
"Fall, tumben hari ini ngajak pulang cepet, biasanya juga lembur kan?" Thella penasaran kenapa Naufal tiba-tiba mengajaknya untuk pulang lebih cepat dari biasanya.
Sekarang pria tampan itu hanya duduk di sampingnya menemani Thella menonton drama korea favoritnya. Daripada hanya di anggurin, Thella menjadikan bahu Naufal sebagai bantal.
"Memangnya salah, kalau aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu? Aku mau sekali-sekali menemanimu menonton, memangnya tidak boleh?" Fall menjawab dengan santai pertanyaan Thella.
Dia ingin mengurangi waktu sibuknya untuk menemani Thella di rumah. Mengingat dia sedang masa perbaikan.Naufal harus bisa mengembalikan sebagian keceriaan Thella yang hilang.
"Baiklah, aku senang kamu berniat menemaniku melakukan hobi. Tapi seharusnya tidak perlu memaksakan diri. Aku tahu, banyak pekerjaan kamu yang belum selesai." Thella cukup senang Fall ada waktu untuknya. Tapi dia tidak mau, Fall justru akan kehilangan kebahagiaannya sendiri untuk membahagiakannya, meskipun itu hal yang wajar.
"Aku kan sudah membawa pulang berkas yang belum sempat aku kerjakan. Bisa ku kerjakan nanti. Waktu masih panjang Thella. Ada banyak hal yang ingin aku rubah untuk kebaikan kita berdua. Salah satunya jamku kerja. Aku ingin bisa menghabiskan banyak waktu bersama denganmu, menurutmu bagaimana?"
Naufal sadar, waktunya sangat terbatas untuk Thella. Sebelumnya, ia tinggal seorang diri, tentu saja ia bisa mengatur waktu untuk dirinya sendiri, sekarang ia telah berdua, kemungkinan ia harus merubah kebiasaannya sedikit demi sedikit. apalagi nanti saat mereka sudah bertiga, akan banyak lagi waktu yang harus di butuhkan untuk keluarga kecilnya.
Di awal,kemungkinan semuanya akan sedikit sulit, tapi seiring waktu ia akan terbiasa. Seperti dulu saat ia memulai menjadi workaholic, awalnya sangat dulit,tapi seiring waktu, ia bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan menjalankan semuanya dengan baik.
"Aku senang dengan langkah perubahan yang kamu ambil.Tapi apakah kamu bisa melakukan semuanya seperti ini? Kamu sangat menyukai kebiasaanmu itu. Aku juga tidak memaksa kamu untuk berubah. Aku takut kamu merasa tidak nyaman. Jangan lakukan jika kamu merasa berat menjalaninya,"
Thella menyadari, ia tidak ingin mengekang Naufal. Ia sangat menghargai semua yang menjadi kebiasaan baik di dalam diri Naufal. Lagipula ia tidak merasa di rugikan. Tapi ia menghargai apapun keputusan suaminya.
"Aku mengambil keputusan ini dengan berbagai pertimbangan. Aku ingin mempunyai banyak waktu untuk bisa bersamamu.Dalam artian di rumah, bukan dalam keadaan bekerja. Seperti sekarang ini, kamu bisa melakukan hal favoritmu bersamaku. Kamu bahagia kan bisa melakukan ini?"
Benar juga pendapat Naufal. Ia ingin bisa bersama dengan suaminya itu selain waktu bekerja. Pusing juga, setiap hari hanya melihat Naufal dengan muka serius di depan laptopnya sepanjang hari. Awalnya Thella pikur, jika satu kantor bisa ada waktu untuk bicara atau situasi sedikit romantis. Realitanya, ia hanya bisa melihat wajah serius Naufal yang membuatnya sedikit bosan. Bahkan mereka jadi seperti tidak saling kenal.
"Kalau kamu memang sudah berniat untuk berubah, aku menghargai apapun pilihan kamu. Selama kamu nyaman, aku akan sangat bahagia."
"Thella... lihat aku,"
Thella menuruti apa yang Fall inginkan. Ia menghentikan pemutaran dramanya dan memandang Fall dengan serius.
"Ada apa?"
"Mulai sekarang, kita mulai lagi lembaran baru. Kita belajar melupakan apa yang telah kita lewati.Menghapus kesedihan dan menggantinya dengan.kebahagiaan. Kamu harus tahu, kalau aku melakukan semua ini untuk kebaikan hubungan kita," Fall mengatakan itu dengan sangat serius. Ia berharap semua langkah yang Naufal ambil merupakan langkah yang terbaik untuk memulai kembali hubungan yang manis.
"Kamu serius?"
"Sangat serius, kamu mau memulainya lagi? kita mengulang semuanya dari awal,"
"Mulai dari kamu galak?"
"Nggak harus mengulang kegalakan aku. Aneh, kalau sudah sebaik ini, masa aku harus kembali buat marah-marah sama kamu. Aku tidak bisa melakukan itu. Seperti ekting drama saja," Naufal merasa geli membayangkan harus mengulang kejadian konyol saat awal mereka menikah saat itu.
"Saat itu saja kamu mudah melakukannya, kenapa sekarang nggak bisa? Bukanya yang waktu itu juga cuman pura-pura? supaya aku nggak betah terus ninggalin kamu ya kan?"
Thella memprotes perlakuan Naufal saat pertama kali ia menjadi istrinya. Saat itu Naufal memang sengaja memperlakukan Thella seperti itu, supaya Tela tidak betah dan meninggalkan dia. Tapi kenyataannya, wanita itu justru bertahan sampai saat ini, bahkan membuat Noval jatuh cinta kepadanya.
"Aku pikir waktu itu kamu sama dengan pacarku yang lain. Kamu hanya akan menyukai kemewahan dan juga hartaku. Tapi ternyata kamu beda. Bahkan kamu bisa merebut hati aku dalam waktu yang lumayan singkat. Terutama perhatian kamu, aku sangat lemah saat diperhatikan seperti itu. Karena di dalam hidup aku, baru kamu yang paling mengerti dan perhatikanku bahkan mamaku sendiri tidak seperhatian itu"
Memang hanya dia lah yang bisa seperti itu. Mamanya tidak pernah mengkhawatirkan dia sampai seperti Thella, yang rela menunggunya sampai tertidur. Bahkan, dengan gelisah dan menangisinya saat dia kembali tidak sesuai dengan jam kerjanya seperti biasa.
"Sudah Naufal, jangan mengingat masa lalu yang pahit. Kata kamu, kita membuka lembaran baru. Hati kita tidak perlu menengok lagi ke belakang. Sekarang, kita jalani kehidupan kita ke depan. Semoga kehidupan kita ke depan menjadi lebih baik dari sekarang kita, segera mendapat momongan dan hidup kita bahagia tanpa ada orang lain yang mengerecoki kita lagi"
Thella mencoba mengingatkan Naufal tentang keputusannya untuk membuka lembaran baru dan melupakan lembaran lama dalam kehidupannya. Jika hidup ini menengok terus ke belakang, maka tidak akan pernah terhapus rasa sakitnya. Sampai kapan pun, mau tidak mau kita harus melupakan apa yang pernah kita lewati. Agar semuanya cukup menjadi pelajaran tanpa perlu kita tengok tengok kembali. Apa yang telah terjadi dijadikan pelajaran untuk kita melangkah ke depan tanpa perlu menengoknya lagi.
"Kamu benar, aku sudah melupakan apa yang seharusnya aku lakukan. Aku sendiri yang bilang jangan pernah mengingat masa lalu, tapi pada kenyataannya aku tetap mengingatnya. Aku ingin mengucapkan terima kasih, karena kamu telah bersedia menjadi bagian dari kehidupanku. Mulai sekarang kita berdua melangkah ke depan dengan memperbaiki semuanya"
__ADS_1
Di dunia ini tidak ada kisah hidup yang sempurna, yang ada hanya saling melengkapi satu sama lain agar setiap kekurangan bisa tertutupi oleh kelebihan masing-masing.
Dalam kehidupan rumah tangga, semuanya tidak selalu mudah. Akan ada banyak hal yang merintangi, seperti kerikil-kerikil yang berada di jalan, juga duri, dan bahkan batu. Kita hanya perlu menyingkirkannya perlahan agar kita dapat berjalan tanpa hambatan.
"Fal Gimana kalau akhir ninggu kita pergi ke danau? Aku ada tempat, bukan tempat rekreasi. Ada sebuah danau yang terletak di pinggir sebuah hutan kecil, yang disana kita bisa naik perahu dan berkeliling menyusuri danau. Aku ingin kita mengukir kenangan di sana dan menghilangkan Semua yang pernah kita alami beberapa minggu ini"
Tentu saja Naufal akan menyetujui apa yang disarankan oleh Thella. Karena ia, beberapa hari ini ini banyak sekali hari yang dilalui dengan berat dan buat sedikit stress.
Siapa tahu dengan pergi berjalan-jalan mereka menjadi lebih bahagia dari sekarang dan semuanya akan semakin lebih baik kedepan
" Kalau boleh jujur, aku suka sedikit stres karena semua masalah yang sedang kita jalani ini. Mungkin dengan kita pergi ke danau itu, kita bisa menghapus perlahan satu per satu masalah yang hadir dalam kehidupan kita akhir-akhir ini. Perasaanmu bagaimana apakah sudah lebih baik dari kemarin?"
Naufal merasa khawatir kalau-kalau Thella masih berada dalam fase stress berlebihan. Mengingat ia yang masih jarang tertawa beberapa hari ini. Naufal merasa Thella bukan seperti istrinya yang biasanya. Ia lebih banyak murung dan menyendiri bahkan jauh berbeda dari telah yang ia kenali.
" Aku mungkin hanya perlu sedikit istirahat, setelah istirahat cukup kemungkinan aku bisa seperti biasa. Maaf mungkin aku tampak tidak biasa dengan bersikap seperti ini. Tetapi, aku jujur saja masih sedih karena kehilangan calon bayi kita. Seandainya waktu itu aku nggak pergi berenang pasti dia masih ada di perutku kan sampai sekarang? Kamu pasti sudah bahagia, kita tinggal menanti kelahiran dia dan juga mempersiapkan nama untuk nya. Kita pastinya sekarang sedang penasaran, apakah dia laki-laki atau perempuan. Tapi ternyata kenyataan tidak seindah itu kita harus kehilangan apa yang kita harapkan selama ini."
Tanpa terasa air mata Thella menetes mengenang calon bayinya yang hilang. Ia telah berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangisi itu. Tidak terlihat tegar tapi pada kenyataannya dia tidak sekuat itu dia rapuh dan dia belum rela untuk melepas kepergian janinnya.
Kehadiran seorang bayi bukan hanya keinginan Naufal saja. Tapi ia juga ingin menjadi seorang ibu. Di rumahnya yang besar, akan terasa ramai apabila hadir seorang bayi di antara mereka berdua. Tapi kenyataan pahit itu harus diterima begitu saja, bayinya telah hilang bahkan sebelum ia sempat tahu bahwa ia sedang mengandung.
Mungkin orang berpikir bahwa ia terlalu berharap untuk memiliki seorang anak, tapi Thella yakin apa yang dia inginkan adalah hal yang normal. ia mengharapkan anak dari pernikahannya sendiri itu tidak salah. Tapi dia juga . Mungkin, dia belum pantas untuk menerima anugerah yang besar itu. ia masih harus bersabar lagi dan menunggu suatu hari akan memiliki seseorang anak yang seperti harapkan di saat itu dia sudah pantas untuk menjadi seorang itu.
Sama saja dengan Thella, Fall juga merasakan kehilangan sama tapi ia tidak bisa bersikap sesedih Thella di situ. Karena, ia adalah laki-laki. Dia ingin berusaha menenangkan Thella, apabila ia juga sedih, lalu siapa yang akan menguatkan istrinya itu. Makanya ia harus lebih tegar
"Aku tahy, kehilangan anak kita itu sangat menyedihkan, tapi kita tidak punya pilihan ini. Sudah takdir ia hilqng dan dia sudah pergi. Kita doakan saja semoga dia tenang di sana dan suatu saat menyambut kita dengan senyuman"
" Aku juga sedih dan merasa kehilangan, tapi aku sadar itu bukan sepenuhnya salah dari orang yang telah mencelakaimu. Semuanya sudah ditakdirkan seperti itu, semoga kedepan akan ada sebuah keajaiban untuk kita dan kita bisa melewatinya dengan baik"
Naufal sudah sedikit berlapang dada dan menerima semua kejadian yang telah terjadi kepada mereka. Dia berpikir bahwa, ketika dia selalu menyesali hal itu tidak akan pernah membuat semuanya kembali lagi ke semula, Semua yang sudah terjadi tidak akan pernah bisa terulang kembali.
"Kamu benar Fal, Kita harus menerima kenyataan ini dengan sepenuh hati. Tuhan sudah menyiapkan hal yang jauh lebih baik dari ini. Apabila kita terlalu berlarut-larut dalam kesedihan yang ada kita akan sulit untuk melanjutkan kehidupan kita kedepan lagi pulang untuk hamil lagi aku juga butuh pikiran yang lebih Relax dari saat ini"
Thella ingin kembali fokus menjalani program kehamilan yang kedua. Mungkin tidak terlalu cepat tapi setidaknya mereka memikirkan semuanya dari sekarang semuanya bersifat persiapan ia berharap usahanya membuahkan hasil.
"Fall..."
"Apa?"
"Boleh aku memelukmu?"
"Mengapa harus bertanya? Silahkan peluk, selama mungkin,"
" Aku hanya ingin merasakan ketenangan. Sebenarnya beberapa hari ini ada banyak hal yang membuat pikiranku menjadi pusing. Tapi aku hanya mencoba untuk diam dan berharap masalah ini selesai dengan sendirinya tapi ternyata tidak bisa dan tetap menjadi beban di pikiran"
" Fall aku ingin kamu jujur sama aku, sebenarnya nya kamu mencintai aku karena apa adanya atau hanya karena kamu butuhkan seseorang untuk memperhatikan kamu. Menurut kamu, apakah aku tidak cukup baik? Meskipun kamu mengatakan itu berulang kali tapi kenapa aku masih belum yakin sekali ini aku akan lebih yakin jika kamu bilang,"
" Aku tahu jika dibandingkan kamu, aku jauh dari kata sempurna. Bahkan penampilanku awalnya sangat acak-acakan dan tomboy karena itu memang ciri khasku. Tapi aku senang setelah mengenalmu setidaknya aku jadi berpenampilan seperti cewek tidak seperti dulu. Banyak perubahan dalam hidup aku itu juga yang membuatku semakin sayang sama kamu"
Naufal menarik nafas panjang, berulang kali ia mendapatkan pertanyaan yang sama dari Thella. Rupanya istrinya itu masih meragukan ketulusan perasaannya selama ini dan dia berpikir bahwa Naufal mencintainya karena sesuatu dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, sebenarnya itu juga merupakan alasannya, mengapa Naufal tidak bisa lepaskan dia.
"Jawabanku tetap sama. Aku mencintai kamu apa adanya. Memang karena kamu orangnya sangat perhatian dan itu adalah awal dimana aku jatuh cinta sama kamu, tapi semua itu hanya awal dan sekarang aku benar-benar mencintai kamu. Aku tidak mau berpisah dari kamu, ingin selalu bersama-sama dengan kamu sampai maut memisahkan kita berdua"
"Kita sama kan? Kamu juga membawa banyak perubahan dalam hidup aku dan aku juga sebaliknya, membawa perubahan untuk hidup kamu. Kita sama-sama membawa perubahan satu sama lain"
" Malam ini kamu mau nggak kita pergi ke Bar yang waktu itu kita pertama kali ketemu. Entah kenapa aku tiba-tiba ingin datang ke sana, semacam Reuni atau mungkin mengenang saat-saat pertama kita ketemu lagi ya"
__ADS_1
" Aku pengen kita dansa lagi. Waktu itu kita melakukannya karena terpaksa dan saling tidak mengenal satu sama lain. Aku pengen kali ini kita dansa romantis, dengan perasaan kita yang baru, dengan penuh cinta, tentu akan lebih indah dibandingkan dengan saat itu"
" Baiklah aku bersedia. Aku juga ingin mengulang semuanya. Fall itu adalah pertemuan yang paling unik dalam hidup aku, untuk pertama kalinya ada seseorang yang tiba-tiba datang dan melamarku tanpa cincin dan memaksaku untuk menjadi mempelai wanitanya dalam keadaan yang tidak saling mengenal satu sama lain."
" Bahkan aku sampai mengumpat dan kesal kepadamux karena kamu tiba-tiba seperti itu dengan sombongnya kamu datang dan pergi begitu saja. Bahkan kamu juga melarang aku untuk pulang hanya untuk menemani kamu berdansa itu adalah kegiatan yang paling aneh menurutku apa sih yang ada di pikiranmu saat itu?"
" Saat itu aku tidak ada pasangan dan kebetulan juga teman aku main truth or dare itu dan menantang aku untuk melamar kamu dan menjadikan kamu istriku. Ya sudah, aku manfaatkan sekalian kamu untuk menemani aku berdansa, daripada aku terlihat sendirian seorang diri, leboh baik berdansa dengan orang yang tidak dikenal bukan?"
" Oh, jadi kamu manfaatkan aku? Pantes aja kamu sampai mencegahku seperti itu. Terus soal kamu sudah mengetahui segalanya tentang aku itu fakta atau cuman hoax? kamu tahu semua tentang pekerjaanku?"
"Meskipun itu sebenarnya bisa kulakukan, tapi itu semua adalah bohong. Karena aku tahu tentang kamu baru malam itu dari Tommy dan itu cuman hanya nama dan juga tempat tinggal kamu di mana. Soal pekerjaan dan lain-lain aku tidak tahu apa-apa semuanya itu hanya ekting supaya tantangan itu berhasil, aku minta maaf ya"
Naufal tertawa karena merasa konyol atas kejadian saat itu. Kenapa mereka berdua dipertemukan dalam situasi yang tidak mengenakkan, tidak saling mengenal dan tiba-tiba harus seperti itu menikah dalam waktu singkat.
" Tapi semenjak aku mengatakan jadilah pengantinku, saat itu aku merasakan adanya getaran yang berbeda. Sejak saat itu sepertinya aku merasa ada sesuatu yang istimewa. Tapi aku tidak tahu apa. Saat itu malamnya setelah pulang dari Bar, aku selalu teringat wajah kamu, penolakan kamu, kata-kata kamu, semuanya sampai aku tidak bisa tidur"
"Saat kita fitting baju dan kamu harus beli baju di tengah jalan. Aku sebenarnya mengamati kamu saat itu. Anggun banget waktu pakai baju itu, aku sampai terpesona. Hanya saja aku pura-pura tidak perduli saat kamu sudah berada didekatku dan aku pura-pura cuek saja"
" Kamu jahat, bahkan Kamu menghinaku katamu penampilanku terlalu buruk dan tidak pantas untuk bersanding di samping kamu dan aku hanya seperti babu saat itu aku sangat kesal sekali ingin rasanya aku menampol wajahmu."
Thella kembali teringat saat pertama kali Naufal menjemputnya, dengan bunyi klakson berkali-kali hingga ia menghina penampilannya yang seperti babu dengan gaya yang sangat menyebalkan.
" Aku tahu kamu kesal sampai kamu cemberut. Tapi entah mengapa itu menjadi sesuatu yang istimewa bagiku melihat kamu seperti itu dan terus mengalah membuat perasaanku aku berubah sedikit demi sedikit. Dari perhatian yang sedikit demi sedikit itu akhirnya lama-kelamaan menjadi cinta sampai menjadi seperti saat ini,"
Saat itulah aku merasa sangat senang, ketika melihat Thella cemberut dan tidak menyukai tindakannya yang terkesan arogan,ia merasa menang dan berhasil mempermainkan wanita itu.
" Ya, aku tahu kamu memang berkuasa makanya, aku diem aja dan berencana untuk kabur suatu saat meninggalkan kamu. Tidak tahu kalau akhirnya aku malah benar-benar jatuh cinta sama kamu dan bertahan sampai hari ini aku kira hubungan kita akan segera berakhir,"
Dalam anganpun tidak pernah berharap untuk melanjutkan hubungan pernikahannya dengan Naufal dan dia tidak menyangka akan berlanjut sampai hari ini.
"Bahkan saat itu kamu seperti tidak ingin menyentuhku sama sekali saat aku terjatuh ketika memakaikan dasi di leher untuk pertama kali kok mengusirku dengan kasar Aku pikir kamu tidak normal"
setelah mengatakan itu, Thella tertawa terbahak-bahak. Ia yakin saat itu Naufal pasti sangat kesal, karena mendengar pengakuannya nya, tapi mengira Naufal tidak normal adalah fakta.
"Tidak normal? Maksudmu aku menyukai sama jenis? Wah kamu parah, padahal aku tidak pernah seperti itu. Aku hanya perlu momen yang pas untuk melakukannya. Aku juga tidak tahu memulai harus dari mana, sampai pusing memikirkan hal itu. Jika aku tidak melakukannya, aku takut kamu meninggalkan aku, tapi jika aku melakukannya, tidak tahu harus memulainya dari mana. Sampai aku memikirkan hal itu berhari-hari sebelum akhirnya aku entah memiliki kekuatan dari mana saat melihat kamu menyambutku dengan cara yang berbeda dengan gaun tidur itu,"
Naufal sangat ingat, ketika pulang dari kantor dalam menyambutnya dengan pakaian yang sangat menggugah selera hingga membuat dia tidak bisa menahan diri.
"Jadi kalau aku tidak melakukan trik itu, kamu akan tetap tidak melakukannya dengan ku?"
" Jadi itu trik kamun? Siapa yang mengajari kamu seperti itu? Baguslah dengan trik itu akhirnya kita bisa memulai kehidupan benar-benar sebagai sepasang suami istri"
"Aku diajak hanya untuk membeli baju tidur, itu dia juga yang memilihkannya untukku. Mungkin kalau dia tidak banyak membantuku semuanya tidak akan pernah terjadi,"
" Kamu benar, sahabatku itu memang baik. Dia sudah membantu hubungan kita sampai sekarang ini. Juga kan kemarin saat kita ribut masalah mantanku, Vanya juga memberikan saran padaku untuk bersabar menghadapi kamu"
Thella bahagia meskipun Naufal baru ditemui oleh Vanya, tapi ternyata Vanya mau memberikan dia saran. Pantesan Naufal hanya berdiam diri dengan pasrah tidur di sofa saat itu.
" Dia memang sahabat terbaikku, selama ini aku tidak menemukan seseorang yang lebih tulus dari dia. Dia adalah sahabat aku di saat aku susah ataupun senang. Dia tidak pernah ragu untuk menjadi orang yang terdepan mendukungku."
" Aku ikut senang kamu mempunyai sahabat sebaik dia. Semoga hubungan persahabatan kalian langgeng terus sampai kapanpun. Thella ayo kita tidur siang, lama-lama aku mengantuk dan aku ingin tidur sama kamu"
" mulai deh manjanya Ya udah deh aku temenin gendong dulu"
"jadi yang manja sekarang siapa?"
__ADS_1
"mungkin itu aku, Fall..."