My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 37 : Finally, I Found You!


__ADS_3

"Buset!" pekik Disha kaget, ia baru saja pulang dan jam menunjukkan pukul delapan malam, padahal jadwal seharusnya ia pulang pukul lima sore.


Ia kaget, karena tiba-tiba di tarik oleh Krystal yang sudah menunggunya.


"Apaan sih!" ketus Disha, ia sudah sangat lelah malah di isengi.


"Ssttt! Ikut aku!" kata Krystal berbisik lalu membawa Disha keluar ke halaman belakang.


Tempat yang menurutnya aman dari telinga orang-orang di rumah ini.


"Kalau gak penting, gak usah ganggu, aku lelah banget tau!" dengusnya sebal, Disha kalau di rumah judes, karena cuma di rumah ia bisa berekspresi sesuka hati.


Kalau di rumah sakit kan tidak mungkin galak sama pasien.


"Jangan marah dong kak, aku mau nanya penting." kata Krystal yang mencurigakan.


'Tumben, nih anak manggil kak, pake aku-kamu lagi, kesambet apaan coba.' pikir Disha sambil memperhatikan mimik wajah adiknya dengan seksama.


Jemari Krystal saling bertaut dan itu menambah kecurigaan Disha atas adiknya.


"Buruan!" desaknya, karena ia benar-benar lelah.


"Tapi rahasia ya."


"Iya ah!"


'Galak banget.' batinnya Krystal dengan bibir mengerucut.


"Kak, di rumah sakit ada pasien yang namanya Kaisar?" cicitnya pelan.


'Kaisar? Kaisar yang di ceritakan papa apa sama kaya Kaisar yang kakaknya Mas Sam ya?'


"Ngapain nanya gitu?"


"Jawab aja kek." desak Krystal.


"Ada!" jawab Disha judes, sebenarnya Krystal ingin membalas judesnya Disha tapi sekarang ia menginginkan sesuatu.


...****************...


Besoknya...


Krystal mengaduk mie ayam yang ia beli dan ia bawa pulang, ia bimbang.


Ia penasaran dan khawatir bagaimana keadaan Kaisar, tapi sekarang di rumah sakit pasti ada keluarganya.


"Ish!" serunya sambil menghempaskan sendok dan garpunya, kemudian ia menambahkan sambal secara brutal dan melahapnya seperti orang kesetanan.


Tapi rasa rindunya yang menggebu membuatnya nekat ikut Disha yang akan pergi ke rumah sakit sore ini.


"Gila ya kamu!" hardik Disha saat Krystal masuk mobilnya sembarangan.

__ADS_1


"Aku cuma mau ikut masa gak boleh." kilahnya, sambil memasang sabuk pengaman.


"Kalau papa tau?!"


"Gak peduli." cueknya.


"Krystal!" tegur Disha.


"Disha sayang, kakakku yang manis, kamu bakalan tau kaya apa yang aku rasain ketika orang yang kamu cintai itu terluka." ucap Krystal yang membuat Disha bungkam dan nampak berpikir.


"Please bantuin ya, pokoknya cari waktu dimana gak ada keluarganya." mohonnya .


"Dasar bocah bucin nyusahin!" grutu Disha sembari melajukan kendaraannya, keluar dari gerbang rumah mereka.


Di rumah sakit, Krystal cuma seperti orang bodoh yang duduk di kantin sambil menunggu kabar dari Disha.


Ia sudah menghabiskan satu porsi nasi goreng dan nasi sayur dan entah es kopi keberapa yang ia minum.


"Lama banget sih! Jangan-jangan mamanya, nginep lagi." dumelnya sambil melihat jam yang tertera di layar ponselnya.


"Krystal?" sapa seseorang.


Gadis itu membeku ketika ia menoleh ke arah sumber suara yang menyapanya.


'Mampus! Bukannya ketemu kakak malah ketemu Darren lagi.' katanya dalam hati.


'Mumpung dia masih nge-bug, kabur!'


Darren menghela napasnya, "Apa seburuk itu aku di mata dia?" pria itu tersenyum kecut, dia rasa dirinya tidak sejelek itu.


Ia percaya diri, bahwa dirinya pria yang hangat, tidak banyak tingkah dan berpola pikir dewasa juga cerdas, tapi di mata Krystal Darren tidak ada harga dirinya.


Setelah melalui banyak drama, akhirnya tiba saat dimana Krystal bisa melihat Kaisar, cinta pertamanya.


Sebelum jam besuk habis, untungnya Akira pergi karena suatu hal.


Dan ia akan memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin.


"Kak?" lirihnya dengan mata berkaca-kaca, perlahan-lahan ia mendekati Kaisar yang sudah tidur.


Tangannya mengusap kening Kaisar meski terhalang perban, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menggenggam tangan Kaisar kemudian ia cium tangan itu lama.


"Kangen, kak..." lirihnya.


Dan itu nampaknya mengganggu Kaisar, lelaki itu mengerjapkan matanya dan mulai bangun perlahan.


'Apa ini mimpi? Kenapa ada dia di sini?' batin Kaisar tak percaya, ia mengucek matanya dan menfokuskan pandangannya lagi.


'Kok masih ada?' ia masih bingung, kenapa Krystal masih ada dan sekarang malah.


"Kak!" seru gadis itu di susul Isak tangis dan menghambur ke pelukan Kaisar.

__ADS_1


"I miss you! Kamu gak kangen aku? Kenapa bisa kaya gini? Kenapa gak pernah ngabarin aku lagi? Lupa sama aku? Hah?! Kamu mau nikah? Iya! Kamu gak boleh nikah kak! Kamu cuma boleh nikah sama aku!" cerocos Krystal tanpa henti.


"Jadi, ini bukan mimpi?" gumamnya pelan.


Masih dengan kepalanya yang ada di dada Kaisar, Krystal mendongak agar bisa menatap mata pria itu dan melotot kesal.


"Mimpi kamu bilang?!" kemudian tanpa tau malu lagi ataupun memikirkan harga dirinya.


Krystal menyambar bibir hangat pria yang ia cintai itu.


Hanya ciuman ringan, sebelum di lanjutkan lebih panas lagi oleh Kaisar.


Rasa rindu keduanya memaksa mereka untuk meluapkan emosi itu melalui tautan bibir yang gila.


Kaisar melepaskan tautan bibir mereka ketika Krystal sudah menepuk dadanya pelan, sepertinya gadis itu sudah kehabisan napas.


Kaisar kembali menangkup wajah gadisnya dan mengecup dalam keningnya.


"Kamu nyata? Akhirnya! Akhirnya, Krystal!" lagi-lagi ia memeluk gadisnya dengan erat.


"Kak, lepas aku pegel posisinya gini terus." Kaisar terkekeh mendengar penuturan gadisnya itu lalu melepaskan dekapannya.


Kaisar menatap jam dinding, kemudian beralih ke arah Krystal.


"Lima menit lagi, waktu besuk habis." ucapnya sedih.


"Terus?"


"Kamu pergi lagi dari hadapanku." sahut Kaisar tak suka.


"Ini rumah sakit papa, terserah aku mau keluar kapan dari sini apalagi dokter yang menangani kamu itu kan kakak aku dan....


"Dan?"


"Cowok yang mau di jodohkan sama aku." kata Krystal yang sama sekali tidak suka Kaisar dengar.


"Ini kebetulan atau apa? Kenapa dari banyaknya dokter di rumah sakit ini harus dia?"


"Memang kenapa?"


"Nggak suka aja!" ketus Kaisar.


"Aku juga gak suka, kamu mau nikah." sahutnya dengan mata berkaca-kaca dan itu mengingatkan Kaisar akan kebimbangannya lagi soal keluarga atau cinta?


Tapi, ada satu hal yang harus ia pastikan pada Krystal, ia sudah membuat noda pada kejernihan seorang Krystal dan semoga tidak ada petaka yang akan meredupkan keajaiban Krystal-nya.


LAGI GAKK?


LIKE KOMEN DULU YAA


MAAF BARU BISA UPDATE, AUTHOR SIBUK DAN AGAK GA ENAK BADAN.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🦕


__ADS_2