral untuk Disha dan mengelus leher belakang Disha.


"Maaf, maaf!" ucap Sam, kemudian duduk di samping Disha untuk memastikan keadaan gadis itu.


"Lain kali, jangan ngagetin, Mas." kata Disha kesal tapi dengan suara yang masih terdengar lembut di telinga Samudra.


Samudra tersenyum sambil memperhatikan raut wajah Disha yang menurutnya menggemaskan.


"Maaf ya, tadi aku tidak sengaja melihatmu di kantin, tadinya sih aku mau jenguk Abang ku."


"Iya gak masalah, tapi lain kali jangan buat saya kaget lagi."


Eh!


Ngomongin soal abangnya Samudra, berarti itu cowoknya Krystal dong.


"Mas, boleh nanya sesuatu?"


"Nanya apa? Nama lengkap aku? Nomor telepon aku? Oh iya, lupa karena sibuk aku jadi lupa hubungi kamu, padahal sudah ada nomornya." cerocos pria itu, seramah-ramahnya Darren, tapi Disha baru kali ini menemukan cowok ajaib seperti Samudra.


Sangat percaya diri dan suka bicara.


Tidak tahu saja, Disha, kalau bersama gadis lain Samudra sangat cuek.


"Bukan itu, juga gak masalah kalau masnya sibuk, soalnya saya juga sibuk. Tapi ada hal lain."


"Oke apa itu ?" tanya Samudra antusias, ia sungguh penasaran. Pria itu menopang kepalanya dengan tangan yang bertumpu di atas meja, matanya menatap ke arah Disha yang menurutnya, kecantikannya sungguh di luar nalar.


'Duh, kenapa dia natap aku gitu banget sih, aku kan jadi malu.' batin Disha.


"I-itu, saya mau nanya, soal kakak nya Mas."


Nah kan! Dia jadi gugup gara-gara di lihatin Samudra terus!


Kening pria itu sedikit berkerut,tapi senyumannya tak luntur.


"Abang Kaisar? Kenapa?"


"Apa dia orang baik?"


'Kenapa tiba-tiba dia bertanya soal Bang Kai, jangan-jangan dia naksir Ishar lagi.' pikir Samudra yang sudah mulai overthinking.

__ADS_1


"Baik dong, panutan adik-adiknya." jawabnya seadanya.


Disha mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, "Terus, dia sudah punya tunangan ya?"


"Kok kamu tau? Oh iya, pengumuman hubungan mereka kan di sorot media, pasti kamu lihat artikelnya." kata Samudra sambil menggeplak keningnya.


Disha menahan senyum lebarnya, saat melihat tingkah lucu pria di depannya ini.


"Dia memang sudah punya tunangan, dan mau menikah cuma tidak jadi karena tunangannya masih ada kontrak kerja, yang tidak membolehkannya untuk menikah." jelas Samudra, seadanya.


"Kenapa bertanya soal, Kaisar? Apa ada sesuatu?" tanyanya pada Disha.


"Sebenarnya, itu___"


"Samud! Kamu di cari kemana-mana, ternyata disini!" pekik Akira dan itu benar-benar membuat Samudra malu, Samudra menatap mamanya dengan tatapan memohon.


Ia sedang pendekatan dengan seorang gadis setidaknya janganlah mamanya bersikap seperti saat di rumah.


Syukurnya, Akira langsung menyadari situasi.


"Oh, maaf. Kamu sedang sarapan? Sama? Oh, ya ampun, dokter koas yang cantik itu ya? Yang menangani, anak saya kan?" sapa Akira ramah dan ikut duduk di dekat mereka.


"Maaf ya, kalau sikap saya tadi kurang baik. Tapi beneran juga, kita ketemu. Dokter tau anak saya kemana tidak?" Tanya Akira serius.


"Anak ibu, yang pasien saya itu, Bu? Tentu di kamarnya, semalam setelah ibu pulang dia beristirahat kan." jawab Disha.


"Lho? Samudra, gak tahu, Ma. Serius! Samudra baru datang langsung ketemu, Disha." sangkalnya.


Dari sini Akira dan Disha sudah merasakan hal yang tidak baik.


Disha sudah berpikir kemungkinan buruknya, kalau Kaisar kabur dari rumah sakit dan ia takut adiknya juga kabur dari rumah.


Ini sangat gila!


'Semoga, mereka tidak melakukan hal gila itu.' harap Disha dalam hati.


"Tapi, bagaimana dia bisa keluar, Bu? Kami belum memutuskan apa dia sudah di bolehkan pulang atau tidak, takutnya terjadi suatu hal karena kondisinya yang belum benar-benar pulih." kata Disha.


Dan itu membuat Akira semakin khawatir.


"Maaf, dokter. Saya bawa Samudra dulu ya. Kalian pdkt nya besok lagi, saya butuh anak saya."


"Hah? Iya-iya, Bu. Silahkan." sahutnya sopan.


Kenapa jadi, ibunya minta izin pada Disha, bawa tinggal bawa saja itu cowok kan.

__ADS_1


Disha juga harus kerja.


Ada-ada saja.


...****************...


"Edan ya lo!" hardik Maxime, ia sedang sibuk di ruangannya tapi mendadak ada seorang pasien rumah sakit yang masih lemah masuk ke ruangannya.


"Balik sono! Gue gak mau lo mati konyol disini!"


"Maxime, ayolah! Kalau gue terus disana, artinya gue bakal pulang ke rumah papa dan gue gak bisa bebas, Max! Sedangkan, gue butuh kebebasan untuk menemui Krystal." pintanya memelas, jarang-jarang Maxime melihat manusia satu ini memohon dengan muka memelas seperti itu.


"Please, Max!" ulangnya, Maxime nampak berpikir.


"Tapi, kalau lo tidur di penthouse gue, pasti papa lo bisa nebak dan nemuin lo, oke deh.


Pergi ke rumah gue, kebetulan gue ada rumah yang bisa di tempatin dekat Amusement Park."


Mata pria itu berbinar mendengar penuturan sahabatnya, ia memeluk Maxime dengan tubuhnya yang masih lemas.


"Thanks, bro! Lo emang bestie gue yang terbaik!"


Maxime, bukannya terharu malah menatap Kaisar jijik.


"Idih, bestie? Gaul sama bocah lo ikutan alay deh kayanya, iyuhh!"


Plak!


Kaisar menggeplak lengan Maxime.


"Eh eh eh, gak boleh nakal ya, gue batalin kemurahan hati gue ini loh yaa.."


mengancam Kaisar sangat menyenangkan bagi Maxime, soalnya jarang-jarang kannn.


"Gak usah cemberut, nanti gue suruh Mark, buat anter lo kesana, gue juga bakal panggil dokter buat periksa pasien bucin satu ini." ledek Maxime.


"Eh gak boleh marah!" ucap Maxime meledek saat ia sudah melihat Kaisar yang akan membalas ucapannya dengan wajah sebal ala Kaisar.


'Kalau gak lagi butuh, udah gue geplak itu mulut soang.' geram Kaisar dalam hati.


Kalau bukan karena, ia berusaha untuk bisa bersatu dengan cintanya, malas banget rasanya mendengar ocehan dari mulut soang Maxime yang kurang ajar.


DOUBLE UPP LOHHHH


DOUBLE DUKUNGANNYA JUGA DONGG

__ADS_1


HEHHEEE


__ADS_2