
Sesuai dengan kesepakatan kemarin Thella dan Naufal hari itu tidak pergi kemana-mana. Mereka berdua hanya berdiam diri di dalam kamar, memfokuskan istirahat karena kelelahan beberapa hari ini mengunjungi berbagai tempat di pulau Jeju.
Sebenarnya mereka masih ingin tinggal sedikit lebih lama, tapi meninggalkan pekerjaan dan juga rumah membuat mereka menepis keinginan itu. Mau tidak mau mereka harus tetap kembali.
Thella bilang pada suatu hari ia ingin datang lagi ke Korea untuk mengunjungi tempat lain selain Pulau Jeju dan tentu saja Naufal menyanggupi apa yang menjadi keinginannya.
" Kamu serius mau ngajak aku kembali ke Korea? masih ada banyak tempat yang belum aku kunjungi, aku ingin pergi ke berbagai belahan di Korea ini. Apa kamu bersedia untuk menemaniku Tuan singa?" Thella tentu saja menggoda Fall. Pagi itu mereka berdua masih memakai baju tidur, dengan Thella yang bersandar di dada Fall.
" Apa aku terlihat main-main? Aku akan berusaha memenuhinya. Apapun keinginan kamu, asalkan kamu bahagia. Aku tidak akan sayang keluarkan uangku untuk menyenangkanmu Thella. Aku bahkan ingin mengajakmu pergi yang lebih jauh lagi dari ini. Kamu pernah bayangin nggak, pergi ke Prancis? Tapi perjalanannya lama, kita naik pesawat bisa sampai hampir 24 jam. Suatu hari aku tetap ingin ke sana, aku ingin mengajak kamu berlibur di sana beberapa minggu, sesuai dengan jauhnya tempat. Apa kamu mau dan bersedia menemani aku?" Nauval memang mempunyai keinginan untuk pergi ke Perancis sudah lama, tapi akhir-akhir ini baru terpikirkan kembali olehnya.
" Tentu saja aku mau. Aku tidak akan menolak meskipun kamu mengajak aku pergi keliling dunia. Kau mau membawa aku ke Inggris, Jerman, Spanyol Malaysia, Thailand, kemanapun, siap. Asalkan kamu yang bayarin semuanya," Thella tertawa kecil, ia sengaja menggoda Naufal. Padahal Ia tahu, uang yang dimiliki suaminya itu sangat banyak. Untuk berkeliling dunia 10 kali saja masih ada lagi sisanya. Jadi tidak perlu bersedih hati karena ia memiliki suami yang sangat kaya.
" Jika aku tidak menghabiskan uang ku denganmu, lalu akan menghabiskannya dengan siapa? Kamu yang paling berhak. Lain kali, aku akan membawamu jauh lebih lama dari ini. Ke suatu tempat, tapi entah kapan. Semuanya hanya masih planning, selama aku belum pensiun, pasti aku belum bisa membawamu liburan yang lama. Hanya bisa sama seperti saat ini. Jadi, apa hari ini kamu ingin pergi ke suatu tempat? ada tempat yang belum kamu kunjungi atau ingin kamu datangi hari ini?" Naufal menawarkan kepada Thella untuk pergi ke tempat yang ia inginkan hari ini. Benar saja, besok mereka akan kembali ke Indonesia dan Naufal tidak ingin Thella menyesal setelah kembali, karena belum datang ke suatu tempat yang ingin dikunjungi.
Pada dasarnya lelaki itu sangat senang bisa memanjakan seseorang yang dicintainya. Saat ini ia berusaha keras bagaimana caranya menjadi pria romantis, lewat cerita teman, searching di web, macam-macam majalah, bahkan dia juga sampai membaca novel agar bisa mencapai tujuannya.
Sebelumnya, ia sangat nyaman menjadi seorang pria yang dingin dan misterius. Tapi belakangan ini dia paham, bahwa seseorang yang ada di sisi-nya menginginkan dia menjadi hangat. Meskipun Thella tidak pernah menuntut, bahkan wanita itu sudah mencintai kekurangannya sebagai pria dingin.
" Sudah cukup Naufal, aku hari ini tidak ingin pergi kemana-mana. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu. Aku ingin ngobrol berdua, makan berdua, segalanya serba berdua bersamamu. Setelah kita pulang ke Indonesia, kemungkinan kita tidak akan bisa seromantis ini kan? Karena kita akan sibuk dan berbagi tugas. Oh, ya. Kamu mau tidak menemani aku spa setelah sampai di Indonesia? Kamu tidak mungkin langsung bekerja kan? Berikan aku waktu sehari atau dua hari untuk bersamamu di rumah," Thella mulai berani untuk meminta waktu kepada Naufal, karena ia yakin Fall akan mengerti bahwa dia membutuhkan perhatian seorang suami. Thella berencana untuk mengajak Naufal pergi ke tempat spa bersama. Karena ia tahu Naufal juga lelah setelah lewati semua ini, sama seperti dirinya.
" Baiklah, aku akan di rumah sehari atau dua hari untuk menemanimu. Emangnya kamu mau kemana? Manja deh, biasanya juga nggak apa-apa kemana-mana sendirian. Tapi, aku suka kok kamu manja. Kamu semakin menggantungkan hidup sama aku. Berarti kamu semakin sayang,dong. Aku jadi merasa lebih senang karena dianggap sebagai seorang suami Sebenarnya. Mrmang Tugasku untuk selalu mengawalmu kemana-mana. Tapi maafkan lah suamimu ini yang super sibuk. Bahkan aku berusaha banget untuk bisa romantis, terus meluangkan waktu untuk kamu. Biasanya aku tinggal sendiri, mau pulang jam berapa, mau pergi jam berapa, tidak akan ada yang mengomentari aku. Tapi sekarang aku senang, karena ada orang yang selalu menunggu ku, menghawatirkan aku, saat aku pulang dari kantor. Apalagi mulai besok kita akan pergi dan pulang kantor sama aku jadi semakin bahagia," Naufal mengelus rambut Thella pelan dan mengecup kening wanita Itu sekilas. Naufal sangat senang karena dapat merasakan bagaimana indahnya berbagi bersama orang yang ia sayangi.
" Besok, aku ingin mengajakmu ke tempat spa. karena badan kamu pasti juga capek setelah melakukan perjalanan ini. Apalagi kita mengunjungi tempat-tempat yang lumayan menguras tenaga.
Kamu mau ataupun kamu tidak mau pokoknya kamu harus mau, aku memaksa," Rengek Thella dengan manja. Sejak kapan tapi Thella merasa dirinya sekarang jauh lebih dekat dengan Naufal daripada sebelumnya.
"Ke spa? Aku bukan ibu-ibu. Kenapa kamu ajak aku ke tempat spa? Memangnya aku harus perawatan? Aku kan memang sudah tampan tidak perlu perawatan lagi, buktinya kamu sudah tergila-gila padaku ya kan?"Kata Naufal dengan penuh percaya diri.Tapi, tentu saja yang diucapkannya tidak serius. Kemanapun Thella pergi, dia pasti akan mau mengantarkannya. Asalkan dia sempat dan tidak dalam keadaan sibuk.
" Mulai sekarang kamu harus rajin perawatan, Naufal. Aku takut nanti kamu keriput dan ketampananmu memudar. Tapi tenang saja, Aku mencintaimu apa adanya," Thella tertawa terkekeh karena berhasil membalas perkataan Naufal.
" Thella, kamu pikir aku setua itu? Mana ada aku keriput? Aku kan tetap tampan dan aku adalah Pangeran kamu," Naufal mencoba untuk gombalin Thella seperti biasanya.
" Pangeran apa? Pangeran kodok, Iya? Iya deh, kesayangan aku ini kan selalu tampan, selalu mempesona, sampai-sampai aku tidak bisa berpaling dari kamu. Aku mau berendam, kamu mau ikut nggak? Kayaknya berendam air hangat di pagi hari bisa membuatku lebih rileks" Thella bangkit dari tidurnya, mengikat rambutnya dan berjalan kearah kamar mandi untuk mengisi bath up.
Setelah bath up penuh dengan air hangat, Thella memutuskan untuk berendam. Berada di dalam air hangat dalam keadaan yang lelah dan sedikit stress membuat tubuh dan pikiran Thella menjadi lebih baik.
__ADS_1
Liburan yang mereka lakukan beberapa hari di Korea hanya terasa sebentar bagi Thella. Mungkin karena terlalu lama, mereka selalu sibuk sendiri-sendiri, jadi kebersamaan yang begitu romantis itu terasa sangat singkat.
Sebenarnya Thella tidak ingin, liburan mereka itu berakhir begitu saja. Thella masih ingin menghabiskan banyak waktu bersama Naufal dalam beberapa hari kedepan. Rasanya tidak ingin cepat-cepat kembali ke Indonesia, masih banyak tempat yang belum dikunjungi.
Meskipun tidak bicara kalau Naufal sebenarnya tidak betah, tapi Thella bisa merasakan bahwa Naufal sepertinya merindukan pekerjaannya. Iya pasti sangat susah sekali untuk berlibur, karena selama ini dia tidak pernah melakukan liburan sedikitpun. Hari-harinya hanya disibukkan dengan pekerjaan dan Thella tahu bahwa Naufal sangat mencintai pekerjaannya.
Meskipun begitu, Thella tidak merasa keberatan, jika harus ikut Naufal kembali ke Indonesia. Karena baginya, apa yang membuat Naufal nyaman dan membuat suaminya itu bahagia dia pun akan bahagia. Apalagi nanti mereka akan bekerja bersama-sama di dalam satu kantor, tentu saja ia tidak akan kesepian seperti biasanya.
" Apa aku boleh gabung? Aku juga ingin merasakan sensasi mandi air hangat, rasanya tubuhku terasa sangat kaku," Naufal tiba-tiba muncul dari balik pintu yang sengaja tidak dikunci oleh Thella
" Aku kan tadi sudah menyarankan mu untuk ikut mandi bersamaku. Mari kita berendam bersama. Aku tahu kamu pasti lelah kan ? Setelah apa yang kita lalui selama beberapa hari di sini," Thella tersenyum menyambut kedatangan Naufal. Ia menggeser dirinya untuk memberikan ruang bagi Naufal berendam. Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan itu, mungkin karena mereka sudah terbiasa bersama, jadi mereka berdua tidak merasa canggung.
"Baiklah, terima kasih. Kamu sangat perhatian sekali padaku. Memang selama di sini aku lelah siang dan malam," Kalimat Naufal membuat Thella tertawa. Tentu saja mereka bekerja keras, karena Fall sangat menginginkan seorang bayi ada di antara mereka. Tapi kembali lagi kepada takdir yang bisa menentukan. Sekeras apapun usaha mereka, akhirnya, takdir yang akan memutuskan, Apakah mereka mendapatkan momongan atau masih harus bersabar lebih lama lagi.
" Bisa aja kamu Fall. Udah ayo gabung sini, aku sangat lelah, nanti setelah pulang ke Indonesia, jangan langsung bekerja ya please. Temenin aku dulu pokoknya dua atau tiga hari lagi di rumah aku nggak mau kesepian," Thella merengek pada Naufa. Dia ingin ditemani beberapa hari setelah kepulangan mereka dari Korea. karena ia tidak ingin kesepian seperti biasanya, di rumah seorang diri.
" Manjanya, tapi baiklah, aku akan menuruti apa keinginan mu. Semuanya karena aku sayang sama kamu. Hari ini, sepertinya kita tidak bisa berdiam diri di hotel saja. Karena aku baru ingat, kita belum beli oleh-oleh, yang terpikirkan baru souvenir saja. Bagaimana? Apa kamu bersedia menemani ku mencari oleh-oleh? Tapi kalau misalnya kamu lelah lebih baik kamu istirahat saja, biar aku yang keluar," Naufal baru teringat bahwa mereka belum membeli oleh-oleh dan berniat untuk membelinya hari ini sebelum mereka berangkat esok hari.
" Sepertinya aku tidak bisa ikut, lebih baik kamu sendiri yang membelinya. Aku akan menunggumu di hotel. Tapi, jangan pergi lama-lama. Sebentar saja ya, karena aku di sini cuman sendirian hanya dan biasa berdua denganmu, aku pasti akan merasa sangat kesepian," lagi-lagi Thella merengek untuk tidak ditinggalkan lama oleh Naufal. Thella menyadari jika dirinya semakin hari semakin manja terhadap suaminya itu.
" Terima kasih, Naufal. Kamu sangat perhatian sekali sama aku. Nanti aku akan chatting kamu, kalau kamu lama perginya. Tolong, belikan aku coklat. Sepertinya aku sedikit stress dan butuh sesuatu yang membuatku rileks," Thella memang merasa dirinya sedikit stres selama liburan, karena mungkin pengaruh cuaca atau karena pikiran yang sedikit terganggu dengan kecemasan yang terjadi. Ia khawatir tidak akan bisa memberikan anak secepatnya untuk Naufal. Ia takut mengecewakan suaminya, karena tidak bisa mewujudkan apa yang menjadi Harapannya.
"Bagaimana kalau aku peluk saja sekarang, supaya kamu merasa lebih tenang. Sebenarnya, apa yang sedang kau pikirkan? Ayo cerita sama aku, apa yang sedang kamu tutupi? Berusahalah untuk terbuka denganku Thella. Aku tidak akan menyusahkanmu, jika aku mungkin tidak setuju dengan apa yang ada dalam pikiranmu, tapi aku akan berusaha untuk tidak membuatmu terbebani apapun," Naufal berusaha untuk membuat istrinya tenang dengan berpindah ke sampingnya dan memeluk istrinya perlahan.
"Aku baik-baik saja, Naufal," Thella terpaksa berbohong.
Setelah beberapa saat mereka rendam, mereka pun akhirnya menyudahinya. Naufal pergi keluar untuk membeli oleh-oleh sementara Thella rebahan di ranjang karena tubuhnya benar-benar penat. Awal-awal kedatangannya ke tempat itu dan melakukan berbagai kegiatan, semuanya terasa baik-baik saja. tapi justru setelah akan pulang, tubuhnya mendadak terasa begitu kacau.
" Baru ditinggal beberapa menit saja, rasanya sudah sangat membosankan. Kenapa tiba-tiba aku seperti manja sekali kepada Naufal? biasanya juga dia selalu meninggalkan aku dan kami bertemu selalu malam hari, tapi kenapa kali ini rasanya begitu beda? Aku ingin menelepon Vanya, tapi mahal dan pasti kena roaming. Nanti sajalah, setelah aku pulang ke Indonesia aku akan bertemu dengan dia sekalian mengenalkan Naufal padanya." Thella berkata seorang diri sambil memandang foto Naufal yang kini ia jadikan wallpaper di layar ponselnya.
" Sepertinya, aku akan bosan karena berada terus di sini. Aku pengen keluar, mau ke lobi. Siapa tahu aku menemukan teman baru atau kenalan bule. Aduh, apaan sih . Aku kan udah punya suami nggak boleh kayak gitu. Maafkan aku Naufal aku sedikit nakal,"
Thella bergegas keluar dari kamarnya, menuju lobby hotel. Ia memilih untuk duduk di sebuah sofa yang terletak di ujung ruangan. Dia memandang ke sekitarnya. Banyak sekali, warga warga lokal dan kemungkinan turis dari berbagai negara yang sedang melakukan aktivitas di lobi hotel tersebut. Salah satunya seperti, meeting kantor atau sekedar bertemu dengan seseorang yang penting.
" Thella?! kamu nginep di hotel ini juga? tidak Ku sangka kita bertemu lagi, di mana suamimu? Kenapa kamu di sini seorang diri kamu sepertinya sedang bingung ya?" Ardian tiba-tiba muncul di dekat Thella, bahkan wanita itu tidak menyadari dari mana datangnya sahabat masa sekolahnya itu.
__ADS_1
" Suamiku sedang mencari oleh-oleh, aku memang sengaja tidak ikut karena badanku lelah sekali selama berlibur di sini. Jadi, kamu nginep juga di sini? Aku besok sudah mau pulang, kamu sendiri kapan akan pulang? atau kamu menetap di sini?" Thella menjelaskan pada Ardian, kenapa dia ada di lobby itu, kenapa dia seorang diri. Sebenarnya ia ingin menghindar, karena takut tiba-tiba Naufal datang dan akan salah paham, tapi ia merasa tidak sopan jika tiba-tiba pergi, sementara Ardian baru saja datang.
" Oh, begitu. Aku masih ada dua hari lagi di sini. Semoga kamu bisa pulang sampai tujuan dengan selamat, ya. Sebenarnya, kapan-kapan aku mau ngajak kamu reunian bersama suamimu dengan teman-teman alumni sekolah kita. Kira-kira gimana kamu berminat nggak?" Ardian menawarkan kepadaThella untuk mengikuti acara reuni akbar yang akan dilaksanakan di gedung sekolah mereka.
" Kalau kamu ada kartu nama, bagilah. aku nanti akan kabari, kira-kira suamiku mau nggak datang ke acara yang akan diadakan di sekolah itu. Karena suamiku super sibuk. Aku Bukan sombong, tapi Suamiku itu memang seorang workaholik yang gila kerja banget. Jadi untuk membuatnya menyetujui untuk hadir di sebuah acara itu butuh perjuangan," Thella menjelaskan Seperti apa suaminya, supaya Ardian tidak salah paham jika ia menolak begitu saja ajakan reuni sekolahnya.
" Baiklah, ini dia. Tidak pernah berhenti? Repot sekali dia, tapi walaupun sangat sibuk, Suami masih ada waktu untuk mengajakmu pergi berlibur, tandanya dia sangat menyayangimu. Aku harap kalian berdua bisa hadir supaya acaranya semakin ramai dan tentunya akan dihadiri oleh seluruh alumni kita. Oh ya, temanmu si Vanya itu, masih sendiri?" Thella baru ingat, kalau dulu Ardian pernah memiliki rasa terhadap Vanya, sahabatnya. Namun saat itu, ia ditolak karena mereka masih duduk di bangku SMA dan Vanya tidak ingin menjalin hubungan saat itu.
" Vanya yang masih jomblo kok. Baiklah nanti aku bagi nomor dia. Supaya, kamu bisa memulai lagi. Hubungan kalian yang sempat tidak terjalin waktu itu Sebenarnya bukan tidak suka padamu, tapi dia memang benar-benar tidak ingin Pacaran saat itu. Mungkin kalau sekarang kamu menyatakannya kamu akan segera diminta untuk melamarnya. Karena setelah melihat aku menikah, dia juga sepertinya ingin segera menyusul ku," Thella memberikan semangat kepada Ardian untuk mendekati sahabatnya kembali. Kalau menurut Sila, Ardian merupakan tipe pria yang masuk dalam kriteria pria idaman Vanya.
" Jangan coba-coba memberiku harapan palsu, nanti aku bisa sedih. Aku benar-benar menyukainya, makanya sampai hari ini aku masih sendiri. Aku berharap, dapat menjalin hubungan dengan Vanya," Thella dapat melihat kejujuran dari cara Ardian berbicara. Kalaupun memang dia playboy, pasti dia sudah melupakan sahabatnya itu.
" Aku serius Ardian. Saat ini, memang Vanya itu sedang sendiri. Dia memang sedang ingin mencari pasangan hidup yang sesuai dengan keinginannya dan aku tahu dia dulu juga mempunyai perasaan yang sama terhadap kamu. Sekarang saatnya kamu berjuang. Aku siap membantu mu. Ya, meskipun gerak ku sedikit dibatasi oleh suamiku, tapi aku akan berusaha untuk tetap bisa membantu kalian,"
Mereka berdua terus berbincang-bincang membahas masa lalu mereka saat SMA dulu. Baik Ardian ataupun Thella, mereka sama-sama mempunyai cerita unik masing-masing yang hasilkan gelak tawa ketika mereka ceritakan kembali masa-masa mereka masih menggunakan seragam putih abu-abu.
" Thella! jadi ini alasan kamu untuk tidak ikut denganku mencari oleh-oleh?! kamu ingin berduaan dengan pria itu?! ternyata aku salah percaya sama kamu!" Naufal tiba-tiba saja ada di antara mereka. Ia tampak emosi dan melangkah pergi. meninggalkannya dan Ardian. Tentu saja suami Thella itu salah paham dan mengira bahwa Thella telah berselingkuh dengan Ardian, meski kenyataannya tidak begitu.
Thella lalu meminta maaf kepada Ardian dan meninggalkan pria itu, untuk mengejar Naufal yang berjalan begitu cepat menuju kamar hotel tempat mereka menginap. Ia tahu Naufal Pasti sangat marah dengan apa yang ia lihat yang sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Dia merasa tidak pernah menghianati Naufal dan ia bertemu dengan Ardian juga tidak disengaja.
" Fall, Tunggu aku aku bisa menjelaskan semuanya, apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Aku dan Ardian bertemu secara tidak sengaja kamu harus percaya padaku!" Thella mengeraskan suaranya, agar Naufal dapat mendengarnya. Tapi lelaki itu tidak menggubrisnya, dan terus berjalan dengan langkah panjang.
Thella mempercepat langkahnya, agar dapat mengejar Fall yang sedang menahan amarah kepadanya. Thella tidak menyangka, bahwa di akhir liburan mereka malah akan menjadi salah paham seperti ini. Tapi Thella menyadari bahwa semua itu terjadi karena Naufal benar-benar Mencintainya.
Ia sama sekali tidak keberatan dengan sifat Naufal yang overprotektif terhadapnya. Ia berharap bertengkar hanya kali ini, dan dapat diselesaikan dengan baik sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dengan membawa masalahnya sampai pulang, itu tidak akan baik. Ia ingin masalah ini selesai hari ini juga,Fall harus tahu bahwa dirinya tidak pernah berselingkuh, hanya Naufal yang ada di hatinya. Hari ini,dan mungkin untuk selamanya.
Naufal masuk ke dalam kamar, tidak berapa lama kemudian Thella ikut masuk ke dalam dan mendapati Fall yang rebahan di ranjang sambil memejamkan kedua matanya menahan emosi.
" Kamu harus mendengarkan aku, aku tidak pernah berselingkuh. Apa yang kamu lihat, itu tidak sama dengan apa yang kamu pikirkan. Aku tadi bertemu dengan dia tidak sengaja, saat aku sedang duduk di sana karena bosan. Kami hanya berbincang seputar masa-masa kami di sekolah dulu, tidak ada obrolan yang aneh atau romantis. Lagipula dia juga menanyakan tentang nomor Vanya, sahabatku itu
, karena dia sejak SMA sudah mencintaiku Vanya. Jadi kamu tidak perlu merasa cemburu," Thella mencoba meyakinkan Naufal bahwa dirinya benar-benar tidak pernah menghianati dan semuanya hanya salah paham.
" Maaf Thella, tapi aku tidak bisa mempercayaimu sekarang. Aku sudah bilang padamu, aku tidak suka kamu bersahabat dengan seorang laki-laki, tapi kenapa kamu masih melakukan itu? Kenapa Kamu sengaja membuat aku cemburu? Aku tidak ingin kamu bertemu dengan dia lagi! Apa kamu paham?! apa kamu mengerti apa yang aku maksud?!" Naufal tampak sangat marah. Thella menyadari kesalahannya, karena ia telah melanggar apa yang menjadi keputusan Naufal.
" Tapi Naufal aku hanya.. "
__ADS_1
" Sudahlah aku tidak ingin mendengarkan apa-apa lagi. diam lah!"