My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 29


__ADS_3

"Ini keren banget air terjunnya, Fall." Thella menceburkan dirinya ke air jernih yang mengalir di bawah sebuah air terjun yang berasal dari atap gua. Air terjun itu merupakan salah satu dari tempat terkenal yang ada di pulau Jeju namanya air terjun Cheonjeyeon.


" Emang di sini airnya terkenal jernih dan air terjunnya juga sangat indah dan keren. Sehingga banyak turis dari dalam dan luar negeri datang ke tempat ini. Tadi kamu bawa baju renang kan? kamu bisa berenang di sini kalau mau," Naufal layaknya pemandu wisata yang sedang memberitahukan tempat apa yang sedang mereka kunjungi sekarang ini.


Mungkin ini adalah tempat terakhir yang mereka kunjungi selama di Korea. Karena kemungkinan dua hari lagi mereka berdua akan kembali ke Indonesia.


Thella bilang, dia sudah rindu dengan rumahnya dan membayangkan jika mereka terlalu lama tinggal di Korea nanti rumah mereka akan sangat kotor dan susah untuk dibersihkan, tahu sendiri kan Gadis itu penyuka kerapihan.


Sebenarnya yang paling Thella rindukan adalah menyiapkan keperluan kerja Naufal dan juga sarapan pagi untuk mereka berdua. Meskipun awalnya ia tidak menyukai kegiatan itu tapi lama-lama ia merasa terbiasa bahkan merasa aneh apabila tidak mengerjakannya.


Serangkaian acara jalan-jalan mereka di Korea membuat tela semakin yakin kalau Naufall benar-benar Mencintainya. Pria dingin itu benar-benar telah memberikan seluruh hatinya untuk jalani hidup bersama Thella.


Fall belajar banyak hal selama kebersamaan mereka di Korea. Ternyata hidup berdampingan dan saling mencintai itu sangat menyenangkan dan Naufal merasa, Ia sedikit terlambat Memiliki seseorang yang mencintainya di dalam hidupnya. Seandainya dari dulu ia bertemu dengan Thella, kemungkinan hidupnya tidak akan kesepian dan selalu tersenyum seperti saat sekarang ini. Harinya selalu ceria karena wanita yang ada di sampingnya.


" Aku mau berenang, tapi kamu juga ya. Kita berenang bersama, ini kan hari terakhir kita jalan-jalan dan besok hari penenangan. Kita akan diam saja hotel. Setelah itu kita akan pulang ke Indonesia. Jadi kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik." Selain hari terakhir mereka berjalan-jalan di Korea, hari itu juga harus di manfaatkan dengan baik. Karena, kemungkinan setelah pulang ke Indonesia, Naufal akan kembali menjadi sosok workaholic dan mereka berdua kan susah bertemu.


Pria itu akan kembali bergelut dengan file-file penting, email dan berkas-berkas yang menumpuk di kantornya. Tanpa ada waktu luang untuk mereka jalan bersama atau sekedar rekreasi kecil.


Mereka akan kembali bertemu hanya saat akan tidur. Di mana saat itu Naufal pasti pulang lembur dan dalam keadaan capek. Mereka tidak akan sempat berbicara selain di pagi hari saat Naufal bangun tidur dan sarapan itu pun hanya beberapa menit kurang dari 1 jam.


Awalnya, Thella merasa tidak nyaman dengan keadaan yang seperti itu. Menjadi seorang istri dari lelaki yang gila kerja adalah hal yang sangat berat karena Ia terkadang merasa diduakan dengan pekerjaan.


Tapi meskipun begitu, Thella merasa sangat senang. Setidaknya, sekarang ia sudah menjadi sekretaris dari suaminya. Jadi kemungkinan untuk mereka bertemu lebih banyak, meskipun sebenarnya Thella ingin bertahan di perusahaan David. Supaya tidak bekerja di kantor suaminya sendiri, tetapi sifat overprotektif dari Naufal mengharuskan Ia bergabung dengan perusahaan suaminya.


" Baiklah. Mari kita berenang bersama. Aku ingin menuruti permintaan mu, Thella. Semoga setelah pulang dari sini, kita berdua siap untuk bekerja sama mengerjakan tugas-tugas kantor yang menumpuk. Kamu tahu, kebersamaan kita di kantor akan membuat aku semakin semangat. Karena, kamu yang biasanya aku rindukan, sekarang bisa aku temui dengan mudah dan tentunya kita tidak akan berpisah. Kita akan berada di kantor dan di rumah, selalu bersama-sama. Maafkan aku ya, aku tidak bisa menepati janjiku. Aku kan sudah bilang padamu, untuk membiarkanmu bekerja di perusahaan lain. Tapi ternyata, aku tidak bisa melepaskanmu. Rasa cemburuku terlalu besar untuk membiarkan kamu bekerja di perusahaan orang lain. Apalagi orang lain itu adalah orang yang pernah kamu cintai, David. Aku diam-diam takut, perasaan diantara kalian akan timbul lagi dan kalian akan bersama lagi lalu kamu meninggalkan aku dan..."


" Cukup Naufal Aku tidak akan meninggalkan kamu. Meskipun, ada seorang pangeran dari kerajaan dongeng yang ingin merebut hatiku, sedikitpun aku tidak akan goyah. Aku tahu, kamu satu-satunya Pangeran dingin yang sangat aku cintai. Tidak ada yang bisa menggantikanmu, karena pangeran yang sangat berhati dingin dan seperti Tuan Singa hanya ada kamu. Kamu satu-satunya. Jangan pernah takut karena di hatiku sudah tidak ada lagi ruang untuk orang lain selain kamu. Kau suamiku kemarin, hari ini, dan selamanya. Kita akan selalu sama-sama dan berbagi suka dan duka. Menjalani hari sama-sama seperti sekarang. Kamu senyum ya" Kalimat yang Thella ucapkan mampu meyakinkan Naufal bahwa ia tidak akan kehilangan istrinya.


Lagipula, sedikitpun tidak ada niat di hati Thella untuk menghianati Naufal. Apapun kekurangan Naufal, dirinya sudah menerimanya dengan apa adanya. Karena, tidak ada seseorang yang sempurna untuk dicintai, melainkan kita yang harus menyempurnakannya dengan kelebihan yang kita punya. Meskipun over dingin pada akhirnya Thella telah mencintai lelaki itu dan menjadikan kekurangannya itu sebagai kelebihan yang ia banggakan.


Setidaknya, dengan Naufal bersikap dingin, ia tidak akan merasa khawatir jika suaminya akan tergoda dengan yang lain di luar sana. yang akan menggodanya juga akan menyerah, karena untuk mendapatkan hati seorang Naufal membutuhkan perjuangan dan ketetapan hati yang sangat mantap.


Jika suatu hari ada seorang wanita genit yang menggodanya iapun yakin bahwa suaminya tidak akan tergoda dengan mudah begitu saja. Intinya Thella akan tetap mencintainya apa adanya.


" Terima kasih Thella. Setidaknya, kata-katamu membuat aku sedikit tenang. Kamu tahu, terkadang aku berfikir saat aku seorang diri, aku seperti terkurung dalam kesepian, seperti saat-saat sebelum aku bertemu denganmu. Saat itu kamu hadir dalam hidupku, memberikan warna di dalam lukisan hidupku yang tadinya hanya Hitam Putih. Kamu mampu membuat aku tersenyum, hal yang tidak pernah aku lakukan selama ini. Tersenyum bagiku adalah hal yang sangat berat, tapi saat bersamamu, aku bisa tersenyum dengan sangat ringan. Kamu sepertinya bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi siapapun. Bahkan aku orang yang baru mengenalmu saja sudah bisa jatuh cinta dengan begitu dahsyat." Kalimat yang diucapkan oleh Naufal menggambarkan Betapa ia merasa beruntung karena telah hadir dalam hidupnya yang kelam.

__ADS_1


" Aku terus berusaha yang terbaik untukmu. Meskipun, saat itu kamu bahkan meremehkan aku. Selalu memerintah aku, tapi aku yakin suatu hari aku akan dapat menemukan suatu kebahagiaan bersamamu dan hari itu kini telah tiba. Aku telah bisa memilikimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu begitu saja dengan mudah. Sama dengan perjuanganku untuk mendapatkan hatimu yang sangat sulit,"


Tentu saja tidak akan melepaskan Naufal begitu saja. Tidak ada seseorang yang bisa menyamai keistimewaan seorang Naufal yang tidak dimiliki oleh siapapun.


Saya juga tidak mengerti, kenapa bahkan sikap Fall yang dingin pun ia sangat menyukainya. Bahkan ia tidak ingin kalau Fall berubah menjadi seseorang yang seperti pada umumnya. Karena Thella sudah terlanjur nyaman dengan sikap Naufal yang dingin dan romantis seperti di drama Korea favoritnya.


" Maafkan aku Thella. Kalau waktu itu aku membuat kamu merasa tidak nyaman. Bahkan kamu sampai ingin pergi meninggalkan aku, karena saat itu jujur saja aku belum mencintai kamu. Kita baru saja kenal dan tiba-tiba menikah begitu saja tanpa pacaran. Jika aku belum bisa menerima keberadaan mu di rumahku, sementara aku selama ini tidak pernah tinggal bersama siapapun. Karena, kamu yang tinggal bersama aku satu-satunya. Orang yang ada di sisiku, aku pikir saat itu kamu akan benar-benar pergi meninggalkan aku setelah perbuatanku yang begitu jahat padamu. Selalu menindas mu, memerintah mu, menceramahi mu, tapi untung saja, ternyata kamu orang yang sangat sabar dan mau mengerti segala kekuranganku bahkan kamu selalu mematuhi perintah aku. Padahal kamu bukan pelayanku, harusnya saat itu memperlakukan kamu dengan baik. Tapi mulai sekarang, aku akan berusaha melakukan apapun yang terbaik untuk kamu, untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu padamu. Kamu tidak akan pernah lagi merasakan kesedihan yang kamu rasakan seperti dulu saat pertama kali menjadi istriku"


Naufal mengungkapkan rasa menyesalnya kepada Thella. Di dalam hatinya yang terdalam, ia berjanji tidak akan pernah lagi mengulangi perbuatannya yang mungkin benar-benar menyakiti hati istrinya itu. Ia akan berusaha untuk membuat wanita itu selalu tersenyum dengan cara-cara yang mungkin sederhana atau yang besar sekali pun ia siap melakukannya.


Ia bahagianya,nanti setelah pulang dari Korea mereka akan bekerjasama untuk bekerja di dalam satu kantor. Dengan begitu akan merasa lebih bahagia lagi. Ia tidak akan merasa kesepian dan memikirkan hal yang ada di rumah selama ia bekerja. Karena biasanya ia selalu menghabiskan banyak waktunya di kantor, sehingga, ia hanya memiliki sedikit waktu untuk istrinya. Jangankan untuk mengobrol, untuk duduk berdua saja jarang. Kecuali saat makan pagi makan malam pun sangat jarang mereka lakukan


" Tidak ada yang perlu dimaafkan, Naufal. Aku juga sudah memaklumi semuanya, karena memang kita masih dalam proses saling perkenalan kan saat itu? Aku juga merasa asing padamu, begitu pula sebaliknya, kamu juga merasa asing padaku. Bagaimana tidak asing, kita hanya di pertemukan sekali, besoknya kita fitting baju, besok nya lagi kita menikah. Itu sangat singkat. Wajar saja kalau saat itu, kamu belum percaya padaku, kamu belum mengerti aku itu orangnya seperti apa, dan aku pun sebaliknya, aku juga belum tahu kamu seperti apa, kamu baik atau tidak, yang aku tahu kamu adalah orang yang sangat cerewet, egois, galak dan kamu orang yang suka memerintah seenaknya sendiri. Tapi entah kenapa, perlahan kemudian aku merasa sesuatu berbeda terjadi didalam hatiku. Dimana aku mulai memperhatikan kamu, karena aku merasa cemas. Saat kamu belum juga kembali ke rumah saat melewati jam biasanya kamu pulang. Kisah kita sangat manis ya, mungkin lebih manis daripada orang-orang kebanyakan yang lama pacaran. Aku justru bersyukur bertemu kamu dengan sangat singkat dan menikah. Aku sayang sekali sama kamu Naufal,"


Mereka berdua berbincang-bincang sangat lama di area air terjun itu. Mereka merelaksasi diri dengan berendam di air yang dingin sambil berbincang banyak hal tentang masa lalu mereka berdua.


Setelah ini, bulan madu mereka di Korea berakhir. Mereka akan pulang kembali ke Indonesia dengan hati yang lebih bahagia. Mungkin presentase cinta mereka mencapai 100% sekarang. Di mana kebersamaan mereka selama di Korea menepis keraguan-keraguan yang selama ini hadir di dalam hati mereka masing-masing.


Sekarang mereka sudah saling memiliki satu sama lain, saling mencintai satu sama lain. Setelah kepergian mereka bulan madu, di dalam hati kecilnya, Naufal menginginkan hadirnya seorang malaikat kecil di dalam perut Thella. meskipun itu baru hanya sebuah harapan kecil.


Rasa cinta yang tumbuh di hati Naufal ternyata membuat lelaki itu menjadi sosok yang overprotektif. Mau tidak mau Thella harus berhati-hati dalam bergaul. karena Naufal terapkan dengan tegas membatasi pergaulannya dengan lawan jenis atau bahkan tidak bisa bersahabat dengan seorang pria.


Pantas saja, saat di bioskop, Naufal langsung tersulut emosi dan memukul wajah David saat lelaki itu berusaha menggandeng Thella masuk ke dalam bioskop.


Memang ada yang bilang bahwa, amarah seorang yang pendiam akan lebih mengerikan daripada orang yang biasa berbicara banyak dan itu Thella rasakan sendiri. Tetapi ia tidak merasa terganggu dengan sifat Naufal yang membatasi pergaulan nya, ia lebih mengerti bahwa hakikat nya seorang istri harus patuh kepada suaminya. Jika suami mengatakan tidak maka dia tidak akan melakukannya.


" Naufal, kamu ini punya anak cewek apa cowok?" Celetuk Thella tiba-tiba membuat Naufal sedikit kaget. Ia tidak menyangka kalau tiba-tiba saja Thella berusaha membahas soal masalah anak. Dia pikir wanita itu belum siap untuk memiliki seorang anak sekarang.


"aku ingin anak cewek,"


"Alasannya apa?"


"Karena mereka lucu, bajunya pun unik,"


" Sama, kalau gitu aku juga ingin kita nanti punya anak cewek yang lucu yang cantik rambutnya di panjangkan lalu di kuncir dua. Pasti lucu saat ia berlari. Setiap hari aku akan mengisi rambutnya dan kamu yang menyuapinya makan," Thella mulai berkhayal tentang anak perempuannya kelak. Di dalam bayangannya, anak perempuannya nanti berambut lurus dan sedikit pirang. Rambut yang akan selalu ia ikat dua dan saat berlari kedua kunciran rambut anak perempuan itu akan melambai-lambai dan terlihat lucu.

__ADS_1


" Tentu saja kita akan merawat anak kita bersama-sama kita harus berbagi tugas untuk merawatnya nanti.Tapi kalau kamu hamil atau kamu nanti sudah punya bayi, kamu tidak usah kerja lagi. Kamu di rumah. Biar aku saja yang mencari nafkah untuk kalian," Naufal sudah berpikir panjang untuk tidak mengizinkan Thella bekerja setelah hamil atau saat dia sudah melahirkan bayinya. Karena ia merasa tugas mencari nafkah itu adalah kewajibannya dan Thella tidak perlu melakukan itu.


" Aku akan mengikuti apa yang menjadi keinginan mu Fall. Semoga saja aku bisa memberikan seorang bayi yang lucu untukmu, yang akan mewarnai kehidupan rumah tangga kita nanti. Meskipun nanti aku tidak bisa membantumu, aku harap kita bisa mengurus anak kita berdua dengan baik nantinya. Tapi kalau diperbolehkan, nanti saat hamil aku masih bisa bekerja apabila kehamilanku dalam keadaan normal dan tidak ada gangguan, karena aku pasti bosan jika harus berdiam diri dirumah tanpa melakukan apapun juga." Thella mengajukan permintaan akan diizinkan bekerja selama kehamilan karena ia akan merasa sangat bosan bila dibiarkan di rumah seorang diri, sendiri dan tanpa siapapun. Tahu sendiri kan, rumah Naufal itu besar yang tidak ada siapapun di sana selain dirinya sendiri .


" Baiklah, kalau nanti kamu hamil dan kehamilan normal, kamu boleh melakukan kegiatan diluar dengan bebas. Aku akan mengizinkan kamu untuk pergi bekerja bersama aku. Tapi ingat, kamu harus tetap patuh dengan apa yang aku katakan, kamu bekerja tidak boleh bekerja terlalu keras, aku akan menghandle separuh dari pekerjaan kamu. Kamu hanya perlu mengerjakan sedikit saja. Kamu ke kantor hanya supaya kamu tidak stress dan kamu bisa ngobrol berdua denganku. Bagaimana? apa kamu bersedia menerima persyaratan ku?"


Syarat yang diajukan oleh Naufal, lebih baik daripada harus tinggal di rumah sendirian tanpa siapapun.Dia pasti akan merasa stres dan kesepian nantinya, apalagi kalau Fall pulangnya selalu larut malam di jam-jam sibuk dan dikejar deadline yang pasti akan lebih banyak lembur di kantornya.


Apabila Ia ikut bekerja bersama Fall kemungkinan bertemu akan semakin banyak. Ia akan merasa bahagia karena dapat melihat wajah dingin suaminya itu setiap saat. Wajahnya sedikit datar dan juga poninya yang seperti aktor favorit nya di sebuah drama Korea yang sering diputar itu selalu membuatnya rindu.


Naufal memang bukan sosok yang romantis, tapi selalu apa yang ia lakukan dapat menarik perhatian Thella. Kekurangan Naufal adalah kelebihan bagi Thella yang telah sangat menyayangi Naufal. Meskipun ia jarang mengungkapkannya dengan kata-kata, semoga saja lelaki itu peka dan merasakan apa yang ada di dalam hatinya.


Naufal sendiri justru sibuk membayangkan bagaimana nanti saat perut besar yang bekerja di kantornya. Pasti akan menarik perhatian dan istrinya pasti akan terlihat sangat menarik. Ia menantikan saat-saat itu, semoga mereka berdua segera diberikan momongan.


Hari menjelang petang, mereka berdua akhirnya kembali ke hotel tempat mereka menginap. Besok hari penentangan, mereka tidak akan melakukan apapun, mereka hanya akan berdiam diri di dalam hotel. Bersantai dan mungkin saling berbagi cerita seperti hari-hari biasanya, sebelum akhirnya keesokan harinya lagi mereka akan kembali ke Indonesia melakukan aktivitas seperti biasanya.


Banyak hal dari kebiasaan mereka masing-masing yang mereka rindukan, membuat mereka tidak bisa bertahan lama di negeri orang. Ada pepatah mengatakan bahwa senyaman nyamannya rumah orang akan lebih nyaman rumah sendiri. Itulah yang mereka rasakan saat ini.


Baik Naufal atau Thella menyadari bahwa banyak hal yang menarik di luar sana. Tapu kebiasaan setiap hari yang mereka lakukan akan membuat mereka rindu. Meskipun hanya hal-hal yang sepele, tapi apa yang mereka lakukan setiap hari membuat hidup mereka lebih hidup dan itulah hidup mereka yang sebenarnya.


Sesekali refreshing jalan-jalan seperti yang saat ini mereka lakukan itu boleh saja. Tapi pada akhirnya, mereka harus kembali pada aktivitas mereka sehari-hari yang mereka lakukan, itulah hidup mereka.


" Thella Mari kita tidur. Hari ini aku sangat lelah. Padahal kita melakukan hal yang tidak begitu berat. Kita hanya berenang dan mengobrol tapi entah kenapa rasanya sangat lelah. Terima kasih untuk hari ini, Kamu sudah menemani aku seperti hari-hari kemarin. Semoga kedepannya kita bisa semakin mempererat hubungan di antara kita berdua ya" Naufal berkata sambil memejamkan 2 matanya yang tidak kuat lagi untuk terbuka. Mengantuk tapi mulutnya masih ingin berbicara.


" Aku juga sangat berterima kasih padamu, karena kamu juga sudah mempersiapkan banyak hal yang menarik selama beberapa hari ini. Ketika kita berada di Korea Kamu selalu memberikan kejutan-kejutan yang membuat aku jadi tahu sebagaimana besar perasaanmu padaku saat ini" Thella melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Naufal saat berbicara. mungkin sepulangnya dari Korea ia akan melakukan relaksasi di salon langganan yang ia kunjungi selama ini.


" Ck, aku sudah tidak kuat sayang. Selamat malam, semoga mimpi indah. Jangan lupa mimpiin aku. Awas kamu tidak boleh selingkuh, meskipun hanya ada di dalam mimpi. Aku tidak akan rela seseorang yang aku cintai di rebut oleh orang lain" Naufal masih sempat memperingatkan Thella untuk tidak berselingkuh di dalam mimpi, itu membuat wanita yang ada di sampingnya tersenyum geli. Bagaimana bisa di dalam mimpi pun suaminya masih tetap cemburu?


" Sudahlah di dalam mimpi pun kamu tidak boleh over protektif. Aku tidak akan berpaling darimu karena kamu adalah separuh dari duniaku. Selamat malam sayang mimpi yang indah, jangan lupa mimpiin aku ya" Sekali lagi Thella memberikan penjelasan bahwa, dirinya tidak akan berpaling dari Naufal sedikitpun. Karena hanya Naufal lelaki yang paling berarti dalam hidupnya tidak akan pernah terganti oleh siapapun kecuali maut yang mengisahkan mereka berdua.


" Kalau kita saling merayu bagaimana kita akan tidur. Sudahlah jangan berkata-kata lagi. Ayo kita tidur sekarang sampai pagi. Jika kita terus berdebat romantis seperti ini, yang pasti aku padamu, kamu yang terbaik dalam hidupku.Aku sangat mencintaimu Thella, sangat.. sangat...sangat..." Perlahan-lahan, suaranya melemah. Lelaki itu sudah dikuasai oleh rasa kantuk yang diiringi kelelahan yang menyelimuti tubuhnya, akhirnya ia tidak mampu lagi untuk membuka mata. Pria itu terpejam dengan nafas yang teratur. Thella menyempatkan diri untuk melirik suaminya, dilihatnya lelaki itu telah terlelap.


Thella tidak lagi menjawab,hanya tersenyum mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Naufal. Perlahan-lahan mereka berdua memejamkan mata dan tenggelam dalam mimpi mereka masing-masing.


Malam harinya, mereka kelelahan mereka tidur dengan sangat pulas dalam balutan malam, diselimuti oleh mimpi-mimpi Indah yang ada dipikiran mereka. Mereka berharap keesokan harinya akan bangun dalam keadaan tersenyum bahagia dan menarik kembali merajut mimpi yang lebih indah di mana berikutnya.

__ADS_1


Mereka romantis sekali, Autor sampai meleleh. Bagaimana dengan kalian para pembaca? Apakah kalian juga meleleh seperti Author?


__ADS_2