My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 55 : Meet's Jeno


__ADS_3

"Liora? Kamu okey?" tanya asistennya, yang sedang membantu Liora membenarkan desain pakaian yang baru ia buat.


"Ya, aku baik. Kenapa?" tanya Liora sambil menjahit payet-payet pada baju buatannya.


"Kamu mimisan." beritahu Tara, asistennya.


"Hah?"


Liora langsung menyentuh atas bibirnya, benar saja ada cairan merah disana.


Dia panik, ia langsung mencari-cari tisu dan membersihkannya secepat mungkin, untung tidak menetes banyak dan mengotori bajunya.


"Kamu pasti lelah, sudah biarkan mereka yang kerjakan, kamu istirahat aja, Li." kata Tara khawatir, pasalnya teman sekaligus bosnya itu sudah bekerja keras minggu ini.


"Aku baik, cuma capek aja. Aku harus kerjain detailnya sendiri, kepuasan pelanggan nomor satu, Tara." kata wanita itu kekeh.


"Oh ya, bisa minta tolong jemput Jeno, dari playgrup? Aku__"


"Cukup bicara dan aku pasti nolong kamu, jangan kaya sama siapa aja, sih." kata Tara, lalu menyambar kunci mobilnya dan berangkat menjemput Jeno.


Di lantai bawah boutique Liora, tersusun gaun-gaun dan pakaian indah.


Brand-nya termasuk baru, tapi cukup menarik pelanggan dan itu juga sebabnya Liora ingin semuanya totalitas, ia harus kerja keras untuk bisa jadi sebuah brand terkenal kan?


"Look at this! Ini bagus untukmu." tunjuk seorang pria pada sebuah setelan yang terpasang di manekin.


Pria bermata hijau itu melihatnya bergantian dengan kekasihnya yang tengah berdiri di sebelahnya.


"Trust me, ini akan indah jika kamu yang memakai."


Krystal termenung memperhatikan detail pakaian yang kekasihnya rekomendasikan untuknya, menurutnya bagus.


Pakaian ini tidak akan mengekspose tubuhnya, cukup tertutup, simpel tapi memiliki aura yang elegan.


Warnanya tidak terlalu gelap, ataupun terang. Biru pastel.


Ia tersenyum dan mengangguk kuat.


"Iya, bagus. Bisa aku coba?" tanya Krystal pada pegawai boutique yang ada di dekat mereka.


"Tentu, Nona. Silakan ruang ganti di sebelah sana." ucap pegawai itu sopan.


Selesai mencoba beberapa pakaian yang menurutnya bagus, Krystal dan Leonel membayarnya.

__ADS_1


"Leon, aku saja." cegah Krystal.


"Aku saja."


"Aku saja, Leon."


"I'm your boyfriend, aku berhak. Oke?" kemudian Leonel menyaut kartu miliknya yang di rampas Krystal tadi dan memberikan pada kasir.


Krystal menyerah, ia malu juga berdebat di tempat umum soal sepele.


Ia mempoutkan bibirnya sambil mengamati jalan raya dari dinding kaca boutique sambil menunggu pembayaran selesai di lakukan.


"Jeno?" gumamnya, ketika melihat seorang anak kecil berlarian memasuki tempatnya sekarang.


"Jeno!" panggilnya pada bocah itu, Jeno menoleh ke arahnya.


Mata boba anak itu mengerjap lucu ke arah Krystal.


Krystal gemas, ia menghampiri Jeno yang berdiri diam di tempatnya karena merasa di panggil.


"Ingat, tante gak?"


Jeno mengangguk lucu dengan mata boba nya yang bulat menatapnya. Manis sekali!


"Kenapa tante disini, tante suka baju buatan mommy, Jeno ya? Memang sih, mommy Jeno pandai buat baju." kata anak itu antusias menceritakan tentang ibunya.


"Toko ini punya mommy, Jeno?" tanya Krystal yang di jawab anggukan lucu dari anak itu.


'Jadi, Lilywhites Fashion itu punya, mbak Liora ya?'


"Jeno, ayo. Mom, pasti sudah tunggu." kata Tara, meski dirinya bingung siapa perempuan yang bicara dengan Jeno itu siapa.


Fokus Krystal beralih pada perempuan dewasa di belakang, Jeno.


"Maaf, tante ganggu, Jeno ya?" kata Krystal tidak enak.


"Maaf." singkatnya tertuju untuk perempuan di belakang Jeno yang entah siapa.


Krystal sekarang cuma tersenyum tipis melihat anak itu pergi ke lantai atas menemui ibunya.


'Harusnya aku.'


"Siapa?" tanya Leonel yang sedari tadi cuma memperhatikan interaksi kekasihnya dengan seorang anak kecil.

__ADS_1


"Hanya kenal. Sudah ayo! Aku haus aku mau minum avocado coffe ice, oh ya, aku tadi janji mau belikan sosis bakar yang besar untuk Nara. Ayo, Leon!" kata Krystal semangat menggandeng prianya.


...****************...


"Sayang?"


Kaisar memeluk Liora yang memandang malam dari belakang.


Liora tersenyum penuh, ia senang akhirnya ia mendapatkan kasih sayang suaminya.


"Hmm? Jeno, udah tidur?" tanya Liora, soalnya tadi Jeno ingin tidur dengan daddy nya, jadi Kaisar memutuskan untuk menidurkan balitanya.


Kaisar mengangguk di ceruk leher Liora, berusaha mencari-cari kenyamanan yang belum ia temukan selama berumah-tangga dengan perempuan itu.


"Maaf, kamu pasti capek ya? Harusnya aku yang urus dia."


"Kenapa minta maaf, Jeno anak aku juga." sangkal Kaisar, selelah apapun dirinya apa iya dirinya akan menolak untuk menemani anaknya tidur?


Liora tersenyum, ia banyak tersenyum akhir-akhir ini asal kalian tahu.


"Ayo masuk, dingin." ajak Kaisar.


"Ada kamu, hangat. Nggak dingin lagi." ucap Liora menoleh ke arah Kaisar dan mengecup singkat bibir suaminya, kemudian memeluknya erat.


Sangat erat, ia takut kehilangan pria ini.


Liora takut kelak tidak bisa merasakan kehangatan pelukan suaminya lagi.


Jika ia mati besok, setidaknya ia sudah memeluk cintanya sepuasnya.


Dan entah kenapa, Kaisar merasa ada yang aneh dari pelukan istrinya.


Tapi, ia menepis itu semua.


"Li, apa boleh jika aku ingin seorang putri dari kamu?" tanya Kaisar tiba-tiba.


Liora mengendurkan pelukannya, pertanyaan Kaisar sulit di jawab.


"Kamu belum siap ya? Jeno pasti udah buat kamu capek, aku malah minta anak lagi, maaf." kata pria itu lagi, dari reaksinya sepertinya istrinya tidak bisa.


"Boleh, Kai."


Entah bagaimana otaknya berfungsi, sepertinya ia lupa bahwa mengandung hanya akan membuat nyawanya semakin dalam bahaya.

__ADS_1


Kaisar tersenyum penuh arti dan menggendong Liora masuk ke dalam kamar meninggalkan balkon bersama gelap dan dinginnya malam.


Gimana??


__ADS_2