My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 66 : Love Rain


__ADS_3

"Mama!"


Samudra cuma bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu, baru saja dia dan istrinya melewati pintu utama dan Disha sudah berteriak.


Untung, Disha anak mereka sendiri.


"Sayang, jangan teriak-teriak." tegur nya lembut, tapi Disha tidak peduli.


Huft! Dia harus sabar, Disha yang ia kenal adalah perempuan dewasa dan bijaksana, bisa jadi sensitif dan galak di trimester pertama kehamilannya.


"Mama! Mama dimana sih?" Disha mulai kesal karena Rayrin tidak muncul juga.


"Itu, mama!" tunjuk Samudra, pada pintu yang ke arah halaman samping, Rayrin sedang mengamati bunga-bunga yang ia tanam rupanya.


"Dah ya, sayang aku pamit, udah telat."


"Loh?!" pekik Disha.


"Apa lagi?"


Oke, Samudra mulai jengah tapi ia berusaha menahannya, ia harus sabar yang buat istrinya seperti itu kan dia sendiri.


Karena ia buat hamil jadi begitu. Hehe...


"Kok kamu marah sih?!" sentak Disha.


"Hah? Siapa yang marah? Sayang, aku izin aku kerja dulu, oke?" tekan Samudra selembut mungkin.


"Pulangnya jangan lupa bawa sate yang depan perusahaan Kaisar!" pesan Disha.


"Iya-iya, udah ya bye! Titip salam sama mama mertua." karena yah, Samudra sudah sangat terlambat, padahal ada pertemuan penting dengan klien, hari ini.


"Kamu kenapa sih, dateng-dateng mukanya sebel gitu?" tanya Rayrin, sambil menyajikan sup kimlo untuk anaknya yang hamil muda itu, nampak asap panas masih mengepul.


Melihat pada hujan yang datang di pagi hari ini, menyantap sup kimlo adalah pilihan bagus.


"Iya nih, mana teriak-teriak lagi." timpal Shine yang ikutan kaget padahal dia posisinya di lantai atas.


"Mama tau gak sih? Ah, ntar kalau aku cerita jadi gak mood makan nih pasti." kata Disha yang mendapat dengusan kesal dari Rayrin dan Shine.


Ini kenapa sih?


Disha jadi berubah drastis, jadi menyebalkan sekali, padahal dia kan cuma hamil!


Rayrin pasrah ketika melihat anaknya yang sangat lahap menyantap makanannya.


"Krystal mana? Masih tidur ya pasti?!" tebak Disha.


"Di rumah Leonel." sahut Shine santai, tapi mendapatkan reaksi tak santai dari Disha.


"Hah?! Mau apa dia pagi-pagi udah di rumah cowok? Mau ngulang masa lalu?!"


"Sha..." tegur Shine, pelan. Pelan kok, cuma di artikan lain oleh Disha.

__ADS_1


"Kenapa? Apa yang salah?"


Tuh kan!


"Jangan ngomong sembarangan, pertama, kamu lagi hamil, kedua, Leonel bukan laki-laki seperti itu." kata Rayrin, sedang mencoba sabar, ingat Disha lagi hamil.


"Itu kan kalau di depan mama, kalau di belakang mama? Kaisar juga kelihatan baik di depanku, tapi apa?!"


"Sha, udah deh jangan marah-marah, kasian anak kamu tuh di dalem. Belum lahir aja udah dengerin ocehan mamanya yang galak." ketus Shine.


"Kok kakak marahin aku sih,___"


"Daripada ngomel mending cerita, kamu kenapa kok tadi kesel gitu?" potong Rayrin yang tidak mau kedua anaknya berdebat di meja makan.


"Aku berantem sama Liora." ketus Disha sambil meletakkan sendoknya sampai menimbulkan bunyi karena beradu dengan piring.


"Disha?!" sontak Shine kaget, apa nih?


Kok adeknya yang paling kalem, baik dan bijaksana jadi bar-bar gini?


"Aduh, kamu bener-bener deh, selama hidup kamu gak pernah buat masalah, tapi sekali buat masalah kenapa berantem sama ipar kamu??? Malu mama, Sha..." ujar Rayrin yang sekarang bingung mau memasang wajah bagaimana kalau ketemu Farid dan Akira?


"Ya lagian jadi orang lebay, aku itu cuma ajak Jeno main, terus aku ketemu Krystal itu aja! Emang salah kalau aku ajak Jeno ketemu mama kandungnya???"


"YA SALAH!" sahut Shine dan Rayrin serempak, mereka berdua membuang napas kasar.


Sejak kapan sih, Disha jadi gak mikir gini?!


"Kok jadi aku yang salah sih? Kan Liora yang lebay. Aku cuma ajak anaknya, bukan ajak bapaknya ketemu Krystal, lebay tahu gak?"


Sudah.


Sudah...


Rayrin malas, sepertinya bicara dengan Disha sekarang tidak tepat.


...****************...


"Krystal hujan, kamu ngapain di luar?" pekik Leonel, pukul sembilan pagi dan hujan sudah turun dengan derasnya.


Krystal tidak mempedulikan panggilan Leonel, ia cuma mau bermain hujan.


"Miracle Krystal !" panggil Leonel lagi, rumah Leonel tidak terlalu besar, tapi rumahnya punya halaman yang luas dengan rerumputan hijau, Krystal semakin menikmati hari ini.


Lalu, dengan jahil Krystal menarik Leonel ikut bersamanya hujan-hujanan.


"Miracle, astaga!" pekik pria itu, tapi baru mau protes karena ulah Krystal, Leonel terperangah melihat wajah basah kekasihnya.


Ia tersenyum tipis penuh kekaguman.


Krystal cantik.


Dan air hujan menyempurnakan kecantikannya.

__ADS_1


Leonel menikmati saat dimana ia memandangi Krystal yang berputar-putar pelan sambil merentangkan tangannya juga menengadahkan kepalanya ke atas.


Krystal yang kini, membiarkan rintik hujan jatuh mengenai tubuhnya dan membuatnya basah.


'Jatuh hati.' dua kata itu yang mewakili perasaannya saat ini, ia sudah jatuh hati pada Krystal sejak lama, tapi hari ini Leonel telah jatuh, sejatuh- jatuhnya.


"Leon, lihat! Sangat deras, ini menyenangkan!" seru Krystal senang sambil memainkan genangan air di bawahnya dengan kaki telanjang.


Leonel tertawa pelan, kemudian ia menarik tangan kanan Krystal hingga perempuan itu jatuh ke dalam pelukannya.


Dekat, mereka sangat dekat sekarang hingga Krystal dapat mendengar detak jantung Leonel yang berdetak untuknya.


Dan juga deru napas Leonel yang bernapas untuknya pula.


Krystal bisa mati!


Leonel menatapnya sangat dalam dengan jarak yang sangat dekat.


"Aku mencintaimu." ungkap Leonel dengan suara berat dan rendah, tangannya menyingkap rambut basah yang menempel di dekat mata Krystal.


Mengusap pipi basah yang akan terus basah karena hujan masih jatuh ke tubuh mereka.


"Katakan, kamu juga mencintaiku." pinta Leonel penuh harap.


Bingung, Krystal bingung.


Ia nyaman tapi belum bisa di katakan cinta.


Dan dalam kebingungannya, tak sengaja ia menggerakkan kepalanya ke bawah yang di salah artikan oleh Leonel.


Leonel tersenyum bahagia dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Kamu dengar? Jantung ini, akan berdetak untukmu selama aku hidup, jantung ini hanya berdetak kencang ketika aku bersamamu." ungkap Leonel, pria itu merenggangkan pelukannya menatap Krystal sebentar dan melabuhkan bibirnya pada bibir tipis Krystal.


Krystal melotot kaget.


Ini ciuman pertamanya bersama Leonel.


"Leon, aku__"


Sayang, dengan membuka mulutnya untuk bicara ia memberi akses untuk Leonel menciumnya lebih dalam.


Krystal semakin bingung, ia cuma bisa menerima cinta yang Leonel berikan di tengah hujan pagi ini.


'Maaf.' batin Krystal, lagi-lagi Krystal merasa bersalah karena seolah memberikan harapan palsu.


Tapi, ia tidak mau jadi yang paling terpuruk di saat Kaisar saja sudah bahagia!


Setidaknya, ia harus nampak kuat jika suatu hari mereka bertemu lagi kan?


Sepi yaa


udah pada bosen pasti yaaa

__ADS_1


maafkan ceritaku yang ga menarik ini🦄


__ADS_2