My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 38


__ADS_3

Naufal telah sampai di rumah Vanya dan Thella tidak di temuinya di sana. Pria itu tahu, pasti Thella pulang ke rumahnya. Fall segera bergegas menuju rumah Thella yang letaknya tidak jauh dari rumah sahabatnya itu. Pria itu mengutuk dirinya sendiri karena tidak jujur dari awal pada Thella. Kalau sudah begini pasti akan rumit.


Dia sendiri yang sudah melarang thella untuk berdekatan dengan lelaki lain, tapi sekarang justru dirinyalah yang berdekatan dengan wanita lain dengan posisi yang tidak pantas. Naufal mengacak rambutnya sendiri. Ia sangat kesal karena telah berbuat ceroboh.


"Thella, plis. aku harap kamu maafin aku. Aku tidak tahu harus apa kalau kamu tidak mau memaafkan aku. Sekarang aku baru tahu bagaimana rasanya tertuduh tanpa nyata melakukannya. Aku menyesal pernah melakukan ini sama kamu. Kamu di mana Thella..." Naufal bicara seorang diri sambil terus menjalankan mobilnya.


Naufal berhenti tepat di depan gerbang rumahThella. Pagarnya tertutup rapat. Ia coba menekan bel beberapa kali. ia gelisah sambil mondar-mandir menunggu seseorang keluar dari dalam rumah besar itu. beberapa menit tidak ada juga yang keluar, Naufal menekan bel itu lagi berulang.


"Mau cari siapa, Mas? Mas ini siapa ya? Kok saya tidak pernah lihat selama ini," Seorang lelaki yang tidak lain adalah Mang Diman keluar menemui Naufal.


"Saya suaminya Thella. Apakah Thella pulang ke rumah ini, Pak?" Naufal menanyakan keberadaan Thella dengan wajah kebingungan dan membutuhkan jawaban segera.


"Non Thella memang pulang ke sini, Mas. Ada di dalam sama sahabatnya. Apa mas mau bertemu dengan dia?" Mang Diman membuka gembok pagar rumah Thella.


"Betul, Pak. Saya mau ketemu Thella sekarang juga. Ini kunci mobil saya, tolong bapak parkirkan ya, sebelumnya terima kasih, Pak." Naufal menyerahkan kunci mobilnya pada Mang Diman.


"Beres pokoknya, silahkan masuk saja, Mas..." Tukang kebun itu mempersilahkan masuk majikan barunya ke dalam rumah.

__ADS_1


Naufal segera melangkah cepat. Ia ingin segera menjelaskan masalah yang sebenarnya pada Thella. Ia tidak bisa berlama-lama bermusuhan dengan Thella. Ia takut, sesuatu yang buruk akan terjadi lagi pada istrinya seperti waktu itu.


"Thella...!" Naufal memanggil dengan intonasi agak tinggi karena jarak mereka yang lumayan berjauhan.


"..." Thella tidak menjawab panggilan Naufal. Ia diam saja, cuek, sambil mengotak atik hapenya. Vanya lebih memilih untuk pergi dari ruang tamu untuk memberi kesempatan pasangan suami istri itu untuk saling bicara.


"Thella, maafkan aku. Semua yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku tidak pernah selingkuh. Clara itu memang mantan pacarku, tapi pertemuan kami hanya murni membahas masalah dia, bukan karena ada hubungan spesial." Naufal berusaha untuk menjelaskan siapa Clara dan kenapa mereka bertemu. Ia yakin, semuanya justru malah membuat Thella semakin marah.


"Oh, jadi wanita itu mantanmu?! Bagus. Kamu boleh bertemu dengan mantan, sementara aku nggak boleh dekat dengan lelaki lain. Padahal dia cuma teman, tapi kamu menghujatku sampai aku hampir mati karena badai salju. Keterlaluan kamu, Fall! Sudahlah, kamu pulang saja,  aku tidak perduli padamu lagi. Lanjutkan kencanmu dengan mantanmu itu," Thella bangkit dari duduknya dan melangkah pergi.


Thella meninggalkan Naufal. Ia berjalan ke arah kamarnya. Rasa kesalnya yng tadi sudah hampir mereda, kembali menyala. Setelah ia tahu siapa Clara, wanita yang tadi bersandar di pundak suaminya itu. Naufal mengejar Thella dan memeluk wanita itu dari belakang. Fall mendekap istrinya erat-erat. Ia takut kehilangan Thella.


"Thella, please. Aku mohon maafkan aku. Aku tahu kesalahan yang aku lakukan sangat fatal. Aku juga mengingkari diriku sendiri. Ku tidak mengizinkan kamu bersama lelaki lain, tapi aku malah melakukan itu. Maafkan aku, Thella,"


"Bagus, kalau kamu sadar. Sudah, pulang sana. Aku tidak ingin melihatmu," Thella melepaskan lingkaran tangan Naufal yang ada di perutnya. Ia lalu meneruskan langkahnya menuju kamar.


"Tolong Thella, jangan usir aku. Aku mau disini, sama kamu," Naufal terus memohon untuk tetap tinggal bersama Thella.

__ADS_1


"Terserah kalau kamu mau tetap di sini. Tapi kamu tidur di luar. Kalau kamu tidak mau, silahkan kamu keluar dari rumahku," Thella memberikan Naufal alternatif. Fall tidak marah, ia sadar akan kesalahannya dan pantas menerima hukuman itu.


"Baiklah, aku akan tidur di sofa, asalkan aku tetap satu atap denganmu dan kamu mau memaafkan aku. Jangan marah lagi, ya?" Naufal mau tidak mau harus menerima kenyataan bahw dirinya harus tidur di sofa malam nanti hanya karena mencoba menenangkan Clara.


"Akan aku pertimbangkan. Sekarang lepaskan aku. Aku mau istirahat," Thella tetap pada keputusannya, mengabaikan Naufal.


"Baiklah..." Fall hanya bisa memberikan ruang untuk Thella menenangkan diri. Memaksa pun hasilnya tidak akan pernah baik.


Naufal kembali ke sofa. Ia memandang langit-langit, pikirannya kacau dan berantakan. Dari awal, ia memang sudah salah. Tidak seharusnya diam-diam pergi ke luar dan menemui wanita lain.


"Fall, makanya, lain kali jangan sembarangan bertemu dengan wanita lain, apalagi itu mantanmu. Sedangkan kamu sendiri juga tidak rela, kan? Kalau Thella dekat dengan laki-laki lain? begitulah perasaannya sekarang. Ibarat bahasa jawanya 'Ambyar', kamu sudah mengecewakan dia," Vanya mencoba menjadi penengah untuk hubungan Thella dan Naufal.


"Iya, Van. Aku tahu, aku salah. Makanya aku rela di hukum sama dia. Aku tidak ingin berbeda atap sama dia, dia orang yang sangat aku cintai. Semuanya memang salahku. Aku masih saja perduli dengan orang yang pernah mengabaikan aku demi orang lain. Aku bodoh, Van,"


"Bagus kalau kamu menyadari. Kamu harus tahu, kamu adalah cinta pertama dalam hidup Thella. Kamu mengecewakan dia itu efeknya sangat besar. Dia juga tidak akan mudah memaafkan kamu, apalagi kesalahanmu lumayan besar. Saranku kamu harus sabar dan harus trrus berusaha meluluhkan hatinya." Vanya memberikan semangat kepada Naufal untuk tetap memperjuangkan Thella.


"Terima kasih motivasinya, Van. Aku tetap akan berusaha yang terbaik untuk Thella. Aku sayang sama dia. Saat ini tidak ada yang lebih aku cintai di bandingkan dia. Aku menyesal sudah melakukan ini padanya. Serius," Vanya dapat melihat keseriusan di wajah Naufal. Terlihat sekali lelaki itu frustasi menghadapi penolakan dari Thella.

__ADS_1


"Semangat, Fall. Asalkan Kamu serius, Thella pasti akan melihat keseriusanmu," Vanya menepuk bahu Naufal beberapa kali untuk memberi dukungan, lalu dia berjalan ke arah kamar Thella untuk menghibur sahabatnya.


__ADS_2