My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 52 : Second Choice


__ADS_3

Krystal mengendarai mobilnya secepat mungkin, beginilah Krystal kalau mulai kacau, tidak ingat keselamatan.


Bahkan sekarang ia berdecak kesal karena lampu merah.


Krystal menekan bel apartemen itu tak sabaran.


Tapi pintu apartemen itu tak kunjung dibuka, ia kesal tubuhnya merosot ke lantai.


"Ini enggak benar, aku terlalu terburu-buru membuat keputusan." katanya berpikir ulang, sambil menatap pintu itu.


Dulu, ia heran kenapa seorang Leonel punya unit apartemen mewah seperti ini, walaupun dia seorang profesional, tapi baginya itu berlebihan.


Tapi, sekarang Krystal tau, Leonel bukan pria sembarangan, tapi ini bukan waktunya untuk membeberkan betapa pria itu luar biasa dengan latarbelakang yang dimilikinya.


Krystal mengacak rambut panjangnya kasar.


"Bakal jahat, kalau aku jadiin dia pilihan kedua disaat aku kacau kaya gini!"


Ia sudah seperti orang tidak waras sekarang, yang datang dengan langkah cepat dan lebar lalu terduduk di depan pintu apartemen orang lain.


Awalnya, Leonel mau pulang ke rumahnya.


Dan pria itu benar-benar sudah ada di rumahnya dan sudah di sambut suara cempreng kakaknya dan bersatu dengan Claire, ibunya yang punya watak sama dengan kakaknya.


Tapi, ia harus terpaksa kembali ke apartemen pribadinya.


"Malas sekali." dengusnya, sambil berjalan di lorong apartemen. Ini sudah tengah malam!


Tapi bagaimana lagi, ia tidak bisa hidup tanpa ponsel dan ponselnya hanya bisa di charge dengan pasangannya saja, tidak bisa dengan milik yang lain.


Ia melangkah cepat sampai ia menemukan, Krystal ?


...****************...


Liora makin merasa tidak enak badan.


Semakin hari staminanya menurun, tubuhnya mulai ringkih.


Setiap melihat wajah pucatnya, ia sadar hidupnya tidak mungkin lama lagi.

__ADS_1


"Tapi, aku masih mau hidup lama sama kalian." lirihnya, ketika suaminya bekerja dan Jeno ke sekolah, tinggal dirinya seorang yang meratap akan keadaannya.


"Aku harus sembuh, atau setidaknya hidup lebih lama, aku baru merasakan perhatian suamiku, sikap hangatnya yang selalu aku harap."


Tak terima kenyataan, Liora selalu meratap sebelum ia memoles wajahnya agar terlihat segar.


Warna pink cerah untuk bibir pucatnya hari ini, Liora siap beraktivitas untuk kemudian menjemput pangeran kecilnya.


Kaisar berhasil, ia berhasil dengan perusahaan entertaintmentnya, ia memiliki banyak artis di bawah naungannya.


Penyanyi,model, aktor ataupun aktris.


Ia sibuk, itu pasti.


Gedung belasan lantai yang luar biasa, loby yang mewah, studio rekaman, tempat untuk para staff dengan berbagai divisi.


"Hasil dari melupakan keluarga lo." celetuk Maxime lancang saat mengagumi isi dari lantai tujuh, desain interior yang mewah ada kafe di lantai tujuh dan ada layar besar yang menampilkan artis-artis dari perusahaan secara bergantian.


"Sialan!" umpat Kaisar, kemudian ia duduk menghadap jendela kaca besar yang memperlihatkan jalanan di bawahnya beserta gedung-gedung tinggi di sekitarnya.


"Ada yang salah?" cibir Maxime, tentu Maxime benar, mana mungkin salah.


"Gue nyesel Max, tapi_"


"Tapi baru-baru ini, dia muncul di hadapan lo, begitu? Terus, lo gak jadi nyesel, mau ninggalin anak istri? Gak tau diri lo!"


Jangan kalian pikir, karena Maxime tidak di sorot terus pria itu tidak tahu apa-apa.


Ia tahu banyak hal secara kebetulan dan kebetulan pula ia tahu ada Krystal saat mereka di Bali dan Maxime lah yang membuat Kaisar tidak tahu ada wanita itu disana, hebat kan?


Padahal mereka satu hotel.


Maxime gitu loh!


"Kok lo sensian amat sih!"


"Ya gak sensi gimana? Orang punya temen kagak tau diri. Istri cakep, baik,setia, nurut, anak ada, terus apalagi yang lo mau?!" cerocos pria itu, Kaisar pikir temannya tidak salah, meski Maxime itu kelakuannya suka di luar nalar, tapi pria itu masih punya nalar.


"Max, gue masih usaha, buat cinta sama Liora, gue bisa nerima dia, tapi gak bisa untuk cinta." kata Kaisar pelan, matanya memandang pemandangan ibu kota dari bagian kebanggaan perusahaannya.

__ADS_1


"Ini udah berapa tahun, bro? Susah banget emang? Ini sih emang lo aja yang enggak niat, bikin Jeno aja lo bisa, kenapa? Emang niatnya pengen enak doang? Ha?"


Plak!


"Kurang ngajar, lo!" Kaisar menggeplak teman tampannya dengan tanpa perhitungan, terserah, sakit ya sakit dah itu kepala.


"Tahu diri lo, anjir! Sebaik itu dia sama lo,malah lo sibuk mikirin selingkuhan lo yang udah ninggalin lo, goblok lo!" cerca Maxime, Kaisar tak marah, sungguh ia tak marah karena meski kasar, ucapan Maxime itu emang benar.


Dia pria tidak tahu diri.


"Sekarang aja, masih lo sia-sia. Ntar, pas kehilangan baru kerasa." celetuk Maxime asal, tapi itu sukses jadi beban pikiran di kepala Kaisar.


Ucapan Maxime jadi beban, di tambah bayang-bayang Krystal kemarin?


Ia bahkan bercinta dengan Liora bukan karena ia ingin istrinya, tapi karena perasaannya yang kacau di buat Krystal.


Kaisar tahu ia sangat .... entah kata apa yang pantas untuk lelaki bodoh sepertinya.


"Stop! Buang dia jauh-jauh dari pikiran lo, dia yang ninggalin lo disaat lo berusaha untuk memperjuangkan hubungan kalian, see? Harusnya lo benci tuh cewek." ucapan Max menyadarkan dirinya dari beban pikirannya yang melayang kemana-mana.


'Tapi, dia punya alasan.'


Kaisar cuma membatin, daripada di semprot lagi.


...****************...


Leonel membatu saat tiba-tiba tubuhnya di tubruk oleh Krystal.


Ya, Krystal berlari dan masuk ke dalam pelukannya secara tiba-tiba, tepat setelah ia menggumamkan nama perempuan itu.


"What happen with u, Krys?"


Ini rumit, jujur ini novel terumit yang aku buat setelah Suami Kualitas Premium.


Makanya aku gak berani lanjut Suami Kualitas Premium, karena rumit takut salah ambil langkah.


Ada dua sisi gitu deh, bingung.


Tapi kalau ini bingung si enggak, cuma jalan ceritanya mungkin di luar ekspektasi kalian.

__ADS_1


Slow alure.


__ADS_2