
Rayrin tercengang saat melihat suaminya menyeret putri bungsunya dengan kasar bahkan pria itu melemparkan Krystal ke arah dimana Rayrin berada sekarang.
Krystal mendarat di bawah kaki ibunya, gadis itu mendongak dengan mata berkaca-kaca.
"Apa ini, Mas?" tegur Rayrin, yang tak tahu apa-apa tapi tiba-tiba di hadapkan situasi yang buruk.
"Kenapa ribut-ribut?" Bram dan istrinya, muncul dari arah pintu samping, mungkin keduanya sehabis bersantai di taman belakang.
"Tanya saja pada anak kesayangan kalian itu!" hardik Kris yang malah membuang muka seolah tak mau menatap putri bungsunya.
Rayrin berjongkok, membantu Krystal berdiri dan merangkulnya, kemudian memeluknya erat, "Mama, kangen sama Krysie." ungkap Rayrin sambil menciumi seluruh bagian wajah putrinya.
"Krys, juga kangen mama." balas Krystal, yang mendapat reaksi tak terduga dari papanya.
Kris tersenyum miring mendengar penuturan putrinya.
"Krystal kangen mama? Krystal kangen papa?" tanya Kris sembari mendekati putrinya yang masih berada dalam dekapan mamanya.
Krystal mengangguk samar.
Krystal harusnya merasa lega, papanya bertanya setelah sejak tadi bersikap dingin padanya.
Tapi tidak!
Ia bisa merasakan aura intimidasi dari sorot mata pria tua itu.
"Kangen kamu sama kami? Apa tidak lebih asik kamu tinggal berdua dengan kekasih orang lain tanpa ikatan jelas?!" serang Kris.
Rayrin dan para orang tua pun merasa aneh dengan Kris dan menatap pria itu dengan tatapan heran.
Sejak mereka bersatu sebagai keluarga, tak pernah ada kejadian seperti ini.
Tak pernah, mereka dapati pria itu kasar pada ketiga putri dan istrinya.
Dan sekarang, Kris mendorong Krystal kasar di hadapan Rayrin.
__ADS_1
"Kris, Krystal memang salah. Putri kita ini memang butuh hukuman kecil, tapi jangan begini, Kris. Biarkan dia jelaskan dulu, jangan sampai kita salah paham." bela Bram, namun Kris tak menerima, ia mengangkat tangan sebagai tanda bahwa Bram harus diam !
"Dia memang salah, sangat salah! Kabur dari perjodohan dan malah mempermalukan orang tua, dengan jadi wanita simpanan!" hardik Kris yang sudah hilang kesabarannya, sontak Rayrin menganga tak percaya, ia mendekati ibu mertuanya dan mencari kekuatan melalui genggaman tangannya.
Krystal menggeleng menolak argumen yang di kemukakan oleh papanya.
"Kamu tahu, Farid Danuarta?!" lanjut Kris lagi tanpa menurunkan nada suaranya.
"Dia itu teman lama kami, putranya sudah punya tunangan kamu tahu itu kan?! Lalu, kenapa Krystal?" Kris mencengkram kedua bahu putrinya.
"Kenapa kamu masuk sebagai orang ketiga? Kenapa?!" Kris mengguncang bahu Krystal yang cuma bisa menunduk dan menangis.
Rayrin ingin mencegahnya, ingin membela tapi ia pun belum tahu kejelasannya.
Mereka cuma bisa menonton drama anak dan ayah itu.
Kris menepuk dadanya kasar, "Papamu ini, sudah mencarikan calon terbaik untukmu! Tapi kenapa kamu malah memilih mempermalukan kami? Apa salah kami, hah?! Kami selalu memanjakan kamu, Miracle Krystal ! Dan ini balasanmu!"
"Mas! Sudah!" potong Rayrin dengan sesenggukan, ia tak sanggup melihat dua orang tersayangnya bertengkar seperti ini.
Tiba-tiba, tangisan Rayrin berhenti.
Kris menunggu reaksi istrinya begitu juga dengan para orang tua.
Mereka membebaskan Rayrin dan Kris untuk mengadili anaknya.
"Maaf, Papa." lirih Krystal, gadis itu beralih pada mamanya, "Maaf, mama."
Rayrin menggelengkan kepalanya, "Kamu jadi wanita simpanan?"
"Nggak, Ma! Kami saling mencintai!"
Plak!
Satu tamparan jatuh pada pipi Krystal, "Salah, Krystal! SALAH BESAR! Cinta kamu bilang?!" hardik Rayrin, wanita itu tersenyum remeh.
__ADS_1
"Apa kamu mau menambah kotoran di wajah ibumu dengan mencintai pria yang sudah bertunangan?! Dia putranya, Farid Danuarta, Krystal! Apa kata mereka, mereka pasti akan merendahkan aku dan kamu, Nak!" amuk Rayrin, ia tak menyangka sampai ke masa depan, kaitannya dengan keluarga Akira dan Farid belum juga usai.
'Mama benar, bahkan aku sudah mendengar penghinaan atas mama dan aku. Sebenarnya apa yang telah terjadi di masa lalu? Aku tidak tahu apapun tapi aku kena imbasnya.' batin Krystal penuh sesal, ia merasakan bagaimana ia begitu egois selama dia hidup.
"Apa saja yang sudah kalian lakukan di dalam sana berduaan, Krystal?! Bilang sama mama! Ya Tuhan, Kris!" Rayrin berpegangan pada suaminya, ia merasa lemas mendengar kenyataan ini.
"Putri kita, Kris..." lirih wanita itu pilu, Kris membawa istrinya pergi dari sana, semuanya pergi dari ruang utama dan meninggalkan Krystal sendirian.
******
"Aku sudah bertaubat, Mas... Tapi kenapa tetap selalu ada suatu hal yang bagai karma jatuh padaku." keluh wanita itu dalam pelukan suaminya.
"Tenang, sayang. Jangan pernah berpikir ini salahmu, yang sudah terjadi di masa lalu, ya sudah! Apa yang terjadi sekarang bukan karena kamu, Ray." katanya, meski ia juga kecewa berat, tapi Rayrin lebih membutuhkan dukungan, karena istrinya itu pasti akan menyalahkan dirinya sendiri.
"Mereka baru bertunangan, Rayrin sayang... Dengar aku!" Kris menangkup wajah istrinya yang masih nampak berseri di usia mereka yang sudah mulai tua.
"Putri kita bukan perebut suami orang, setidaknya ada sedikit keringanan dalam kesalahannya."
"Mas! Kamu selalu memanjakan dia, lihat dia! Dia jadi selingkuhan, Mas. Apapun hubungan pria itu dan kekasihnya. Tapi, Krystal tetap orang ketiga dan ya! Mereka tinggal satu atap, berdua! Meskipun aku penggoda suami orang dulunya, tapi kamu tahu kan? Aku selalu berusaha mendidik putri-putri kita dengan baik?"
"Iya sayang, iya! Aku percaya itu dan tolong jangan sebut diri kamu kaya gitu. Kamu berharga sayang, untuk aku kamu luar biasa, jangan salahkan atau merendahkan diri sendiri."
Kalau boleh jujur, Kris ingin menangis rasanya, "Maafkan aku, aku tidak bisa menjaganya." kata Kris sambil mengecup kening Rayrin.
"No!" Rayrin meletakkan telunjuknya di bibir suaminya, "Kamu ayah terbaik untuk mereka, Mas."
Meski pernah ada kesalahan Kris dalam rumah tangga mereka, tapi Kris selalu melakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.
Double up !!!!
Maaf kalau gak nge feel...
Makasih yang sudah dukung
Jangan lupa komentar dan vote nya yaaww
__ADS_1