My Workaholic Husband

My Workaholic Husband
Chapter 71


__ADS_3

Ardian dan Vanya sedang mengadakan foto Prewedding di sebuah studio foto. Mereka mengambil tema indoor. Sebentar lagi acara pernukahan mereka akan segera di gelar. Tidak ada waktu lagi untuk mencari tempat wisata yang bisa di gunakan untuk berfoto. Untuk mempersingkat waktu mereka lebih memilih foto indoor dan nantinya di serahkan pada editor untuk mengubah fotonya sedemikian rupa.


"Akhirnya kelar juga, setelah harus berfoto berulang kali, ya." Ardian lega, akhirnya proses pemotretan mereka berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun.


"Iya, Mas. Aku pikir akan lama. Baru pose prewed aja sudah secapek ini, apalagi nanti saat resepsi," Keluh Vanya yang sedikit kelelahan karena harus kesana-kemari beberapa hari mengurus persiapan pernikahan mereka.


"Kita belum ke rumah Thella. Kapan? Hampir lupa, waktu juga mulai mepet, kan?" Ardian baru teringat tentang Thella, sahabat mereka yang belum sempat mereka kunjungi.


"Kalau begitu, nanti sore kita kerumahnya, sekalian mau kasih seragam buat mereka. Kemarin mama buat seragang.keluarga, dan mereka berdua aku usulin, supaya serasi pas foto nanti. Mama juga udah menganggap Thella seperti anaknya sendiri."


Keluarga Thella dan Vanya memang sangat dekat, mereka bahkan berbagi mama saat mama Thella meninggal. Kesedihan yang Thella rasakan juga Vanya rasakan, apalagi saat mama Thella meninggal, mereka berdua seperti kembar yang saling merangkul satu sama lain.


"Aku juga setuju. Kita bertiga kan memang sudah bersahabat sejak dulu.Dia orangnya sangat menyenangkan dan juga ramah. Apa kabar papanya ya, kangen banget. Dulu kita sering bercandaan bareng sama si om."Ardian terkenang saat mereka kerja kelompok di rumah Thella. Awalnya ia takut pada papa Thella, sampai pada akhirnya mereka semua tahu kalau papanya sangat lucu dan menyukai anak-anak.


Ardian sering main catur bersama papa Thella saat itu. Hukumannya cukup lucu, yaitu berbedak memakai bedak bayi bagi yang kalah.


"Papanya Thella sempet pulang ke rumah beberapa hari yang lewat, soalnya papaku sempet ketemu beliau saat lari pagi keliling komplek. Cuma, nggak.lama sih, hanya dua atau tiga hari, langsung balik lagi ke rumah barunya," Vanya mengrtahui kepulangan papa Thella berdasarkan cerita papanya yang kebetulan bertemu langsung dengan orang tua sahabatnya itu.

__ADS_1


Karena sibuk, Vanya jadi tidak sempat untuk berkunjung ke rumah Thella untuk menemui papa sahabatnya itu. Papa Thella sudah seperti papanya sendiri. Terkadang ia juga senang berbagi cerita dengan lelaki paruh baya yang terkadang jenaka itu.


"Banyak banget, ya. kenangan kita bertiga yang udah lewat. Sampai akhirnya kita sekarang hampir menikah. Jodoh memang tidak akan kemana, ya? Setelah sekian lama berpisah, akhirnya kita bersama juga."


Itulah keajaiban sebuah jodoh, kadang yang sudah lama bersama, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, bahkan ada yang hampir sepuluh tahun pacaran, akhirnya menikah dengan orang lain.Terasa sekali, kan, sensasi jagain jodoh orang.


Tetapi ada juga yang menikah dengan pertemuan yang cukup singkat, bahkan, ada yang hanya menghitung hari lalu menikah. Kadang, jodoh kita tidak selalu orang jauh, tapi bisa jadi orang terdekat. Bisa dekat jarak tinggalnya atau dekat karena sudah berteman sebelumnya. Banyak juga, yang menikah dengan teman satu sekolah, bahkan satu kelas, salah satunya Vanya dan Ardian.


Dulu, saat mereka bertiga masih bersahabat, Ardian sempat menaruh hati pada kedua sahabat perempuannya itu, seiring waktu, ia baru menyadari pada siapa perasaannya yang paling besar, tapi sayangnya ia di tolak oleh Vanya, untungnya insiden penolakan ini tidak berpengaruh pada persahabatan mereka.


Ardian juga sempat melupakan Vanya dengan mencoba membuka hatinya kepada wanita lain, tapi akhirnya mereka semua tidak ada yang bisa menempati ruang kosong di hati pria itu.Sampai akhirnya bertemu kembali dengan Thella dan membuat harapannya yang telah pupus kembali tumbuh.


Terkadang seorang anak merasa bahwa ibunya sangat cerewet, tidak boleh melakukan ini dan itu, dilarang begini dan begitu, itu karena mereka berpikir dengan sisi negatif. Padahal jika di perhatikan lagi, orang tya selalu berusaha yang terbaik untuk anaknya. Tidak ada orang tua yang tidak perduli pada anaknya sendiri.


"Serius, mama bilang begitu? Wah, jitu ya si mama main tebak-tebakan. Mama sepertinya sangat mendukung hubungan kita, ya?" Ardian memakai kembali jaketnya dan bersiap pulang.


"Iya, kata mama, kamu itu anaknya baik, perhatian, sopan, gitu deh Kalau aku bilangin semuanya nanti kamu terbang, awas aja kalau kamu cuma baik bohongan," Ledek Vanya sambil ikutan memakai jaketnya.

__ADS_1


"Memangnya selama ini aku terlihat tidak tulus, ya? Mana ada aku pura-pura baik dan buat apa aku pura-pura baik pada calon istri dan keluargaku sendiri? Memangnya aku ini pemain sinetron?"Sungut Ardian pura-pura kesal.


"Aku hanya bercanda, sayang. Begitu saja calon suamiku sudah marah?" Vanya merayu Ardian agar pria itu tidak marah lagi. Dia sendiri juga paling tahu siapa Ardian, dia bukan tipe lelaki yang suka membual. Dia apa adanya, itulah yang membuat Vanya jadi terkesan dan memutuskan untuk menerima Ardian menjadi teman hidupnya.


"Aku tahu, kamu hanya bercanda. Ayo masuk, kita ke tempat makan dulu sebelum pulang, aku lapar," Ardian lebih dulu masuk ke dalam mobil lalu di susul oleh Vanya.


"Kita mau makan di mana, Mas?" Tanya Vanya penasaran, saat mobil mulai berjalan.


"Pengen makan yang panas-panas, udaranya sedikit dingin, jadi cocok. Kita makan bakso saja, aku punya tempat makan bakso yang enak," Kali ini Ardian yakin, kalau trmpat makan bakso yang akan mereka datangi baksonya enak.


Sebagai.pecinta bakso, Ardian sampai makan di beberapa tempat di daerahnya untuk menemukan tempat makan bakso yang pas.Termasuk lokasinya, syukur'syukur dapat yang kekinian, pasti ia rekomendasikan pada teman-teman dan juga keluarganya.


"Wah, cocok banget itu, Mas. Makan bakso saat udara dingin memang pilihan bagus. Aku pikir kamu akan ngajakin makan mi ayam lagi,Agak kurang suka, meskipun rasanya enak," Vanya memang benar-benar tidak suka pada makanan itu.


"Aku tahu kamu nggak suka, makanya aku nggak mau lagi ngajak kamu makan mi," Sebagai seorang cowok tentunya ia harus lebih peka, kalau pasangannya tidak menyukai sesuatu, ia juga harus bisa menghindari hal yang tidak di sukai itu untuk menjaga perasaan pasangan.


"Jangan lupa, setelah ini kita ke rumah Thella. Kalau sampai terlewat, Bisa gawat, Mas." Vanya kembali mengingatkan Ardian tentang jadwal mereka yang harus berkunjung sore itu juga ke rumah Thella.

__ADS_1


"Siap tuan putri,"


__ADS_2