
"Makan yang banyak, putri mama kurus sekali, apa disana kamu enggak makan?" oceh Rayrin yang menemani putri bungsunya makan malam dan seperti biasa ya mereka makan bersama dalam satu meja.
Minus, kakek dan neneknya yang sekarang memilih tinggal di rumah peristirahatan mereka yang ada di sebuah desa dekat pegunungan.
"Makan, mama. Tapi kan, mama tahu aku model, mama pasti tahu lah." ucap Krystal yang lahap makan masakan mamanya.
"Uhuk!"
Nah kan, tersedak. Krystal langsung minum sebelum ia batuk lebih parah.
"Pelan-pelan, sayang. Papa gak akan merebut makananmu." ujar Kris sambil mengusak rambut anaknya.
Hatinya menghangat, ia sudah lama tidak merasakan kasih sayang mereka yang seperti ini.
"Abisnya, Krysie rindu masakan mama, apalagi nasi goreng buatan mama, itu enak banget, gak ada deh yang bisa nyamain!"
Rayrin terkekeh mendengar penuturan putrinya, "Anak mama, makan yang banyak nanti disana gak ada masakan mama loh."
"Huh, iya. Krystal jadi sedih." ucapnya lesu.
"Mama, apa mama Krys akan pergi lagi?" celetuk Jennara yang makan dalam pangkuan Shine.
Krystal mengangguk, "Iya sayang."
"Yah, kenapa? Mama gak boleh pergi lagi, disini aja." ujar gadis kecil itu sedih.
"Disana mama, kerja. Biar bisa belikan, Jennara boneka beruang yang besar sekali. Katanya, Nara mau boneka beruang yang banyak dan besar kan?"
Jennara mengangguk lucu dengan mata berbinar-binar.
"Besok mama belikan."
__ADS_1
"Jangan, Krystal. Kemarin dia sudah di belikan sama ayahnya, sebelum mas Langit pergi dinas. Bonekanya udah banyak banget." sahut Shine.
"Tapi, Jennara belum punya yang besarnya seperti beruang sungguhan, bunda." rengek anak kecil itu cemberut.
"Kita beli, nanti kalau ayah pulang." kata Shine, putri kecil Shine itu mendengus lucu.
"Kapan ayah pulang?"
"Nanti, lusa. Sekarang, Nara makan dulu jangan nakal sama mama Krystal."
"Nara enggak nakal, kok." sanggah gadis kecil itu.
"Iya, Nara gak nakal, bundanya Nara aja yang gak asik."
"Krystal!" tegur Shine, Kris senang melihat kedua putrinya berkumpul dan bercanda seperti sekarang.
"Kalau bunda kamu gak mau, nanti kakek aja yang beli buat Nara." kata Kris yang langsung mendapatkan tatapan tidak suka dari Shine, boneka putrinya itu sudah sangat banyak.
Ia lelah membereskan boneka-boneka Jennara yang selalu berserakan di kamarnya.
...****************...
Berkumpul bersama keluarga adalah hal yang selalu Krystal rindukan.
Meski, Disha tidak ada karena ikut suaminya.
Tapi, ini sudah cukup.
"Krys, kenapa sih lo ngakuin, Jennara. Di depan, Leonel?" tanya Shine, ia penasaran kenapa adiknya mengakui putrinya sebagai anaknya, ya walaupun memang dari awal Jennara sudah di ajarkan memanggil Krystal, mama.
Untuk mengobati rasa rindu perempuan itu pada anaknya yang jauh darinya.
__ADS_1
"Aku, cuma mau tau setulus apa dia." jawab Krystal sambil mengganti siaran televisi di ruang keluarga mereka.
Shine memutar bola matanya malas ketika melihat siaran apa yang di pilih adiknya.
"Pororo? Lo udah dewasa, gila. Kaya, Nara aja liat Pororo." ejek Shine.
"Kak, aku gak nyangka banget bakal nemuin cowok sebaik dia. Dia nerima, Nara lho."
"Jangan di sia-siakan ya, lupain masa lalu, lo. Terus, lo juga harus jujur kalau Jennara itu anak gue bukan anak lo."
"Iya kak, nanti."
Bercakap-cakap dengan akrab seperti ini, sudah lama mereka tidak melakukannya.
Krystal jadi malas balik ke Milan.
"Sampai berapa lama, dia disini?"
"Sampai dia bosan mungkin, kenapa?"
"Effort dia gak main-main, sampai nyusul ke sini." kekeh Shine, menurutnya Leonel bucin.
"Nikah aja deh kalian." canda Shine.
"Nggak dulu deh kak, pacaran sama dia aku aja udah malu. Apalagi nikah, dia itu cowok baik dan latar belakang keluarganya juga gak main-main. Mana pantas?" ucap Krystal tersenyum miris.
Tanpa mereka sadari, Kris meneteskan air matanya di tempat persembunyiannya.
"Harusnya kamu tidak merasakan ini, Nak." gumam pria tua itu, putrinya adalah anak dari keluarga baik-baik dan terpandang, tapi bagaimana lagi, ini juga salah anaknya sendiri yang menghancurkan masa depannya di masa lalu.
Ada yang bingung???
__ADS_1
Double up nih, boleh dong bunga dan kopinya hehe
Terimakasih semua