My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 49 : Weird


__ADS_3

Leonel melihat postingan media sosial Krystal, wanita itu sangat menawan dengan halter dress warna bronze berbahan satin.


Memamerkan bahu indahnya dan juga kaki jenjangnya, karena meski panjang ada belahan sampai lututnya yang mengekspos kaki mulusnya, kulit Krystal yang agak tan itu membuatnya terkesan seksi.


"Cantik sekali, kalau kita menikah aku tidak akan membiarkan kecantikanmu di lihat oleh orang lain." ucap pria itu tanpa sadar.


Sampai di detik berikutnya ia menepuk kepalanya, "Dia bahkan menolak aku. Bodoh!" rutuk pria pemilik iris emerald itu.


Di aula pesta.


Krystal mendapat satu notifikasi dari ponselnya.


Ia tersenyum tipis melihat bahwa Leonel menyukai postingan barunya.


Iseng ia membuka profil Leonel dan melihat beberapa foto yang pria itu unggah.


'Sebenarnya, Leon orang yang tampan, baik, mempesona dan rapih, tipe idealku, tapi... ck aku jadi takut membayangkan bagaimana kecilnya aku di tengah keluarganya.' batin Krystal.


Krystal duduk santai di salah satu meja yang ada di pojok sekali, sambil terus sibuk pada ponselnya.


"Wah, tampan! Apa dia orang Italia? Wow, kamu bisa ceritakan pada mama nanti, tapi sekarang ayo kita foto keluarga." goda Rayrin lalu mengajak putrinya bangkit untuk berfoto bersama.


Pertama, keluarga mempelai wanita, kemudian waktunya untuk keluarga mempelai pria, tapi masih di tunda sebentar.


"Gimana? Tadi kamu di telepon Ishar, kan?" tanya Farid penasaran.


"Iya, katanya sih tadi ada sedikit masalah, katanya Liora sempat gak enak badan. Tapi katanya lagi di jalan kok." jelas Akira, tadi memang Kaisar menelpon bilang kalau mereka sekeluarga telat, karena tadinya sempat akan datang tanpa Liora, karena wanita itu sepertinya masih tidak enak badan.


Tapi, Liora memaksa dan akhirnya mereka pergi walau sangat terlambat.


"Itu dia! Huh!" tunjuk Sam, lega bercampur kesal, "Bisa-bisanya lo ya, Bang! Adek lagi nikahan malah."


Maafkan Sam, yang tidak pengertian, kan Samud belum tau penyebab kakaknya terlambat.


"Udah mau foto keluarga loh ini." cibir Samudra.


"Sorry, ada sedikit masalah, Liora gak enak badan tadinya gue pikir, dia gak usah aja ikut. Tapi maksa. Ngomong-ngomong, selamat." jelas Kaisar kemudian memeluk adiknya itu dan lanjut memberi selamat pada Disha.


"Kakak ipar? Kenapa?" tanya Sam, jadi khawatir.


"Gak apa-apa, Kai aja yang berlebihan. Selamat ya, Samud. Jadi suami yang baik untuk Bu dokter cantiknya."


"Siap itu sih udah pasti, karena sudah melewati ujian dari papa mertua dengan sempurna! Ya kan, sayang?" lagi-lagi Sam, menggoda Disha yang sedari tadi cuma diam di sebelahnya.


Maaf, Disha kan anaknya emang pendiam, yang penting sopan hehe.


Sedangkan di satu titik, Krystal mematung tanpa mau memandang kemanapun kecuali memandang kakinya sendiri.


Akhirnya pria itu datang.


"Mama, ital. Jenna mau itu." seru Jennara sambil menarik-narik jemari Krystal.


"Nana mau apa sayang?" tanyanya lembut pada gadis kecilnya itu.


"Itu, cake itu." tunjuknya pada salah satu kue.


"Oke! Ayo kita ambilkan untuk princess Jenna." seru Krystal, akhirnya ia punya satu alasan untuk menjauh dari lingkar keluarga.


"Jennara, Krystal mau kemana, ayo foto sekeluarga dulu semuanya!" panggil Rayrin, Krystal mendesah berat saat itu juga.

__ADS_1


Begitu juga dengan Kaisar yang langsung berdebar tak karuan saat melihat punggung Krystal bersama dengan seorang balita perempuan.


"Ayo sini, Nana sama, Omma." Rayrin merentangkan tangan untuk menggendong Jennara tapi balita itu menolak.


"Nana, mau sama mama ital."


'Mama? Krystal sudah punya anak?' batin Kaisar, sesungguhnya timbul banyak pertanyaan mengenai Krystal tapi siapa dirinya saat ini? Cuma masa lalu.


Liora merasa waspada, melihat Krystal disana.


Kaisar yang berdebar tak karuan, Akira yang khawatir dan Kris yang merasa tak enak hati.


Seluruh keluarga punya rasa yang mereka rasakan masing-masing ketika melihat Kaisar menatap Krystal yang enggan berbalik badan dengan intens.


Seakan penasaran.


"Ayo, Krystal."


Rayrin menarik tangan Krystal hingga tampak wajah Krystal yang sudah berubah.


Tidak ada wajah imut dan lucu yang sangat manja.


Hanya, wajah angkuh dengan aura dingin milik seorang Miracle Krystal sang pemilik tubuh emas.


Liora terus memperhatikan bagaimana perubahan mimik wajah suaminya.


Ia tahu cepat atau lambat keduanya akan bertemu.


Alih-alih menghindar, Krystal bersikap percaya diri seolah tak mengenal Kaisar.


Sampai, sesi foto keluarga berakhir, semuanya aman terkendali.


"Kai, kenapa gak di makan, makanannya?" tanyanya lagi, tapi Kaisar tak menjawab.


"Kai!" Ia memutuskan untuk menepuk pundak Kaisar dan mengikuti kemana arah mata itu memandang.


"Iya, kenapa? Ada yang sakit? Kamu mual lagi atau gimana?" tanya Kaisar kelabakan.


"Kangen ya?" ucap Liora ketus.


"Liora jangan mulai, kami sudah saling melupakan dan punya hidup masing-masing." tekan Kaisar, Liora memilih diam karena tidak mau ribut di acara yang bahagia ini.


...****************...


Liora diam saja sejak pulang dari pesta.


Wanita itu langsung membersihkan badan dan menidurkan Jeno tanpa bicara lagi.


Cklek.


Kaisar menengok ke arah pintu yang tersambung dengan kamar Jeno.


Liora masuk ke kamar mereka dengan wajah datarnya.


"Jeno, udah tidur?" tanya Kaisar basa-basi, meski Krystal kembali, kenyataannya tetap, ia sudah berkeluarga dan sudah berniat memperbaiki hubungannya dengan Liora.


"Iya." singkat Liora, lalu merebahkan tubuhnya di samping sang suami.


Melihat itu, Kaisar langsung memeluk Liora dari belakang dan mendusal pada ceruk leher Liora.

__ADS_1


Tidak biasanya.


Liora merasa heran.


"Jangan marah." ujar Kaisar dengan suaranya yang serak dan dalam.


"Kamu aneh, Kai."


"Nggak ada yang aneh, untuk orang yang mau memperbaiki dirinya, sayang."


Liora berbalik, membuat posisi mereka berhadapan.


"Kamu beneran aneh." kata Liora, terus membalikkan badannya lagi membelakangi Kaisar.


Soalnya, tidak biasanya suaminya memanggilnya dengan kata sayang.


Di dalam sana sebenarnya, Kaisar juga sedang menahan gejolak dalam batinnya.


Antara Krystal dan keluarga kecilnya, yang mana ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar mencintai istrinya.


"Sayang, aku menginginkanmu. Bisakah?" bisik Kaisar tepat di telinga Liora.


Dan ini juga membuat Liora kaget, karena suaminya jarang. Jarang sekali , menyentuhnya, bahkan bisa di hitung dengan jari, itupun kadang dirinya yang sengaja memancing duluan.


Liora mengangguk setuju.


Kaisar tersenyum penuh kemenangan dan melampiaskan kebimbangan itu dengan bercinta dengan istrinya.


Sepertinya, pria itu lupa soal Liora yang sedang tidak enak badan dan hampir jatuh pingsan tadi pagi.


Liora juga, tetap berusaha memuaskan suaminya meskipun ia harus menahan rasa sakit di salah satu bagian tubuhnya.


Karena bagi Liora, Kaisar lebih penting daripada rasa sakit yang masih bisa ia tahan.


"Terimakasih, sayang." ucap Kaisar kemudian mengecup kening istrinya itu sebelum akhirnya ambruk di sebelah, Liora.


Liora lagi-lagi tersenyum oleh hal aneh yang terus Kaisar lakukan.


Ucapan terimakasih yang tidak biasanya.


'Setidaknya di akhir sisa hidupku, aku bisa merasakan rasanya di sayangi kamu, di cintai kamu dan di utamakan oleh kamu. Karena itu yang dari dulu pengin aku rasain. Sampai aku capek bertanya ke diri aku sendiri, kapan kamu bakalan sayang sama aku, Kai.'


Liora membatin dengan mata yang berkaca-kaca menatap ke arah suaminya yang sudah memejamkan matanya.


Untuk pertama kalinya.


Dalam rumah tangga ini, Liora merasa bahagia yang benar-benar bahagia.


Gimana chapter ini???


Kurang nge feel yaaa??


maafffff


PART INI ANEH BANGET AKU TAUUUUUU


Mungkin ada yang berharap pas mereka ketemu bakal ngobrol, melepas rindu, adu argumen dan sebagainya tapi enggak.


Pokoknya besok aku update biar lebih jelas lagi

__ADS_1


__ADS_2