My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 57 : Best friend


__ADS_3

Liora terbangun dengan rasa tak enak pada perutnya, mual.


Ini masih pukul lima pagi, ya biasanya pun Liora bangun pagi-pagi sekali, cuma kali ini cara bangunnya sangat tidak mengenakkan.


Perempuan itu buru-buru masuk kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.


Tapi, tidak ada yang keluar.


"Kayanya aku kecapekan deh, gara-gara pesanan gaun itu." ucapnya sambil menatap wajahnya yang pucat di cermin kamar mandinya.


"Ada apa? Kamu gak papa?" tegur Kaisar yang terbangun karena suara berisik dari kamar mandi.


"Kayanya aku gak enak badan, Kai." kata Liora lemas.


"Yaudah istirahat, jangan ke butik dulu. Terus jangan masak gapapa, nanti aku bisa sarapan di kantor." ujar pria itu pengertian, Liora bersyukur suaminya sekarang bukan cuma pengertian tapi perhatian.


"Tapi, aku masih kerjain pesanan gaun pernikahan dari tante Zia, kan anak perempuannya mau nikah." ucap Liora sambil berjalan keluar kamar mandi di ikuti oleh sang suami.


"Asisten kamu ada, pegawai kamu juga ada kan?"


"Gak bisa, Kai. Aku bener-bener harus awasin bahkan kerjain sendiri biar hasilnya sesuai dan sempurna." sahut Liora kekeh.


"Yaudah, jangan capek-capek ya." pesan Kaisar sambil mengusap pipi istrinya.


"Iya, yaudah gih, mandi. Aku siapkan keperluan kamu, sama mau bangunin, Jeno."


"Li, kan aku udah bilang."


"Aku oke, Kai. Cuma mual, nanti aku minum obat juga sembuh."


Liora berusaha meyakinkan suaminya itu.


"Makasih ya!" ucap Liora membuat Kaisar bingung, perempuan itu menggenggam kedua tangan suaminya dan membawa tangan kanan Kaisar untuk di cium telapak tangannya.


"Makasih, udah terima aku, udah perhatian sama aku, aku seneng." kemudian tanpa aba-aba Liora mengecup pipi dan bibir Kaisar, dan berlari keluar kamar begitu saja.


Apa ini?


Kenapa rasanya seperti pasangan baru saja?


Kaisar tersenyum memikirkan ulang kejadian barusan.


...****************...


Krystal melihat bekas luka goresan yang ia buat sendiri di pergelangan tangan kirinya selama ini.


"Kayanya mulai sekarang aku gak perlu kaya gini, aku harus melupakan itu dan kembali percaya diri kaya dulu." gumamnya, kemudian ia bangkit dan memilih outfit yang akan ia pakai untuk pergi bersama Karina.


Krystal pilih rok selutut warna kuning, dengan atasan warna putih, mengikat rambutnya kuncir kuda lalu memakai sepatu kets putih.


"OMG! Aku kaya waktu masih remaja, siapa sangka aku udah punya anak satu, hihi." ucapnya lalu segera berangkat.


Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini Krystal suka sekali warna kuning, padahal dulu ia benci kuning.


Tapi, kuning apalagi kuning lembut membuat suasananya membaik, kuning itu cerah ia merasa suasana hatinya ikut cerah dengan warna itu.


"Really? Kuning???"


Lihat, Karina saja kaget saat Krystal memilih dress vintage warna kuning.


"Ya, memang kenapa?"


"Sejak kapan, lo suka kuning, huh?" tanya Karina heran, sambil mencocokkan baju yang ia pilih ke tubuhnya.


"Ah banyak tanya, nanti aku cerita, kita ke apartemen kamu, gimana?"


"Ya ampun! Gue bahkan baru sadar, sekarang lo ngomongnya pake aku-kamu." ledek Karina pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Krystal mencebik lucu karena ledekan sahabatnya.


Setelah selesai berbelanja dan membeli beberapa makanan dan camilan, sekarang mereka ada di apartemen Karina, ya tempat dia kabur dulu.


"Ih!" seru Karina sambil menimpuk sahabatnya dengan boneka dinosaurus punyanya.


Lalu, di lanjutkan dengan bantal dan guling juga boneka kelincinya.


"Kayin, apaa sih?!"


"Jahat! Lo jahat! Pergi gak pamit!" oceh Karina, tadi mereka ketemuan di rumah Krystal terus jalan-jalan di tempat umum Karina mana bisa ngamuk di tempat umum dan sekarang saatnya.


Krystal memeluk Karina, untuk menghentikan aksi temannya itu.


"Maaf." lirihnya.


"Lo hutang penjelasan banyak banget!"


"Iya-iya, makanya tenang, anteng!" kemudian perlahan mereka melepas pelukan itu dan saling bertatapan, Krystal menarik napas untuk mempersiapkan diri bercerita dengan Karina.


"Max bilang, lo putusin cowok itu sepihak. Gue bahkan gak tau banyak soal hubungan kalian, gue heran gue di anggap gak sih?"


"Karin, gue gak maksud gitu sumpah! Cuma, _"


"Cuma apa?!"


"Ya, gue gak bisa cerita aja. Karin, buat cerita sekarang aja rasanya berat, gue pengen lupain saat dimana gue bertindak bodoh dan kecewain mama papa. Rin, gue hamil."


Karina tampak ingin menyela karena kaget dengan ucapan Krystal.


"Jangan nyela!" tegasnya.


"Kalau lo nebak, gue hamil sama temennya sepupu lo, itu bener. Terlalu banyak rahasia yang gue sembunyikan, sama lo memang. Alasan gue ninggalin dia, karena gue gak mau egois dan mempermalukan mama, mama punya sejarah gak enak sama keluarga itu."


Krystal menunduk, ia masih belum siap mengingat ulang masa lalu. Jujur saja...


"Tapi gue gak pernah mikir, kalau gue bakal hamil karena hubungan semalam itu, gue tau gue hamil tepat saat dia udah nikah, mama papa mutusin buat sembunyikan kehamilan gue, gue lahiran di luar negeri dan hidup di luar negeri itu gak mudah, Karin. Gak ada waktu bagi gue mikirin yang lain sedangkan hidup gue aja gak jelas banget, setiap hari pengin mati rasanya." jelas Krystal yang kini mulai tidak bisa menahan air matanya.


Karina menghambur ke pelukan Krystal dan mengusap punggungnya berharap itu bisa menyalurkan rasa tenang.


"Gue bangga, sekarang lo udah jadi model bahkan lebih terkenal dari gue, inget kan dulu Lo pernah bilang, kalau lo jadi model, gue bakal kalah dan benar aja." gurau Karina.


"Kayin juga, keren kok."


"Oh ya, berarti lo udah ada anak, anak lo mana?"


"Ada, tapi gak ikut gue."


"Terus? Ikut mama lo? Tapi bukannya yang sama mama lo itu anaknya kak Shine ya?"


"Iya, Jennara anaknya Shine."


"Terus anak lo?" cecar Karina.


"Ada, Rin. Tapi gak sama gue." tekan Krystal yang enggan jujur soal itu.


"Terus? Lo kasih siapa? Lo kasih ke bapaknya?" lagi-lagi Karin mencecar pertanyaan yang bingung bagaimana ia akan menjawabnya.


"Nggak, kan dia gak ada tau gue hamil!" tukas Krystal gemas.


"Jangan-jangan lo kasih panti asuhan ya? Apa lo kasih orang?"


"Gue gak setega itu ya, Karina!" pekik Krystal kesal, oke sepertinya ini bukan waktunya untuk Karina memaksa perempuan itu.


"Oh yaudah-yaudah, maaf. Kalau lo gak siap jawab, mending kita makan-makan, aduh seblaknya pasti udah dingin, udah medok nih!" seru perempuan itu sambil mengambil kantong plastik besar yang jadi pemersatu makanan mereka.


Sebenarnya, Krystal tidak enak bicara begitu pada Karina.

__ADS_1


Tapi, ia belum siap bicara rahasia ini pada orang lain.


"Maaf ya, gue gak bermaksud." lirih Krystal mendekati Karina yang sudah mempersiapkan semuanya di ruang tengah dan menghidupkan televisi sekarang.


"Gak apa-apa, Italnya Kayin. Kalau gak siap cerita gak apa-apa, lakuin senyaman lo aja, oke?!" ujar Karina, benar kan apa dia bilang, Karina itu yang terbaik.


Saat sedang menikmati makanan mereka, tiba-tiba Karina mengambil mic karaoke miliknya kemudian mengajukan itu di depan mulut sahabatnya.


"Cerita dong, gimana perasaan anda setelah menjadi model papan atas?" tanyanya dengan nada ala wartawan.


"Menyenangkan, sekali." jawab Krystal yang mulai ingin tertawa karena tingkah random sahabatnya.


"Wah, anda cantik sekali ya apakah anda sudah memiliki kekasih?"


"Oh tentu, Byun Baekhyun adalah kekasihku." jawab Krystal yang membuat Karina berteriak.


"Halu! Baekhyun punya gue!"


Berhubung mereka menyukai penyanyi yang sama, mereka dari dulu memang suka berebut Byun Baekhyun.


"Mana mau dia sama cewek cerewet barbar kaya lo." tuduh Krystal, padahal tadinya juga ia tak jauh berbeda dari Karina malah lebih parah.


"Inget Krystal, dia juga gak tau lo hidup di bumi ini, jangan mimpi!" balas Karina tak kalah nyolot.


Ini mereka malah jadi berantem deh.


Mereka terus adu mulut sampai akhirnya Krystal menyerah.


"Stop, pacar gue Leonel, cowok paling ganteng se Britania Raya. Nanti gue bakal kasih kenal ke lo."


Daripada bertengkar random seperti tadi, mending mengisi banyak hal yang kosong setelah sekian lama berpisah kan?


"Wih, cakep gak tuh?"


"Sempurna! Sebenarnya gue gak yakin sama dia, karena dia terlalu sempurna buat gue yang... yah udah acak-acakan kaya gini."


"Jangan gitu, Krystal. Lo berharga untuk diri lo, gue dan setiap orang yang sayang sama lo. Besok lagi, kalau ada apa-apa, ingat Karina selalu ada buat lo." ujar Karina percaya diri.


Krystal tersenyum, ia bersyukur setelah semua itu Karina masih mau berteman baik dengannya.


"Kalo lo, mana pacar lo?"


"Nggak punya." jawab Karina lesu.


"Masa sih?!"


"Maaf nih,ya. Ini juga salah lo gak ada di samping gue waktu itu, gue suka tau sama cowok yang sekarang jadi kakak ipar lo."


ungkap Karina sedih.


"Kakak ipar gue? Langit? Kak Langit?!"


pekik Krystal tak santai.


"Woi bukan! Suaminya, kak Disha bego!"


"Ya lagian, kakak ipar gue ada dua, lo aja yang bego gak jelas ngomongnya." timpal Krystal.


"Oh iya juga ya." sahut Karina yang membuat Krystal gemas ingin menjitak sahabatnya.


"Gue belum bisa move on dari dia, sulit. Gue deketin dia tapi dia deketin Disha dan beruntungnya dia, Disha juga suka sama dia, hueee!"


Karina nangis, meraung kaya anak kecil dan Krystal bisa apa sekarang, ia tidak tau cara menenangkan orang nangis.


Gini amat punya sahabat macam Krystal, temennya nangis malah bingung.


gimana ?

__ADS_1


maaf ya kalau part ini membosankan


mau santai dulu yakan


__ADS_2