
Waktu berjalan cepat, beberapa bulan terlewatkan Leonel sudah pulih dan bahkan keluarganya merencanakan pernikahan.
Kandungan Liora juga semakin besar, tapi bersamaan dengan itu fisiknya semakin lemah.
Oh iya, Disha juga sudah melahirkan dan membuat semua orang berdamai karena hadirnya malaikat kecilnya itu.
"Myy, cookies Jeno habis." rengek anak lelaki itu dengan wajah sedih hampir menangis kesal.
Jeno berlarian mencari mommy nya hingga tubuh kecilnya menubruk kaki jenjang seseorang.
"Jeno? Kenapa nangis?" tanya perempuan yang ternyata adalah Krystal, yang terpaksa datang kesini karena biar bagaimanapun kan yang lahiran kakaknya.
Jeno diam mendongak ke arah Krystal dengan mata berkaca-kaca, mata Jeno agak sipit mirip papa Kris, sedikit ternyata, pikir Krystal.
"Tadi, Nono bawa cookies buatan mommy, tapi malah di habisin sama dia!" adu Jeno, menunjuk bocah yang Krystal kenal.
"Nana?" sebut Krystal, pada Jennara keponakannya, anaknya Shine.
"Maaf, mama Krystal. Nana, kan gak tau kalo dia cengeng, jadi Nana habisin." ujar bocah perempuan itu, lalu memeletkan lidahnya pada Jeno, saat Krystal tidak lagi menghadapnya.
"Maafin, Nana ya sayang...nanti tante buatin lagi buat Jeno. Mau?"
Bocah itu nampak berpikir melihat wajah cantik yang berjongkok menyamakan tinggi keduanya.
"Beneran?" pekik anak itu girang, Krystal mengangguk antusias juga, "Ya dong, nanti kita buat sama-sama di rumah nenek Rayrin sama Nana juga." tambah Krystal.
Tapi, perlahan Jeno menggeleng lemah, "Mommy nya Nono bisa buatin juga, nanti kalo aunty yang buatin ngerepotin, kata mommy gak boleh ngerepotin orang lain." jelas anak itu.
Hati Krystal merasa tercabik, ingin rasanya ia bilang, kalau dia bukan orang lain.
'Aku mama kamu, Jeno. Bukan orang lain, harusnya mama yang ada di sisi kamu, masakin makanan kesukaan kamu, tidur di sebelah kamu, bukan Liora.' batin Krystal sedih, tapi bagaimana lagi.
Nasi sudah jadi bubur, itu juga keinginan dia sendiri untuk memberikan Jeno pada Kaisar dan Liora.
Liora sekarang lemah, fisiknya benar-benar lemah karena kehamilannya yang seharusnya tidak boleh.
Sedangkan sekarang ia terpaksa berkumpul di rumah keluarga besar suaminya karena kelahiran putri nya Sam.
Tapi, apa ini?
Krystal?!
Dengan Jeno?
"Ngapain dia, sama anak aku?" gumam Liora, sambil berjalan pelan mendekati mereka.
Pemilik tubuh lemah itu hanya menghela napas lemahnya, tangan pucatnya mengusap pipi gembul putranya.
__ADS_1
"Saya bisa buat cookies buat anak saya, kamu gak usah ikut campur, dia punya ibunya. Jangan ganggu anak saya, apalagi...kamu pasti ngerti maksud saya." dengus Liora datar namun tegas.
"Ayo, Nono. Kita lihat adik bayi, tadi Nono belum lihat adik bayinya kan?" ujar Liora lembut, lalu menggandeng sang anak pergi.
Tak jauh dari sana diam-diam, Kaisar memperhatikan interaksi ketiganya.
Pria itu masih memperhatikan sampai, ada seorang pria asing yang datang mendekati Krystal.
"Babe!" seru Leonel, pria Spanyol itu ikut dengannya sekalian pendekatan karena pernikahan mereka sudah di rencanakan.
Leonel harus mengenal keluarga calon istrinya ya kan???
Kaisar mendengus kasar, lalu berlalu begitu saja menyusul istri dan anaknya, mungkin lebih baik.
"Aku cari kamu, aku bingung aku merasa canggung di rumah iparmu." kata pria itu.
"Maaf tadi aku tinggalin kamu, soalnya Nana nakal sih sama temannya."
Nana yang di kata begitu oleh mama Krystal nya jadi cemberut.
"Dia aja yang cengeng mama, kan aku cuma minta cookies nya, dia bilang boleh terus pas habis kok nangis." oceh Nana.
"Mama ayo lihat adik bayi lagi."
"Kan tadi udah, jangan lagi ya...Kan tadi Jeno sama mommy nya juga mau liat adik bayi, kalau rame nanti adik bayinya risih terus nangis. Nana, ikut mama ke nenek aja yuk!" ajak Krystal lalu ke ruang keluarga bersama Leonel.
Mertuanya Akira, neneknya Kaisar.
Terlihat, Rayrin mengangguk sopan, ingatkan kalian bahwa hubungan antara mereka canggung, cuma antara Akira dan Rayrin yang tidak canggung.
"Ganteng ya, mas?" sekarang Akira yang membuka suara sambil menyenggol lengan suaminya.
Leonel memberi salam pada semua orang, yang tadi belum sempat ia sapa satu persatu.
"Biasa aja." sahut Farid berbisik di telinga Akira, ia sewot lah, masa istrinya ngomongin laki-laki lain, kan cemburu dianya.
Ih, Farid udah tua masih aja cemburu sama anak muda ckck.
Farid, menetralkan ekspresinya lagi, "Tadi udah ketemu, bagus ya pilihan Krystal." puji Farid kemudian mengusak pelan rambut Krystal.
"Jadi kapan nih, nikahnya?" sahut Sam, ikut nimbrung.
"Masih di rencanakan, tunggu keluarga Anderson ke Indonesia." jawab Kris.
Krystal senang sih, antara keluarganya dan keluarga Danuarta ini menjadi lebih baik sejak berita pernikahannya di umumkan dan di tambah kelahiran keponakannya.
Suasana ruang keluarga hangat, walaupun ada sedikit kecanggungan dan semakin canggung saat Liora dan Kaisar serta Jeno bergabung setelah selesai melihat adik bayi.
__ADS_1
"Sam, temenin tuh anak istri sendirian, ngobrol mulu." tukas Kaisar, yang masih belum menyadari adanya perkumpulan keluarga yang sedang melaksanakan obrolan hangat.
"Nah ini, yang di tunggu, Liora sini ada Krystal dia mau menikah dong katanya." kata Akira membawa Liora mendekat.
"Tadi udah ketemu kok, ma." kata Liora halus dan agak lemah, walaupun ia menggunakan make-up tapi tak menutupi wajahnya yang pucat.
'Apa dia sakit ya, kok pucat banget dan keliatan kurus padahal lagi hamil.' batin Krystal.
"Hai, apa kabar, kak?"
Krystal menyapa lebih dulu, menepis semua rasa penasaran dan menahan kilasan masa lalu yang mulai berdatangan.
Leonel masih setia di samping Krystal, bahkan sekarang tangannya semakin erat memeluk pinggang sang kekasih karena pertemuan mereka dengan masa lalu, Krystal.
"Aku baik, walaupun kamu gak nanya tapi aku mau kasih tau kabar suamiku juga baik, kalo kamu penasaran sih. Oh iya, harusnya aku yang nanya, kabar kamu, kamu oke?" jawab Liora terkesan datar dan dipaksakan.
'Padahal aku kan gak nanya kabar suaminya, dia kenapa sih.' pikir Krystal.
"Oke kok, kak. Oh iya, kenalin. Leonel, calon suami aku." ungkap Krystal, karena ia sadar sikap Liora kepadanya, ia merasakan bahwa wanita di hadapannya seolah waspada dengan kehadirannya.
Kekhawatiran seorang Liora terhempas saat melihat wujud calon suami Krystal ini.
Kenapa ia harus khawatir, Kaisar sekarang sudah sayang dengannya, di tambah gadis di depannya juga punya calon suami.
'Harusnya aku gak perlu mikir keras, aku kan gak boleh stres juga, ternyata dia udah punya calon, baguslah.'
"Oh, baguslah kalau begitu." sahutnya secara spontan, Krystal menaikan sebelah alisnya.
"Krystal, jadi gak mau pakai cathering tante?" seru Akira memecahkan suasana dingin yang terjadi hanya di antara keduanya.
"Ah iya, Tante!"
"Ayo lihat-lihat menunya, buat acara pertunangan dulu kan, kan acaranya di rumah sini kan? Leonel ajak gih."
Kemudian, Leonel dan Krystal ikut dengan Akira.
Liora memperhatikan suaminya yang sejak tadi cuma diam.
"Kamu gak cemburu kan, Kai?" desis Liora, pelan
"Sayang, jangan mulai, inget jaga adek, jangan mikir aneh-aneh, gak baik untuk kamu dan adek di dalam." bujuk Kaisar, sambil mengelus bahu istrinya.
Padahal dalam hatinya, Kaisar menahan semua rasa penasaran yang mulai jadi benci.
'Harusnya aku membenci mu sejak dulu, yang meninggalkan aku begitu saja, ck bodoh.'
Kaisar tidak tahu kenapa dengan dirinya, ia yakin dirinya sudah memilih Liora dan keluarga kecilnya.
__ADS_1
Tapi melihat Krystal dengan Leonel, ia benci, sungguh ia benci Krystal!