
Krystal memilih berjalan-jalan sendirian.
Ya, sendirian saja.
Ia ingin menikmati suasana ini sebelum kembali ke Milan.
Krystal tetap cantik dengan gaya casualnya sekarang, rambutnya di cepol asal tapi tidak mengurangi auranya.
Matanya berbinar sepanjang ia berjalan di sebuah mall besar.
Ia pergi ke lantai teratas untuk menonton film, ia benar-benar menikmati waktu sendirinya.
Selesai menonton film, ia melihat-lihat buku di toko buku, oh ya walaupun dulu Krystal gadis manja menyebalkan dan malas belajar, sekarang hobinya justru membaca.
Krystal memilih beberapa buku yang menurutnya menarik kemudian beralih ke toko boneka.
"Oh, ini mirip teollaegi." ucapnya antusias, di rumah, Krystal punya boneka teollaegi zipduri ukuran besar yang mana itu boneka yang kata Baekhyun, melambangkan bahwa pria itu akan melindunginya.
Jangan salah paham, Baekhyun bukan pria baru apapun lagi yang akan bersaingan dengan Leonel, tidak.
Baekhyun adalah idolanya.
Krystal suka EXO dan membernya Baekhyun adalah ultimate biasnya, pria lucu dan hyper aktif pemilik suara emas sekaligus main vocal grup EXO.
Yang bahkan album solonya sudah terjual jutaan eksemplar, hebat kan?
"Eh!" pekik Krystal karena boneka yang di pegangnya di rebut oleh makhluk kecil yang entah siapa itu.
"Hei anak kecil, kamu ini__" Krystal hampir saja protes kalau ia tidak memperhatikan siapa bocah itu.
'Jeno?'
Diam-diam ia tersenyum tipis, tipis sekali sampai tidak akan ada yang menyadari jika Krystal tersenyum.
"Aku mau beli yang ini, tante jangan ambil." kata anak itu tegas.
"Tapi kan aku duluan yang mengambilnya." ujar Krystal.
"Aku duluan."
"Hei, kamu bisa ambil yang lain kan, aku ingin ini." kata Krystal lembut.
"Tidak ada yang lain, lagian kan tante sudah besar untuk apa boneka?"
Krystal tersenyum, Jeno.
Anak itu sangat pintar, bahkan usianya belum genap menginjak empat tahun kan?
"Untuk putri, tante dong. Tapi, kalau Jeno mau, boleh buat Jeno, tante yang belikan, oh iya, Jeno disini sama siapa?"
Bocah itu mengerutkan keningnya bingung, mukanya sangat lucu sampai mengundang Krystal untuk mencubit pelan pipi gembul itu.
"Kok tante tau, namanya Jeno?"
__ADS_1
"Tau dong, tante ini adiknya tante Disha." ungkapnya, Jeno mengangguk mengerti dengan sangat lucu.
"Jeno sama siapa?"
"Tadi sama tante Sara, tapi..."
"Ya ampun, No! Kamu darimana sih, hampir aja tante nangis, tante kira kamu hilang." seru seorang gadis remaja masih dengan seragam sekolahnya.
"Ayo pulang! Eh tapi, ini bonekanya siapa?" tanya Sara heran.
"Jeno, pulang ya di cariin sama tantenya. Lain kali, hati-hati jagain adiknya." ucap Krystal lembut, Sara cuma tercengang melihat siapa itu, waktu kecil ia tidak mengerti masalah apa di antara kakaknya dan wanita di depannya ini, Sara tidak mengerti apapun.
Yang gadis itu tau yang ada di depannya adalah Miracle Krystal, model ternama yang adalah adik dari kakak iparnya, ck! Kemarin ia tidak sempat foto bareng karena sibuk bersama saudara-saudara yang lain.
"bonekanya bawa aja, tante yang bayar." kemudian Krystal dengan anggunnya berjalan ke arah kasir untuk membayar boneka itu dan menyerahkannya lagi pada Jeno.
"Makasih, tante cantik." ungkap Jeno, awalnya sewot sekarang senang karena dia mendapat apa yang di mau.
Krystal tersenyum kemudian mencuri ciuman di pipi Jeno, kemudian pamit pergi.
"Baik banget, dia beliin boneka guguk buat, Nono?" tanya Sara pada keponakan kecilnya yang cuma mengangguk lucu.
"Padahal kita kan gak dekat." gumam gadis itu, sambil menatap kepergian Krystal.
"Aduh!!!! Kenapa kalau pas ketemu dia jadi ngebug gini sih akunya, harusnya kan minta foto. OMG!!!" pekik Sara yang mendapat tatapan aneh dari Jeno.
Tantenya yang ini memang aneh.
"Dia tumbuh dengan baik." ucap Krystal pelan, setelah masuk ke dalam mobilnya, ia memasang earphone dan memutar lagu kesukaannya, semua yang di nyanyikan Byun Baekhyun, Krystal suka.
Sekarang ia memilih mencari area alun-alun atau semacamnya, biasanya suka ada festival jajanan kan, Krystal tidak menemukan festival jajanan nusantara kalau di luar negeri jadi ia harus menemukan itu sekarang.
Sesekali ia tersenyum melihat beberapa papan iklan yang menunjukkan kecantikannya.
"Disini aku terkenal juga, apa mudah melupakan aku di saat wajahku ada dimana-mana, kak?" ucapnya, yang sayangnya pada dirinya sendiri.
Bicara pada Kaisar?
Apa dia sudah gila?
Bukankah sejarah masa lalunya sudah cukup kelam?
...****************...
"Mom!" pekik bocah itu sambil membawa boneka anjing yang baru ia dapatkan.
"Nono, darimana saja, pulang sekolah kenapa gak langsung pulang, Sara juga? Kan bisa pulang dulu ganti baju." omel Liora, walau begitu Sara tau kakak iparnya mengomel karena sayang.
"Tadi aku udah pulang, kan aku pulang cepat, terus izin jemput Jeno, juga kan kak." jawab remaja itu.
"Iya, tapi kenapa gak pulang dulu, kan nanti bisa pergi sama kakak, kalau ada apa-apa gimana, gak ada yang jaga lho."
Kaisar yang tengah sibuk dengan beberapa berkas di tangannya, menoleh ke arah dimana Liora mengomel.
__ADS_1
Ia tersenyum, andai bukan Liora dan Jeno, pasti rumahnya akan sepi.
Wanitanya itu terus mengomel sepanjang hari, apalagi jika khawatir.
"Daddy?! Daddy di rumah?" Jeno mengabaikan mommynya dan berlari ke arah Kaisar.
"Cuma sebentar sayang, daddy mau balik ke kantor." memang Kaisar pulang cuma untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal.
Kaisar mengusak rambut lembut anaknya kemudian menciumnya gemas.
"Uh, oke! Coba lihat, Nono punya boneka bagus yang lucu!" ucap anak itu antusias menunjukan bonekanya.
Liora dan Sara cuma bisa memperhatikan bagaimana interaksi Jeno dan daddynya.
Sara memilih duduk di salah satu sofa yang ada di ruang keluarga itu.
"Wah bagus, siapa yang belikan? Tante, Sara ya?" ucap Kaisar sambil menoleh ke arah adiknya yang paling kecil itu.
"No! Tadi, Nono ketemu tante baik, tadinya tante itu yang mau, tapi karena Jeno suka boneka ini jadi tante itu belikan buat, Nono." cerita anak itu dengan antusias.
"Oh ya? Baik banget, bilang makasih gak tuh?" tanya Liora sambil membawa putranya ke pangkuannya.
"Bilang dong, mom! Kan, Nono pintar."
Kaisar tertawa mendengar sahutan putranya yang lucu itu.
"Tau gak sih, kak? Adiknya, kak Disha yang beliin, itu yang model terkenal itu, udah cantik, baik banget lagi." kata Sara tiba-tiba, Sara sangat antusias bagaimana ia bertemu idolanya.
"Apa?"
Liora tiba-tiba kaku, senyumannya hilang.
Begitu juga dengan Kaisar.
"Daddy pergi kerja dulu ya, jangan nakal sama mommy." pamit Kaisar lalu mengecup pipi Jeno, kemudian Liora.
Liora tersenyum pahit.
"Aku baru mendapatkan perhatian suamiku, kenapa kamu tiba-tiba datang?" batin Liora yang merasa, kekhawatiran menyergap hatinya.
"Kak? Kok diem sih?" tegur Sara, "Kakak pasti tau kan?" lanjut gadis itu lagi yang sama antusiasnya seperti Jeno.
"Eh? Iya, kakak tau." jawabnya dengan senyum palsu.
Liora khawatir, sungguh!
Kaisar belum pernah sepenuhnya jadi miliknya dan saat pria itu hampir dalam genggamannya, Miracle Krystal itu mulai berkeliaran semakin dekat dengan rumah tangganya.
Pendek dulu ya guys, permulaan
Lama gak update maaf karena aku baru sembuh
Aku sakit guys jadi ga bisa update kemarin-kemarin.
__ADS_1
Semoga masih ada yang suka sama cerita ini....
. Terimakasih