My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 22 : Yes, Baby!


__ADS_3

Sebelumnya terimakasih untuk yang sudah setia menunggu author update...


Jangan lupa bintang 5 nya yaa


Supaya aku makin semangat crazy uppp nyaa


heheyy...


"Fokus, Liora!" tegur seorang fotografer yang tengah jengah karena sejak tadi ia melakukan photo shoot pada ketiga pemenang ajang kontes kecantikan, tapi selalu gagal mendapatkan gambar terbaik karena salah satunya yaitu Liora, tidak fokus.


"Maaf." ujarnya, kemudian berusaha fokus dan kembali bergaya sesuai arahan fotografer.


"Kamu okey, Li?" tanya Jelita, yang mana adalah pemenang pertama dan juga ikut pemotretan bersamanya tadi.


"Aku?" tunjuknya pada dirinya sendiri.


"Ya kamu, masa monyet." seloroh gadis berperawakan tinggi itu.


"Oke kok, cuma lagi kurang enak badan aja." ujarnya dengan senyum terpaksa, jujur saja ia tidak bisa fokus karena terus kepikiran Kaisar yang semakin hari semakin keterlaluan, tidak pernah memberikan kabar sama sekali.


Liora mematut dirinya di cermin rias sambil menghapus makeup-nya, ia berpikir apa kekurangannya ?


"Ji?" panggilnya yang membuat rekan sebelahnya menoleh ke arahnya.


"Menurutmu aku cukup cantik nggak sih?" tanyanya nyeleneh, terserah kalau ia akan di anggap narsis oleh rekannya itu, tapi ia butuh pendapat seseorang.


"Kamu menanyakan hal yang gak perlu, Lio! Kamu tau di depanmu ada kaca, lihat sendiri sana! Kamu itu cantik, sangat cantik auramu juga sangat lembut." jelas Jihan, menggebu-gebu.


Entahlah ada apa dengan rekannya yang tiba-tiba aneh itu.


"Bahkan kamu cantik tanpa make-up." sambung Jihane sambil melongok pada Liora yang mana makeup-nya sudah terhapus sepenuhnya.


"Gitu ya?" sahutnya lesu.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, kita harus percaya diri kan? Bahkan kepercayaan diri kita yang membawa kita sampai di posisi ini." ujar Jihan memberi dorongan mental pada rekannya yang sepertinya sedang minder akan fisiknya.


Liora sedang mengalami krisis kepercayaan diri karena minimnya ketertarikan tunangannya sendiri terhadapnya.


"Apa kamu memang bukan pria yang tepat untuk aku ya, Kai?"


Sedangkan disini, Kaisar dan Krystal seperti hari-hari biasanya mereka saling berbagi kehangatan.


"Gendong aku!" Rajuk Krystal, baru saja gadis itu ngambek dan mogok makan gara-gara Kaisar yang mengatainya cerewet.


Biasa sih, cuma untuk gadis manja sepertinya itu sangat memancing emosi.


Lalu, Kaisar langsung berjongkok di hadapan gadis itu dan menunjukkan punggungnya.


"Nggak mau gendong belakang..." rajuknya lagi.


Kaisar cuma mendesah pasrah dan membalikkan tubuhnya menghadap Krystal sambil merentangkan kedua tangannya.


Bisakah?


Bolehkah, ia menyebut pria ini kekasihnya?


"Aku suka wangi kamu." kata Krystal sambil menghirup dalam-dalam aroma Kaisar.


"Hmm...enak." ucap gadis itu lagi, sambil mengendus aroma dada bidang Kaisar yang di balut kemeja hitam.


"Habis makan tidur siang ya, aku mau balik kantor." ucap Kaisar, ia sudah lama mangkir dari pekerjaannya karena belum bosan berduaan dengan Krystal.


Perubahan yang sangat signifikan, mengingat tadinya ia adalah si gila kerja.


"Jangan pulang malam-malam, aku gak suka sendirian." pinta gadis itu mengeratkan tangannya yang menggantung di leher Kaisar.


Sejak mereka dekat, Krystal dan Kaisar sama-sama saling merasakan ketergantungan satu sama lain.

__ADS_1


"Iya, kamu habis ini istirahat aja."


"Tapi aku bosan, aku boleh ya kalau nyoba masak-masak gitu."


"Boleh kok, tapi gak usah bersih-bersih seluruh bagian rumah, kan aku udah sewa jasa kebersihan buat bersihkan penthouse." kata Kaisar.


"Sejak kapan?"


"Sejak aku nggak mau tuan putri jadi upik abu lagi." Krystal berdecak mendengar gombalan prianya.


Kaisar menaruh Krystal di atas meja, "Lho! Nggak sopan aku di dudukin di meja makan." tegur gadis itu, tapi di bungkam dengan kecupan singkat Kaisar.


Pria itu menarik kursi kemudian memindahkan Krystal ke kursi dengan entengnya.


Krystal tersenyum lembut, ia benar-benar di perlakukan seperti seorang putri oleh Kaisar.


"Daddy, aku mau susu pisang." godanya pada Kaisar yang sedang mengambil makan siang untuknya.


"Yes, baby!"


Tanpa di duga, Kaisar menanggapi kejahilannya dan itu membuatnya tertawa geli.


"Thanks, daddy!"


"Your welcome, princess." balas Kaisar di tambah kecupan di kening Krystal.


Walaupun sejauh ini tidak ada pernyataan cinta, tapi Krystal bisa merasakan cinta dari dalam diri pria itu untuknya.


Mereka benar-benar larut dalam kebahagiaan mereka sendiri.


Kaisar tak ingat Liora dan keluarganya.


Begitu juga, Krystal yang lupa bahwa ia masih memiliki keluarga yang juga khawatir padanya yang tak pulang sudah hampir tiga bulan lamanya.

__ADS_1


__ADS_2