
Malam itu....
Cuaca sangat buruk.
Hujan, angin, bahkan petir menghiasi langit hari ini, gelap.
Tetapi, Krystal tidak berminat untuk menerangi kamarnya yang gelap.
Membiarkan dirinya tertelan kegelapan langit hari ini.
Buntu, gadis itu belum menemukan cara lainnya selain merelakan cintanya bersanding dengan orang lain.
Krystal banyak berpikir setelah melihat reaksi Disha malam itu.
Perhatiannya teralihkan saat pintunya di gedor dengan terburu-buru.
Ia buru-buru membukanya, tepat saat ia baru membuka pintu Disha langsung menerobos masuk kamar adiknya.
"Bagus! Kamu masih disini, aku hampir gila, di rumah sakit seharian mikirin kamu!" ucap Disha panik bercampur lega, sedangkan pakaiannya sudah agak basah terkena air hujan.
Soalnya, tadi ia menerobos hujan dari rumah sakit menuju parkiran.
"Kenapa si, Kak?"
"Aku mikirnya, dia bawa kamu kabur, Krys!" kata Disha sambil menjatuhkan dirinya di bibir ranjang.
"Dia?"
"Iya, dia! Pacar kamu lah!" dengus Disha, ia malas menyebut nama pria itu.
Menurutnya, pria yang bernama Kaisar itu brengsek, sudah punya tunangan masih saja gatel sama perempuan lain.
Adiknya juga,tidak mau kalah, suka sekali merayu.
Memang, tidak ada pria yang lebih baik dari Darren.
"Maksudnya gimana sih ini?" tanya Krystal bingung.
"Kakaknya, Mas Sam. Kabur dari rumah sakit." kata Disha malas.
"Mas Sam? Siapa gue gak kenal."
"Mas Sam, itu adiknya pacar lo!"
"Hah????"
"Dia kabur dari rumah sakit padahal kondisinya belum bisa di pastikan. Aku udah mikir, kalau kalian berdua nekat kawin lari. Sumpah, Krystal ! Jangan berbuat bodoh lagi, aku mohon."
"Tapi, kak__"
"Masih untung ya kakak sudah bantu kamu, sekarang nurut sama aku lah!" tukas Disha tegas.
Krystal tidak bisa berkata apa-apa, hatinya ikutan mendung, ia khawatir.
'Kenapa? Kenapa kamu pergi, padahal kita baru ketemu kemarin. Kamu gak mau ketemu aku lagi, kak?' batin Krystal sedih, ia berpikir bahwa Kaisar kabur untuk menjauh dari dirinya.
****************
"Kondisinya, sudah stabil. Tinggal menunggu beberapa lukanya mengering." kata dokter yang merawat jalan, Kaisar.
Setelah, Kaisar selesai di periksa.
Maxime mengantarkan dokter itu sampai ke depan rumah.
__ADS_1
Kemudian, pria tampan itu kembali untuk melihat sahabatnya.
"Jadi apa rencana lo?" tanya Maxime to the poin.
"Minta Krystal langsung ke orang tuanya." jawab Kaisar.
"Terus?"
"Bantu gue buat ketemu Krystal hari ini aja, untuk bicara berdua. Please, gue bakal kasih apapun yang lo mau, Max, sumpah!"
"Tapi, Kai__"
""Bantuin gue kali ini aja." pinta Kaisar lagi, Maxime hanya bisa mendengus kasar, pasrah dengan keadaan yang mana ia adalah sahabat Kaisar.
"Lo tau kan itu gak mudah? Ada banyak pihak yang bakalan tersakiti. Lo gak takut karma apa?"
Dan itulah, kalimat terakhir dari Maxime sebelum membuat Kaisar bergelut dengan pikirannya untuk egois pada perasaannya.
Tapi semua tertutupi akan semangatnya untuk melepas rindu dengan gadis manisnya.
Dilain sisi, Disha masih menatap nyalang ke arah Maxime dari balik kaca mobil sportnya yang bersiap membawa pergi adiknya.
Disha benar-benar tak bisa menghentikan Krystal dengan berbagai kata-kata mutiaranya, apalagi sekarang hanya ada dia dan Krystal.
Disha menjambak rambutnya kesal saat melihat mobil hitam itu melaju membelah rintikan gerimis di malam yang mulai berkabut.
Matanya berbinar dan kedua pasang mata itu saling memancarkan kerinduan.
Krystal mengabaikan ucapan Disha, ia memilih ikut Maxime di banding mendengarkan kata kakaknya.
"Kak, i miss you! Aku pikir kamu bakal tinggalin aku." Kaisar menggeleng pelan di tengah pelukan mereka mana mungkin ia meninggalkan Krystal-nya ?
"I Miss you too, baby!" balas Kaisar, yang mana itu menjadi pemantik api asmara keduanya di malam itu.
#flashbackend
****************
Disha terus mondar-mandir, di dalam kamarnya.
Ia terus menggigit bibirnya, "Duh, kali ini aku gak mungkin bisa menghindar dari mereka. Lagian, Krystal kenapa semalam gak pulang coba?!" ocehnya sendiri.
"Sha!" terdengar teriakan Rayrin dari luar kamarnya.
"Duh, gimana nih?" bisiknya pelan.
"Sha? Kamu nggak ke rumah sakit, ini udah siang lho? Apa shift malam?" tanya Rayrin setelah mengetuk pintu kamar anaknya.
"Anu, Disha gak enak badan, izin dulu." kilahnya, sebenarnya ia bisa saja mangkir dan berangkat ke rumah sakit pagi-pagi sekali tapi ia masih menunggu adiknya kembali.
"Ya ampun, buka pintunya dong, sayang biar mama periksa!"
"KRYSTAL!!! DIMANA ANAK ITU?!"
DEG
Disha melotot kaget mendengar suara keras papanya, Rayrin mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara yang berasal dari kamar anak bungsunya yang tak jauh dari situ.
"Mas, apa sih? Kali aja anaknya lagi__"
"Lagi apa?! Nyusul calon suami orang?"
"Mas, kamu ini bicara apa sih?" sela Rayrin sambil mendekati suaminya.
__ADS_1
"Semalam, aku masih berpikir positif ya dengar dari penjaga kalau Krystal pergi sama temannya, atas sepengetahuan Disha tapi lihat mana dia? Gak ada! Anak itu pasti sudah membohongi kakaknya, kurang ajar!" sentak Kris sambil membuka kasar pintu kamar anak gadisnya.
Disha yang melihat itu tentu merasa bersalah karena ia tahu tentang itu.
"Pa, sebenarnya..."
"Aku disini." sela sebuah suara yang menghalangi Disha untuk mengaku.
Kris, Rayrin, Disha.
Ketiga terdiam melihat Krystal yang berada di ujung tangga teratas, gadis itu berjalan ke arah kamarnya mendekati kakak dan orangtuanya.
Kris menatap lamat-lamat putrinya yang terlihat berantakan, bajunya lusuh dan...
Plak!
"Mas!" pekik Rayrin histeris saat suaminya dengan teganya menampar putri mereka di hadapan semuanya.
"Dasar anak tidak tahu diri! Apa saja yang sudah kalian lakukan hah? Jangan pikir aku pria tua yang bodoh!"
Disha merasa bersalah melihatnya, harusnya semalam ia tidak membiarkan Krystal pergi dengan pria itu.
"Kami tidak pernah mengajarkan kamu jadi perempuan yang tidak punya harga diri!" bentak Kris lagi, Krystal hanya diam menahan air matanya, mau menyangkal apa kalau kenyataannya memang seperti itu?
****************
4 tahun kemudian....
Dalam tiga tahun tentu banyak yang berubah.
Termasuk Kaisar yang sudah menikah dengan Liora dan perjodohan antara Samudra dan Disha yang tengah berjalan.
Tapi satu yang tak pernah berubah, rasa sakit hati seorang ayah yang melihat putrinya mengandung tanpa suami.
Karena itu, Kris terpaksa menjauhkan Krystal dari dunia.
Krystal yang merupakan putri kesayangan keluarga harus menghilang dari keluarganya sendiri karena kebodohannya akan cinta.
Tapi itu tak lama, setelah melahirkan Krystal jadi sosok yang ia mau.
Seorang super model yang wajahnya ada di papan iklan hampir di seluruh kota.
Sedangkan, Kaisar tengah menikmati keluarga kecilnya dengan satu orang putra yang sangat manis, meski terlahir premature.
"Daddy!" anak berusia hampir tiga setengah tahun itu berlarian saat melihat ayahnya pulang.
Sejak tadi, Jeno menunggu ayahnya pulang.
Ayahnya itu sudah berjanji untuk pergi ke taman bermain bersama ibunya.
Liora tersenyum melihat pemandangan terindah itu, meski harus membayar denda untuk menikahi Kaisar.
Tapi ia tak rugi dengan keluarga yang indah ini, dengan anugerah seorang putra yang pintar dan aktif juga tampan, walaupun cinta Kaisar tidak pernah Liora ketahui nyata atau tidak?
"Kesayangan, daddy, sudah makan?"
"Sudah dong! Mommy masak enak sekali!" ucap bocah itu antusias, Jeno sudah sangat pandai bicara di usianya.
"Sekarang waktunya, daddy untuk menepati janji, Daddy sering sekali bohong sama Jeno, sibuk terus sih, Jeno kesal!" keluh bocah itu, Kaisar dan Liora terkekeh lucu dengan ekspresi Jeno yang menggemaskan saat merajuk.
Alurnya aku percepat aja ya daripada terlalu bertele-tele akunya juga ga sabar.
terimakasih dukungan kalian...
__ADS_1