My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 27 : Bukan Salah Cinta


__ADS_3

"Aku pergi saja." kata Krystal tanpa menatap Kaisar sama sekali, sekarang ia tengah menata pakaiannya untuk di masukkan ke dalam koper.


"Krys..."


"Papa kamu benar, jangan sampai Liora dan keluarganya tahu, kita akhiri sampai disini." sahut gadis itu masih dengan tanpa melihat ke arah Kaisar.


Krystal mati-matian berusaha menahan agar tidak menangis saat itu juga.


"Tapi aku memang berniat untuk memutuskan hubungan dengan dia, Krystal!" ucap Kaisar sambil membalikkan tubuh gadisnya agar menghadapnya, ia sudah jengah dengan sikap acuh Krystal dari tadi.


"Jangan gila kak!"


"Aku gila karena kamu!"


"Kak! Apa arti aku buat kamu? Aku memang murahan karena bermesraan dengan kekasih orang tahu?! Harusnya aku sadar diri kak, cinta kakak yang sebenarnya ya, Liora!" cerocos Krystal, memang apa yang akan di pertahankan? Kalau di pikir-pikir lagi, hubungan mereka tidak terlalu dalam dan berarti.


"Ini salah kak!" sambung Krystal lagi.


"Cinta kita gak salah, Krystal!"


"Cinta?" tanya Krystal memastikan, berharap ia tidak salah dengar dengan apa yang pria itu utarakan barusan.


"Ya, aku cinta sama kamu dan aku gak mau kamu pergi." ungkap Kaisar yang tak Krystal sangka.


Pria itu bahkan memeluknya erat seakan tak ingin lepas.


Krystal bingung ia harus bagaimana, ingin bahagia tapi... situasi ini tidak tepat!


"Aku punya orang tua, kak!" jawabnya, sambil memberontak, berusaha melepaskan dirinya dari Kaisar.


Kaisar memilih mengalah dan mengurai pelukannya, kedua tangannya menekan kedua bahu gadis itu dan matanya menatap mata bening Krystal lekat-lekat.


"Kamu cinta aku, aku cinta kamu, kita saling mencintai Krystal, nggak ada yang salah__"


Krystal menghempaskan kedua tangan Kaisar yang menekan bahunya, "Salah! Kamu punya tunangan dan aku punya orang tua yang nunggu aku pulang, aku harus pergi." katanya menahan pedih, meski singkat kebersamaan mereka, tapi cinta Krystal untuk pria itu sudah melekat erat di jiwanya.


"Dan mereka bakal menikahkan kamu sama pria lain, aku gak rela!" hardik Kaisar, mereka terus beradu argumen.


"Dari awal kita sudah salah, jadi ayo kembali ke kehidupan kita masing-masing kak." kata Krystal dengan tenangnya sambil menatap Kaisar yang menganga tak percaya.

__ADS_1


Meski singkat kebersamaan mereka, tapi baginya, Krystal bagaikan udara yang mana tanpanya, Kaisar takkan bisa bernapas.


"Walaupun kita salah, Krys. Tapi cinta ini nggak salah, cinta ini hadir tanpa pernah aku atau kamu minta kan?"


"Ya! Cinta kita gak salah! Aku yang salah karena terlambat hadir dalam kehidupan kamu!" teriak Krystal yang sudah tak bisa lagi menahan emosinya dan berakhir dengan membiarkan air matanya mengalir deras.


Kepalanya jatuh di dada pria itu yang langsung menyambutnya dengan dekapan hangat, dimana disinilah ketenangannya di temukan.


Tapi, Krystal tetaplah seorang putri yang mana, dirinya tidak mau sampai gara-gara keegoisannya dan Kaisar.


Mamanya akan jadi bahan penghinaan oleh keluarga Kaisar, ya meskipun Krystal belum tahu apa sebab dari itu.


Dan, Krystal akan mencari tahu.


"Jangan tinggalkan aku, Krys." pinta Kaisar pilu, pokoknya untuk sekarang ia tidak siap di tinggalkan gadis yang sudah memberikan warna baru di setiap harinya.


...****************...


Kris tak sabar untuk memanggil Farid, sejak tadi Farid sulit di hubungi.


Kris sudah sampai di penthouse Kaisar, hanya saja tidak ada siapapun disana.


Jadi, Kris ingin memastikan kebenarannya lagi pada Farid.


"Entahlah, orang itu benar-benar deh." gerutu Kris sambil memainkan ponselnya.


"Gimana, Kris?" tanya Bram, ikutan nimbrung.


"Kayanya Krystal bukan anakku dan Rayrin, anak belut dia." sahutnya nyeleneh.


"Mas!" Rayrin menegur suaminya.


"Ya habisnya, setiap mau ketemu sudah hilang lagi hilang lagi, kenapa kamu gak terima ? Kan waktu itu kamu yang bilang Krystal licin kaya belut."


Rayrin mencebik sebal dengan penuturan suaminya itu.


"Kamu ini cari Krystal aja gak becus." ejek Bram.


"Ayah ini, tahu nggak selicin apa cucu ayah itu, ngeselin deh." kesal Kris dengan rada merajuk.

__ADS_1


Drrrt


Getar ponselnya di dalam saku jas menghentikan pembicaraan Kris dan keluarganya.


"Farid?" gumamnya, akhirnya pria itu menghubungi nya, tanpa lama-lama ia langsung mengangkat panggilan tersebut.


"Hall-"


"Apa kau sudah menjemput putrimu?!" potong Farid dari sebrang sana dengan nada bicaranya yang tidak seperti biasa Kris dengar, seperti ada amarah yang terpendam?


"Justru itu, apa kau yakin? Aku baru saja, kesana dan-"


"Kau meragukan kemampuanku hah? Kau meragukan kejujuranku?! Lebih baik kau jemput putrimu sebelum dia menghancurkan semuanya." kata Farid dingin, disana Akira berusaha menenangkan suaminya dengan mengusap bahunya.


Farid menggenggam tangan wanita tercintanya itu, satu-satunya obat untuknya.


"Apa maksudmu, Far?"


"Aku tidak tahu bagaimana cara kalian mendidiknya, secepatnya pisahkan dia dari putraku."


Kris berusaha menahan emosinya, Farid sudah membantunya menemukan Krystal jadi Kris berusaha berpikir positif, meski perkataan Farid terdengar menghinanya.


"Mas, jangan terlalu kasar." bisik Akira, saat mendengar kata-kata suaminya yang mulai kelewatan.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu, Far." Kris menjawab, dengan bingung apa ini?


Kenapa Farid mengucapkan hal aneh semacam itu, memang apa hubungannya Krystal dengan anaknya?


"Bawa pulang putrimu dan ajari dia agar jangan murahan dengan menjadi wanita simpanan putraku." ucap Farid kemudian langsung menutup telponnya meninggalkan Kris yang mulai tidak bisa menahan emosinya.


Tadi pria itu meragukan didikannya.


Sekarang, pria itu mengatakan putrinya wanita simpanan?


Ini penghinaan!


Prak!


"Mas kamu mau kemana?!" ucap Rayrin panik karena tiba-tiba Kris membanting ponselnya dan menyambar kunci mobil dengan ekspresi marah.

__ADS_1


"Aduh,Bu! Dia kenapa lagi." ucap Rayrin khawatir sambil menggenggam tangan ibu mertuanya.


Apa Kris bakalan labrak Krystal dan Kaisar?


__ADS_2