My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 63


__ADS_3

"Fall, tadi Bibi telpon, nanti malam ada acara makan malam di rumah papa, beliau pulang ke indonesia buat ketemu kamu. Kata Bibi, pengen mengenal lebih dekat, memenantunya seperti apa." Ujar Thella saat sarapan bersama suaminya tercinta.


"Aku grogi mau ketemu papa kamu. Orangnya serem nggak? Galak nggak? Jangan-jangan dia..."


"Jangan mengira yg tidak-tidak, papaku baik, kok. Dia jugg lucu kaya papa kamu, selow aja, nggak usah grogi gitu," Thella tertawa kecil melihat ekspresi gugup Fall pagi itu.


Papa Thella memang nggak galak, hanya saja sedikit cerewet. Paling-paling Fall hanya akan di omeli kalau di nilai papa sakah.


"Suka salah tingkah mau ketemu papa untuk pertama kali.Pasti aku akan dapet wejangan karena pertemuan perdana,."


"Tentu saja, papa memang sedikit bioros kata, maafkan saja kalau kamu di omelin. Dia suka mengkritik dan di kritik, intinya kalau sudah kenal enak, kok." Thella memberikan semangat pada suaminya yang terlihat masih galau karena harus bertemu dengan papanya.


"Tetap saja, aku pasti sedikit salah Tingkah saat nanti bertemu papa. kita nanti beli oleh-oleh apa buat papa?"Naufal antusias menawarkan oleh-oleh yang akan mereka bawa ke rumah papa Thella.


"Kita beli Brownies aja, yang ada di deket kantor, di sana kan Terkenal enak rotinya, kita juga waktu itu pernah beli," Di dekat kantor mereka memang ada sebuah toko kue yang selalu ramai pembeli karena terkenal enak


"Oke, aku setuju. kita bawakan papa kue dan juga buah. Apa kita juga akan menginap?"


"Tentu saja. Papaku kan baru ini pulang untuk khusus bertemu dengan kamu, Masa sih kita tidak menginap,"


"Tentu saja aku mau menginap. Aku hanya bertanya, kenapa kamu jadi sedih seperti itu?"Naufal jadi merasa bersalah karena mengatakan hal yang sepertinya membuat Thella jadi salah paham.


"Aku juga hanya bercanda, Fall. Kenapa kamu serius sekali. Aduh, rasanya aku pengen tertawa, ternyata sekarang kamu lebih sensitif, ya," Thella tertawa kecil melihat tingkat kepekaan Naufal yang meningkat itu.


"Bukannya dari dulu aku sudah peka? memangnya dulu aku kurang peka padamu?"


"Nggak juga sih, Tapi lebih peka yang sekarang. Kamu sudah selesai sarapannya? Ayo kita segera berangkat ke kantor.Aku takut kita akan terlambat nanti." Thella segera memberesi piring dan peralatan mereka makan. Lalu mencucinya dengam cepat.


"Masih terlalu pagi, Thella. Mari kita ngopi dulu. Sepertinya enak, ngopi berdua di pagi hari,"


"Sejak kapan kamu suka ngopi? Tumben pagi-pagi minta di buatkan kopi segala."


"Semenjak ngopi bareng sama papa.Di saat ngopi begitu, aku merasa kita jadi.lebih santai dan enjoy."


"Oh,ternyata suamiku ketagihan ngopi karena ngopi bareng sama papa? Jangan-jangan dia sedang rindu sama papanya juga. Ayo ngaku..."


"Mana ada, aku hanya pengen ngopi saja, kenapa di sangkutin dengan perasaan rindu pada papa. Kan papa baru saja pulang dari sini,belum rindu, lah."


"Rindu juga tidak apa-apa. Itu sikap yang manusiawi, Fall."


"Aku udah bilang nggak, ya nggak. Kamu bandel banget sih, mau aku hukum?"

__ADS_1


"Bilang aja kamu nagih morning kiss, pakai mau hukum segala. Kamu pikir aku takut?" Thella menantang Naufal. Membuat pria itu gemas dan bangkit dari duduknya.


Pria itu mendorong pelan tubuh istrinya hingga berhimpitan dengan tembok ruang makan dan menghukumnya tanpa ampun. Benda-benda di sekitar mereka menjadi saksi bisu bagaimana romantisnya mereka berdua di hari yang masih sepagi itu.


"Masih mau ngeyel lagi?" Fall menyudahi hukumannya dengan senyuman jahil.


"Oke-oke. Aku tidak akan seperti itu lagi. Lain kali aku akan mengalah dan tidak akan berdebat dengan kamu. Kecuali di saat yang tepat," Thella tertawa juga sambil meninggalkan suaminya dan membuatkan secangkir kopi untuk mereka berdua.


"Kenapa kopinya cuma satu?"


"Biar romantis, kan? Secangkir berdua."


"Oke, lagi bikin momen romantis rupanya, papamu suka ngopi juga?"


"Papaku? Tentu saja. Beliau suka ngopi di pagi hari seperti sekarang ini,katanya kalau nggak ngopi kurang semangat,"


"Papa mertua ada-ada saja. Ngopi pagi untuk mencari semangat.Tapi kalau memang sudah terbiasa, memang akan ada yang kurang jika tidak di lakukan,"


"Lebih tepatnya sudah menjadi hobi, Fall. Kamu kenapa tidak suka minum teh atau kopi? Malah lebih sering susu?" Thella penasaran kenapa Fall suka minum susu di pagi hari.


"Itu karena aku punya riwayat penyakit lambung. Makanya aku lebih suka minum susu daripada yang lain," Penjelasan Naufal membuat Thella sedikit tercengang.


"Kenapa kamu nggak cerita kalau kamu punya riwayat sakit lambung? Aku kan jadi nggak tahu, dan nggak jaga pola makan kamu. Selain sakit lambung, penyakit apa lagi yang kamu derita?"


"Nggak ada, kenapa kamu jadi sepeerti sedang parno begitu? Padahal kan aku baik-baik saja, Itu penyakit lama, buktinya aku makan segala juga tidak masalah kan?"


Benar juga, Naufal selama ini memakan segala masakan yang di masak oleh Thella dan dia baik-baik saja. Entah mengapa Thella secara otomatis ingin lebih memperhatikan Naufal. Mungkin karena lelaki itu juga selalu menjaganya, jadi dia merasa ingin melakukan hal yang sama.


"Aku jaga-jaga saja, Fall. Aku takut salah masak lagi buat kamu. Kalau kamu sakit, aku kan jadi khawatir nanti."


"Tenang, aku sehat-sehat saja,Kok."


"Baiklah, aku mencoba untuk.mempercayaimu, tapi awas kalau kamu ketahuan bohong, aku tidak akan memaafkanmu dalam waktu dekat,"


"Wah, aku jadi takut dengan ancamanmu, kamu sangat menyeramkan sayangku,"


"Aku hanya ingin yang terbaik buat kamu. Aku tidak ingin kamu sampai sakit. Apalagi kamu sangat semangat bekerja seperti itu."


Cup...


Naufal mendaratkan kecupan terima kasih karena Thella sudah memperhatikannya sedetail itu. Ia merasa sangat beruntung memiliki Thella.

__ADS_1


Memang benar, hanya orang yang tulus yang mampu memperhatikan kita sekecil mungkin. Cinta sejati selalu menerima kita apa adanya. Jika kita bertemu seseorang yang mencintai kita karena suatu alasan, itu bukanlah cinta sejati yang sesungguhnya.


"Fall, seperti kamu yang audah mengorbankan waktumu, uangmu dan juga tenagamu hanya untuk memperhatikanku, aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku bahkan ingin mencintai dan menyayangi kamu lebih dari ini. Jangan pernah berhentu untuk memahamiku,"


"Thella, waktu akan menjawab semuanya. Aku berharap kamu dapat mengerti perasaanku. Hidupku yang kadang terasa membosankan, kini sudah berubah. Aku bangga bisa memilikimu. Kamu.memang tidak semodis wanita di luar sana, tapi mereke belum tentu bisa menerimaku sebaik kamu,"


"Aku pun sama. Meskipun kamu tidak seromantis dan sehangat sikap mereka di luar sana, kamu tetaplah lelakiku yang terbaik."


Di rumah Thella..


"Bi, jangan lupa, hari ini masak yang banyak. Cepat ajak Mang Diman pergi belanja. Saya mau masakan malam ini spesial untuk anak dan menantu saya,"


"Baik, Tuan. Saya dan Diman akan segera pergi ke pasar tradisional untuk mencari bahan-bahan makanan, terutama kesukaan Tuan dan Nona,"


"Bagus, terimakasih, Bi. Jangan lupa, beli buah dan beberapa makanan kesukaan Thella,"


"Siap, Tuan. Saya akan.membeli semuanga, kalau begitu, saya permisi,"


Bibi segera undur diri dari hadapan Ayah Thella dan


segera mengajak Mang Diman pergi ke pasar.


*Hai semuanya... ketemu lagi dengan aku, Author yang katanya paling nyebelin dan suka bikin baper, padahal aku nggak merasa begitu 😂


Terimakasih atas dukungan kalian semua pada MWH selama ini. Support kalian, komentar terbaik kalian, aku sangat menghargai semua itu.


Maafkan Author yang menghiatuskan semuanya, bukan sengaja, tapi author memang salah memanagement waktu di bulan januari dan terlalu santai, semoga di bulan-bulan berikutnya Author tidak mengecewakan kalian lagi.


Aku juga bahagia sekali karena kalian sudah mengikuti dan mendukung semua karyaku. Maafkan kalau banyak kekeliruan di dalam tulisan Author. Kadang cerita suka nggak nyambung dan juga pertukaran tokoh karena kurang fokus.


Aku senang sekali, akhirnya MWH mencapai target di bulan ini. Menurut rencana Author, pengennya MWH aku bikin bersambung, dalam satu bulan ke depan.


Tapi aku memutuskan untuk Voting terlebih dahulu. Buat kalian yang setuju MWH hiatus selama satu bulan, silahkan tulis setuju, yang tidak, silahkan tulis tidak.


Author menunggu.hasil votting kalian. Hasil Voting terbanyak itu adalah keputusan yang di sepakati. Terima kasih semuannya.


Buat kalian pengguna aplikasi Noveltoon silahkan masuk ke grup chat Author ya, kalau belum ada tulisan grup di beranda novelku, berarti aplikasi kalian belum update. Silahkan di update dulu.


Sekian, Author sayang kalian semua. Meskipun kalian lebih sayang Fall , tak apa, Author tetap sayang kalian. Selamat beraktivitas semuanya, kecup dan peluk jauh buat kalian satu per satu.


Love U All*.

__ADS_1


__ADS_2