My Secret With Mr. Billionaire

My Secret With Mr. Billionaire
Chapter 42 : She's the real Miracle!


__ADS_3

Miracle Krystal.


Model papan atas yang juga menjadi brand ambassador dari berbagai luxury brand dunia.


Ia terkenal sampai ke kancah internasional.


Mungkin ini yang mereka sebutkan bahwa ada cerah setelah gelap atau, ada kebahagiaan setelah badai?


Ya, intinya itulah!


Dengan mengorbankan cinta dan egonya ia mendapatkan karir yang cemerlang restu orang tuanya yang sangat effortless mengirimnya sampai ke Milan, tempat dimana papa dan mamanya bertemu.


"Krystal! Bangun dan bersiap untuk pemotretan jam sepuluh, oh ya besok ada pemotretan dengan brand parfum dari Paris, jangan lupa! Jangan pergi tanpa seizin aku!" oceh seorang wanita yang setahun lebih tua dari Krystal, sambil menyibak paksa selimut yang masih menempel di tubuh ideal Krystal, melahirkan satu kali tidak membuat lekukan tubuhnya rusak.


Oh ya, dia adalah manager Krystal namanya Diana, biasanya sih Krystal memanggilnya, Di.


Ya, hanya Di.


Diana sangat cerewet tapi Krystal bersyukur ia mendapatkan Di untuk menjadi managernya.


"Cepat bersihkan badanmu dan pergi makan setelah itu kita akan pergi ke lokasi." ucap Di, sebelum menutup rapat pintu kamar Krystal.


"Iya-iya, dasar cerewet." umpat Krystal, sesekali ia memang kesal pada kecerewetan Di, tapi hanya Di yang bisa mengurus segalanya dengan baik.


Layaknya seorang model profesional bekerja, Krystal berpose dengan cantik dan elegan.


Tidak butuh waktu lama karena dengan pose apapun dan dari angle manapun, Miracle Krystal tetap terlihat sempurna.


"Dia benar-benar keajaiban, sesuai namanya!" puji sang fotografer, sambil melihat hasil bidikannya.


"Kerja bagus, Krys!" Leonel, si fotografer mengacungkan jempol pada Krystal yang hanya di balas senyum tipis oleh wanita itu.


Sekarang, waktu istirahat Krystal sedang istirahat sambil menunggu sesi selanjutnya di mulai.


"Kopi?" Krystal terperanjat saat ada yang menempelkan satu cup kopi dingin ke pipinya.


"Kau mengejutkan aku, Leo!"


"Sorry, kesukaan mu cappucino dingin, hari cuacanya sangat cerah kan?"


"Panas lebih tepatnya." sinis Krystal yang di tanggapi kekehan ringan dari Leonel.


"Makan malam, lusa?"


Alis Krystal bertaut mendengar penawaran pria itu, pria bermata hijau emerald dengan perawakan yang gagah.


Leonel tampan, sangat tampan.


Apalagi dengan proporsi tubuhnya yang nyaris seperti model, sayangnya dia hanya tukang foto model.

__ADS_1


"Tidak bisa, lusa Krystal harus istirahat total karena besoknya dia ada pemotretan!" sambar Di, sambil menyerahkan box makan siang pada Krystal.


"Kalau gitu besok?"


"Besok se__"


"Tidak bisa juga, besok ia ada pemotretan dengan brand parfum, bukannya kau juga yang memotretnya, Leo?" sela Di, lagi.


Leonel menghela napasnya pasrah, macan penjaga Krystal selalu menggagalkan dia untuk pendekatan dengan supermodel incarannya.


...****************...


Di belahan dunia lain.


"Mommy, Nono ingin butter cookies buatan mommy yang kemarin boleh?" pinta anak kecil itu sambil memeluk kaki mommynya yang sedang sibuk menggoreng ayam kentucky.


"Boleh dong! Nono mau minta buatkan apa saja ,mommy buatkan, Jeno kan anak kesayangan mommy!" ucap Liora , fokusnya masih pada masakannya dan sebelah tangannya mengusak rambut lembut Jeno kemudian mencubit pipi gembulnya yang menggemaskan.


"Terus nanti kita antar ke kantor daddy, boleh?"


"Kenapa ke kantor daddy?" tanya Liora heran.


"Nono ingin tahu apa yang daddy kerjakan sampai selalu sibuk setiap hari."


Liora tersenyum tipis mendengar itu, hatinya juga tercubit sakit.


Meski, Jeno putra kesayangan mereka tapi Kaisar tidak banyak meluangkan waktu untuk mereka, apalagi untuk Liora sendiri.


Dengan Kaisar mau menyentuhnya hingga hadir Jeno di antara mereka saja ia sudah bersyukur.


Bahkan sebab Jeno, lahir prematur adalah karena saat hamil Liora sering stres karena memikirkan sikap Kaisar yang tak kunjung berubah.


Tidak ada banyak cinta untuknya.


Hanya seperti, sebatas kewajiban saja.


Liora setidaknya senang malam ini, suaminya makan malam di rumah.


"Daddy, besok Nono sama mom mau buat butter cookies dong!" beritahu Jeno, pada sang ayah.


"Oh ya, besok ini?"


"Iya dong!" sahut Jeno antusias.


"Lusa saja bagaimana, maaf daddy lupa kasih tahu, besok itu ada pertemuan keluarga sama calon istrinya Om Sam." kata Kaisar sambil memperhatikan anak dan istrinya satu persatu.


"Loh, kok baru bilang, sih daddy?"


ujar Liora, karena info nya terkesan mendadak.

__ADS_1


"Iya soalnya gak niat datang juga, aku sibuk. Cuma, Sam kan adikku, jadi ya gimana, kalian berdua ya? Aku sibuk."


"Maksudnya aku sama Jeno nih, yang ikut papa mama pertemuan keluarga? Kamu gak? Kenapa?" kata Liora kecewa.


"Aku sibuk, mom. Kamu wakilin aku ya?" jawab Kaisar.


Liora cuma mengangguk, ia membatin bahwa Kaisar mungkin sungkan bertemu dengan keluarga itu lagi.


Keluarga mantan selingkuhannya yang sekarang akan menjadi besan mertuanya.


Karena putri kedua keluarga itu akan masuk ke keluarga Danuarta sebagai istri Samudra.


...****************...


Dalam empat tahun banyak yang berubah.


Aku sudah bilang, banyak yang berubah.


Tentu dengan hati Disha yang juga goyah.


Menyerah pada cinta tak pastinya dan memilih Samudra yang sudah berjuang sepenuh hati selama bertahun-tahun.


Meski, Disha sudah menjauh dari Samudra sebab ia adalah adik dari pria yang membuat nasib buruk pada adiknya.


Terlepas dari semua itu, Kris juga menyukai putra kedua Farid itu.


Sejak awal, Kris punya keyakinan tersendiri pada Samudra.


"Es krim strawberry, untuk dokter cantik!" seru Samudra mengejutkan Disha yang tengah menunggunya di taman rumah sakit.


"Samud!" protes Disha menggeplak lengan kekar calon suaminya.


Ia menerima es krim strawberry kesukaannya, Samudra memang paling tahu tentang dia, sangat perhatian dan karena itulah hatinya luluh.


"Apa? Kamu panggil aku apa?" ucap Samudra dramatis, Disha hanya mengedikan bahunya geli, bagaimana bisa ia luluh dengan pria gila seperti Samud.


"Samud!"


"Iya istriku..." balas Samudra nyeleneh.


"Dih, dasar orang gila!" ejek Disha.


"Iya, aku memang gila, tergila-gila padamu!" gombal Samudra lagi, pria itu tau walaupun Disha mengomel tapi pipi merona gadis itu menjelaskan kalau Disha baper, haha.


Gimana part ini???


Makin gaje yaaa 😭👊


Yang pernah baca season sebelumnya pasti paham cerita Kris dan Rayrin jujur secara gak sadar aku kaya ngulang cerita mereka.

__ADS_1


Yang mana Rayrin ninggalin Farid demi karir dan pas balik Farid udah nikah sama Akira kan mirip....🥲


__ADS_2