My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 34 : Samud


__ADS_3

Karina merasa kesal karena Krystal tidak mau menjelaskan padanya, mereka pulang masing-masing dengan wajah cemberut Karina itu.


"Heran, kawanan dari bocah SD tapi ngasih tahu gitu aja gak mau, gue di anggep gak sih." gumamnya.


"Ya ampun! Dah sabar-sabar, mungkin dia belum butuh untuk cerita ke gue." katanya menenangkan diri sendiri, walaupun agak aneh sih, kesal sendiri, menenangkan diri sendiri.


Duk!


"Duh!" keluhnya, saat ia merasa menabrak seseorang, ia heran kenapa orang keras gini keningnya sampai nyeri karena menabraknya.


Karina mendongak untuk melihat siapa yang sudah ia tabrak.


Nampak ada seorang pria tampan dengan wajah datar menatapnya malas di tambah beberapa orang di belakangnya.


Karina mengerti seperti apa orang yang ia hadapi ini.


"Tampan sekali." gumamnya lancang, kemudian menutup mulutnya yang sudah mempermalukan dirinya sambil memukul-mukul kecil.


"Maaf!" ucapnya langsung, karena ia sih tahu siapa yang salah karena dirinya yang sejak tadi berjalan sambil menggerutu tanpa memperhatikan sekitar.


Pria itu cuma mengangguk samar, kemudian pergi begitu saja bersama beberapa orang di belakangnya.


"Aish! Ganteng sih, tapi sombong." mendadak ia menyesal sudah memuji pria sombong itu di depannya dengan tidak tahu malunya.


Ya, begitulah Karina sama absurd nya dengan Krystal.


"Woah! Itu cucunya pemilik mall ini?"


terdengar bisik-bisik orang-orang yang lewat di sekitar Karina.


"Iya hey! Kemarin dia jadi bintang tamu talk show di televisi lho, fotonya juga seliweran di sosmed." kata yang lain.


"Ganteng banget gila, aslinya lebih ganteng daripada di foto, parah." puji yang lain.


Karina mendengarkan dengan seksama karena penasaran, "Jadi dia cukup terkenal kah? Kok gue gak paham yak?" gumamnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Dah lah! Nggak penting!" katanya cuek, walaupun sebenarnya ia penasaran.


Se- special apa pria itu tampan, terkenal dan pasti seorang pewaris sangat kaya kan?


...****************...


"Hai, Mam!" sapa Samudra kemudian mencium pipi mamanya.


"Untuk apa disini?" tanya Akira sambil mengusap rambut anaknya itu.


"No! Mam! Kau merusak tatanan rambutku nanti, aku bukan anak kecil lagi tahu." protes Samudra lucu, sangat lucu di mata Akira.


Samudra memilih duduk di salah satu kursi, "Mam, aku lapar." katanya lucu dan dengan ekspresi menggemaskan.


Akira mengacak rambut putranya yang sudah dewasa itu, "Katanya bukan anak kecil lagi, tapi kamu selalu saja bertingkah menggemaskan, sangat lucu!" ucap Akira gemas sambil mencubit pipi Samudra.

__ADS_1


Akira memanggil salah satu pramusajinya untuk menyajikan makan siang untuk Samudra.


"Jadi, baby kenapa? Tumben mampir ke kafe?"


"Mam!" protesnya lagi, Akira hanya terkekeh lucu.


"Aku nyariin mama di home's food, tapi nggak ada." katanya agak bernada kesal karena di ledek ibunya terus.


"Terus kenapa bawa bawahan kamu hem?" tanya Akira sambil melirik empat orang yang setia berdiri di belakang anaknya.


"Mau ajak makan gratis soalnya mereka sudah bekerja keras." jawabnya.


"Ya sudah kalau begitu semuanya duduk, jangan mau cuma di traktir makan saja dong, minta bonus sama bos kalian." kata Akira yang sukses membuat keempat orang itu tidak merasa canggung.


"Wah terimakasih, Bu!" sahut seorang wanita muda yang merupakan sekretaris Samudra.


"Saya salut deh walaupun kalian itu kaya tapi sama sekali gak sombong, masih mau bicara akrab sama kami semua." ucap Raka, yang ini adalah asisten pribadi Samudra.


Akira tersenyum cerah, mereka pasti nyaman bekerja dengan putranya.


Karena Samudra menuruni sikapnya yang cerah dan ceria pada siapa saja.


"Terimakasih, kita juga gak akan kaya kalau gak ada kerja keras kalian juga, pokoknya minta tuh bonus sama bos Samud!" Akira menunjuk anaknya dengan dagunya, yang kembali cemberut.


'Heh, bisa-bisanya mama nyebut aku Samud di depan anak-anak.' batinnya kesal.


Mereka semua tertawa pelan di atas rasa malu Bos Samud.


...****************...


Siang dan malam sama saja, suram!


"Lo kenapa si?" tanya Maxime cemas, soalnya baru ini Kaisar mengajaknya minum berdua.


Ingat, berdua!


Tanpa Kevin dan Stave.


Kaisar masih diam dengan mata yang mulai memerah ia sudah meneguk banyak minuman beralkohol itu.


"Gue bingung, Max."


"Soal?"


"Cinta dan keluarga, sumpah gue benar-benar bingung."


Maxime terkekeh kecil, "Harusnya untuk masalah serius, lo minta pendapat Stave." kata Maxime.


"Nggak juga, Stave sibuk. Dan menurut gue lo lebih bisa gue percaya." kata Kaisar sambil menatap temannya itu, meski slengean, tapi Kaisar sangat percaya pada Maxime.


Walaupun, pria itu bukan sosok yang pas juga kalau di tanya soal cinta.

__ADS_1


Maxime hampa dan tak punya cinta di hatinya, bahkan trauma pada cinta seorang wanita.


"Jadi?"


"Gue ada affair sama, Krystal."


Pok!


Maxime bertepuk tangan sekali, "Akhirnya ngaku juga, gue udah curiga dari awal, terus? Lo putus dari Liora? Ketahuan?" cecar Maxime.


"Sabar, sat! Makanya dengar dulu." ucap Kaisar menoyor jidat Maxime.


"Oke-oke, terus?"


"Liora bertahan, Max! Papa sama mama maksa kami menikah secepatnya tapi gak bisa karena kontrak kerja Liora." jelasnya, setelah beberapa waktu akhirnya ia bicara banyak.


"Om sama Tante tahu?"


"Sangat tahu! Gue gak tahu apa yang terjadi di masa lalu, sampai gue dengar papa kaya merendahkan mamanya Krystal. Padahal, lo tahu papa itu panutan gue, dia gak pernah merendahkan perempuan, sayang keluarga dan menjaga adik-adik gue layaknya putri raja."


Kaisar berhenti sejenak dan menghisap rokoknya, ia menghembuskan napas kasar.


Maxime menahan diri, membiarkan Kaisar bercerita dengan bebas.


"Gue baru ini jatuh cinta, Max. Dan itu baru Krystal yang mampu menggetarkan hati gue, kenapa si harus di saat yang salah? Di tambah mama sama papa gak setuju, padahal gue kira mereka bakal ngerti, cinta gak bisa di paksa."


"Tapi, lo juga salah, lo menyakiti Liora, bro." ucap Maxime setelah di rasa Kaisar cukup menyampaikan unek-uneknya.


Maxime menepuk bahu Kaisar, berharap itu bisa menyalurkan kekuatan.


"Kami belum nikah, Krystal gak sehina perebut suami orang kan?" kata Kaisar yang bagi Maxime ada benarnya dan ada ngawurnya.


"Y-ya walaupun gitu kan, tetap aja lo selingkuh dan lo seatap sama anak gadis orang berduaan di tambah pakai cinta, ngaku deh lo udah ngapain aja sama Krystal. Jangan sampai tuh bocah hamil tanpa lo tahu."


Dan ucapan Maxime mampu membuatnya terhenyak kaget.


"Max!" pekiknya sambil memukul lengan Maxime, matanya membulat menatap Maxime.


Maxime sudah bisa menebak dari ekspresi Kaisar, mereka pasti sudah ngapa-ngapain.


"Hadeh, Kaisar oon! Gue yang casanova gini aja gak suka celup sana-sini. Selain menikmati keindahan mereka."


"Gue harus ketemu, Krystal. Max, pokoknya gue harus perjuangkan ini." putusnya kemudian pergi dengan kepala yang sudah mulai pening.


"Woi! Bro, lo udah mabuk gila!" Maxime menyusul Kaisar, jangan sampai pria itu menyetir sendiri.


Hmmm kira-kira mereka pernah ngapain ya?


Beh, author aja gak tahu.


Jadi ikut penasaran wkwkk

__ADS_1


Yang penasaran, komen di bwahh


__ADS_2