My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 31 : Kerinduan


__ADS_3

Hujan yang turun sejak semalam, membuat hawa pagi ini terasa dingin.


Dalam keadaan setengah sadarnya, Krystal mengingat Kaisar.


Bayangan pria itu menghantui pikirannya, Krystal mencoba membuka mata dan seolah ia menangkap sosok Kaisar ada di depannya.


'Kaisar?' batinnya tak percaya, karena ia sepenuhnya sadar bahwa pria itu tidak mungkin akan menemaninya lagi atau menyambutnya bangun dari tidur.


Dan benar saja, kesedihan menyelimuti hatinya bahwa Kaisar yang ia lihat benar-benar hanya halusinasinya saja.


Akibat, dirinya yang mungkin terlalu memikirkan dan merindukan pria itu.


Krystal mengambil ponselnya yang tersimpan di bawah bantalnya, walaupun matanya masih terasa pedas karena baru saja bangun ia memaksa menyesuaikan matanya dengan cahaya ponselnya.


Kemudian ia peluk ponselnya saat ia menemukan foto Kaisar yang ia simpan di galeri ponselnya.


Bersamaan dengan itu jantungnya berdebar sakit dan air matanya luruh.


"Kangen." bisiknya di iringi isakan kecil.


Apa cinta pertamanya akan berakhir seperti ini? Harusnya Krystal tidak mudah menjatuhkan hatinya pada orang yang belum lama ia kenal!


Jika harus begini jadinya, Krystal....


"Akh! Mau menyesali ini, tapi semuanya terlalu indah." katanya.


...****************...


Sejak kejadian itu, Kaisar berada di rumah Akira dan Farid.


Bahkan, ia sudah mulai menyiapkan beberapa hal untuk pernikahan.


Ya, Kaisar akhirnya tidak bisa melawan mau Farid saat itu dan berakhir dengan melamar Liora.


Mata tajamnya, menatap rintik hujan yang turun di pagi buta ini.


Kaisar bukan bangun lebih awal, tetapi Kaisar tidak tidur, terus memperhatikan rerintikan hujan di temani asap rokok yang tak berhenti mengepul dari mulutnya.

__ADS_1


Bahkan, Akira mulai tahu kebiasaan buruk yang Kaisar sembunyikan.


Sebab, pria itu mulai berani minum minuman beralkohol sendirian tanpa ajakan temannya dan di rumah orangtuanya!


Akira bahkan menyaksikan bagaimana Kaisar nampak seperti perokok berat.


Wisnu nampak prihatin dengan apa yang ia lihat semalam saat pria tua itu mengawasi penjaga rumah, ia melihat tuan mudanya itu di balkon kamarnya dan sekarang saat ia bangun untuk mengkoordinasi semua bawahannya, ia masih melihat Kaisar disana.


"Selamat pagi, Mam!" sapa Ayura, Sam, dan Sara secara beruntun.


Cup!


"Ih! Bang Samud, ngapain si cium-cium mama aku!" kata Sara tak suka, dan itu mengundang kekehan dari Akira yang tengah menata lauk pauk di atas meja makan.


"Mama kau dek? Itu juga mama aku, kau tau tak?!" kata Samudra, dengan kalimat yang di buat-buat.


"Kebiasaan, berisik!" ketus Ayura yang sudah mulai membalikkan piringnya dan bersiap mengambil nasi dan lauk pauk.


Sara dan Samudra cuma bisa melirik Ayura tak suka, Ayura ini memang galak seperti papa mereka.


Tak lama, Farid datang melengkapi meja makan, kecuali Kaisar yang belum juga muncul.


"Kaisar, mana?" tanya pria itu kemudian mendudukkan dirinya di kursi paling ujung.


"Jangan ganggu dia dulu." kata Akira pelan, ia tak mau anak-anak yang lain tahu akan hal ini, kecuali Samudra, Ayura dan Sara tak tahu apapun secara detail.


"Kakak Ishar, kenapa nggak makan bareng kita, Mam?" tanya Sara.


"Belum bangun, biar saja." kata Akira beralibi, sedangkan Samudra cuma diam meski ia mengerti akan satu hal, ia pun merasa Kaisar berbeda dan lebih banyak diam daripada biasanya.


Ayura yang asalnya tidak terlalu suka ikut campur ya cuma menyimak.


...****************...


Setidaknya, Rayrin bisa bersyukur, sekarang mereka tidak tinggal di lingkungan padat penduduk, tidak ada yang mengurusi urusan satu sama lain.


Dan paling tidak, Krystal tidak jadi gunjingan tetangga seperti dirinya saat dulu.

__ADS_1


"Krystal, bangun." katanya sambil menyibak tirai di kamar anaknya, tidak ada matahari yang menyengat masuk, karena kenyataannya awan masih mendung meski waktu sudah masuk pukul delapan.


Krystal keluar dari persembunyiannya di balik selimut tebal bergambar gajah miliknya.


Krystal memang sudah masuk usia dewasa,tapi ingat kan?


Krystal manja dan kekanakan jadi jangan tanya kenapa selimutnya bergambar gajah.


Rayrin saja sampai heran, putri kecilnya tiba-tiba berhubungan dengan pria dewasa seperti Kaisar.


"Krystal ! Lupakan, dia sudah akan menikah!" bentak Rayrin sambil menyambar ponsel dalam pelukan putrinya, ia dapat melihat gambar seorang pria menawan disana.


Rayrin sudah curiga, untuk apa anaknya peluk-peluk ponsel seperti orang kurang kerjaan ?!


Krystal langsung terduduk mendengar penuturan mamanya.


"Menikah?!"


"Iya." jawab Rayrin singkat lalu berjalan ke arah pintu.


"Ma, tunggu jelaskan dulu." cegah Krystal sambil turun dari tempat tidur.


Tapi, Rayrin tidak berhenti juga.


"Mama!" teriak gadis itu setengah merengek, masih dengan rambut acak-acakan dan piyama motif gajah yang mirip dengan selimutnya.


Menyusul Rayrin yang benar-benar tidak peduli dan pura-pura tuli.


"Ya ampun, Krystal!" Sekar terkejut melihat cucunya lewat dengan bentukannya yang masih tidak jelas itu.


'Kaya gitu udah bisa main gila sama laki-laki, benar-benar keturunan emaknya' batin Sekar, tapi tidak bermaksud menghina menantunya juga sih, cuma kan benar ya keturunannya Rayrin, Sekar gak salah.


Hehehe


Ada yang nungguin aku update gak???


Sini like dan vote dulu, biar aku yakin buat crazy up hari ini hehhe

__ADS_1


__ADS_2