My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 73


__ADS_3

Hari telah menjelang malam saat


Ardian dan Vanya pulang dari rumah Fall dan juga Thella. Mereka berempat


keasyikan ngobrol, terlebih mereka juga tidak pernah ngobrol bersama.  Pertemuan mereka berempat baru dua kali,


pertama di resto dan yang kedua, barusaja di rumah Fall.


“Aku tidak menyangka, ternyata


kisah cinta Thella dan Fall sangat unik, ya. Sama persis seperti kisah yang ada


di dalam novel. Tapi keromantisan mereka tidak kalah dengan mereka yang pacaran


selama bertahun-tahun.”  Ardian masih memikirkan


keunikan pertemuan mereka,  sama seperti


dirinya dan Vanya, jodoh memang tak akan kemana.


“Iya,  Mas. Aku juga ikut seneng, loh. Mereka bisa


bertahan sampai hari ini. Dulu mereka memang hampir pisah. Aku  sampai ajari Thella beberapa trik untuk mendapatkan


hati Fall, abisnya mereka berdua sama-sama polos, pokoknya geregetan kalau


ngomongin mereka berdua,” Vanya terkekeh. Ia masih ingat saat membawa Thella ke


supermarket hanya untuk membeli beberapa baju tidur dan dalaman seksi. Ia masih


ingat bagaimana muka polos sahabatnya kala itu.


“Jangan-jangan kamu ajarin Thella


pakai ajaran sesat, ya? Jangan bilang kalian ke dukun..” Ardian ngakak, ia


tidak serius, dia sedikit banyaknya bisa menangkap pembicaraan Vanya.


“Untuk menaklukan lelaki tidak


perlu dukun, cukup memanfaatkan kostum dan keahlian dalam diri,” Vanya


terkekeh, ia tidak berharap Ardian mengerti apa maksudnya.


“Wah, jangan-jangan, kamu dekati


aku dengan trikmu, nih. Tanpa aku sadari aku sudah terperangkap dalam trikmu,”


Ardian menyindir Vanya sambil mengerling  curiga.


“Meskipun aku menggunakan trik


untuk mendapatkan hati dan perhatianmu,aku yakin kamu tidak akan merasa rugi,


kok. Karena perasaan dan cintaku tulus padamu, Ardian.” Pernyataan Vanya


berhasil membuat senyum merekah di bibir Ardian.


“Tuh, kan. Yang barusan pasti


trik kan?Tapi aku termakan


trikmu, bagaimana ini, seseorang... tolong aku,” Ardian mulai bermain peran.


Vanya hanya tertawa geli melihat tingkah calon suaminya yang mendadak jenaka.


“Terus aja begitu, aku cubit, nih.” Ancam Vanya


sambil bersiap mencubit lengan lelaki itu.


“Biasanya juga cium, sekarang gantian nyubit,


kamu kejam sayang...”  Ardian terkekeh.


Ia sangat senang menggoda Vanya.  Ardian


berharap keromantisan mereka akan terus berlanjut sampai mereka tua nanti.


Cup..


Tiba-tiba Vanya mengecup pipi Ardian sekilas.


Membuat pria itu terdiam, ini pertama kalinya Vanya berani menciumnya.


Biasanya  Ardian terus yang berinisiatif


untuk mengecup kening atau pipi wanita itu. Ia benar-benar terejut.


“Baru begitu saja sudah tidak bisa berkata


apa-apa, bagaimana kalau yang lainnya? Jangan-jangan langsung pingsan.” Vanya


mengejek Ardian, membuat lelaki itu tersadar dari lamunannya.


“Habisnya tumben banget kamu mau berinisiatif

__ADS_1


mengecup pipiku duluan, biasanya juga aku terus yang begitu,  kamu sengaja kan, mau ngerjain aku?” Tebak


Ardian, ia merasa sikap Vanya sedikit aneh.


“Aku ngerjain kamu dengan tujuan apa? Aku


sengaja, pengen buat kejutan aja. Eh, sayang, nanti mampir di martabaak


telor  di depan gang situ, ya. Itu


martabaknya enak banget, kesukaan mama sama papa,”


“Kesukaan mama papa, apa kesukaan kamu? Awas


loh, banyak makan yang begituan, nanti badan kamu melar, nggak muat deh


gaunnya. Pas resepsi ganti pakek goni, ahahhaa,” Ardian tertawa sampai sakit


perut karena leluconnya sendiri yang menurut Vanya sangat garing.


“Kalau melar, tinggal ganti dengan gaun size


xxl, beres kan?” Vanya menimpali perkataan Ardian.  Pria itu semakin tergelak.


“Udah, udah. Aku tahu yang barusan sama sekali


nggak lucu. Tapi aku lagi bayangin kamu gendut, apalagi sampai pakai baju


ukuran dobel xl, pasti gembul banget,”


“Itu aku dulu, Mas. Waktu masih TK.” Vanya


mengakui dirinya pernah gemuk saat masih berada di Taman Kanak-Kanak. Saat itu,


vanya mau makan apa saja selalu di perbolehkan oleh Sang Nenek yang selalu


memanjakannya, sehingga badannya perlahan menjadi gemuk. Untung saja, itu


terjadi di saat ia masih anak-anak, kalau saat ia sudah dewasa, pasti sulit


sekali untuk menurunannya, harus diet ketat.


“Makanya sekarang jaga pola makan kalau takut


gendut. Kalau aku sih, mau kamu gemuk atau langsing, rasa sayangku tidak akan


pernah berubah padamu,” Boleh di bilang gombal, tapi pernyataan itu tulus dari


dalam hati Ardian. Ia mencintai wanita itu apa adanya.


Setelah sempat mampir ke beberapa tempat, akhirnya


sampai ke depan pintu rumahnya


“Tidak masuk dulu, nak Ardian?” Mama menawarkan


calon menantunya itu untuk singgah, tapi karena hari sudah cukup malam, Ardian


lebih memilih untuk menolak.


“Maaf, Ma. Ardian lanjut saja, lain kali


mampir, sudah malam. Maaf karena pulangnya terlalu larut,” ujar Ardian sangat


sopan.


“Baiklah, Ardian. Tidak apa-apa, kalau begitu


hati-hati di jalan. Terima kasih sudah mengantar Vanya dengan selamat,”


Setelah sedikit basa-basi, akhirnya Ardian


melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumahnya. Vanya masuk ke dalam rumah,


di iringi oleh ibunya.


“Darimana saja dengan Ardian?”  Selidik mamanya penasaran, mamanya tahu,


mereka berdua pasti tidak hanya melakukan pemotretan saja, hingga pulang malam.


“Kami ke rumah Thella, Ma. Keasyikan ngobrol,


sampai magrib. Lepas magrib, kami pamit pulang. Setelah itu, mampir makan,


mampir ke pasar malam sebentar, jadilah pulangnya kemalaman. Maaf, ya Ma...”


Vanya mengungkapkan rasa bersalahnya pada mamanya.


“Ya sudah, tidak apa-apa. Mama hanya penasaran


saja, kalian darimana. Eh, itu martabak favorit mama?” Mama Vanya mencium bau


martabak favoritnya dari bungkusan yang Vanya bawaq.


“Iya, nih, Ma. Tadi aku sengaja beli buat mama

__ADS_1


dan papa,”


“Eh, anak papa sudah pulang. Mana Ardian?” Papa


Vanya baru saja dari kamar mandi, belum sempat melihat Ardian datang.


“Ardian sudah pulang, Pa. Tadi dia titip salam


buat papa. Memangnya papa darimana sih?” Gantian Vanya yang penasaran darimana


papanya sampai tidak menyambut kedatangannya dan juga Ardian.


“Maaf, papa tadi mules, makanya agak lama di


kamar mandi,” Papanya terkekeh.


“Makanya papa, kurangin makan pedesnya, mama


kan udah bilang, perut papa udah nggak bakalan tahan kalau di ajak makan pedes,


papa suka ngeyel, sih di bilangin,” Omel mama Vanya pada papanya yang lumayan


bandel karena suka makan pedas tetapi perutnya selalu bermasalah.


“Maaf, Ma. Habisnya kalau tidak makan pedas,


rasanya tidak tertantang. “ Bantah papanya.


“Tapi kan pa...”


“Stooooop! Udah berantemnya aduh... pusing deh


Vanya, mama sama papa setiap hari debat mulu ih,  nanti kalau Vanya udah tinggal di rumah Vanya


sendiri, siapa coba, yang mau pisahin mama da papa berantem?”  Protes Vanya, ia sedikit kesal karena mama


dan papanya selalu berdebat karena hal yang tidak terlalu penting. Hampir


setiap hari keduanya melakukan itu, sampai-sampai kalau keduanya tidak saling


bantah, rumah itu menjadi sepi.


“Makanya Vanya, kamu sama Ardian tidak usah


beli rumah baru, kalian tinggal saja di sini bareng mama sama papa, biar bisa


lerai kami setiap kami beradu mulut,” mama Vanya tertawa kecil. Ia sebenarnya


tidak serius berantem dengan papa Vanya, hanya saja, itu seni dalam berkasih


sayang, begitu penjelasan sang mama jika di tanya oleh Vanya. Ada-ada saja.


“Betul, Thella.  Papa juga pasti sangat kangen masakan


kamu.  Kalau kamu tinggal bersama Ardian,


siapa yang akan masak tempe gosong dan sayur hambar lagi, hahahaha,” Papanya


tertawa menyindir Vanya tentang hasil terburuk saat ia belajar memasak.


“Papa, jangan di ingetin lagi... malu kalau


ingat itu, tapi setidaknya Vanya sekarang sudah banyak belajar dari mama,


bagaimana memasak dengan baik dan benar.” Ujar Vanya bangga. Ia telah berhasil


memasak beberapa makanan dengan rasa yang tidak begitu mengecewakan.


Hallo, lohaaa!!!


Berjumpa lagi dengan


Author terketche di mangatoon #upsspede


Terima kasih untuk


dukungan kalian buat My Workaholic Husband, terus ikuti, jangan lupa


komentarnya...


Baca juga judul-judul


baru karyaku


1.       Mendadak Nikah


2.       Handsome Ghost  My Love


3.       Tama


Dan beberapa karyaku


yang lain, bisa di cek di profilku. Janga lupa favorit, like, juga bintang 5


nya. Komentar di cerita mana yang kamu suka, karena komentar kalian semangat

__ADS_1


untukku.


Salam hangat, AUTHOR.


__ADS_2