
"Pemotretan dengan Glare & Claire hari Jum'at, kemudian bulan Juli kamu akan berjalan di Paris fashion week mewakili brand tersebut." ucap Di, tegas memberitahu jadwalnya.
Krystal mengernyit, "Jum'at? Pernikahan Disha, Minggu."
"Masih ada waktu, Krys." kata Di, yang memang terbiasa untuk selalu tenang dalam situasi apapun.
"Ada waktu bagaimana, itu sangat mepet." keluh Krystal bingung.
"Pemotretan di Bali, dengan si bodoh Leonel sebagai tukang fotomu." ucap Di, setengah mengejek, ia tahu Leonel punya ketertarikan pada modelnya. Tentu!
"Bali?! Serius?!"
"Sangat serius! Bersiaplah, aku sudah mengosongkan jadwal dua hari ini agar kamu bisa berkemas, kita berangkat hari rabu." putus Di, ia menepuk bahu Krystal yang masih diam mencerna jadwalnya.
"Santai! Aku akan mencari kopi di luar, bye!"
...****************...
Kaisar bersyukur karena istrinya pingsan ia tidak harus bersitatap dengan Kris, ia selalu menghindari pria tua itu selama bertahun-tahun.
Sekarang, ia sedang menunggui Liora yang masih belum sadar dari pingsan.
Kata dokter, kelelahan dan dehidrasi, penyebab Liora pingsan hari ini.
Liora tersenyum lirih saat membuka matanya perlahan, ia menangkap sosok suaminya.
Dalam hatinya senang karena setidaknya pria itu mau menunggunya.
"Jeno, dimana?" tanyanya kemudian menyadarkan Kaisar yang sibuk dengan ponsel di sofa.
Lantas ,pria itu segera menghampiri istrinya, "Kamu sadar? Apa ada yang sakit? aku akan panggil dokter." Liora menggeleng lemah jujur saja ia merasa sangat lemas.
__ADS_1
"Jeno, mana?" ulangnya.
"Oh, dia baru pulang, dia di ajak mama makan malam, lagipula dia disini cuma menangisi mamanya. Dia sangat sayang mamanya." Kaisar berucap dengan senyum haru.
"Apa kata dokter?"
"Kelelahan dan dehidrasi. Perhatikan dirimu, Li. Kalau lelah istirahat jangan lupa minum banyak air dan makan teratur, kamu mengurusku dan Jeno, tapi tidak mengurusi dirimu."
"Aku ingin kamu yang memperhatikan aku, Kai." lirih Liora sambil tersenyum kecut.
Kaisar merasa tidak enak, bertahun-tahun mereka menikah dan ia masih gagal menjadi seorang suami.
Tapi, bagaimana bisa ia di miliki seutuhnya oleh Liora kalau di dalam sana detak jantungnya masih menyebut dia?
"Maaf." hanya itu yang akhirnya keluar dari mulut pria itu.
Terlepas dari hubungan Kaisar dan Krystal sebenarnya hubungan kedua keluarga sangat baik, terutama Kris dan Farid tentunya, karena tahu sendiri Rayrin masih suka tidak enak dengan Akira padahal itu masalah sudah puluhan tahun lamanya.
Jeno hanya menatap bingung pada Rayrin.
"Jeno, kenalin itu nenek Rayrin. Ibunya, tante Disha." kata Akira memperkenalkan keduanya.
Jeno yang berada di pangkuan Akira mencium punggung tangan wanita tua itu sopan.
"Wah, pintarnya. Jeno suka makan apa? Biar nenek ambilkan." tawar Rayrin, mereka saat ini sedang saling menikmati makan malam.
"Jeno mau makan butter cookies aja." jawab anak itu, karena belum terlalu akrab jadi Jeno masih malu-malu.
"Nono, gak mau makan ikan? Ada ikan goreng kesukaan, Nono loh." kata Sam, dengan wajah jahilnya.
Jeno menggeleng kuat, kemudian ia mengambil cookies yang ada di atas piringnya dan mencelupkan ke susu.
__ADS_1
"Jeno itu suka banget, sama butter cookies, tapi dia sukanya di celup ke air atau susu, dia gak bisa makan kue kering kalau gak di celup gitu." jelas Akira.
"Oh ya? Sama kaya Krystal, ya kan Mas?" reflek Rayrin menepuk bahu suaminya.
"Uhuk! I-iya." mendengar suaminya yang terbatuk gugup, Rayrin sadar ia salah bicara, bahkan seluruh ruangan jadi hening. Disha dan Sam, berhenti bercanda, senyum Akira luntur, pokoknya jadi canggung!
"E-eh, maaf. Aku gak bermaksud, Akira maaf." ucapnya langsung, ia takut mengacaukan semuanya.
Meski cukup lama terdiam, akhirnya Akira tersenyum lembut, "Nggak apa-apa, dia kan anak kamu, wajar kalau kamu ya mau berbagi sesuatu tentang anak kamu, namanya juga seorang ibu."
Rayrin menatap tulus Akira, wanita di hadapannya itu memang berhati baik walaupun terkadang suka bar-bar sampai tua ini juga, tapi dia tetap punya hati yang luas.
"Ayo, di lanjut makannya, Akira sama Liora masak spesial buat kalian ini, coba itu sambel cumi masakan menantuku, nagihh!" kata Farid bangga, sekalian mencairkan suasana.
"Hmm, iya. Sayang, cobain juga ayam sambel ijo buatan kakak ipar, beneran enak, dia jago masak." tawar Sam pada Disha.
"Mas Samud!" bisik Disha kesal, kemudian ia menginjak kaki Samudra dari bawah meja, bisa-bisanya pria itu memanggil sayang padanya saat di depan orang tua.
"Aw! Jangan kdrt dong sayang, belum juga berumah tangga." reflek Sam, di tambah omongan nyelenehnya.
Bukankah sangat cocok, Disha wanita yang sangat serius bersama dengan Sam yang humoris, mereka cocok sekali kan?
"Kalian ini lucu banget sih." kata Akira, ia senang melihat interaksi pasangan ini yang menurutnya sangat manis dan lucu.
...****************...
Hari ini aku sibuk banget jadi up cuma sedikit, belum bisa lanjut banyak
Maaf ya, soalnya aku juga ada kesibukan di real life, aku usahain update setiap hari
Terimakasih buat kalian yang selalu menunggu dan mendukung aku
__ADS_1