My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 62 : beats for me


__ADS_3

"Kamu mau cerita sesuatu?" pancing Leonel, saat ini Leonel dan Krystal sedang saling memeluk dan berbaring santai di sofa panjang sambil menonton televisi, tapi sepertinya televisi yang menonton mereka.


Krystal menunjukkan wajah ragu, dia bingung sekarang cerita atau tidak, apa ia bisa mempercayai Leonel?


"Leon, aku_"


"Tidak masalah kalau tidak mau atau belum siap, aku tahu kita bahkan belum genap satu bulan pacaran." sanggah Leonel, sebelum mendengar kalimat penolakan dari pacarnya.


Setelah, itu pria itu melepaskan diri dan duduk.


"Mau kemana?" tanya Krystal sambil menarik tangan Leonel yang sepertinya mau berdiri dan pergi dari tempatnya.


"Mau minum." sahut Leonel, tanpa menoleh pada kekasihnya.


"Tapi kan aku mau cerita." rengek Krystal manja, duh kalau Krystal manja begini siapa yang kuat???


Ingatkan Leonel, bahwa ia selemah itu soal perasaannya pada Krystal!


"Serius?" tanya Leonel meyakinkan, sekarang posisinya sudah kembali duduk tapi Krystal masih setengah berbaring.


Krystal mengangguk lucu sambil merentangkan tangan ke arah Leonel. Oh, No!


"Sini..."


Blush!


Pipi Leonel panas, apa iya pipinya memerah sekarang? Tapi, dia kan seorang pria!


Krystal terkikik geli melihat telinga kekasihnya yang memerah pasti cowok itu sedang salah tingkah, tapi Krystal tidak mau menggodanya, takut orangnya kesal, hihi.


Leonel duduk dalam diam, menunggu Krystal mengeluarkan suara, tapi perempuan itu malah senyum-senyum sendiri sambil melihat Leonel.


"Kalau tidak ada yang mau di ceritakan, aku pergi, aku haus." gertak Leonel, tapi Krystal malah tertawa.


"Ada air minum di meja, itu di depanmu, hihi..." Krystal tertawa lagi melihat wajah konyol kekasihnya.


"Kamu lucuu." ucap Krystal gemas lalu mencubit pipi Leonel.

__ADS_1


"Racle, jangan lakukan itu!" protes Leonel, sambil menyingkirkan tangan Krystal dari pipinya.


"Iya, baiklah. Kamu mau dengar cerita apa? yang mana?"


"Anak kamu." singkat Leonel, pria itu serius sekarang, semoga Krystal tidak mempermainkan dirinya lagi.


"Aku terpaksa, waktu itu aku cuma pengin anakku punya keluarga yang utuh dan sah, itu saja. Sedangkan, kalau sama aku, dia tidak dapatkan itu." jelas Krystal.


"Apa kamu, maksud aku, apa mudah? Menyerahkan anakmu begitu saja?" tanya Leonel heran, kenapa Krystal bisa semudah itu?


"Mudah, karena itu untuk anakku, untuk masa depannya, jika bersamaku dia pasti akan menghadapi banyak masalah, tapi Kaisar, ayahnya tidak tahu kalau Jeno, itu anak kami, dia hanya tau, itu anaknya dan istrinya." jelas Krystal lagi.


"Ya Tuhan, Miracle!" tiba-tiba saja, Leonel memeluk erat Krystal.


"Kamu sungguh, bagaimana aku mengatakan ini, aku bangga memiliki kamu, aku ingin menyalahkan tadi karena sebagai seorang ibu, bagaimana bisa kamu meninggalkan anakmu, tapi alasanmu membuatku paham, kamu begitu menyayanginya. Tapi, mau sampai kapan, hmm ? Sampai kapan kamu mau menyembunyikan ini?"


Leonel, memperbaiki anak rambut yang menutupi wajah Krystal, menatapnya lembut dan dalam.


"Selamanya, mungkin." sahut Krystal menunduk sedih dan Leonel kembali memeluknya.


Leonel, bisa membayangkan betapa sakitnya posisi Krystal sekarang, bahkan dulu.


Ya, hanya memeluk.


Krystal juga bangga memiliki Leonel, lelaki yang selalu menghargainya meski sudah tahu kekurangan dan masa lalunya.


"Aku bersyukur punya kamu, Leon." ungkap Krystal yang mana itu membuat dada pria bermata hijau itu bergemuruh.


Tapi , Krystal sungguh bersyukur, karena kehadiran pria itu, Krystal dapat merasakan kasih sayang papanya lagi dan melihat senyum kakek neneknya lagi.


Jantungnya berdetak lebih cepat.


Leonel tidak mungkin bisa kehilangan Krystal, tidak!


"Aku akan jaga kamu, aku gak akan biarkan kamu melukai diri kamu, Krystal, selagi ada aku, jangan pernah! Jangan pernah merasa sendiri, jangan pernah kamu berniat bunuh diri lagi, jika bukan untuk kamu ataupun keluarga kamu, biarkan jantungmu berdetak untukku." ungkap Leonel, secara tiba-tiba dan itu membuat dada Krystal ikut bergemuruh.


Untuk pertama kalinya selama beberapa tahun belakangan ini, Krystal merasa dirinya penting dan di butuhkan.

__ADS_1


"Leon?"


Leonel meraih tangan kiri Krystal,


"Aku minta sama kamu, jangan buat luka disini lagi. Sesakit apapun yang kamu rasakan, bilang sama aku, jangan rasakan itu sendirian." ujar Leonel, menatap mata coklat jernih itu dalam dan mengecup pergelangan tangan kiri Krystal yang sudah punya banyak bekas goresan disana.


...****************...


"Coba, Leon!"


"Enggak!" tolak pria itu sambil membuang wajahnya ke samping.


"Cobain!" kekeh Krystal sambil menyuapi pacarnya itu dengan seblak yang baru saja ia beli di luar.


"Nggak! Itu pedas! Aku gak suka pedas, Racle!" tolak Leonel kesal, dari tadi Krystal mengerjainya.


"Kamu harus coba, aku nangis nih ya?" ancam Krystal dengan mata berkaca-kaca, seketika Leonel terdiam melihat Krystal dan seblak bergantian.


Tadi saja dia sudah megap-megap makan cilok mercon dan basreng pedas dari Krystal, ini lagi? Melihat kuah merahnya saja, Leonel sudah merinding.


"Aku janji ini enak!" ujar Krystal meyakinkan, lalu menyodorkan sesuap untuk Leonel yang ragu-ragu membuka mulutnya.


"Um! Enak kan?!" seru Krystal saat ia berhasil mencekoki kekasihnya lagi dengan makanan kesukaannya, Leonel cuma mengunyah makanan itu dengan wajah menyedihkan.


"Besok kalau di Milan atau di Inggris, enggak akan ada lagi lho!" kata Krystal heboh, kemudian ia mengambil gilirannya untuk menyantap makanannya.


Leonel baru kali ini menghadapi sisi heboh, berisik sama cerewet dari sosok Miracle Krystal, sungguh!


Kalian tentu ingat kan, kalau Krystal tadinya sangat dingin, ingat kan?!


Special LeoKrys


Pendek dulu gayss


tes ombak


aku di tunggu gak nih

__ADS_1


maaf ya pendek bangettt 😍


makasihh


__ADS_2