My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 41


__ADS_3

"Tante, kemana Fall, kenapa dia tidak juga kembali, kalau begini, bagaimana kita akan menjalankan rencana kita? Aku ingin segera menikah dengan Fall, Tante," Vania merajuk karena Naufal tidak juga kembali ke rumah. Mereka berdua sudah merencanakan sesuatu tapi tidak bisa di lancarkan karena Naufal dan Thella yang tidak juga kembali.


"Kalau Fall tidak juga pulang, kamu cari saja lelaki lain Vania, lagipula setelah tante pikir kembali, tidak perlu sampai kamu menikah dengan dia, kita juga bisa mengambil hartanya." Mama Naufal yang sengaja membawa Vania sebagai alasan untuk dia bisa masuk ke dalam rumah Naufal akhirnya menemukan cara lain selain menjodohkan Fall dan Vania, itu karena kelihatannya akan sulit. Naufal terlalu mencintai istrinya.


"Tapi tante, aku sudah jatuh cinta saat pertama kali aku melihat Naufal pertama kali, anak tante itu sangat tampan, mapan, sangat mempesona," Vania mengkhayalkan Naufal menjadi suaminya.


"Tapi dia juga sudah punya istri, apa yang kamu harapkan? Kamu masih gadis, cantik, jadi untuk apa kamu terlalu mengharapkan dia? Di luar sana banyak sekali pria-pria lajang," Meakipun awalnya bersemangat menjodohkan, akhirnya mama Naufal menemukan cara terbaru untuk menguasai harta anaknya.


"Aku tidak perduli, Tante. Aku sudah jatuh cinta padanya. Meskipun dia bukan perjaka, aku rela mempersembahkan hidupku untuknya, Tante," Otak Vania sudah di penuhi dengan cinta buta yang tidak beralasan. Padahal, dia tidak seharusnya berbuat seperti itu.


"Menurut tante, percuma saja kamu mengharapkan Naufal, dia anak yang sudah berubah pendiriannya. Tante akui dia memang tampan dan juga mapan, karena kerja kerasnya. Tante yakin, Thella juga tidak akan mau kehilangan suami sepotensial Fall." Apa yang ada di dalam pemikiran Mama naufal itu benar, meskipun tidak semuanya.


Thella tidak bisa meninggalkan Naufal bukan karena hartanya, tapi lebih pada perasaannya yang begitu besar pada lelaki itu. Fall juga telah berhasil merebut hatinya.


"Gimana kalau aku menyuruh orang untuk menculik Thella? Kalau Thella hilang, kemungkinan Naufal akan lebih mudah untuk aku dapatkan, bagaimana ideku menurut tante?" Vania mulai mengemukakan ide gilanya untuk menyingkirkan Thella. Gadis itu telah terbiasa melakukan apapun untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan.

__ADS_1


"Jangan, Van. Itu terlalu beresiko. Masih ada banyak cara untuk menyingkirkan gadis itu selain menyuruh orang untuk menculiknya. Lagipula menurut Tante, itu sangat tidak efektif. Bisa saja setelah itu, Naufal malah jadi gila. Tante bisa melihat kalau Naufal itu sangat mencintai Thella," Mama Naufal agak sedikit kesal dengan sifat ambisius yang di tunjukkan oleh Vania.


"Vania curiga, jangan-jangan Tante sudah berbalik mendukung istri Naufal di bandingkan aku?! Padahal yang dari awal menawarkan untuk menjadi istri Naufal itu kan, Tante." Vania menunjukkan emosinya karena mama Naufal di nilainya telah berubah arah sekarang.


"Vania, Tante memang menyarankan kamu untuk merebut Fall, tapi, Tante punya alasan tersendiri untuk tidak melanjutkan misi ini. Bagaimanapun, Fall adalah anak tante satu-satunya, tante merasa sangat bersalah, jika sampai merusak kebahagiaannya sekarang. Dari sorot matanya, tante tahu, Naufal sangat mencintai istrinya. Selama ini tante juga tidak pernah membahagiakan dia, bangga rasanya ketika ada seorang wanita yang mampu membuat dia sebahagia ini," Ternyata jiwa seorang ibu dari mama Naufal masih berfungsi, ia masih bisa melihat kebahagiaan yang sedang Naufal miliki sekarang berasal dari Thella.


Sebagai seorang ibu, Dia merasa bersalah karena tidak bisa memberikan apa yang seharusnya ia bisa berikan. Sejak Naufal masih bayi, ia selalu sibuk dan meninggalkan Naufal dengan pengasuhnya. Saat Fall sakit, atau apapun, mamanya jarang berada di sampingnya. Terkadang mengingat semua itu membuat mama Naufal menitikkan air mata.


Setiap tuntutan Fall saat ini, dimana ibunya saat dia sakit? dimana ibunya saat ia terluka? dimana ibunya saat ia merasa kesepian? pertanyaan-pertanyaan Naufal saat sesekali meneleponnnya, membuatnya sedih.


"Kamu belum pernah menjadi seorang ibu, meskipun aku jelaskan, kamu juga tidak akan mengerti, suatu saat, ketika kamu sudah bisa menjadi seorang ibu, kamu baru akan tahu bagaimana rasanya menjadi Tante," Mama Naufal masih dalam kondisi melankolis, di mana ia mengenang semua kesalahannya pada Fall. Ia sadar diri, belum berhasil menjadi ibu yang baik untuk anak semata wayangnya itu.


"Terserah Tante saja, aku akan cari cara sendiri untuk memisahkan Naufal dengan Thella. Kalau tante tidak mau mendukungku, itu tidak masalah. Tapi, jangan coba menghalangiku, Tan."


"Mengapa kamu jadi berambisi seperti itu untuk mendapatkan Naufal? Apa masalahnya?"

__ADS_1


"Karena anak tante kaya dan tampan. Aku jadi ingin memilikinya. Kalau aku berhasil mendapatkan dia, mau beli apapun, itu akan mudah saja," Vania tersenyum jahat. Mama Naufal menjadi sedikit menyesal karena harus melibatkan wanita itu dalam kehidupan rumah tangga anaknya. Ia tidak menyangka akhirnya Vania akan benar-benar ingin memiliki Naufal.


"Jangan, Van. Jangan rusak kebahagiaan anakku. Aku mengajakmu hanya untuk menggertaknya, bukan untuk benar-benar menjodohkanmu dengannya,"


"Jadi, tante mempermainkan aku? Keterlaluan! Aku sangat mencintainya, Tante."


"Tante tidak bisa melarangmu jatuh cinta, tapi Naufal sudah memiliki istri, mustahil untuk kamu bisa memilikinya. Sebelumnya, Naufal adalah pria dingin, Tante baru merasakan dia hangat kali ini, itu artinya, istri Naufal sudah berhasil merebut hatinya," Mama Naufal pun dapat merasakan bagaimana perubahan yang terjadi pada anaknya saat ini.


"Kita lihat saja nanti, Tante..." Vania tetap pada keputusannya. Ia sungguh berniat untuk merebut Naufal dari Thella.


"Terserah padamu, suatu hari, kamu juga akan paham apa yang Tante katakan. Naufal itu berbeda dengan pria-pria di luar sana. Hatinya tidak akan mudah luluh, bahkan aku, mamanya, juga tidak berhasil meluluhkan hatinya."


"Tante jangan meremehkan aku, aku punya banyak cara untuk merebutnya dari sisi istrinya. Jika tante merasa menyesal sekarang, itu hanya akan sia-sia tante. Karena aku sudah terlanjur jatuh cinta pada anakmu,"


"Baiklah, tante beri kamu tiga kali kesempatan untuk merebut hati Naufal, tapi jika kamu tidak berhasil, jangan lagi kamu mengusik kebahagiaannya,"Meskipun benci mengakui bahwa Thella adalah sumber kebahagiaan Naufal, tapi mau tidak mau ia harus mengakuinya.

__ADS_1


"Baik tante, tantangan anda aku terima. Aku akan mendapatkan Naufal dengan caraku. Oh, Tan. Mengapa tante memiliki anak yang sangat tampan sampai aku tergila-gila seperti ini? Aku harus memiliki anakmu, Tan... Harus." Vania berkata seorang diri seperti orang gila. Mama Naufal hanya menggeleng heran melihat tingkah gadis itu.


__ADS_2