
"Aku akan tetap disini. Aku takkan kembali ke Milan ataupun Inggris. Dan jangan harap hubungan kita berakhir!" putus Leonel sembari melihat seorang anak yang tertawa riang bersama ibunya dan seorang lagi yang malah terus melihat ke arah mereka, terutama Krystal.
"Le? Tiba-tiba?"
Krystal baru saja membuka rahasianya dan Leonel? Pria itu tiba-tiba merubah keputusannya? Kenapa?
"Dia mantan kekasihmu? Kamu yang melahirkan dia sendirian tapi kamu berikan putramu pada pria itu, gila." ungkap Leonel tak habis pikir, ia buru-buru menarik tangan Krystal menjauh, ia tak butuh jawaban karena diamnya Krystal dan tatapan Krystal padanya sudah cukup menjawab pertanyaannya.
Krystal berusaha menolak tapi ia tahu Leonel sedang tidak baik-baik saja.
Krystal menjauh, tetapi ia menengok ke belakang, melihat putra lucunya yang selalu ia rindukan, Jeno-nya.
"Mommy, sini!" teriak Jeno riang.
Krystal tetap menoleh meski ia tahu panggilan itu bukan untuknya, tapi untuk Liora, sakit rasanya.
Tapi, kenyataannya adalah Jeno-nya hanya mengenal Liora, bukan dia.
Di mata anaknya, mommy adalah Liora bukan Krystal.
...****************...
Beberapa tahun yang lalu...
Krystal tersenyum penuh, melihat bayinya yang baru lahir, di bawa Rayrin ke ruangannya.
Sempat bersembunyi di luar negeri, Krystal memilih melahirkan buah hatinya di rumah sakit milik keluarganya.
"Lucunya!" serunya sambil menyerang bayinya dengan ciuman.
"Krystal?" panggil Rayrin.
"Ada apa, ma? Kok muka mama gak enak gitu, cucu mama baru lahir lho, gak usah khawatir aku lahiran gak sendirian kan ada mama papa, aku gak sedih." cerocos Krystal, pasalnya, Rayrin sempat mengeluhkan keadaan Krystal yang melahirkan sendiri tanpa suami.
"Tapi mama tetap gak bisa kuat, laki-laki itu juga sedang menunggu istrinya melahirkan." Isak Rayrin, ia lama-lama tak terima juga, anaknya juga hamil anak Kaisar, Akira bahkan juga tau, tapi pria itu bahkan seperti tak peduli saat ini dan hanya menunggu istrinya yang melahirkan.
"Melahirkan, bukannya hamilnya duluan aku, kok barengan?"
"Ya mana mama tau, bermasalah mungkin kehamilannya, karma karena dia gak tanggung jawab sama anak mama, eh tapi mama juga gak butuh tanggung jawab dari mereka."
__ADS_1
Meski ingin menangis, Krystal tetap mengulas senyum.
"Jangan gitu, mama aku gak apa-apa, aku sama anak aku aja kuat."
Rayrin melengos kesal, ia kesal.
Ingin marah, tapi Krystal tak akan suka.
Anaknya sudah memutuskan untuk mengurus kehamilannya sendirian dan tak mau mengganggu rumah tangga mereka.
Rayrin terpaksa menyetujui itu demi anaknya.
Demi kedamaian mental anaknya saja.
Beberapa jam kemudian.
Kris menjenguk Krystal dan cucunya.
"Pa, papa tau gak anaknya Kaisar udah lahir atau belum?" tanya Krystal penasaran, Kris mendengus tak suka.
"Papa malas jawab." singkatnya.
"Belum, karena memang belum waktunya."
"Maksud papa?"
"Tadi, istrinya itu cuma pendarahan, tapi barusan papa dengar dari Farid, bayinya harus segera lahir padahal usia kandungan baru masuk tujuh bulan." jelas Kris, Krystal diam-diam merasa prihatin.
Dan sekarang, diam-diam Krystal mengintip mereka dari balik tembok di ujung koridor ia dapat melihat seluruh keluarga mereka yang panik.
Tiba-tiba dokter keluar dari ruangan itu.
"Kondisinya tidak baik, kalian harus memilih antara ibu dan bayinya."
"Apa?!" terlihat jelas wajah kekhwatiran Akira di sana.
"Pasien mengalami preeklamsia, yang mana ini sudah berkembang menjadi eklampsia, ini berbahaya dan bisa membuat pasien koma."
Dari tempat itu, Krystal dapat melihat betapa frustrasi nya Kaisar.
__ADS_1
"Selamatkan, ibunya." ucap Kaisar pasrah pada saat itu.
Saat itu juga, Krystal menganggap bahwa, cinta pria itu kini hanya untuk Liora, istri sahnya.
Tapi, entah apa yang ada dalam pikiran perempuan itu, ia berhadapan dengan papanya dan memohon hal yang tak masuk akal.
"Jangan gila kamu!"
"Papa, kalau anak itu hidup sama aku, dia akan hidup tanpa seorang ayah dan akan di cap anak haram, tapi kalau dia hidup sama Kaisar dia punya ayah dan ibu, lengkap dan statusnya sah."
"Tolong, papa. Bantu aku, bilang sama mereka, kalau seandainya bayi Liora itu meninggal, minta dokter untuk bilang ke mereka kalau bayi itu selamat dan kita kasih anak aku ke mereka."
"KRYSTAL!!!" bentak Kris, tapi anaknya itu malah memohon di bawah kakinya.
"Krystal mohon, papa. Demi cucu papa, dia akan punya keluarga yang sempurna papa, ayo cepat operasi sedang berjalan, ayo cepat papa atur semuanya."
"GILA KAMU, HAH? PIKIRAN KAMU KE MANA ?!!"
"Krystal mohon..."
Krystal hanya tak tega, jika anaknya jadi di cap anak haram karena tak punya ayah dan membuat pria yang ia cintai mengalami kesedihan dua kali.
...****************...
Seperti sebuah keajaiban, dokter bilang karena tekanan darah tinggi dan pendarahan itu, salah satunya takkan selamat.
Tapi, "Kabar baik, keduanya selamat." ucap dokter yang membuat semua keluarga tersenyum lega penuh syukur.
Di saat bersamaan, perawat membawa bayi yang baru lahir itu untuk di bersihkan.
"Tapi, untuk saat ini, ibunya masih belum sadarkan diri, kita tunggu hingga 24 jam, kalau ibunya masih belum sadar, maaf." lanjut dokter yang membuat senyum mereka sirna.
Dikit dulu lanjut nanti malammm
Bagaimana tanggapan kalian???
Kalau suka part ini boleh dong bagi bunga dan kopinya hehee
TERIMAKASIH
__ADS_1