
"Mom, susu stroberi, Jeno..." rengek bocah itu, Liora hanya tersenyum sambil mengusap gemas rambut lembut anaknya.
Lalu, mengambilkan sekotak susu stroberi yang langsung di minum oleh Jeno.
"Dia kaya mama ya, suka susu stroberi banget." ucap Liora sambil melihat ke arah suaminya.
Kaisar tersenyum lebar ikutan, mengusak rambut halus putranya.
"Ish, Daddy. Nanti rambut Nono rusak." protes bocah itu mengundang tawa orang tuanya.
Liora harap bisa selamanya begini, tapi apa ia mampu menahan sakitnya lebih lama?
Bukan hanya soal hati tapi juga fisik.
Liora tidak tahu sampai kapan ia bisa bernapas.
Sampai kapan, matanya mampu memandang mata jernih putranya, menggendongnya, bermain dengannya, memasak untuknya.
Ah, hampir saja ia menitikkan air mata kalau tidak ingat, ada Jeno dan Kaisar di dekatnya.
Angin sejuk, cuaca cerah, rumput hijau dan danau yang hijau.
Suasananya juga sangat damai benar-benar mendukung keharmonisan mereka bertiga.
"Kalian sangat bahagia ya? Tapi adikku?" gumam Shine yang berada tak jauh dari sana, Shine ada di sana juga bersama Jennara dan Langit, ia tak sengaja melihat kebahagiaan keluarga kecil itu.
"Sayang?" panggil Langit, karena ia sudah berjalan jauh dengan Jennara tapi, istrinya ternyata tertinggal.
Langit menghampiri dimana istrinya berdiri sambil menggendong Jennara dan mengikuti arah Shine memandang.
Langit, langsung mengerti, ia menepuk pundak istrinya.
"Sudahlah, Krystal juga sekarang punya kehidupannya sendiri."
Shine menengok dengan tatapan tajam, ia sepertinya lupa bahwa itu suaminya.
"Aku gak terima, mas. Tetap enggak, sesukses apapun adik aku, tapi dia gak bahagia, aku tahu itu dan cuma aku yang peduli sama dia." balas Shine emosional.
"Ssttt... tenanglah ini di tempat umum." Langit menoleh kesana kemari memastikan bahwa mereka tidak jadi perhatian sekitar.
"Kamu bikin Jennara takut sama kamu." lanjut Langit dengan nada lembutnya.
"Astaga, maaf, maaf, maaf." sesal Shine, setiap melihat keharmonisan keluarga Kaisar dan Liora di sosial media ataupun secara nyata, membuat Shine langsung emosional.
Entah bagaimana, orangtuanya begitu abai sampai malah berbesanan dengan keluarga pria itu.
Mungkin iya, Krystal yang memilih meninggalkan Kaisar dan itu tepat.
Tapi buruk untuk masa depan dan kesehatan mental adiknya.
...****************...
Besoknya, cuaca cerah bahkan sinar mentari terpantul menyilaukan oleh air laut yang biru nan jernih.
"Satu pose lagi, Krys! Ya, begitu, tahan!" seru Leonel mengarahkan sang objek foto.
"Selesai, bisakah kita istirahat?" keluh sang fotografer, jujur cuaca di Bali sangat cerah dan ya, di pinggir pantai luar biasa menyengat mataharinya.
"Woah! Indonesia sangat panas." lagi-lagi pria berdarah Spanyol-Inggris itu mengeluh.
__ADS_1
"Kalau begitu jangan coba-coba menikahi orang Indonesia." goda Diana sambil memberikan minuman dingin pada teman sekaligus rekan kerjanya.
"Akan aku bawa dia ke Spanyol, Di."
"Seenaknya!" ketus Diana bercanda, sedangkan Krystal hanya diam saja sambil menikmati angin pantai.
Leonel hanya terkekeh, bulir-bulir keringat nampak jelas mengalir di pelipis hingga lehernya.
Siapapun akan berkata pria itu sangat sexy dengan kemeja putihnya yang mana tiga kancing atasnya ia buka memperlihatkan dada bidangnya.
Ini baru fisik, bagaimana reaksi wanita jika tau ia anak bungsu Claire Rodriguez dan keponakan Glare Demetrio pendiri Glare & Claire ?
"Tidak berminat jadi model saja, bro?" canda rekan mereka, Mike.
"Aku lebih suka melihat mereka daripada berpose." sahut pria seksi itu.
"Kau tau Le? Gadis-gadis sedari tadi memandangmu dengan pandangan memuja." kata Diana bercanda.
Semuanya bercanda, tapi Krystal hanya diam ada beberapa hal yang mengusik pikirannya saat ini.
"Sepertinya mereka bisa mimisan jika terus memandangiku." bangga Leonel sambil menyugar rambut dengan potongan undercut nya ke belakang.
"Cih, aku menyesal memujimu." decih Diana.
"Aku bahkan tidak meminta pujian mu itu, Nona." ledek Leonel.
Krystal hanya tersenyum miring, ia hanya tersenyum melihat rekan-rekannya bercanda sangat jarang ikut tertawa.
...****************...
Pemotretan selesai, Krystal ingin melihat matahari tenggelam di pantai pasti indah.
"Seperti yang kau lihat." jawab wanita itu seadanya.
Krystal memilih duduk di atas pasir putih itu sambil melihat langit yang mulai berubah jadi oranye.
Leonel ikut duduk di samping gadis pujaannya yang terlihat cantik dengan gaun floral.
Kulit Krystal yang agak tan nampak indah tertimpa sinar oranye matahari yang tenggelam.
"Wah, cantiknya." puji Krystal sambil mengabadikan momen matahari tenggelam itu menggunakan kamera ponselnya, Leonel juga melakukan hal yang sama.
Bedanya, ia mengabadikan senyum langka Krystal yang tengah memandang matahari terbenam.
"Kau lebih cantik." puji Leonel tanpa melepaskan pandangannya, Krystal hanya tersenyum tipis menanggapi itu.
"Aku semakin jatuh hati padamu." ungkap Leonel dengan nada serius dan itu membuat Krystal membeku.
Krystal menoleh perlahan ke arah samping dimana Leonel masih menatapnya dengan tatapan penuh kekaguman.
"Kau bercanda?" Krystal terkekeh canggung.
"Aku harap iya, tapi tidak! Aku sungguh telah jatuh sedalam-dalamnya pada keajaiban pesona Miracle Krystal." ungkap Leonel lagi.
Krystal melihat ketulusan dalam mata pria itu, tapi bisakah ia percaya pada Leonel?
Oh ya, apakah ia pantas?
Mungkin yang kalian tau Leonel hanya seorang fotografer, tapi ia profesional!
__ADS_1
Dan ya, latar belakang keluarganya tidak main-main.
Jika ibu dan bibinya pemilik luxury brand Glare & Claire.
Maka ayahnya adalah pengusaha sukses di Inggris, bahkan Krystal berpikir bahwa Leonel adalah orang kaya kurang kerjaan karena harus bekerja jadi fotografer.
"Krys? Kenapa hanya diam?" tegur Leonel, sebab wanita di hadapannya hanya diam sambil terus menelisik mata emerald miliknya.
"Jangan, Leo."
Jangan! Leonel adalah seorang Anderson dan bagian dari keluarga Rodriguez yang terkenal di Spanyol, lalu Krystal siapa?
"What?"
Leonel heran, why not?
"Jangan jatuh hati padaku." ujar Krystal sendu, lantas beranjak dari duduknya.
Tapi, dengan cekatan tangan kekar Leonal mencegah Krystal pergi.
Dan
Cup!
Satu kecupan mendadak dari Leonel membuat Krystal kaget bukan main.
"What are you doing?!" tanya Krystal emosi tepat setelah Leonel melepaskan bibirnya.
"Why not, Krys?! Kenapa tidak boleh?"
Krystal membuang arah pandangannya, ke arah lain asal jangan ke Leonel.
"Intinya, jangan!"
"Beri aku satu alasan jelas! Aku tidak bisa menghentikan perasaanku tanpa alasan jelas darimu, dan apapun itu alasannya yang aku tahu aku mencintaimu dan ___"
"Kau mengatakan itu karena tidak tau apapun soal aku, Le! Berhentilah, aku harap kita tetap profesional." ucap Krystal dengan nada rendah dan dingin.
Krystal buru-buru pergi sebelum kembali di cegah oleh pria itu.
Andai...
Andai!
Krystal seorang gadis yang membawa keberuntungan dan keajaiban seperti namanya.
Andai, dia sudah hilang dari hatinya.
Bagaimana bisa ia menolak pria luar biasa sebaik Leonel?
Krystal tak pantas sangat tidak!
Untuk seorang Leonel Xavier Anderson.
"I'll get you, Mi Amor. Aku akan mendapatkan hatimu, Krys. Karena hanya kau yang pantas ada di hatiku, di sampingku, selamanya." lirih Leonel sambil memandangi Krystal yang semakin jauh dari jangkauan pandangnya.
Ada yang nunggu????
Gimana part ini??
__ADS_1